Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Umpatan Bang Sat dan Bang Kee


__ADS_3

Ceklek.


Pintu terbuka lagi, Bhumi menghela nafasnya.


"Bhum.." Panggil Keenan.


"Ck. mesum di kantor." Ucap Keenan.


"Kak turunin.." Rengek Geva yang malu dilihat Kenaan.


"Lima menit lagi kita harus berangkat Bhum.. karena ada kecelakaan di jalan tol arah bandara jadi jalanan macet. " Kata Keenan.


"Ha? jadi kakak gak jadi ngajarin aku dong!" Ucap Geva kesal.


"Ge.."


"Siap-siap sekarang BHUMI BRAMANTYA!" Perintah Keenan.


"Ge.. ikut ke Bandara ya?" Pinta Bhumi.


"Males!" Jawab Geva kesel.


Geva langsung berjalan ke arah sofa dengan bibir mengerucut. Geva tidak rela berpisah dengan pemilik tubuh peluk able yang membuat otaknya selalu berpikiran mesum. Geva wanita normal, dia juga sangat menginginkan Bhumi jika Bhumi sudah mulai menyentuhnya. Baginya sentuhan Bhumi itu seperti candu untuknya.


Makanya Ge, jangan banyak Gengsi nya.


"Kenapa gak mau ikut Ge?" Tanya Keenan yang gagal fokus sama paha Geva yang terekspose sebab Geva yang duduk di sofa otomatis rok mininya terangkat keatas.


Keenan menelan salivanya.


Bhumi yang sadar arah mata Keenan langsung mendekati Geva dan menutupi kaki jenjang Geva menggunakan jas nya.


"Males.. kak Bhumi PHPin aku.. katanya tadi Aku mau di ajarin... emppptt"


Bhumi lebih dulu membekap mulut Geva hingga Geva tidak bisa meneruskan ucapannya


"Emmmppt..."


"Ajarin apa sih?" Tanya Keenan penasaran.


"Mata itu di jaga! kalau gak aku colok pake paku!" Ucap Bhumi kesal dan menatap tajam pada Keenan.


Keenan terkekeh geli. Adiknya yang satu ini ternyata sudah kembali menjadi manusia yang sesungguhnya setelah bertahun-tahun seperti robot yang hanya kerja, kerja dan kerja demi melupakan rasa sakit hatinya akibat putus cinta.


"Dasar posesif, katanya belum cinta tapi udah bucin wkwk. gimana ceritanya gak cinta bisa bucin?" Keenan tertawa keras.


Bhumi mendengus kesal lalu melepaskan tangannya dari mulut sang istri.


"Jaga Mata elu kak!" Ucap Bhumi lagi pada Keenan. Keenan hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Kakak apa-apaan sih nutup mulut aku segala." Geva kesal dengan suaminya.


"Rahasia Gevania... Rahasia.. jangan kamu ceritakan privasi kita pada orang lain." Geva tersadar, hampir saja dia membocorkan rahasia rumah tangganya dengan seorang Keenan.


"Gue gak orang lain Bhum." Ucap Keenan.


"Diam Bang Kee!" Pekik Geva.


"Bang Kee?" Tanya Bhumi dan Keenan bersamaan.


"Bang Keenan.." Ucap Geva.


"Panggilan yang cocok.. Bang Kee." Ulang Bhumi dan Geva tersenyum.


Ini dua sejoli kok benar-benar kompak ya?


Kenan mendudukkan tubuhnya di sofa yang tidak jauh dari Geva dan Bhumi. Hati Keenan bersyukur sekali, Bhumi mendapatkan gadis seperti Geva.


"Bhum cepat siap-siap deh.. nanti takut gak keburu, jalanan macet banget.. gue yang antar elu ke bandara." Perintah Keenan.


"Kakak.. kakak beneran mau pergi?" Tanya Geva dengan raut wajah sedih menatap Bhumi.


Bolehkah Geva egois lagi kali ini dan melarang Bhumi pergi? Ditunda besok aja kek perginya, jangan sekarang...


Baru juga mereka baikan, kenapa harus berpisah dengan waktu yang sangat lama sih?

__ADS_1


Rasanya Geva ingin memutar kembali lagi waktu dan dari kemarin bermesraan dengan Bhumi, dia menyesal sudah mengutamakan egonya disaat-saat terakhir seperti ini sebelum sebuah perpisahan.


"Ge.. ikut ke Bandara ya? " Pinta Bhumi. Geva menggeleng, kesedihan terlihat jelas disana.


"Kenapa?" Tanya Bhumi lagi.


"Aku gak mau.." Ucap Geva memalingkan wajahnya, air matanya hampir menetes. Kenapa mendadak dadanya sesak berpisah dengan Bhumi setelah Bhumi mengungkapkan perasaannya pada Geva, meskipun baru perasaan sayang, belum cinta.


Namum keduanya sudah berkomitmen untuk belajar saling mencintai dan memiliki kan? Keduanya sudah berkomitmen untuk membangun rumah tangga yang sesungguhnya.


"Anterin aku Ge.. please Ge." Mohon Bhumi, Keenan speechless melihat Bhumi memohon pada Geva.


Seorang Bhumi mau merendahkan harga dirinya hanya untuk minta diantarkan ke Bandara oleh seorang wanita?


Keenan tahu betul kisah perjalanan cinta Bhumi dengan Flower, Bhumi tidak pernah bersikap seperti ini. Dia hanya akan diam jika Flower sudah menolaknya. Kecuali kemarin saat mereka kembali bertemu lagi setelah delapan tahun, memang Bhumi memohon pada Flower untuk kembali.


"Udah Ge ikut aja.. kasian itu suami bucin akut sampai mohon-mohon gitu.... nanti dia malah jajan di Jepang loh akibat frustasi kamu tolak.. di Jepang kan banyak yang putih mulus." Ucap Keenan memanas-manasi Geva demi membantu sang adik. Kalau adiknya happy kan segala urusannya juga cepat selesai dan dia tidak perlu juga menghandle perkejaan Bhumi yang ada disini.


Mendengar hal itu Geva melotot, dia gak rela dan gak akan pernah rela tubuh pelukable Bhumi di nikmati wanita lain. Geva gak akan pernah rela membagi Bhumi. Sudah cukup masa lalu Bhumi yang dulu dengan Flower, tidak boleh ada Flower Flower lainnya.


"Kak.." Bhumi mendapat tatapan tajam dari titisan ratu singa betina yang siap menerkam dirinya hidup-hidup. Geva menyelidik pada Bhumi, apakah Bhumi akan melakukan hal yang seperti Keenan katakan?


"Kamu percaya?" Tanya Bhumi. Geva terdiam tanpa memutus tatapan tajamnya tersebut.


"Kalau kamu gak mau anterin aku ya udah.. jangan salahkan aku jika aku meminta Renata mengantarkan aku." Ucap Bhumi mengancam Geva.


"APA?" pekik Geva tidak terima.


"Berani?"


"Buat apa aku memohon sama istri aku yang istri aku sendiri gak mau anterin suaminya."


"Maaf.." Cicit Geva.


"A.. aku aku gak mau lihat kakak pergi." Kata Geva lirih dan dibarengi dengan air mata yang jatuh. Bhumi langsung merengkuh tubuh Geva ke dalam pelukannya.


Nyaman.


Itulah yang Geva rasakan saat ini. Pelukan Bhumi justru semakin membuat Geva terisak.


"Begini kok katanya belum cinta? kalian berdua itu sama-sama munafik, gak bosen apa bohongi perasaan kalian sendiri?" Tanya Keenan namun tidak digubris oleh dua manusia yang larut dalam pelukan.


"Sebulan ya? janji ya?" Tanya Geva.


"Iya aku janji." Ucap Bhumi, Bhumi tahu konsekuensi atas janji yang dia ucapkan tersebut, itu artinya dia harus bekerja tanpa ngeluh supaya dia bisa menepati janjinya sama Geva.


"kakak harus selalu hubungi aku." Pinta Geva.


"Iya." Ucap Bhumi menenangkan sang istri. Bagaimana pun Geva adalah anak ABG, baginya sepasang kekasih itu harus selalu mengabari dan melaporkan apa yang mereka lakukan. Kan udah saling ungkapan perasaan tadi,


kecuali kemarin... Geva gak peduli dengan apa yang Bhumi lakukan.


"Aku sayang kakak." Cicit Geva.


"Aku juga sayang kamu bocil.."


"Enak aja! aku bukan bocil.. dada aku aja ukurannya 34D!" Ujar Geva membuat Keenan melotot.


Otak Keenan langsung bertamasya membayangkan sesuatu yang menggantung disana.


PLETAK!


Bhumi menjitak kepala kakaknya dengan cukup keras.


"Jaga baik-baik otakmu.. jika sampai berpikir liar maka aku tembak otakmu!" Ancam Bhumi pada Keenan. Keenan hanya memutar bola matanya jengah.


"Gue udah biasa pegang yang ukurannya 34D bahkan 36D!" Kata Keenan.


"Yaudah ayo berangkat." Ucap Bhumi menarik tangan Geva.


"Kakak janji dulu, bakal terus hubungi aku."


"iya iya bawel.." Ucap Bhumi.


🍁

__ADS_1


Bhumi kini sudah keluar dari ruangannya bersama Keenan dan istri cantiknya yang orang lain tahu sebagai kekasihnya.


Semua mata menatap Bhumi dengan tatapan aneh, Bhumi bahkan dibuat bingung sendiri karena tatapan karyawan nya yang tersenyum padanya. Biasanya para karyawan akan menunduk melihatnya karena aura dingin yang Bhumi pacar kan.


"Emang ada yang aneh ya?" Tanya Bhumi keluar dari pintu lobby.


"Nggak!" Jawab Geva lebih dulu sebelum Keenan membuka suaranya.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu?" Tanya Bhumi lagi.


"Mereka gak menatap kakak ya.. mereka menatap aku, karena aku cantik dan aku bisa merebut hati si besi berkarat!"


"Apa maksud kamu bilang aku besi berkarat? dasar alien dari planet Pluto!" Ucap Bhumi langsung memiting leher Geva dan membawa Geva memasuki mobil Keenan yang disana sudah ada Satria.


"Kakak.. ampunnn!" Teriak Geva hingga menjadi sorotan para karyawan yang ada disana. Semua begitu heran dengan tingkah Bhumi hari ini, benar-benar diluar dugaan semua orang.


"Gue aja yang nyetir sat! nanti elu tambah capek." Keenan meminta kunci mobilnya pada Satria karena sebelum nya mobilnya memang dibawa Satria.


Melihat Satria, Geva mendengus kesal mengingat Satria yang tadi meninggalkannya. Ah emang Bang Sat itu banggsaad!


" Gila udah baikan aja.. katanya tadi menghindari bininya." Ceplos Satria. Lagi-lagi Geva mendengus kesal.


" Nggak! siapa yang baikan." Ucap Geva malas.


"Kamu lah.. sampai-sampai leher Bhumi penuh dengan gigitan drakula gitu." Ucap Satria lagi. Keenan tidak bisa menahan tawanya lagi.


Bhumi terkejut langsung mengarahkan kaca ke lehernya dan benar saja...


Kissmark Geva ketika tadi dipangkuan Bhumi sebelum Renata datang udah ada 4.


Geva langsung menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya.


Padahal dia berharap Bhumi lihat itu saat sudah berpisah dengannya.


Pantas saja semua karyawan tersenyum aneh padanya. Ternyata....


"Bwahahahaha... Anjimmm... baru kali ini gue lihat wajah Bhumi Bramantya sebodoh ini." Kata Keenan.


"Kamu sengaja Ge?" Tahya Bhumi tajam.


"Bang Saaattt ember!" Pekik Geva saat Bhumi langsung menariknya ke dalam pangkuannya.


"Diam... dan kamu harus membayar ini."


"kak.. a.. aku.."


"4 Kissmark harus dibayar dengan 4 Kissmark!"


"Ini di mobil kak.. ada kak Keen dan Bang Sat.. gimana kalau kita check in hotel aja?" Geva mengedip-ngedipkan matanya.


"Gevaniaaa jangan menggagalkan perjalanan bisnis Bhumi.." Peringatan Keenan yang tahu jika iman adiknya tidak akan kuat.


"Di mobil aja. Kalian pakai kaca mata kuda!" Ucap Bhumi.


"A.." Bhumi langsung membekap bibir Geva menggunakan bibirnya. Bhumi juga menahan tengkuk Geva supaya Geva tidak bisa lolos.


Keenan dan Satria yang didepan pura-pura buta ke belakang dan pura-pura tuli. Hingga akhirnya Geva menikmati juga ciuman Bhumi dan Bhumi turun ke leher jenjang Geva.


"Aaahh.. empp." Geva benar-benar tidak bisa menahan desahannya lagi padahal tangannya sudah mencengkram kemeja Bhumi dengan erat.


"Bangsaaddt;"


"Anjiiim!"


"Daanncoook!"


"Bangkeee..."!


Umpat Keenan dan Satria bersahut-sahutan.


BERSAMBUNG...


udah ya lunas ya lunas...


pas 1000 like tadi langsung ngetik...

__ADS_1


sabar yak.. penting udah lunas yakk janji author.


author gak PHP loh..


__ADS_2