
Mon Maap ya buat esmosi hehe...
Happy reading gaess 🙏
🍁
"Kok apartemen Bhumi seperti baru selesai di renovasi." Kata Renata.
"Iya.. dia tinggal di unit sebelah sama Geva di apartemen Bianca sambil menunggu renovasinya ini selesai." Jawab Alex.
"Kok elu tahu sih Lex?" Tanya Renata.
"Ya karena dia cerita tadi." Jawab Alex.
"Udah jangan banyak ngobrol yang nggak penting.. kita eksekusi sekarang.. " Kata Reno.
"Lex.. bantuin gue buka baju Bhumi.. dan Elu siap-siap Ta!" Perintah Reno.
Alex dan Reno pun melepas baju kemeja Bhumi yang tercium bau alkohol sangat menyengat. Sedangkan Renata sedang di kamar mandi, entah apa yang dilakukan si Renata itu,
"Elu kenapa wajah elu tegang?" Tanya Reno pada Alex.
"Eh.. nggak.. nggak kenapa-kenapa.. gue cuma takut kalau ini akan buat persahabatan kita hancur." Jawab Alex gugup.
Reno menatap Alex penuh curiga,
"Kakak..." Pekik Geva yang tiba-tiba nongol masuk ke dalam kamar Bhumi. Reno sangat terkejut dengan kehadiran Geva yang tiba-tiba.
Sedangkan Alex yang bernafas lega pun ikut pura-pura terkejut.
Kenapa Geva bisa masuk? karena tadi Alex sudah mengganjal pintu apartemen Bhumi dengan sepatunya supaya pintu tidak tertutup dan terkunci secara otomatis.
"Ge.. nga.. ngapain kamu kesini?" Tanya Alex menatap Geva sambil kedip-kedip.
"Aku nyari-nyari kak Bhumi dari tadi kak.. dan aku lihat tadi kak Bhumi kalian bawa masuk sini saat aku mau balik ke apartemen yang sebelah." Jawab Geva bohong.
"Bangssadt! kenapa takdir tidak berpihak pada Renata!" Batin Reno mengumpat mencoba meredam emosinya.
"Kak... " Geva langsung mendekat pada Bhumi yang sudah bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxer tidak sadarkan diri.
"Dia kenapa kak?" Geva menatap Reno dan Alex.
"Howeeek... bau banget!" Pekik Geva menutup hidungnya saat mencium bau alkohol yang menyeruak di indera pernafasannya.
"Shit! Gue keluar dulu!" Umpat Reno langsung keluar.
__ADS_1
"Dia mabuk gara-gara frustasi mikirin kamu.. " Ucap Alex mendekat pada Bhumi dan Geva.
"Akting elu bagus Gev.. tapi jangan bilang sama Bhumi kalau gue yang ngasih tahu elu ya... Kita nikmati aja permainan mereka, dan jangan bilang apapun soal gue yang kasih tahu elu pada siapapun termasuk wanita yang masih ada dalam kamar mandi itu, Karena gue diminta Keenan mata-matai mereka." Bisik Alex.
"Sebenarnya ada apa kak?" Tanya Geva bingung.
"Nanti kalau udah waktunya elu tahu.. simpan nomor gue Gev.. kalau kapan-kapan ada hal urgent lagi bisa langsung hubungi gue." Kata Alex.
"Makasih kak." Cicit Geva dan Alex hanya mengangguk dan meninggalkan kamar Bhumi.
"Kamu kenapa sih kak sampai mabuk begini.. bukankah kata Mama dan Papa kakak gak pernah mabuk." Gumam Geva mengusap lembut rahang kokoh Bhumi dengan sendu.
"Aku izin bersihin tubuh kakak ya.. biar gak bai alkohol." Gumam Geva pelan.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka,
Seorang wanita hanya memakai bra dan CD keluar dari kamar mandi dengan wajah tersenyum dan hati yang riang bahagia karena dia menganggap impiannya sebentar lagi akan terwujud,
Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, sontak Geva langsung menengok.
"Kak Renata.." Ucap Geva mengernyit melihat penampilan Renata.
"Eh." Renata sangat terkejut dengan hadirnya Geva dan dia langsung segera ngibrit ke kamar mandi lagi.
FLASHBACK ON ⏳
"Aku harus gimana? kenapa perasaan aku gak enak... bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kak Bhumi.. astaga. kenapa sih tadi aku terbawa emosi dan mengedepankan egoku. Harusnya aku mengingat status aku sekarang bukan menomorsatukan impian aku." Sesal Geva.
Namun tidak tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Geva membuat Geva ternganga.
📩 BESI KARATAN
"Gev, ini gue Alex sahabatnya Bhumi. Sekarang Bhumi sedang dalam bahaya dia sedang dalam cengkraman bibit pelakor titisan iblis. Elu harus selamatkan suami elu yang sedang mabuk sebelum dia making love sama si bibit pelakor. Tolong jangan bilang gue yang kasih tahu elu. Lebih lengkapnya nanti gue yang hubungi elu dimana elu harus Standby. Izin save nomor elu dari ponsel Bhumi."
Bibit pelakor?
Membaca pesan dari Alex yang menggunakan nomor Bhumi membuat Geva langsung panas dingin. Pelakor? tidak bisa dibiarkan. Geva harus mencari cara untuk menyelamatkan suaminya.
"Gimana caranya gue bisa keluar dari sini.. padahal tubuh gue aja rasanya masih lemas banget gini, kepala masih pusing. Gue harus kuat... Gue gak mau jadi janda! dan gak akan gue biarin tubuh suami gue disentuh wanita manapun! gue aja belum menikmatinya." Gumam Geva.
"Ah iya.. Theo... " Ide brilian tiba-tiba muncul diotak Geva yang kurang genap.
Geva langsung segera menelfon nomor Theo. Kebetulan jam segitu Theo berada dijalan yang tidak jauh dari komplek rumah Geva. Ngapain lagi Theo jam segini diluar kalau tidak sedang menonton balap liar untuk melupakan kesedihan hatinya karena diputuskan Gevania.
__ADS_1
Theo yang mendapat telfon dari Geva pun bahagia bukan main karena biasanya Geva jam segini kalau telfon itu minta dijemput untuk nonton balapan motor liar bersamanya. Sebuah harapan kecil masuk ke relung hati Theo.
Dan,
Dugaan Theo sangat tepat. Geva meminta Theo menjemputnya di gerbang belakang rumahnya seperti biasa. Karena gerbang depan ada security yang pasti ribut dan membangunkan papanya dulu sebelum membuka gerbang.
"Ge.. wajah kamu pucet banget.. kamu yakin mau nonton balapan?" Tanya Theo yang duduk diatas motornya melihat Geva yang mendekatinya dengan mengendap-endap.
"Elu yakin mau nonton balapan dengan baju beginian?" Tanya Theo lagi sambil memperhatikan penampilan Geva yang mengenakan baju tidur lengan panjang dan celana panjang dan hanya berlapis cardigan tipis.
"Siapa bilang yang mau nonton balpan. Anterin gue yo.. please.. anterin gue ke BA Apartemen." Ucap Geva memohon. .
Theo menatap Geva penuh tanya,
Geva menghela nafasnya,
"Tolongin gue Theo please... demi hidup gue Theo.. masa depan gue." Mata Geva sudah berkaca-kaca. Dan inilah kelemahan Theo, dia tidak akan mampu bilang tidak.
"Yaudah. ayo naik!' Ucap Theo.
Geva segera naik di belakang Theo. Berkali-kali Geva meminta Theo untuk mempercepat laju motornya.
"Yo cepet!" Ucap Geva.
"Ge.. gue ini naik motor matic ! bukan naik motor sport seperti biasanya." Ucap Theo.
"Kenapa sih kamu malah pake motor matic." Omel Geva yang sebenarnya juga sudah tidak tahan dengan dinginnya angin malam.
"Kaki gue masih sakit Ge.. elu juga baru sembuh udah kelayapan mulu." Giliran Theo yang mengomel.
"Demi masa depan gue Yo.."
"Masa depan apaan?" Tanya Theo.
"Udah.. udah sini aja.. gak perlu masuk kedalam.. kelamaan di security . Gue lari aja!" Kata Gevania.
"Thank Theo ganteng!" Ucap Geva langsung ngibrit.
Theo menatap Geva dengan sendu.
"BA Apartemen.. Bramantya Apartemen.. pasti kamu mau menemuinya kan Ge." Gumam Theo.
FLASHBACK OFF ⏳
BERSAMBUNG...
__ADS_1
HAYOO APA YANG AKAN GEVA LAKUKAN PADA RENATA....
MOHON MAAF YA... EPISODE SEBELUMNYA BUAT ESMOSI 😂