Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Mencarikan Jodoh Bianca~


__ADS_3

EXTRA PART SPESIAL BUAT KALIAN YANG UDAH KASIH VOTE DARI RANKING 32 HINGGA SEKARANG ADA DI RANGKING 10.


SEMOGA YANG VOTENYA MASIH, SUDI MEMBERIKANNYA PADA NOVEL INI, SEHINGGA AUTHOR TERUS SEMANGAT 🖤


HAPPY READING 🍁


Lima hari sudah Bhumi dan Geva berada di negeri ginseng. Kali ini mereka lebih banyak jalan ke luar menikmati indahnya ibu kota Seoul dengan berbagai cerita tentang masa lalu dan masa depan mereka yang tidak ada habisnya jika dibicarakan. Apalagi membicarakan tentang anak-anak mereka kelak. Rasanya Bhumi dan Geva tidak sabar menantikan hari itu tiba.


Korea ternyata negara yang membuat Bhumi dan Geva memiliki quality time bukan sekedar diatas ranjang. Tidak seperti beberapa bulan lalu saat di Jepang, dimana mereka berdua memilih untuk mengurung diri di kamar dan ngadon tanpa henti.


Tidak rugilah seorang Keenan kerja lembur bagai kuda selama beberapa hari, tapi tidak masalah untuk Keenan asal adik-adiknya bahagia. Apalagi Bianca sudah memaafkannya.


Hubungan Keenan dengan Bianca sudah kembali seperti semula dan Keenan tidak lagi terlalu mengekang Bianca. Sedangkan waktu untuk menemui Alona sendiri? Keenan tidak memilikinya. Hanya rentetan pesan yang dia kirim untuk sang tunangan yang selalu menuntut kehadirannya di sisinya.


Oh My Keen, seandainya kamu tahu bagaimana perasaan Bianca saat berusaha bersikap biasa saja sama kamu... Bagaimana hati Bianca saat dirimu memperhatikannya layaknya pasangan kekasih, menanyakan sudah makan apa belum? makan apa? ngapain aja? sama siapa saja? pulang jam berapa? bagaimana kuliahnya dan sebagainya.


Bagi Keenan itu perhatian dan kasih sayang seorang kakak pada adiknya, tapi tidak bagi Bianca yang tidak pernah dekat dengan lelaki lain selain dari keluarga Bramantya karena dengan Reno pun Bianca menjaga jaraknya.


🍁


Bhumi dan Geva sudah memasuki bandara Soekarno- Hatta saat matahari baru tenggelam setelah kurang lebih 7 jam dalam perjalanan udara. Pagi tadi Bianca mengirim pesan pada Geva dan mengatakan bahwa dirinya yang akan menjemput sendiri kakaknya itu sekaligus meminta maaf atas tragedi tiket ekonomi yang menyebabkan Geva muntah-muntah.


Namun siapa sangka, Bianca justru diantar oleh Keenan untuk menjemput Bhumi dan Geva.


"Wiidih.. kopernya beranak Pinak.. berangkat cuma bawa satu, pulang-pulang bawa 5 koper gede;" Komentar Bianca saat pertama kali melihat kedatangan Bhumi dan Geva yang mengenakan kaca mata hitam juga masker sambil mendorong Trolley Bandara. Bhumi ya yang mendorong, Geva mah berjalan seperti nyonya besar disamping sang suami tercinta.


"Iya kak Ca.. beli banyak oleh-oleh buat semuanya juga anak-anak panti." Jawab Geva memeluk Bianca. Selalu deh Geva tidak melupakan anak-anak panti tempat Naomi dibesarkan.


"Gila.. gila.. oh ya Gev.. maaf ya soal pesawat kemarin. Jadinya kalian harus duduk di bangku ekonomi hingga muntah-muntah. Habisnya tiket first class nya udah habis untuk hari itu." Kata Bianca merasa bersalah.


"Dasar kikir! niat kasih liburan gak ada first class ya sewain jet pribadi lah." Sahut Bhumi kesal mengingat kejadian beberapa hari lalu.


"Kualat kalian kan bohongin gue!" Sambung Keenan berdiri dibelakang Bianca dengan mengenakan kaca mata hitam dan terlihat sangat tampan.


"Ck!" decak Bhumi.


"Iya kak kualat udah bohongin jomblo tua!" Sahut Geva.


"Enak aja jomblo! gue punya tunangan ya!" Kata Keenan tidak terima.

__ADS_1


"Bagi aku, kalau belum berani ngajak nikah dan mengucapkan ijab qobul didepan penghulu sampai saksi bilang SAH, namanya JOMBLO! NO DEBAT! Beda dong sama suami aku, gantle man! Nikahin dulu, baru greepe-grepee! " Kata Geva dengan tegas tersenyum mengejek Keenan.


"Siyalan!" Ucap Keenan enggan berdebat dengan Geva, karena ujung-ujungnya juga kalah melawan Miss absurd sejagad raya.


"Udah yuk cabut! capek!" Kata Bhumi.


"Kak.. Gev..maaf ya.. " Kata Bianca lagi dengan sendu karena tadi tidak mendapatkan jawaban maaf dari Geva.


"Astaga kak Ca...nggak masalah tau.. emang namanya hidup gitu, ber sakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Di pesawat mabuk-mabuk dahulu, sampai Korea enak-enak kemudian." Celoteh Geva membuat Bhumi dan Keenan geleng-geleng kepala.


"Ajib emang bini elu!" Bisik Keenan pada Bhumi tanpa terdengar oleh Geva dan Bianca yang sudah berjalan didepan mereka menuju area parkir bandara.


"Enak-enak?" Tanya Bianca bingung.


"Udah gak usah didengerin omongan Geva Ca... otak Geva itu udah dipenuhi adegan 69!" Ucap Keenan.


"Adegan 69?" Tanya Bianca lagi.


Plak!


Bhumi mengeplak kepala sang kakak,


"Banggsaadt;" Umpat Keenan.


"Ih kakak.. rambut aku berantakan!" Decak Bianca dengan wajah binar bahagia karena melihat aura kebahagiaan dari Bhumi dan Geva.


Sudah lama Bhumi tidak pernah terlihat sebahagia ini didepan umum, semua karena kenangan masa lalu yang buruk saat Bhumi menyelamatkan Bianca. Kadang Bianca terbayang-bayang dengan rasa bersalah dengan kondisi psikis Bhumi.


ah syukurlah, sepertinya Bhumi sudah hampir benar-benar sembuh.


"Jangan lupakan, dibalik kebahagiaan dan keromantisan kalian di Korea, gue yang paling tersiksa karena meeting sana sini, koreksi laporan banyak banget.. kerjaan dua orang gue makan sendiri sampai gue gak ada waktu pacaran sama Alona." Ucap Keenan yang tiap hari melihat instastory Geva.


"Bagus dong!" Sahut Geva.


"Kenapa bagus?" Keenan melirik adik iparnya yang absurd itu.


"Biar gak maksiat!" Jawab Geva ceplas ceplos membuat Bianca tersenyum miris. Karena Bianca sudah tahu sampai mana Keenan dan Alona berpacaran. Dan itu juga tujuan Bianca menyibukkan Keenan.


"Pokoknya elu harus kasih libur sama gue Bhum." Ucap Keenan mengalihkan pembicaraan Geva soal maksiat. Bagaimanapun Keenan, dia tidak ingin adik-adik nya membahas kebusukannya dan mencontohnya. Apalagi Bianca dan Kaisar, jangan sampai.

__ADS_1


Duh Bang Kee.. bukannya tobat aja malah mengalihkan pembicaraan.


"Iya nanti boleh cuti seminggu!" Kata Bhumi dengan santainya membuka bagasi mobil Keenan. Untung Keenan membawa Jeep Rubicon, jadi semua koper Geva yang beranak pinak bisa masuk.


"Serius elu?" Tanya Keenan kegirangan sambil membantu sang adik memasukkan koper.


"Iya serius, cuti nikah dan honeymoon! makanya cepat halalkan kak Alona kak." Kata Bhumi membuat Keenan seketika lemas.


Menikah? belum ada di planning Keenan dalam waktu dekat ini. Bahkan jika ditanya tiga tahun lagi menikah? Keenan rasanya belum siap.


"Kenapa diam.. jadi kapan elu mau menikahi kak Alona kak?" Tanya Bhumi lagi.


Bianca dari dalam mobil hanya bisa memejamkan matanya, menyiapkan hatinya untuk mendengar jawaban Keenan yang akan memporak-porandakan hatinya.


Karena jujur, Bianca gak akan sanggup melihat Keenan bersanding dengan wanita lain untuk saat ini.


Bianca hanya hanya bisa berdoa, semoga Keenan menikah disaat dia sudah move on. Jadi, tidak perlu pura-pura bahagia kan di momen bahagianya Keenan.


Karena pura-pura bahagia itu menguras energi baik dalam tubuh kita.


"Gak kepikiran nikah dalam waktu dekat." Jawab Keenan menutup pintu mobilnya dengan kasar


Bianca menghela nafasnya karena lega mendengar jawaban Keenan.


"Kalau kak Keen belum kepikiran nikah, biar kak Caca aja dulu yang nikah " Usul Geva mencoba memancing Keenan.


"Kakak gak setuju jika sama Reno!" Kata Bhumi tegas.


"Udah putus kak." Lirih Bianca sambil melirik Keenan yang sepertinya tidak berpengaruh dengan usul Geva.


"Oke fix! elu yang gampang baper ca! kak Keen hanya menganggap elu sebatas adik. Sebatas adik doang! Gak lebih! gak usah ngarep! " Kata Bianca dalam hati.


"Itu mah gampang! aku akan bilang sama mami Naya biar mencarikan lelaki yang cocok buat kak Caca." Kata Geva melirik Keenan dari kaca depan. Sebab posisinya Keenan dibelakang kemudi bersama Bianca dan Bhumi Geva ada dibelakangnya.


"Ide bagus! aku tenang kalau mami dan papi yang pilihin pasangan buat Caca." Sahut Keenan mulai menjalankan mobilnya.


"sakit!" Batin Bianca.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


HARI INI UDAH 3 PART YA.. MAKASIH YA KALIAN SEMUA ATAS LIKE, KOMENTAR HADIAH DAN VOTE.


TANPA KALIAN, MGM TIDAK AKAN BISA SAMPAI KE TITIK INI. LOVE YOU ALL!


__ADS_2