
Keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah Tono dan Toni yang merupakan anak buah Keenan memberitahu dimana keberadaan Bianca saat ini.
Pekerjaan kantor mendadak menjadi nomor dua, toh itu pekerjaannya Bhumi kan. Dan Keenan sudah meminta pada asistennya untuk membantunya mengecek beberapa berkas supaya pekerjaannya lebih ringan.
Sementara di sebuah mall ternama, Bianca baru saja mendudukkan dirinya restoran cepat saji setelah janjian dengan sahabatnya di kampus bernama Raya.
"Biia.. elu dari mana sih lama banget tau gak sih gue nungguin elu!" Kata Raya menatap Bianca kesal karena Bianca telat 30 menit sendiri, dan Raya sudah memesankan makanan untuk Bianca.
"Gue habis dari bandara Ray, tadi nganterin kak Bhumi sama istrinya liburan, gue gak nyangka aja mendadak macet karena ada Truck pecah ban.. sorry ya Raya sayang.."
"Untung lu sahabat gue! kalau enggak males gue sama elu!" Kata Raya lagi memasukkan potongan kentang goreng yang sudah diberikan Saus sambal.
"Yaelah gitu amat elu.. Ray.. gue kan baru sekali telat doang.." Keluh Bianca.
"Gila ya... kakak elu yang kaku itu ternyata luluhnya sama anak SMA... salut gue.. padahal gue yang ngarep jadi kakak ipar elu!" Kata Raya yang dari dulu memang ngefans sama Bhumi sebab sifat Bhumi yang dingin membuatnya tertantang.
"Sembarangan aja elu, inget elu udah punya Jordi!" Kata Bianca melotot dibahas tawa oleh Raya.
"Meskipun gue udah tunangan sama Jordi sekalipun, kalau kakak elu ngajakin gue nikah juga gue mau... sayang janur kuning udah melengkung sih.."Keluh Raya.
"Eh Ray, cariin gue cowok dong!" Ucap Bianca penuh keyakinan menatap sahabatnya.
"Kak Reno?" Tanya Raya yang setahunya sahabatnya itu memang pacaran sama Reno.
"Udah putus gue sama dia, papi gak suka sama dia, apalagi kakak kakak gue!" Kata Bianca malas.
"Cariin pacar elu berarti gue cari mati Bia, kalau sama kak Bhima dan kak Bhumi sih gue masih gak begitu ngeri, kalau sama kak Keenan.. lihat sorot matanya aja udah benar-benar buat bulu kuduk gue berdiri." Ucap Raya.
"Lagian ya Bi, heran bener gue deh sama keluarga elu... bisa-bisanya ya mereka mengekang elu sampai dilarang pacaran bahkan pergaulan dibatasi, elu udah dewasa Bia, lagi pula elu juga udah bisa mikir mana yang baik dan mana yang enggak." Lanjut Raya yang memang cerewet.
Bianca menghela nafasnya,
"Sebenarnya Papi udah kasih kebebasan sama gue asal gue bisa jaga diri. Kak Bhima dan Kak Bhumi juga demikian, tapi emang gue belum boleh pacaran sebelum lulus kuliah.. Tapi kak Keen.."
"Kenapa kakak elu yang galak itu?"
"Dia emang membatasi pergaulan gue.. katanya lelaki sekarang banyak yang rusak, dan dia gak mau gue di rusak cowok terus ditinggalin."
"Tapi gak gitu juga sih Bi.."
"Taulah gue kesel sama dia."
Bianca dan Raya menikmati makanan yang ada di meja mereka sambil terus ngobrol dan ghibah ngalor ngidul gak karuan, hingga ada dua orang lelaki menyapa mereka,
"Hallo sayang ." Sapa seorang sambil mengusap kepala Raya.
"eh.. kamu udah nyampe aja! duduk sini duduk!" Kata Raya pada lelaki yang Bianca kenal bernama Jordi.
"Haii Bia.. apa kabar elu?" Tanya Jordi.
"Baik Jo.. elu kemana aja baru kelihatan?" Tanya Bianca yang memang cukup akrab dengan tunangan sahabatnya itu.
"Nih.. gue sibuk sama sepupu gue yang baru datang dari Ausie, kenalin nih Bi, namanya Fahmi."
"Haii.. kenalin gue Fahmi." Ucap lelaki tampan yang ada keturunan arab-arabnya gitu pada Bianca.
__ADS_1
"Haii.. gue Bia." Kata Bianca membalas uluran tangan Fahmi.
"Nama yang cantik." Ucap Fahmi tersenyum.
"Gila udah berani gombal aja elu.." Celetuk Raya. Fahmi pun duduk disamping Bianca, sedangkan disamping Raya ada Jordi.
Keempat anak muda itu asik ngobrol sambil menikmati minuman dan makanan yang baru dipesan Jordi. Fahmi menatap Bianca dengan kagum, terlihat pendiam tapi ternyata sangat asyik jika diajak ngobrol dan nyambung.
"Ca.. pulang sekarang!" Sebuah suara terdengar begitu tegas memenuhi gendang telinga Raya. Namun Bianca tetap santai menikmati macha float didepannya tanpa peduli kehadiran sosok lelaki yang menatapnya dengan sorot mata tajam.
"Mamvuss!" Kata Raya lirih namun masih terdengar oleh semua orang.
"Siapa?" Tanya Fahmi pada Raya sambil berbisik.
"Kakaknya! galak dan tukang ngatur!" Ucap Raya berbisik.
"Bianca Putri Bramantya, pulang sekarang!" Tegas lelaki itu yang tidak lain adalah Keenan.
Bianca melirik sekilas pada Keenan, namun kembali melanjutkan menikmati makanan dan minuman disampingnya.
"Ca... dipanggil kak Keen tuh!" Kata Raya semakin bergedik ngeri.
"Berdiri apa kakak seret ca?" Tanya Keenan.
Tanpa Keenan duga sebelumnya, Bianca langsung menggebrak meja didepannya dan berdiri menatap Keenan dengan tajam.
"Apa?" Tanya Bianca tidak ada takut-takutnya pada Keenan.
"Pulang sekarang! ada yang mau kakak omongin sama kamu!"
"Jangan menguji kesabaran kakak Ca.."
"Ck! berhenti atur-atur hidup aku Kak! Aku bukan anak kecil! urusin saja hidup kakak sendiri dan tunangan kakak itu. Dari pada kakak terus mengkhawatirkan aku dengan pergaulanku yang mereka semua adalah orang-orang baik, mending kakak urusin tunangan kakak!" Kata Bianca dengan suara pelan namun tajam. Bianca tidak mau mengundang perhatian orang-orang yang ada di restoran.
"Caca! Pulang sekarang!" Kata Keenan memegang pergelangan tangan Bianca dan hendak menarik Bianca untuk pulang.
"Please kak, jangan seperti ini... jangan terlalu perduliin dan perhatian sama aku, hati aku lemah kak, selalu menganggap semuanya berlebihan.." Batin Bianca.
Bianca menghempaskan tangan Keenan dengan kasar, lalu menatap Keenan dengan tajam namun matanya berkaca-kaca,
"STOP atur-atur hidup aku terus! aku bukan anak kecil!" Teriak Bianca langsung lari keluar dari restoran.
Baik Raya dan Jordi tidak ada yang berani berkutik, saat Fahmi hendak mengejar Bianca, namun Raya melarang saudara dari tunangannya itu. Berurusan dengan seorang Keenan Bramantya bukan perkara yang mudah, Raya sudah tahu bagaimana Keenan berdasarkan curhatan Bianca.
Tanpa berpamitan, Keenan meninggalkan teman-teman Bianca dan mengejar Bianca.
Ternyata Bianca sudah memasuki mobilnya yang dikendarai oleh supir. Biasa apa itu supir jika Keenan langsung menghentikan mobil sedan mewah itu dan menyuruh si supir turun dan memberikan kunci mobil miliknya pada supir tersebut.
Bianca hanya diam, dia enggan protes dengan apa yang Keenan lakukan karena percuma. Bianca yang diminta Keenan pindah duduk di depan samping kemudi pun enggan beranjak hingga Keenan mengancamnya untuk menggendong Bianca kalau tidak mau pindah.
Terpaksa, Bianca menuruti permintaan kakak sepupunya itu yang sangat Menyebalkan.
Padahal tidak ada pembicaraan sedikitpun diantara mereka selama perjalanan menuju gedung tinggi berupa apartemen mewah milik Bramantya.
"Turun Ca..."
__ADS_1
"Aku mau pulang ke rumah!" Kata Bianca menghadap ke kaca mobil, enggan melihat wajah Keenan.
Keenan menghela nafasnya.
"Kakak minta maaf ya udah membentak kamu waktu itu .. maafin kakak!" Keenan mengalah. Karena beberapa hari ini memang dia merasa bersalah sudah membentak Bianca.
"Aku udah lupa!" Jawab Bianca ketus.
"Ca..."
"Aku gak suka kakak terus ngekang-ngekang aku kayak gini! aku juga pengen kayak teman-teman aku kak! lagi pula aku tahu batasan dalam bergaul! kenapa kakak seperti ini? ha?" Tanya Bianca. Keenan membisu,
"Aku malu dengan sikap kakak didepan teman-teman aku! aku malu kak! kenapa sih kak Keen jahat sama aku!"
"Kakak gak jahat sama kamu kak, kakak hanya ingin melindungi kamu karena diluar banyak cowok yang jahat!"
"Tapi gak begini cara nya kak.. kak Bhumi dan kak Bhima juga selalu mengawasi aku biar gak ada yang jahat sama aku, tapi mereka tidak pernah mempermalukan aku didepan teman-teman aku seperti yang kakak lakukan."
"Kakak lakukan itu karena kakak sudah tahu bagaimana kejamnya dunia Ca! kakak sayang sama kamu!" Ucap Keenan.
"Sayang kakak ke aku justru membuat aku sakit kak." Lirih Bianca mengusap air matanya.
"Ca.."
"Anterin aku pulang ke rumah... aku mau tinggal di rumah kak."
"Ca.."
"Anterin aku sekarang apa aku akan sangat membenci kak Keen! "Ancam Bianca.
"Baiklah kakak antar ke rumah, asal jangan blokir nomor kakak ya?"
"HM.."
BERSAMBUNG..
BONUS PART CACA DAN KEEN BUAT KALIAN YANG NANYAIN "OH MY KEEN" KAPAN RILIS..
BHUMI GEVA MUNCUL BESOK YA.. SOALNYA MALAM INI MEREKA LAGI BOBOK DI PESAWAT MENUJU KOREA ✈️
OH YA...
KALIAN TEAM MANA NIH.. 👇👇
isi ya.. di story' Instagram aku, @diadiadhiia_
buat bahan pertimbangan wkwkwk...
makasih...
oh ya jangan lupa vote, like dan komentar juga hadiahnya ya.. siapa tahu Author besok khilaf lagi dan update dua episode lagi... soalnya kan targetnya setelah Tamat, 1 episode sehari 😂
sekali lagi makasih atas dukungan kalian hingga membuat aku memilih bertahan disini 🖤
__ADS_1