Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ingin Pulang~


__ADS_3

Pagi sudah datang, burung-burung berkicau dengan suara merdunya sambil beterbangan kesana kemari dengan perasaan riang menikmati sejuknya udara pagi yang diberikan Sang Kuasa.


Sedangkan di sebuah kamar rumah sakit VVIP, Bhumi masih terlelap dengan posisi memeluk Geva yang tetap setia terpejam setelah kemarin hampir merenggang nyawa karena hal sepele, yaitu keju.


Dan dari semalam pula setelah Deon pulang, Bhumi menunggu Geva dan berharap gadis menyebalkan itu bangun. Tapi harapannya sia-sia hingga justru dirinya sendiri yang terlelap disamping Geva. Maklum brankar VVIP cukup lebar dan muat untuk dua orang.


Bhumi mulai membuka matanya karena pantulan sinar matahari dari celah celah gorden yang tidak jauh dari brankar.


Ditatapnya wajah yang begitu damai yang kini terlihat pucat, tidak seperti kemarin yang terlihat memerah karena alergi. Mungkin obat yang di suntikkan dokter kemarin pada Geva sudah bekerja dengan baik.


"Jika kamu tidur seperti ini, kamu terlihat sangat manis Ge.. gak terlihat menyebalkan seperti biasanya.. apalagi bibir tipis kamu ini yang selalu saja bisa membantah apapun yang aku ucapkan." Gumam Bhumi tersenyum memandang wajah Geva. Dikecupnya bibir Geva dengan lembut.


"Cepetan sembuh ya.. aku banyak dari kamu tentang hubungan ini Ge.. dan aku akan belajar menerima kamu Ge." Kata Bhumi lirih.


Setelah semalam berpikir, Bhumi sudah benar-benar memutuskan untuk membuka hatinya pada Geva bukanlah keputusan yang buruk. Apalagi Geva juga cantik dan manis plus sebuah bonus yang sulit ditemukan dari gadis gadis lainnya jika berhadapan dengan Bhumi yaitu MENYEBALKAN.


Ah.. Bhumi mah dari kemarin juga bilangnya gitu kan.. katanya mau mencoba buka hatinya tapi nyatanya Flower lagi Flower lagi Flower terus....


Emang kalau orang mau move on jadi labil dulu gitu ya?


"Selamat pagi boss." Sapa Satria membuka pintu rawat inap Geva.


"HM." Jawab Bhumi beranjak dari brankar Geva dan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya juga menggosok gigi.


"Ini saya bawakan sarapan untuk anda boss juga pekerjaan anda, karena saya yakin anda tidak akan ke kantor setelah merasa bersalah sudah mencelakai istri anda." sindir Satria.


"Asisten gak ada akhlaq." Gumam Bhumi melirik Satria seperti Kenshin menghunus samurainya dan mengibarkannya pada musuh.


"Hanya karena kangen mantan, anda membeli Pizza dengan topping favorit mantan untuk istri anda bos.. bos... bolehkah saya mengumpat anda boss?." Lanjut Satria tidak ada takut-takutnya pada Bhumi.


Ya, Satria sudah cukup tahu semua tentang Bhumi. Begitulah Bhumi jika rindu dengan Flower selama beberapa tahun belakangan ini. Beli Pizza dengan topping kesukaan Flower dan meminta Satria yang menghabiskannya.


Maklum dulu saat SMA Bhumi suka membelikan Flower makanan tersebut juga cheesecake.


"Handle semua meeting hari ini, dan serahkan pada kak Keenan." Kata Bhumi enggan menanggapi obrolan asistennya yang menurutnya unfaedah.


"Mau sampai kapan anda terus terpaku pada nona..."


"Jangan melewati batas kamu Satria." Tegas Bhumi.

__ADS_1


"Baiklah, tolong anda baca berkas-berkas ini yang harus anda tanda tangani." Ucap Satria malas.


"Berani kamu menyuruhku?"


"Kapan lagi saya bisa menyuruh Anda jika bukan untuk menandatangani berkas. Memang anda pikir anda saja yang bisa menyuruh saya?" Kata Satria.


Bhumi pun duduk di sofa berdampingan dengan Satria membahas pekerjaan. Namun siapa sangka jika Geva sudah sadar semenjak kedatangan Satria tadi dan mendengar semuanya.


Geva mendengar dengan jelas bahwa Bhumi membeli Pizza itu karena kangen mantan dan mengakibatkan dirinya sekarat. Meskipun haus, namun Geva menahannya dan enggan membuka matanya, dadanya sesak mendengar itu dan Bhumi juga tidak menyanggah apapun ucapan asistennya. Berarti benarkan?


"Sepertinya semua pengorbanan kamu sia-sia Ge, hanya kamu yang berjuang bertahan disampingnya dan hanya kamu yang belajar menerimanya." Gumam Geva dalam hati.


🍂


1 jam sudah berlalu, Satria pun sudah kembali ke kantor dan Bhumi pun sudah selesai mandi juga sarapan. Dokter yang visit tadi juga sudah memastikan bahwa kondisi Geva saat ini sudah sangat bagus dibanding kemarin Dan hanya menunggu Geva bangun saja.


Bumi bernafas lega mendengar hal itu.


Geva yang tadi pura-pura terpejam saat ada Satria akhirnya kembali tertidur lagi karena kepalanya cukup terasa pusing.


Hingga akhirnya Mama Rachel datang bersama dengan Mama Bela.


Mama Rachel yang kecewa dengan Bhumi pun tidak menyapa bahkan tidak membalas sapaan menantunya sedikitpun.


Ya, berita pagi ini yang menjadi tranding topik adalah ditangkapnya Edo asisten Bhima dan Shilla sahabat Flower atas laporan dari Keenan Bramantya yang menuduh mereka sebagai orang yang menjebak Bhima hingga Bhima memperkosa Flower.


Hampir semua netizen justru menghujat Flower habis-habisan karena sebuah kesaksian palsu dari mantan asisten Bhima dan mantan sahabat Flower yang mengatakan bahwa mereka disuruh Flower supaya Flower masuk kedalam keluarga Bramantya dan hidup mewah.


"Semoga kamu baik-baik saja Flow." Batin Bhumi yang cemas akan kondisi Flower namun dia tidak bisa berbuat banyak mengingat posisinya saat ini.


Bhumi hanya mengumpat kesal karena lagi-lagi kebodohan Bhima yang tidak bisa berpikir panjang justru menular pada Keenan. Dan nama Keluarga Bramantya jadi bulan-bulanan bahan gosip pagi ini.


"Geva... kenapa kamu belum bangun-bangun sih sayang... Mama kangen kamu nak." Mata Mama Rachel nampak sedih.


"Sayang bangun dong... kamu tahu gak, mami Naya sangat sedih mendengar kamu masuk rumah sakit..." Sambung Mama Bela.


Suara kedua wanita paruh baya itu ternyata mengusik indera pendengaran Geva, hingga membuat Geva mengerjap-ngerjapkan matanya meskipun kepalanya masih sangat pusing.


"Ma.." Kata Geva lirih.

__ADS_1


"Sayang .. akhirnya kamu bangun." Ucap Mama Rachel bahagia. Saking bahagianya hingga air matanya menetes begitu saja, ini bukan kali pertama Geva seperti ini.


Mendengar itu Bhumi yang duduk di sofa sambil memangku laptop dan memegangi ponselnya pun langsung segera bangkit dan mendekat ke arah Geva.


"Gev.. are you oke?" Tanya Bhumi terlihat cemas.


"Cih! semua gara-gara kamu yang kangen mantan dan gak usah sok baik sama aku!" Batin Geva.


"Maa. haus.." Katanya lirih setelah melirik Bhumi sekilas.


"Ini sayang.. mama bantu duduk ya.." Kata Mama Rachel namun dengan sigap Bhumi memencet salah satu tombol di brankar tersebut hingga membuat posisi Geva yang awalnya berbaring menjadi duduk bersandar.


Bhumi terdiam mematung karena Geva sama sekali tidak menganggapnya ada.


Bhumi yang biasanya selalu mudah tersulut emosi kini menarik nafasnya berlahan dan mencoba sabar apalagi tepukan di punggungnya dari Mama Bela cukup menenangkannya.


"Ge.. makan ya.. aku suapin." Kata Bhumi mencoba menebus segala kesalahannya sama Geva.


"Ma.. aku lapar.. aku disuapi mama saja ya." Ucap Geva.


"Iya sayang." Kata Mama Rachel.


"Ma.. aku mau pulang.. aku mau pulang ke rumah Mama sama Papa.." Kata Geva menitihkan air matanya.


Deg!


Jantung Bhumi terpompa lebih cepat.


"Ge.. jangan bercanda." Ucap Bhumi.


"Iya sayang.. setelah kamu sehat mama akan membawa kamu pulang ke rumah kita ya.. mama tidak mau hal seperti ini terjadi lagi." Kata Mama Rachel.


"Ma..." Ucap Bhumi menatap Mama Rachel tidak percaya.


"Bhum.. mama Bela mau ngobrol sama kamu diluar boleh?" Kata Mama Bela.


Bhumi mengangguk karena dia sadar kehadirannya tidak dibutuhkan disana. Mungkin Geva sedang ingin bermanja-manja dengan Mamanya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Nahlo Mama Rachel udah kesel sama menantunya tuh~


Nyesel gak Bhum?


__ADS_2