Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Eh~


__ADS_3

HAPPY READING 🍁


Deon memejamkan matanya, menghirup udara sebanyak-banyaknya demi menetralkan kewarasannya untuk tidak menyentuh Naomi lebih. Namun justru yang di hirup adalah udara yang bercampur aroma dari lilin yang memabukkan. Lilin yang Flower pesan untuk Geva dan Bhumi dari luar negeri. Aromaterapi yang dikamar mandi juga Flower yang beli karena Flower suka menggunakan itu dengan Bhima.


Ah Flower sungguh berpengalaman dengan hal hal seperti itu, karena memang dulu Flower ada didunia malam. Jadi yang mengajarkan Geva untuk olahraga ini itu, konsultasi dengan dokter untuk menjaga kerapatan, juga semua saran dan masukan dari Flower.


"Nom.." Panggil Deon lirih...


Noami menengok ke arah lelaki yang berbaring disampingnya. Mendadak Naomi menjadi gugup berada di atas ranjang berdua dengan suasana romantis juga posisi se-intim ini,


"oh shittt.. lihat Naomi dari samping gini aja terlihat sangat-sangat dan sangat sexy!" Gumam Deon dalam hati.


"i--iya kak.." Jawab Naomi.


"Menurut kamu siapa ya Nom yang sudah blokir nomor aku di ponsel kamu? Kenapa dia melakukan itu?" Tanya Deon serius.


"Aku gak tahu kak.." Jawabnya lirih.


"Apa pernah ponselmu dipinjam seseorang?"


"Paling yang pinjam juga cuma Geva, Nadia dan Kalista." Ucapnya sambil menatap langit-langit kamar.


" Kalau Geva gak mungkin Nom, coba kamu selidiki antara dua teman kamu itu."


"Iya kak.. " Jawab Naomi.


Hening.


"Kak.."


"Iya Nom."


"Ini kita gimana? aku gak nyaman seperti ini, sekamar dengan seorang lelaki." Kata Naomi lirih.


"Gak ada pilihan lain Nom, gak mungkin juga kita keluar kamar menunju lantai 10 atau resepsionis hanya menggunakan bathrobes, baju kita basah." Helaan nafas berat dari Naomi terdengar jelas di telinga Deon. Deon menatap Naomi dari samping yang mengigit bibirnya demi menghilangkan kegugupannya. Sungguh, Deon ingin sekali mengigit bahkan melumaat bibir Geva.


"Sumpah Nom.. kenapa otak gue kotor banget ya.. lihat elu yang menggigit bibir elu gitu membuat gue tergoda. gigit boleh?" Batin Deon lagi.


"Kak.." Panggil Naomi lagi,


"i.. iya Nom.."


"Boleh gak aku minta tolong sama kakak buat cari tahu soal apa yang kak Ayumi tadi katakan? aku harap itu tidak benar, lebih baik aku gak pernah tahu latar belakangku yang sebenarnya jika kenyataan aku hanya anak dari hasil perselingkuhan yang tidak diinginkan."


" Kamu gak boleh ngomong kayak gitu Nom, kita gak bisa memilih untuk lahir di keluarga mana, namun kita bisa memilih pilihan-pilihan yang terbaik untuk masa depan kita dan..


Tanpa kamu meminta pun aku akan melakukannya untuk kamu Nom, aku yakin ibu kamu gak seperti yang Ayumi katakan sebab terbukti anaknya sangat baik dan polos, juga aku sangat mencintai kamu Nom. " Kata deon mendadak menggenggam tangan Naomi yang masih bersembunyi dibalik selimut tebal.


Eh.


Naomi mengalihkan pandangannya seolah tidak percaya dengan apa yang Deon Katakan perihal cinta,


Deon menarik Noami kedalam pelukannya, Naomi yang belum siap pun terperanjat kaget.


Eh.

__ADS_1


"Aku cinta sama kamu Nom.. tolong jangan ragukan cinta aku, bagaimana pun latar belakang kamu, aku akan menerima kamu.. dan aku harap kamu juga menerima segala kekurangan aku Nom." Kata Deon lembut dengan tangan masih menggenggam jemari lentik Naomi, tangan yang satunya Deon gunakan untuk mengusap pipi Naomi yang halus tanpa jerawat sedikitpun.


"Kak Deon yakin cinta sama aku? jujur aku belum sepenuhnya percaya loh kak, karena aku ragu semuanya terlalu cepat. Aku takut jika kakak hanya menjadikan aku sebagai pelarian saja karena cinta kakak pada Rena---"Jawab Naomi yang mendadak bungkam karena Deon langsung menyambar Bibir Naomi.


Naomi mengerjapkan matanya, ini bukan kali pertama dia dan Deon berciuman. Namun ciuman yang Deon berikan pada bibir ranum Naomi penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Naomi masih sangat kaku menerima perlakuan deon.


Lewat ciuman itu, entah mengapa hati Naomi mendadak menghangat, dia mencoba yakin apa yang Deon Katakan tadi benar.


Deon melepas tautan bibirnya.


"Aku cinta sama kamu Nom, dan aku akan lakukan apapun untuk bisa bersama kamu, itu janji aku. apa kamu tidak bisa merasakannya?" Tanya Deon menempelkan keningnya dengan kening Naomi.


"A.. aku...," Rasanya tenggorokan Naomi Kelu, susah sekali mengeluarkan kalimat yang ingin dia ucapkan.


"Aku cinta kamu.., kamu udah gak cinta aku?" Tanya Deon lagi dengan wajah cemberut karena dalam hatinya mengumpat saat ucrit udah tegang berdiri seperti antena yang siap memancarkan sinarnya. Deon tidak bisa menahannya lagi, dia harus menyelesaikan ucrit, tapi jangan sampai Naomi curiga soal ucrit yang memiliki daya menangkap sinyal sangat tinggi.


"A..aku.. a.. aku .." Demi apapun jantung Naomi rasanya terjun bebas hingga ke dasar perutnya.


"Yaudah kalau kamu gak cinta, aku gak bisa maksa." Kata Deon hendak bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi membereskan si ucrit yang meresahkan. Kesempatan, pura-pura ngambek tidak akan membuat Naomi curiga kenapa dia lama di kamar mandi nantinya.


Baru saja Deon duduk di pinggir ranjang hendak berdiri.


"Aku cinta sama kamu kak.. cinta banget!" Kata Naomi memeluk Deon dari belakang dengan sangat erat.


Bukan kata cinta dari Naomi yang membuat Deon shock saat ini karena dia sudah tahu sejak dulu bahwa gadis yang memeluk punggungnya itu cinta mati sama dia dan Deon dengan percaya dirinya bahwa Naomi tidak akan berpaling.


Tapi yang membuat Deon shock adalah dada Naomi yang menempel di punggungnya. Sangat menempel.


"Lepasin tangan kamu Nom.. menjauhlah dari aku!" Kata Deon sedikit membentak entah kenapa kali ini Deon sulit sekali mengontrol dirinya sebab mendadak tubuhnya terasa panas. Namun Naomi menangkapnya lain, dia kira Deon ngambek karena dia lama tidak menjawab pertanyaan cinta Deon dan Deon ragu akan cintanya.


"Buktinya apa kalau kamu cinta sama aku?" Tanya Deon mencoba menggoda Naomi.


"A . aku.." Tangan Noami mendadak mengendur, dia bingung harus membuktikan dengan cara apa karena dia belum pernah pacaran, dengan cepat Deon membalikkan posisi yang kini Naomi langsung duduk dipangkuan Deon.


"Kak.." Pekik Naomi karena Deon gerak cepat menangkapnya dan mengunci dirinya dengan tangan Deon yang melingkar di pinggangnya.


"Buktikan.." Kata Deon menatap Naomi hingga mata mereka bertemu saling diam dan menyelami perasaan masing-masing lewat sorot mata tersebut.


Hening.


Jantung keduanya berdegup kencang,


Entah keberanian dari mana datangnya, Naomi mengalungkan tangannya ke leher jenjang Deon dan mengecup bibir Deon sekilas lalu menatap Deon dengan penuh kegugupan.


Ah Naomi sangat menggemaskan di mata Deon.


"Udah kan?" Tanya Noami dengan polosnya.


"Apanya?" Tanya Deon mengernyit seolah tidak paham dengan apa yang Naomi maksud.


"Buktinya. Bukti aku cinta sama kakak, aku udah cium kakak." Kata Naomi dengan wajah yang merah merona bagai udang rebus.


"Itu bukan ciuman Nom.. itu hanya sebuah kecupan, ciuman itu seperti ini.." Deon narik tengkuk Naomi dan menempelkan bibirnya ke bibir ranum Naomi.


Naomi tersentak, namun lama-lama dia membuka mulutnya hingga Deon berhasil mengabsen rongga mulut Naomi menggunakan lidahnya. Noami merasakan sesuatu mengeras dibawahnya, matanya memejam.

__ADS_1


Sentuhan tangan Deon di leher jenjangnya memberikan gelayar-gelayar tersendiri di tubuh Naomi. Naomi ingin menghentikan ciuman yang sudah semakin panas ini. Namun tubuhnya ternyata mengkhianati hatinya.


Tangan Deon tidak tinggal diam, sejak tadi dia sudah menahan diri dengan hawa panas dalam tubuhnya, kini kewarasan Deon sudah hilang hingga dengan satu tarikan saja tali bathrobes Naomi terlepas.


Naomi terperanjat,


Namun Deon tidak bisa menghentikan aksinya. Tangannya sudah masuk ke dalam bathrobes dan menemukan sebuh gundukan sintal yang cukup besar, Deon meremmass gundukan tersebut, sang pemilik gundukan mencoba mendorong tubuh Deon agar menjauh, tapi usahanya sia-sia.


pilinan demi pilinan Deon berikan pada puncak gundukan itu membuat sang pemilik gelisah dan tidak tenang yang justru semakin membangkitkan si ucrit.


Perlahan, Deon merebahkan tubuh Naomi dan menguncinya tanpa melepaskan tautan bibirnya. Kewarasan Naomi ikut hilang karena sentuhan Deon.


Ini gila benar-benar gila...


Deon menyingkap bathrobes yang Naomi kenakan, dalamnya tanpa penghalang karena semuanya memang sudah basah saat tercebur kolam renang tadi.


Dengan memberikan pijitan-pijitan memabukkan, Deon mulai melepaskan bibir Noami setelah dia menyakini gadis itu sudah dibawah kendalinya.


"Kak.. jangan..." Kata Naomi..


"Aku cinta kamu Nom.. setelah Geva pulang honey moon, aku akan langsung menikahi kamu." Kata Deon menatap mata Naomi dengan penuh keyakinan,


tidak ada keraguan sedikit pun dari sorot mata Deon.


"Ta.. tapi kak.."


"Kamu gak cinta sama aku?" Pertanyaan Deon sungguh membuat Naomi meringis karena tangan Deon meremmass gundukan itu.


"A.. aku cinta sama kak.."


"Kita lakukan dengan cinta Nom.."


"Ta.. tapi kak.." Tangan Naomi berusaha menjauhkan kelapa Deon juga tangan Deon di dadanya.


"Kalau kamu cinta sama aku, maka nikmatilah." ucap Deon yang langsung menarik kedua tangan Noami ke atas kepala lalu menjatuhkan wajahnya tepat di salah satu puncak gundukan itu.


Naomi lemah.. Naomi tidak mampu menolak, dia sangat mencintai lelaki yang terus mencumbu setiap inci tubuhnya itu dengan mesra,


Bukan penolakan lagi, melainkan sebuah desahan...


Naomi ingin memiliki Deon.. sangat ingin.. persetan dengan apa kata orang, karena hanya Deon lah yang mampu memberikan pundaknya dan melindunginya saat nanti dia berhadapan dengan orang tua angkatnya ataupun keluarga orang tua kandungnya.


Naomi juga menginginkan Deon, sama seperti Deon menginginkan dia kali ini...


Naomi mencintai Deon, Sangat.


BERSAMBUNG..


BHUMI GEVA HABIS INI YAW...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2