Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Deon dan Naomi Menikah~


__ADS_3

HAPPY READING YA 🍁


Kebahagiaan keluarga Wijaya terasa sangat lengkap. Dua anak-anak papa Arsa dan Mama Rachel sudah memiliki pasangan masing-masing yang sesuai dengan kriteria mama Rachel dan Papa Arsa, yaitu menantu idaman mereka tanpa membedakan latar belakang maupun pendidikan.


Senyum bahagia terus terpancar di wajah papa Arsa dan Mama Rachel, apalagi melihat Bhumi dan Geva. Rasanya dulu terlalu sulit membuat Bhumi jatuh cinta dengan Geva dan melupakan Flower. Terlalu mustahil mengingat bagaimana frustasinya Bhumi ditinggalkan Flower saat kelulusan SMA.


Tapi kini, seolah mustahilan itu menjadi kenyataan yang dapat kedua orang tua itu lihat. Sikap Bhumi dan Geva benar-benar membuat geleng-geleng kepala. Entah sejak kapan Bhumi jadi banyak bicara karena berada di dekat Gevania.


Kalau kata anak-anak jaman sekarang bucin alias budak cinta tingkat akut.


Dan sekarang saat makan malam, Bhumi melarang Geva untuk melayaninya mengambilkan nasi dan lauk pauk, justru Bhumi sekarang yang melayani Geva.


"Eh.. kok begitu? kebalik Gevaa harusnya kamu yang melayani suami kamu, gimana sih?!" Kata Mama Rachel sambil mengambilkan lauk papa arsa.


"Ngga ma.. emang aku yang mau melayani istri aku ini sebagai ucapan terima kasih karena dia sudah menemani aku baik dalam senang maupun terpuruk." Kata Bhumi penuh dengan ketulusan dan menatap Geva dengan penuh cinta. Hati Geva rasanya benar-benar meleleh.


"Satu lagi kak yang ketinggalan." Kata Geva.


"Apa?" Tanya papa Arsa mengernyit. Dan semua mata menatap Geva penasaran karena Geva tidak kunjung menjawab pertanyaan papa Arsa.


Bhumi sudah tahu, pasti jawaban istrinya ini absurd meskipun dia tidak bisa menebak apa yang akan keluar dari bibir manis sang istri


.


"Apaan Gep?" Tanya Deon menatap adiknya.


"Menemani kak Bhumi baik dalam senang maupun terpuruk juga saat pengen enak-enak!" Jawab Geva dengan wajah polosnya.


"Nggak usah diperjelas juga." Kata Bhumi yang mendadak salah tingkah.


sedangkan Naomi yang tengah minum air putih pun langsung tersedak dengan wajah memerah, dia tidak bodoh untuk mengartikan kata enak-enak yang Geva maksud itu. Karena hampir setiap hari saat mereka ngerumpi, arah pembicaraan Geva pasti ujung-ujungnya menjurus ke sana.


"Dasar adek gak ada akhlaq, ngomongnya ngocor aja padahal didepan orang-orang polos begini.!" Umpat Deon. Polos dari mana coba, udah pernah sama-sama polos kali ya...

__ADS_1


"Pelan-pelan minumnya." Kata Deon mengusap punggung Naomi dengan lembut. Naomi mengangguk.


"Anak siapa sih itu ngomong vulgar banget gitu. Pasti anaknya Arsa Wijaya!" Kata Mama Rachel geleng-geleng kepala.


" Lah? kok cuma aku? kita buatnya berdua loh ma!" Papa Arsa mulai gak terima.


"Iya, tapi itu anak kamu tuh.. makanya ngomong suka ngelantur begitu gak tahu tempat dan sekitar juga! selalu begitu?"


"Gak sadar? Mama juga gitu loh.. dulu pas hamil Geva juga minta enak-enak Mulu gak tahu tempat." Kata Papa Arsa dengan santainya membuat keempat anak muda itu melotot.


"Wkwkwk.. pantes! otaknya mesum dari lahir!" Tawa Deon pecah meledek sang adik.


"Ih nggak ya! salah pasti salah! pasti itu hamilnya kak Deon kan ma.. bukan hamilnya aku!" Geva ikut-ikutan tidak terima.


" Nggak itu hamilnya kamu, mama kamu ngidam pengen enak-enak terus." Sahut papa Arsa dibalas anggukan oleh Mama Rachel.


"Pantesan, Geva seneng banget ngajak enak-enak." Sahut Bhumi tidak sengaja membuat Geva melotot pada suaminya.


Tidak salah kan? iya kan? kan Geva yang ngajak Bhumi making love terus, apalagi awal-awal nikah kan.. lalu kenapa Geva melotot?


Naomi sebagai anggota baru keluarga Wijaya hanya geleng-geleng malu Dengan rona merah yang tidak mau menghilang dari pipinya.


Bagi Naomi, obrolan seperti ini masih terdengar asing ditelinganya yang sejak kecil tidak pernah mendapatkan sex edukasi.


"Mas mau lauk apa?" Tanya Naomi lembut meskipun masih kaku dan canggung, tapi Naomi ingin melayani suaminya dengan sangat baik.


"Bandeng presto sama sayurnya brokoli aja dan sambal terasi." Jawab Deon. Meksipun mereka keluarga konglomerat tapi mereka justru lebih suka makanan-makanan daerah. Apalagi Deon yang sangat menyukai bandeng Presto oleh-oleh dari kota Semarang setelah beberapa tahun lalu berkunjung di kota Semarang dan mencicipi bandeng presto.


"Makasih ya sayang." Kata Deon lembut sambil menerima piring dari sang istri.


"Sama-sama." Jawab Naomi dengan wajah merona.


"Ciee yang udah sah dan halal, salting-salting gemesin gimana gitu, nanti malam siap-siap tempur nih." Goda Geva.

__ADS_1


"Sayang, udah jangan meledek." Ucap Bhumi.


"Gak apa-apa kali, enak banget sih Nom jadi kamu... siangnya nikah malamnya langsung bisa enak-enak.. gue? boro-boro, suami gue kayak kanebo kering pas awal-awal nikah!" Gerutu Geva.


"Elu nya yang terlalu nafsu kali!" Ucap Deon meledek adiknya.


"Alah, ntar kalau kakak udah merasakan juga pasti gak mau berhenti ketagihan Mulu.. siap-siap aja Nom.. sakit-sakit enak!" Kata Geva.


Makan malam penuh keabsurdan itu pun berjalan dengan bahagia, hingga malam tiba Deon meminta izin lebih dulu ke kamarnya dengan Naomi. Dari tadi Naomi ingin meminta penjelasan pada deon tentang alasan Deon mengajukan hari pernikahan mereka.


🍁


Kamar Deon ternyata sudah di dekor juga dengan bunga-bunga berwarna pink dan putih yang sangat cantik.


Naomi sangat ingat ketika pertama kali masuk kamar Deon, dia juga kehilangan ciuman pertamanya yang Deon ambil.


Harusnya malam ini adalah menjadi malam pertamanya yang penuh cinta.. tapi malam pertama mereka sudah lewat, kini adalah malam kedua.


Mengingat kejadian di hotel, bulu kuduk Noami mendadak berdiri, jantungnya berdegup sangat kencang hingga sebuah lengan kokoh memeluknya dari belakang.


"Terima kasih sudah mau menerimaku sebagai suami kamu." bisik pemilik lengan kokoh itu ke telinga Noami hingga membuat Naomi merasakan debaran jantungnya kian beraturan.


"Aku juga terima kasih, karena sudah mau bertanggung jawab." Lirihnya.


"Asal kamu tahu, aku menikahi kamu bukan karena tanggung jawab semata atas apa yang terjadi diantara kita malam itu, tapi karena aku cinta, hati aku mau kamu nomi.."


Naomi membalikkan badannya.


"Baiklah, sekarang aku tanya sama kamu, kenapa kamu memajukan pernikahan kita?" Tanya Naomi to the point karena alasan Deon dari sing tadi masih blunder, rasanya hatinya ada yang mengganjal, seperti sesuatu yang buruk gitu.


"Dengar baik-baik, apapun yang terjadi aku akan melindungi kamu, kamu harus selalu ada disisi aku.. apapun yang terjadi nanti, jika ada suatu yang mengganggu pikiran kamu, tanyakan padaku dulu kamu harus mendengarkan semua penjelasan ku dulu sebelum mengambil tindakan begitu pula sebaliknya, dan kamu harus tetap disisi ku sampai kapanpun." Kata Deon menatap naomi serius.


"Memang apa yang akan terjadi?" Tanya Naomi polos.

__ADS_1


"Yang akan terjadi adalah kita mengulangi malam pertama kita yang sudah terlewati." Bisik Deon menarik pinggang Naomi secara tiba-tiba lalu menyatukan bibir mereka.


MOHON MAAF YA JIKA BANYAK SALAH 🥰


__ADS_2