
...HAPPY READING 🍁...
Naomi yang sedang asyik memilih baju untuk acara kelulusan dua pekan lagi kaget karena Deon menelfon dan memintanya ke rumah keluarga Wijaya sekarang juga bersama Geva tanpa memberikan alasan yang jelas.
Meskipun ngedumel, Geva tetap pulang ke rumah orang tuanya tidak lupa memberi kabar pada Bhumi yang sedang di kantor polisi untuk memberikan keterangan soal teror yang dilakukan oleh Afka dengan membawa hasil test kesehatan psikis Bhumi yang Afka gunakan untuk menjatuhkan Bhumi dan berdampak pada perusahaan Bramantya.
Bhumi sudah mengantisipasi semuanya, dia sudah memberikan bodyguard pada Geva tanpa sepengetahuan istrinya. Takutnya, Afka berbuat nekat mengingat bagaimana kemarin Geva menyiram Afka dengan sup panas ditambah dengan memukul bibir Afka menggunakan sepatu wedges yang cukup tinggi dan keras hingga berdarah.
Sedangkan Deon juga sama, sudah menyiapkan orang-orangnya untuk menjaga Naomi dari jauh, karena semenjak kejadian kemarin Ayumi tidak menampakkan batang hidungnya lagi. Dan Deon tidak akan tinggal diam jika ada orang yang ingin menyelakai Naomi lagi seperti beberapa waktu lalu hingga Geva yang menjadi korbannya dan mereka semua kehilangan calon Bhum-Gev junior.
Rasanya Deon juga ingin menyeret Ayumi ke meja hijau karena kecelakaan beberapa waktu lalu, namun baik Keenan dan Alex juga Satria menahan. Karena menurut Keenan, Ayumi hanya dijadikan sebagai pion setelah mendengar bagaimana Ayumi dan keluarganya dari cerita Flower.
Entah apa yang terjadi dan apa yang Deon temukan dari penyelidikannya mengenai keluarga Naomi yang ada sangkut pautnya dengan Ayumi, Dua hari tidak pulang ke rumah, eh pulang-pulang tiba-tiba Deon meminta dinikahkan dengan Noami hari ini juga.
Mama Rachel langsung melotot, rencananya saja sore ini Mama Rachel baru akan mengajak Naomi memesan kebaya putih untuk akad nikah. Sedangkan papa Arsa, mengorek apa alasan anaknya itu memajukan acara akad nikahnya, namun Deon hanya berkata bahwa ada masalah serius, dia ingin segera menjadikan Naomi istrinya.
"Kenapa gak nikah SAH secara hukum sih Yon!" Kata Mama Rachel untuk kesekian kalinya.
"Gak bisa ma, papa kandung Naomi sedang perjalanan bisnis ke Amerika hingga bulan depan, Ayumi satu-satunya orang yang bisa menghubungkan pada papanya juga menghilang, dan orang tua angkat Naomi yang membawa segala surat-surat pentingnya ada di Jerman. Tau sendiri kan bagaimana orang tua angkat Naomi? Terlalu lama ma mengurus semua itu, nanti sambil berjalan aku akan mengurus semuanya setelah SAH meskipun secara agama dulu."
"Kamu yakin dengan keputusan kamu?" Tanya Papa Arsa penuh selidik.
"Aku yakin pa, hanya dengan menikahinya aku memiliki hak penuh atas Naomi." Ucap Deon.
"Lalu Naomi?" Tanya Mama Rachel.
"Tentu dia akan menyetujui nya dong ma.. dia kan cinta banget sama Deon.."
"Tapi masak anak mama nikah, keluarga inti doang sih Yon yang menyaksikan! keluarga Bramantya ? keluarga Wirahardja? Mama kan pengen mengundang mereka semua. Besok deh Yon besok, mama undang mereka dulu." keluh Mama Rachel. Meksipun akad doang dan dihadiri keluarga doang, tapi tetap saja mama Rachel ingin memberikan yang terbaik untuk menyambut anggota baru mereka.
"Penting SAH dulu secara agama ma."
"Kalau Naomi mau, papa akan dukung.. lebih cepat lebih baik, lagi pula papa tidak yakin kamu belum apa-apa in Naomi selama beberapa Minggu kedekatan kalian." Ucap Papa Arsa membuat Deon menelan salivanya dengan kasar.
Lebih baik segera dinikahkan kan, dari pada nanti anaknya macam-macam sama naomi sebelum halal. Padahal udah ye..
"Papa sok tahu!" Kilahnya.
"Papa pernah ada di posisi kamu Yon! papa juga pernah muda, tanpa cari tahu dan kamu cerita pun papa udah bisa menebak pasti kamu minimal udah test Drive lah dengan greepe-grepee." Papa Arsa kalau ngomong tanpa filter juga ya ternyata..
"Emang Deon itu papa!" Sambung Mama Rachel menepuk pundak suaminya.
__ADS_1
"Dia anak aku!" Kata Papa Arsa terkekeh.
"Tapi Deon kan memilih langsung menikahi Naomi biar bisa macem-macem. beda sama papa!" Deon enggan menanggapi perdebatan orang tuanya, dia sibuk menghubungi beberapa orang.
"Sama lah.. aku juga nikahin kamu!"
"Iya, setelah macem-macem kan!" Ucap Mama Rachel sinis.
"Sama ma.. aku juga udah macem-macem dulu baru nikahin. Aku emang bener-bener anak papa!" Batin Deon dalam hati.
Dua orang tua itu terus berdebat dengan perdebatan unfaedah hingga dua sosok gadis cantik datang memasuki ruang keluarga tersebut. Gadis cantik yang sudah tidak gadis lagi~
Naomi langsung dijelaskan oleh Deon mengenai maksud dan tujuannya meminta Naomi datang ke rumah orang tuanya secepat mungkin. Menikah hari ini juga.
Terlalu dadakan,
Jantung Naomi rasanya mau copot mendengar betapa kekehnya Deon ingin menikahi Naomi hari ini meskipun Mama Rachel tetap meminta untuk menundanya sampai besok.
Tapi tidak di pungkiri, hati Naomi teramat bahagia, sebentar lagi dia akan menjadi istri seorang Gedeon Aiden Wijaya, lelaki yang dulunya dia anggap sebagai ketidakmungkinan tapi selalu dia semogakan.
Kini sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
Tiada jawaban lain dari Naomi selain mengangguk malu untuk menyetujui pernikahannya dengan Deon hari ini juga. Dengan wajah merah merona, Naomi bahkan sampai meneteskan air matanya karena haru bahagia. Deon benar-benar menepati janjinya.
"Kakak gak hamilin Naomi duluan kan?" Itulah pertanyaan Geva yang spontan dengan tatapan tajam yang tertuju pada kakaknya.
Bukankah memang Naomi belum hamil, tapi siapa tahukan, dua Minggu lagi Naomi mendadak hamil dari hasil ngadon di kamar pengantin Geva dan Bhumi beberapa hari lalu. Lagi pula Deon juga pengen segera mengulang malam itu dengan status yang jelas.
"Bohong!" Kata Geva penuh curiga.
Naomi tersenyum di tariknya tangan Geva ke perutnya. Kalau Naomi tidak bertindak pasti ujung-ujungnya nanti Deon jujur jika terus dicerca adiknya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjurus ke sana.
"Noh masih rata banget kan.. doain dong, biar nanti setelah nikah aku hamil, kamu juga hamil lagi.. biar kita bisa ngurus anak bareng-bareng, terus anak-anak kita nanti sekolah bareng. Terus kitanya kuliah bareng-bareng" Ucap Naomi membuat Geva tersenyum. Deon memang sebelumnya meminta Naomi untuk melanjutkan pendidikannya meskipun setelah menikah dan tentu saja, Naomi langsung setuju, kuliah dibayarin suami.
Mengurus anak bareng-bareng? kok rasanya menyenangkan sekali ya... Geva menjadi lupa dengan tuduhannya pada Deon tadi membuat sang kakak bernafas lega.
Tidak berselang lama, beberapa orang memasuki kediaman Wijaya, mereka tidak lain adalah MUA juga tukang dekor yang Deon panggil dadakan juga tidak ketinggalan orang butik yang membawakan kebaya sederhana namun elegan untuk Naomi, Mama Rachel dan Geva.
Dan didalam kamar Geva, Naomi langsung di rias menjadi calon pengantin baru oleh tangan-tangan profesional itu karena kata Deon Pak Ustadz yang akan menikahkan mereka akan datang satu jam lagi. Geva pun tidak lupa menghubungi sang suami tanpa mengatakan apa yang akan terjadi di rumah keluarga Wijaya.
🍁
Deon nampak sangat tampan dengan beskap berwarna putih senada dengan kebaya yang naomi kenakan. Wajah Deon lebih dominan ke wajah mama Rachel yang memiliki wajah blesteran,
cukup menarik, wajah sedikit blesteran tapi memakai beskap.
__ADS_1
Mama Rachel tak henti-hentinya mengumpat sang anak karena Deon sudah menyiapkan semuanya secara dadakan tanpa meminta pendapatnya termasuk juga dekorasi sederhana di dalam rumah. Namun mama Rachel juga sangat bahagia karena Naomi yang menjadi menantunya. Dia sudah sangat mengenal gadis cantik itu, tidak peduli apapun latar belakangnya dan bagaimana orang tuanya.
Bhumi yang sudah selesai memberikan keterangan pada kepolisian terkejut dengan ruang keluarga di rumah mertuanya.
Namun Bhumi tetaplah Bhumi, meskipun kepo tetap saja dia cuek dan tidak banyak tanya mendengar Deon akan menikahi Naomi hari ini. Tapi jangan salah, setelah nanti berdua sama Geva, Bhumi akan banyak bertanya pada sang istri tercinta. Ya begitulah Bhumi.
🍁
Dengan berjalan menuruni tangga dan digandeng oleh Geva, Naomi nampak cantik hingga membuat jantung Deon rasanya berdebar sangat kencang. Deon tidak salah pilih istri.
Geva sendiri juga mengenakan kebaya berwarna pink, sama dengan mama Rachel. Deon juga meminta sahabatnya sekaligus adik iparnya untuk menggunakan baju beskap yang sama dengan Papa Arsa, karena setelah akad nikah selesai, Deon ingin foto keluarga lengkap.
Ini adalah momen bahagia juga sangat mendebarkan untuk Deon.
"Kamu cantik banget nom." Puji Deon.
Naomi jelas langsung tersipu malu,
"Jangan gombal sekarang! entar aja dalam kamar, noh udah ditungguin sama Pak Ustadz dari tadi gara-gara dekor gak kelar-kelar!" Omel Geva.
Mereka tidak menggunakan penghulu ya, karena belum menikah secara resmi atau dicatat dalam pemerintah.
"Bawel." Ucap Deon.
"Bagaimana? sudah siap?" Tanya seorang lelaki mengenakan baju Koko berwarna putih dengan peci juga berwarna putih dan jenggot sudah mulai memutih.
Deon mengangguk saat mereka sudah duduk berhadapan dengan ustadz dan disampingnya juga ada Naomi. Naomi menggunakan wali nikah meskipun dia sudah tahu siapa orang tuanya, tapi dia kan besar di panti asuhan lagi pula kata Deon, papa nya belum mengetahui tentang keberadaannya.
Menurut Naomi, lebih baik keluarganya tidak mengetahui tentang dirinya. Dia sudah bahagia hidup seperti ini dan enggan untuk kembali ke masa lalu bersama orang tua kandungnya yang dapat Naomi pastikan akan menimbulkan masalah-masalah baru terlebih dengan Ayumi.
Dengan satu tarikan nafas, Deon mengucapkan rangkaian kata-kata indah yang menghubungkan dua manusia itu menjadi satu dengan tegas.
"Bagaimana sah?" Tanya pak Ustadz.
Dan dengan bersamaan, Bhumi juga Papa Arsa yang sebagai saksi pun berkata "SAH!"
Naomi tidak bisa membendung kebahagiaannya lagi, air matanya turun deras begitu juga mama Rachel yang dari dulu menganggap Naomi sebagai putrinya, kembarannya Geva.
Setalah lantunan doa, Naomi mencium tangan lelaki yang kini sudah menjadi suaminya, dengan penuh cinta Deon pun mengecup kening Naomi.
"Sama-sama nikah di rumah ini dan ruangan ini, sama-sama sederhana dan gak di hadiri banyak orang.. tapi beda ya.. kak Deon melakukannya dengan penuh cinta, sedangkan kamu? dulu masih lihatin mantan terus padahal ada istri yang cantik disampingnya." bisik Geva ditelinga Bhumi.
"Apa perlu kita ulang? mumpung pak ustadz nya belum pulang." Kata Bhumi santai membuat Geva melotot.
__ADS_1
BERSAMBUNG..