
Bianca malam ini tersenyum bahagia setelah mendapat kabar dari Gevania jika Bhumi sudah mau menerima hadiah darinya berupa tiket liburan ke Korea selama 5 hari. Ugh tidak sabar melihat wajah frustasi seorang Keenan Bramantya mendengar Bhumi Bramantya sang penanggung jawab perusahaan terbang ke Korea untuk liburan dengan sang istri padahal perusahaan belum benar-benar stabil.
Selain kasihan sama Geva dan Bhumi yang gagal honeymoon, Bianca juga ingin Keenan disibukkan dengan pekerjaannya apalagi ditambah pekerjaan Bhumi yang akan diserahkan semua padanya sebagai calon wakil Presdir. Sehingga Keenan tidak akan memiliki waktu untuk bersenang-senang dengan Alona.
Bianca tidak apa-apa jika Keenan bersama wanita lain. Munafik memang, karena nyatanya hatinya benar-benar sakit saat baru membayangkan saja Keenan bersama wanita lain apalagi melihatnya langsung, tapi Bianca sadar bahwa dia dan Keenan tidak akan bersatu. Jadi tidak ada cara lain selain mengikhlaskan sesuatu yang belum pernah ia miliki.
Bianca yang terus meyakinkan hatinya bahwa perasaannya pada Keenan adalah rasa sayang dan cinta seorang adik pada kakaknya, bukan rasa sayang dan cinta seorang wanita pada lelaki. Sehingga Bianca mencoba ikhlas, asalkan Keenan mendapatkan wanita baik-baik.
Apakah Bianca benar-benar bisa ikhlas?
Bianca benar-benar tidak rela sang kakak sepupu bersama dengan wanita bernama Alona itu.
Oke jika masa lalu Alona sangatlah suram dengan berbagai alasan yang memicunya hingga membuatnya di titik ini.
Tidak masalah, keluarga Bramantya juga sudah memaafkannya atas video syurnya dengan Reno yang tersebar di ranah keluarga asalkan Alona mau belajar menjadi wanita yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Tapi ternyata?
Kemarin malam Bianca yang diminta menjemput Kaisar di hotel bintang 5 milik Keluarga Bramantya, Bianca tidak sengaja melihat Alona memasuki hotel dengan seorang lelaki.
Dan ternyata mereka check in. Karena jiwa kekepoan Bianca sudah meronta-ronta, Bianca pun mengikuti Alona dari lobby hingga menuju lift. Kekepoan Bianca mengakibatkan matanya ternodai karena melihat bagaimana buasnya Alona dengan lelaki itu berciuman di lorong hotel hingga memasuki lift tanpa ada yang melepaskan bibirnya.
Benar-benar menjijikkan dan tidak tahu malu, batin Bianca.
Kata Mami Naya, seorang wanita harus memiliki karakter yang kuat. Sebab, dia yang akan memberi warna dalam rumah. Seorang wanita harus kuat, karena berbagai ujian pasti akan datang dalam hubungan rumah tangga. Sekeras-kerasnya lelaki, akan luluh dengan kelembutan dan ketulusan seorang wanita. Dan anak-anak hebat juga berawal dari pendidikan karakter yang diberikan oleh ibunya dengan dukungan sang ayah mulai dari balita.
Yah, Bianca sadar jika kakak sepupu yang teramat ia cintai itu bukanlah lelaki baik-baik jadi dia tidak terlalu berharap kakaknya mendapatkan wanita baik-baik, tapi minimal bisa saling membaikkan, bukan seperti Alona yang di otaknya hanya ada sekss.. sekss.. dan sekss...
"Huh! kenapa selalu sesakit ini sih membayangkan suatu hari nanti kak Keen menikahi wanita lain, dan aku juga harus hadir disana." Gumam Bianca menatap langit-langit kamarnya.
"Maafkan aku kak, hanya dengan cara menghindarimu, aku berharap bisa melupakan kamu... aku juga masih kecewa dengan sikap kamu kemarin yang justru membela wanita itu sampai membentak ku!" Kata Bianca lagi hingga akhirnya dia terlelap dalam gelapnya malam dan dinginnya sepi.
🍁
Pagi sudah menjelang, sepasang pengantin baru itu masih saja berpelukan di bawah selimut tebal sebagai saksi pergulatan panas semalam dengan penuh cinta. Bukan seperti malam di hotel waktu itu, Naomi melakukannya dengan sedikit terpaksa meskipun akhirnya menikmatinya juga.
Berkali kali Deon mengecup kening istrinya yang sejak tadi merengek ingin membersihkan diri ke kamar mandi, tapi Deon masih enggan melepaskan tubuh polos itu. Deon ingin menghentikan waktu sebentar saja sebelum benar-benar kembali ke kenyataan dimana pekerjaan menumpuk sudah menunggunya juga masalah surat-surat untuk meresmikan pernikahannya dengan Naomi secara hukum yang tidak akan mudah.
Deon harus segera menikahi Noami secara hukum sebelum badai itu datang.
__ADS_1
"Aku mau mandi kak.." Rengek Naomi.
"Udah begini aja dulu... aku takut kangen kamu kalau jauh-jauh dari kamu." Kata Deon penuh gombalan membuat Naomi terkekeh dengan wajah merona.
"Gombal! orang mau ke kamar mandi doang!" Jawabnya sambil tersenyum mengusap rahang sang suami.
Semuanya masih seperti mimpi untuk Naomi yang dinikahi lelaki tampan yang merupakan cinta pertamanya itu. Namun jika kembali dengan ingatannya semalam, semuanya memang nyata. Ah mengingat semalam wajah Naomi kembali merona.
"Kenapa pipi kamu memerah lagi Nom? pasti ingat yang kita lakuin semalam suntuk hingga pagi menjelang ya?" Tanya Deon.
"Eng.. Enggak kok!" Dusta Naomi jadi salah tingkah karena tebakan Deon tidak salah.
"Bohong dosa loh!"
"Ih kak Deon! aku malu...!" Naomi memukul lengan Deon lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
"Ciie malu ciie.. padahal semalam juga udah Mulai agresif." Deon semakin melancarkan aksinya untuk menggoda sang istri karena semalam memang Deon mengajarkan istrinya untuk agresif.
"Kakak.." Rengek Naomi.
Deon memeluk Naomi dengan erat.
"Nggak mau.. aku malu!"
"sama suami sendiri malu.. ih.." Ucap Deon sambil terkekeh.
"Namanya malu ya malu kak.. kan belum terbiasa."
"Makanya ayo kita biasakan ya... pokoknya mulai sekarang apa-apa kita harus biasakan berdua ya.. dan kamu gak boleh tinggalin aku, apapun yang terjadi ya.. janji?"
"Tapi lepasin dulu.."
"Nggak akan aku lepaskan!" Kata Deon tiba-tiba mengangkat tubuh Naomi dan membawanya memasuki kamar mandi. Deon tidak menggubris teriakan sang istri.
🍁🍁
Sementara di kamar sebelah, dua insan yang baru tertidur itu masih asyik berpelukan menikmati pagi dalam alam alam mimpi.
__ADS_1
Mereka berdua terjaga hingga ayam berkokok, bukan untuk kegiatan panas-panasan melainkan kegiatan yang sangat jarang mereka lakukan, yaitu bercerita.
Bhumi meminta Geva yang semalaman dalam pelukannya itu untuk bercerita tentang kehidupan Geva selama di Jerman, teman-teman Geva hingga kehidupan Geva setelah kembali ke Indonesia sebelum bersatu dengan Bhumi.
Begitupula sebaliknya, Geva mendengarkan cerita Bhumi dengan sangat antusias termasuk perihal kisahnya dengan Flower. Geva sudah tidak cemburu lagi pada Flower, itu hanya masa lalu Bhumi dan hatinya sudah bisa menerima. Yang terpenting cinta Bhumi saat ini dan sampai kapan pun hanya untuknya kan?
Tidak lupa juga mereka menyusun rencana-rencana masa depan, pendidikan Geva hingga soal anak. Baik Geva maupun Bhumi, keduanya ternyata ingin memiliki anak kembar sepasang yaitu cowok dan cewek.
Sepertinya peluang memiliki anak kembar sangat lebar karena Bhumi juga memiliki kembaran kan.
"Sayang... bangun.." Kata Geva menepuk pipi Bhumi dengan lembut.
"Nanti ah.." Jawab Bhumi dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu gak ke kantor?" Tanya Geva, karena semenjak ada masalah di kantor, Bhumi selalu berangkat pagi-pagi sekali.
"Aku hari ini mau bilang kak Keen jika aku gak enak badan.. kan kita nanti sore terbang ke Korea, kita harus ambil pasport di apartemen sayang.. kan surat-surat penting kita masih ada disana." Kata Bhumi.
"Kok bohong?" Tanya Geva.
"Aku tahu, Caca kasih kita hadiah liburan itu buat ngerjain kak Keen yang sudah bentak dia kemarin. Jadi, biar kak Keen sibuk dengan kerjaannya."
"Apa? kak Keen bentak kak Caca? kok bisa?" Tanya Geva.
"Gara-gara si Alona."
"Ck. wanita itu.." Geva mendesis
"Kenapa memang?" Tanya Bhumi.
"Gak apa-apa... bagus deh.. biar kak Keen tau rasa. Kalau perlu kasih tiket liburan juga buat Satria deh bee... " Ucap Geva.
"Ide yang bagus karena dia berani-beraninya membentak adik kesayangan aku." Jawab Bhumi langsung meraih ponselnya di nakas.
"Gak bisa bayangin bagaimana perasaan kak Caca, lelaki yang dicintainya membentaknya demi wanita lain yang kalau ngomong sangat-sangat nyakitin. Aku harus bantu kak Caca. " Batin Geva.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
YUK DOA BERSAMA, SEMOGA NT BISA LEBIH BAIK LAGI SISTEMNYA.. KARENA MAKIN GARI MAKIN BANYAK AUTHOR YANG KECEWA SAMA NT DAN BERNIAT PERGI DARI NT KE APLIKASI LAINNYA...
PADAHAL PALING ENAK EMANG BACA NOVEL DI NT. TAPI KALAU PENULIS-PENULIS YANG BAGUS PADA PINDAH KAN AKU JUGA IKUTAN SEDIH SEBAB RAK BUKU FAVORIT KU UDAH JARANG BANGET ADA NOTIF. KALIAN GITU JUGA NGGAK? 😭😭