Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Gep Gep dan Nom Nom


__ADS_3

Setelah Keenan keluar dari ruangannya, Bhumi sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya. Otaknya terus menimbang-nimbang langkah apa yang harus dia ambil untuk hubungannya dengan Geva.


Memang benar ucapan Keenan, dia tidak akan memiliki kesempatan menikah lagi. Selama Mami dan Papinya masih hidup, mereka pasti tidak akan merestui adanya sebuah perceraian.


"Yang namanya rumah tangga itu pasti ada ujiannya. sekolah aja ada ujian masak rumah tangga kagak!


Intinya kalau ada ujian atau cobaan, turunkan ego! turunkan ego! dan turunkan ego!


Selama keduanya mau menurunkan ego dan saling belajar dari kesalahan lalu memperbaikinya, Mami yakin.. bahwa jalan keluar selain perpisahan itu pasti ada." Ucap Mami Naya.


"Jadi gue harus turunkan ego dan baik-baikin si Alien itu.." Gumam Bhumi.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk!"


"Tuan... meeting dengan pihak keuangan akan mulai 10 menit lagi." Ucap Renata.


"HM..." Jawabnya singkat.


"Bhum..." Panggil Renata yang menatap Bhumi dengan sedih sebab Bhumi tidak mau melihat wajahnya.


"Jangan melewati batas kamu nona Renata! Saya hanya akan memberikan kamu kesempatan sekali saja. Dan jika kamu mencampuri urusan pribadi saya.. maka silahkan angkat kaki dari sini." Suara Bhumi terdengar pelan tapi penuh ketegasan.


"Maafkan saya tuan.. saya akan buktikan jika saya tidak akan mengecewakan anda. Kalau begitu.. saya permisi." Ucap Renata sopan.


Bhumi menghembuskan nafasnya kasar. Melihat Renata seakan membuka kembali lukanya karena dia tidak bisa menggagalkan pernikahan Bhima dan Flower.


Dan dia harus menahan diri untuk meredam emosinya demi Keenan yang ingin mengungkap dalang dari semua masalah yang terjadi di keluarga Bramantya.


🍂


Sementara di Sekolah Tunas Bangsa,


Di jam pelajaran ke dua, Geva terlihat senyum-senyum sendiri sambil menatap Pak Fabian yang telah menerangkan pelajaran matematika. Pak Fabian mengulang semua pelajaran dari kelas satu hingga tiga untuk persiapan Ujian Nasional 3 bulan lagi.


Geva membayangkan bagaimana wajah Pak Fabian tadi memintanya untuk memutuskan Theo..


Ketika Geva pura-pura menolak karena gak mau disebut jomblo, Pak Fabian dengan sigap menawarkan diri untuk menjadi pacar Geva. Geva tidak tahu itu benar atau candaan belaka, yang jelas dia pagi ini sangat baper dengan sosok guru muda fresh graduate yang tampan tersebut.


Sebenarnya, tanpa diminta Pak Fabian, Geva pun sudah berniat memutuskan Theo mengingat statusnya saat ini sebagai seorang istri. Geva masih bisa memanfaatkan Theo untuk membuat Bhumi cemburu, tanpa ikatan pacaran. Geva hanya menunggu waktu yang tepat untuk bicara berdua secara langsung. Sedangkan Theo sampai saat ini belum masuk sekolah karena masih dalam masa pemulihan pasca kecelakaan.


Geva itu pacar macam apa ya.. pacarnya kecelakaan belum sekalipun dia menjenguk Theo dan menghubungi Theo. Harinya sudah disibukkan dengan Bhumi.. Bhumi.. dan Bhumi.


"Sttt... sttt..." Naomi menyenggol-nyenggol siku tangan sahabatnya yang tengah melamun sambil tersenyum.


"Gegep.. gep .. gep.." Panggil Naomi lagi.

__ADS_1


"Apa sih Nom. nom.." Decak Geva kesal karena imajinasinya dibuyarkan oleh Naomi.


"Kenapa elu senyam senyum sendiri sih?"


"Gue lagi bayangin senyumnya Pak Fabian tadi loh.. aduh meleleh hati Adik.."


"Jyjyk gue! Tapi gue lihat emang itu Pak Bian tatapannya beda sih kalau sama elu.. dia kayaknya suka sama elu."


"gue ngarepnya begitu sih.. elu tahu gak... Pak Fabian nawarin gue privat Matematika gratis nom... "


"Tapi tetep aja, elu jangan terlalu baper dulu.. ntar jatoh sakit! pak Bian nawarin elu privat bisa juga karena dia tahu nilai matematika elu tidak lebih dari angka 5." Naomi cekikikan.


"Siyalan elu! rusak mood gue aja! sahabat laknat!"


"Eh bukan cuma matematika sih.. Fisika dan Kimia juga gak lebih dari lima."


"Lah habisnya kurang kerjaan banget.. ngapain kita pusingin rumus-rumus begituan yang sebenarnya gak kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terus buat apa coba kita menghitung kecepatan kelapa jatuh dari pohonnya hingga sampai tanah. Jatuh mah jatuh aja. Kalau ngitung itu dikasih duit mah gue mau.."


"Dasar mata duitan! ya bener juga sih.. tapi kan emang kita harus pelajarin itu semua biar lulus. biar kita bisa kuliah atau gak kerja ditempat yang bagus."


"Bodoh amat lulus apa nggak, yang terpenting saat ini adalah gimana gue menaklukan si besi karatan yang tajir melintir supaya gue gak jatuh miskin dan gak perlu capek-capek kerja."


"Besi karatan? Maksud elu apaan sih Gep?"


"Gue tanya dulu sama elu, orang kerja buat apa?" Tanya Geva menatap sahabatnya.


"Nah buat apa kita kudu kerja cari duit jika kita udah menemukan tambang berlian?"


"tau ah.. omongan elu makin ngelantur. gue gak mudeng!"


"Elu tau siapa yang ngerjain gue kemarin dengan pesan 1000 box nasi di mekdi? dan dia juga yang bayarin itu nasi?."


"sahabatnya kak Deon kan.. eh tapi gila ya.. kemarin gue jam 10 malam baru sampai panti gara-gara bagiin nasi itu sama siapa namanya ya.. emm kak Satria kalau gak salah."


"Dan elu tahu gak.. si besi karatan itu bukan hanya sahabat kak Deon tapi dia itu suami gue nom nom!"


PLETAK!!


"Awww..." Pekik Geva membuat semua siswa yang ada di kelas menatap ke arahnya.


"Ada apa Gevania?" Tanya Pak Fabian.


"E h.. ini pak. saya ditimpuk nih sama nom nom!" Adu Geva membuat Naomi melotot.


"Mamvus elu!" Bisik Geva pada sahabatnya.


"Ada apa Naomi?" Tanya Pak Fabian.

__ADS_1


"Ya gimana pak.. habisnya si Gep Gep lagi melamun dan menghayal jadi istri bapak!" Ucap si Naomi pada Geva sambil menjulurkan lidah.


Sontak semua siswa langsung menertawakan Geva. Sedangkan Pak Fabian wajahnya langsung blushing dan salah tingkah.


"Bohong pak.. Bohong.. emang sahabat laknat begitu pak.. jangan di dengerin." Elak Geva.


"Sudah-sudah.. sekarang fokus kedepan.. dan kamu Geva, saya akan kasih kamu tugas tambahan!" Ucap Pak Fabian modus.


"Lah kok cuma saya pak?" Geva tak terima.


" Karena kamu sudah melamun di mata pelajaran saya." Jawab Pak Fabian semakin membuat Naomi cekikikan.


"Ya udah deh." Ucap Geva pasrah.


"Sekarang fokus ke depan!" Perintah Pak Fabian.


"Baik Pak.." Jawab Geva dan Naomi kompak. Namun jangan harap mereka bakal diam beneran ya...


beberapa menit kemudian,


"Awas elu, gue pecat jadi calon kakak ipar gue elu!" Bisik Geva pada teman sebangkunya.


"Yah jangan dong Neng Gepa cantik.. tega bener deh.. salamin bang Deon dong ah." Rengek Naomi. Memang anak-anak panti asuhan tempat Naomi tinggal memanggil Geva dengan nama Neng Gepa seperti panggilan dari ibu Panti.


"Ogah kesel gue sama elu!"


"Eh kalau gak sama sahabatnya bang Deon yang kemarin jemput elu juga gak apa-apa!"


"Enak aja! itu milik gue!"


"Elu kan pacarannya Theo Gep. Please."


"Theo pacar gue.. tapi seorang Bhumi Bramantya alias si besi karatan itu suami gue nom."


"Elu jangan bercanda Gep!"


"Noh lihat noh.. gue udah nikah nih." Kata Geva menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya.


"Kalau elu gak percaya nanti ikut gue ke apartemen dan gue kenalin sama dia."


"APA?" teriak Naomi tak percaya.


"NAOMI.. GEVANIA.. KELUAR KALIAN DARI KELAS SAYA." bentak Pak Fabian yang memang selalu tegas jika berada di dalam kelas.


BERSAMBUNG...


Maaf ya kemarin gak update hehe..

__ADS_1


__ADS_2