Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Meluruskan Kesalahpahaman~


__ADS_3

🍁


BA Apartemen..


Keenan membawa kantong belanjaan yang berisi cemilan-cemilan kesukaan Bianca. Tidak ketinggalan juga coklat dan ice cream untuk sang adik kesayangannya karena Keenan tahu, adiknya saat ini pasti sangat marah sama dia sebab dia melarang dan menggagalkan rencana Bianca untuk pergi bersama Reno.


Keenan yakin, jika Bianca keluar malam sama Reno, pasti Bianca kembali dengan keadaan yang tidak utuh dan tidak baik-baik saja. Keenan tidak akan membiarkan itu terjadi.


Ceklek...


"Aahhh... Keen.. aahhh... terus Keenn.. ah Keenn.." Desah seorang wanita dengan cukup keras. Keenan sangat tahu suara siapa itu. Dia langsung lari ke arah sumber suara tersebut yang tidak lain di ruang tengah.


Pemandangan pertama yang Keenan lihat adalah Alona sedang berbaring disofa dengan tubuh meliuk-liuk dan mata terpejam sambil mendesah keras.


"Astaga didalam ada Bianca!" Batin Keenan mendadak murka.


"Apa-apaan kamu Al!" Kata Keenan menyentak tangan Alona hingga sang empu membuka mata lalu tersenyum dengan sorot mata dipenuhi kabut gairah.


"Keen aku menginginkanmu!" Kata Alona sambil meraih ponselnya.


Keenan tahu, Alona sedang memasukkan sebuah benda yang Alona masukkan kedalam v4ginanya lalu disambungkan pada ponselnya untuk mengatur getaran hingga membuatnya mendesah.


Tanpa berkata apapun, Keenan langsung menarik tangan Alona dengan kasar untuk masuk kamar.


"Apa-apaan kamu Al! Otak kamu dimana? di kamar ada Bianca dan pasti dia mendengarkan suara haram kamu itu! " Bentak Keenan setelah memastikan pintu kamarnya tertutup karena kamarnya itu kedap suara. Padahal gak perlu pindah ke kamar yang kedap suara pun juga Bianca gak akan mendengar sebab Bianca menutup telinganya menggunakan handset dan memutar lagu sangat keras supaya tidak mendengar suara laknat Alona yang membuat hatinya hancur.


Mata Keenan dipenuhi dengan emosi,


"Kenapa dia sudah dewasa'! Gak apa-apa kalau dia belajar!" Kata Alona tidak ada takut-takutnya pada Keenan. Belajar gundulmu..


"Jangan mengotori otak adek gue kalau elu gak mau menyesal Al!" Ancam Keenan.


"Terus aja Keen! terus aja bela dia! terus aja memprioritaskan dia! Caca.. Caca Caca dan selalu Caca.. Gara-gara dia ikut ke sini kaku menolak bercinta denganku!"


"Aku yang memaksa Caca untuk kesini, Ada Caca atau tidak, aku tidak ingin bercinta dengan kamu lagi Al selama status kita belum menikah! ingat itu Al! Bukanlah sudah aku bilang dari awal tadi, jika kamu mau ikut ke apartemenku, aku gak melarang Al, kamu tidur di kamarku, aku tidur di sofa depan TV."


"Kenapa Keen? kenapa? Caca lagi!" Teriak Alona mendadak histeris.


Bugh! Keenan menangkap tubuh sang tunangan.


Inilah jika Alona tertekan. Mentalnya sangat ringkih dan dalam hitungan detik saja, wanita itu langsung pingsan.


Daya tahan tubuh Alona tidak dapat terguncang, Alona harus menjalani banyak terapi, dan Keenan setia menemaninya. Apa kurang cukup. Jika hanya pingsan seperti ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun jika histeris dan dia merancau seperti kembali ke masa kecil, maka Alona harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk dokter suntik penenang.


Keenan sudah berjanji untuk tidak bercinta lagi didepan keluarga kemarin, setelah kejadian video Alona yang tersebar


Apalagi ancaman papa Genta yang tidak main-main, jika Keenan masih seperti itu.. maka terpaksa papa Genta memberi tahu mami Naya akan kelakuan Keenan yang sering tidur dengan Alona juga wanita-wanita malam.


Keenan tidak mau membuat mami Naya kepikiran dan semakin drop. Keenan sayang dengan mami Naya melebihi dirinya sendiri, karena Mami Naya lah yang membuat Keenan merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu.


Oma Rani dan Oma Intan saja hampir pingsan mendengar Keenan yang sering making love Astaga, mereka menangis dan meminta maaf sama Keenan karena tidak bisa mendidik Keenan dengan baik hingga Keenan terjerumus pada pergaulan bebas.


Bukan memarahi justru mereka meminta maaf. Keenan semakin merasa bersalah dengan keluarga nya, dia berjanji akan berubah lebih baik.


"Maafkan aku Al.. aku sangat menyayangimu Al, tapi cara kita salah.." Gumam Keenan menyugar rambutnya. Keenan mengangkat tubuh Alona lalu dibaringkannya tubuh itu keatas ranjang.


Keenan menyelimuti tubuh itu, lalu ia tinggal pergi, dia harus menemui Bianca.


.

__ADS_1


.


Tok.. Tok.. Tok..


"Ca.. sudah tidur?" Tanya Keenan mengetuk kamar Bianca. Bianca yang didalam kamar langsung pura-pura terpejam. Tidak ada jawaban. Keenan mencoba membuka kamar tersebut ternyata tidak ia kunci, mungkin Bianca lupa.


Lampu tidur menyala, Bianca memakai baju tidur rumahan dengan celana dan lengan panjang. Wajah Bianca sudah polos tanpa makeup. Namun pipinya masih basah dengan mata terpejam,


Keenan melepas handset,


"Kebiasaan kalau tidur begini.. untunglah kamu pakai ini.. aku gak mau kamu mendengar suara haram Alona.. kamu adalah Adikku yang harus selalu aku jaga." Gumam Keenan.


Keenan mengusap lembut rambut Bianca,


"Maafkan kakak yang terlalu overprotektif ca.. kakak gak mau kamu jatuh ke lelaki seperti Reno, namun sepertinya cinta kamu pada Reno sangat besar hingga membuat pipi dan bantal kamu basah hanya karena tidak jadi jalan sama dia." Kata Keenan.


"Mimpi indah ya.," Keenan mengecup kening Bianca lalu pergi menutup pintu kamar Bianca.


Bianca membuka matanya,


"Kamu jahat kak! setelah puas dengan wanitamu, sempat-sempatnya kamu melihatku, apa kamu tidak berpikir saat melakukannya di sofa depan kamar ku persis?" Gumam Bianca yang kamarnya langsung berhadapan dengan ruang TV dan hanya ada satu sofa besar disana.


🍁🍁


Acara resepsi sudah selesai, Deon dan Alex pun mendapatkan jatah kamar di hotel bintang lima tersebut. Sedangkan Reno dan Renata pulang ke habitatnya masing-masing karena keluarga Bramantya tidak ada yang menganggapnya ada kecuali Bianca. Bianca belum mau memtuskan Reno hingga detik ini.


Keluarga Bramantya memang tidak mengusir Reno atau membahas mengenai video Reno dan Alona karena papi Gema masih mencoba mengumpulkan bukti yang kuat yang bisa menghancurkan Reno sendiri.


Semua orang sudah ke kamar hotel masing-masing untuk istirahat, kecuali sang pengantin yang kabur ke rumah baru mereka otw enak enak..


Meskipun acara tidak sesuai dengan ekspektasi Geva sepenuhnya, namun Geva bersyukur mami Naya hanya sedikit drop karena kelelahan jadi acara selesai sebelum waktu yang ditentukan.


Ya kalau jadi, kalau nggak? Bhumi kan belum mengingat bagaimana tadi Theo memeluk wanita yang ia cintai..


Karena diluar ekspektasi Geva Bhumi lelaki kaku nan menyebalkan itu mempersiapkan makan malam romantis dengan banyak lilin ditepi kolam renang samping kediaman mewahnya.


Ngomong-ngomong tentang lilin apa kabar lilin di kamar hotelnya ya? kan Geva meminta petugas hotel menyalakan lilin-lilin itu saat waktu menunjukkan pukul 20.30 karena acara resepsi selesai pukul 21 atau 9 malam. Geva ingin membuat kejutan pada Bhumi eh justru dia yang mendapatkan kejutan dari Bhumi.


Kembali ke hotel Bramantya,


Deon termenung di roof top hotel yang terdapat Swimming pool nya kala waktu menunjukkan pukul 8 malam. Terhitung sudah satu jam dia disana menyesap rokok tiada henti layaknya kereta cerobong asap.


Awalnya Deon hanya sendirian menikmati hembusan angin dari ketinggian puluhan meter ini, namun tidak berselang lama dia sampai sana tiba-tiba Ayumi datang dan duduk menatap punggung Deon yang berdiri melihat lampu ibu kota dari belakang tanpa berbicara sepatah katapun.


Ayumi tidak berani bertanya apapun pada Deon, dia hanya ingin menemani Deon... karena kalau dia bertanya, pasti jawaban Deon sangat ketus dan pedas.


Pikiran Deon kalut, dia baru saja pulang dari Kalimantan siang tadi untuk menyelesaikan pekerjaannya disana, bisnis baru yang dikerjakan perusahaan Bramantya dan Wijaya. Iya Wijaya yang merupakan perusahaan ritel terbesar kini melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis di bidang pembangunan atau sebagai kontraktor.


Dua hari di daerah terpencil yang ada di Kalimantan, Deon tidak mendapatkan sinyal sedikitpun. hingga dia rela membayar mahal dan melalui perjalanan panjang dengan jalanan terjal menggunakan ojek untuk sampai ke daerah pemukiman yang terdapat jaringan internet demi mengabari sang pujaan hati. Naomi.


Namun apa yang didapat?


Gadis pujaannya memblokir nomornya, bahkan setelah mendarat kembali di Ibukota Deon tadi mencoba menemui gadis tersebut di Panti Asuhan yang merupakan tempat tinggal gadis pujaannya, Ternyata sang pujaan tidak ada di panti sejak pagi. Katanya mempersiapkan pernikahan Geva. Deon butuh penjelasan dari Naomi mengapa nomornya diblokir.


Belum juga mendapatkan penjelasan, Deon sudah dibuat emosi.


Siapa yang tidak emosi, gadis pujaannya yang bernama Naomi itu telah datang ke resepsi pernikahan Geva dan Bhumi dengan gaun yang sangat terbuka. Ditambah tangan Naomi terus digenggam lelaki yang memakai kemeja senada dengan gaun yang Naomi kenakan.


Deon sudah meminta Naomi berganti gaun yang senada dengannya, namun jawaban Naomi benar-benar membuat Deon kecewa.

__ADS_1


Entah kenapa Deon yang sebelumnya belum yakin 100% pada perasaan nya untuk Naomi kini merasakan sesak yang luar biasa.


"Kak.." Panggil seseorang dengan gaun berwarna maroon yang memiliki belahan paha sangat tinggi juga bagian dada yang cukup rendah hingga mengekspos pundak putihnya.


Ayumi menengok lalu mencebikkan bibirnya, namun dia tetap acuh.


Sedangkan yang dipanggil, tidak menggubris sedikitpun.


Naomi berjalan disisi kolam untuk menghampiri Deon, dia juga butuh penjelasan dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku gak pernah blokir nomor kakak. berhari-hari aku nunggu kabar dari kakak." Kaya Naomi lirih yang berdiri disamping Deon.


Deon melirik,


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Deon dengan ketus membuat Naomi naik darah.


"Kakak ih ya jahat; tiga hari aku nunggu kabar dari kakak! meredam kangen dan emosi, tiba-tiba kakak menuduh aku blokir nomor kaka!" Kata Naomi dengan berapi-api.


"Kenyataannya seperti itu kan, kamu memblokir nomorku supaya bisa dekat dengan Dewa gendeng itu!"


"Jaga ya ucapan kakak! emang kakak yang sebelum menghilang menemui Renata bahkan merangkul wanita itu masuk restoran! katanya mau move on! bulshitt!" Kata Naomi semakin berapi-api.


Renata?


Oh jadi Naomi lihat waktu itu, Deon masih mencoba tenang. Dia mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi chattingnya dengan naomi dan disodorkannya pada Naomi.


Naomi menerima ponsel Deon, matanya terbelalak melihat banyak pesan Deon yang mengkhawatirkan dirinya namun semuanya hanya centang satu.. Dan disana tertera tanggal-tanggal nya. Ternyata deon selalu menghubungi nya. Bahkan Noami membaca pesan Deon yang mengatakan dia tidak sengaja ketemu Renata dan menolong Renata yang hampir pingsan. Namun itu centang satu.


Noami meraih ponselnya dan mengecek,


"Astaga... sumpah aku gak pernah blokir kakak!" Kata Naomi dengan nafas naik turun mengecek daftar blokir dan memang disana ada kontak Deon.


"Kenapa kamu tidak mengubungi ku dulu?" Tanya Deon dingin.


"A.. aku malu kak. A.. aku kesel sama kakak yang jalan sama Renata." Cicit Naomi. Melihat wajah Naomi seperti itu dan paham ini semua hanya kesalah pahaman, emosi Deon meluap.


"Nom.. dengar!" Deon memegang pundak Naomi dan mata mereka bersitatap,


"Jangan selalu berasumsi apapun, tanyakan.. percaya jika itu keluar dari mulutku sendiri."Kata Deon.


"Aku mencintaimu Nom..."


"A..aku juga kak.." jawab Naomi lirih dengan malu-malu.


Deon tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. Deon ingin meluumat bibir tipis tersebut.


Naomi reflek memejamkan matanya. Deon miringkan kepalanya,


dan Byur!


bukan ciuman melainkan Ayumi mendorong Naomi dengan kasar hingga Naomi tercebur ke kolam renang.


"Aakkk!" teriak Naomi.


"Asstaga! elu gila Yum!" Kata Deon langsung nyebur ke kolam menyelamatkan Naomi yang tidak bisa berenang.


BERSAMBUNG..


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2