
HAPPY READING 🍁
Bukan soal gaun.. tapi soal harga.
Niat hati ingin membuat suaminya jengkel karena gaun sexy yang dia pilih dengan Bianca secara dadakan, eh diluar ekspektasi Geva kalau Bhumi menggunting gaun yang harganya setara dengan mobil.
Balas dendam yang gagal dan semakin membuatnya jengkel. Alhasil dengan wajah cemberutnya Gevania, Bhumi memanggil Bianca dan Mama Bela untuk membantu Geva memakai gaun yang sudah mama Rachel pesan.
Semua orang di butik tersebut dibuat melongo karena kejadian beberapa menit lalu dimana Bhumi menggunting gaun mahal yang ada disana. Sangat disayangkan memang,
Jawaban yang keluar dari mulut Bhumi sangat simpel yaitu Bhumi akan membayar gaun tersebut. Katanya, Lebih baik dia kehilangan uang dari pada istrinya memamerkan tubuhnya pada banyak mata pria lain. Apalagi Bhumi sangat memuja tubuh sang istri... dia gak akan rela.
"Udah, jangan nangis.. lagian kan kamu gak ada niat buat pakai gaun itu Gege...." Kata Bianca mengusap pipi kakak iparnya.
"Tapi gaun itu harganya mahal Ca." Kata Geva jengkel.
"Gak akan buat keluarga kita miskin kok.. tenang aja." Sahut Mama Bela sambil tersenyum.
"Ya tapi dengan uang sebanyak itu kan aku bisa traktir anak-anak jalanan." Bibir Geva terus saja mengerucut dan ngedumel.
"Emang kenapa sih Ge, kamu pengen ngerjain suami kamu dan buat di jengkel?" Mama Bela mengusap rambut istri keponakannya.
"Aku kesel ma.. dia tadi PHPin aku.. masak dia deketin aku cuma mau pasangin selfbelt.. kirain aku kan mau cium bibir aku yang udah lama banget dia anggurin." Cerita Geva membuat Bianca dan Mama Bela tertawa ngakak. Istri Bhumi Bramantya emang spesies langka dimana otaknya benar-benar mesum.
Ah gimana kalau Bianca yang polos gak ngerti apa-apa soal begituan terus ketularan Geva ya?
"Terus jadinya malah kamu yang makin jengkel ya Ge." Kata Bianca dibalas anggukan oleh Geva.
Dalam hati pegawai butik, baru kali ini ada calon pengantin begitu agresif dan gak tahu malunya pengen dicium...
Biasanya perempuan kan malu-malu, lah ini malu-maluin, orang kaya mah bebas ya~
🍁
Terpesona...
Aku terpesona...
Memandang-memandang wajahmu, yang manis...
Terpesona...
Aku terpesona...
Memandang-memandang wajahmu, yang manis...
.
.
Jantung Bhumi berdegup cukup kencang melihat wanita cantik bak bidadari keluar dari ruang ganti. Mata Bhumi bahkan enggan berkedip.
Gevania, gadis yang sudah ia tiduri banyak-banyak kali membuatnya merasakan jatuh cinta layaknya ABG yang belum pernah merasakan cinta sebelumnya.
Sungguh.. Bhumi sampai kehilangan kewarasannya jika dihadapkan pada gadis satu itu.
__ADS_1
Sangat anggun, cantik dan sempurna..
Itulah yang ada dibenak Bhumi saat ini memandang Geva yang berjalan semakin mendekat padanya,
Eitss tunggu..
Itu kenapa bibir terus ngedumel dan mengerucut lucu begitu?
"Kak kedip!" Kata Bianca menepuk pundak kakaknya. Bhumi tersenyum dengan mata ya g masih fokus pada Geva.
"Kamu cantik banget sayang.." Kata Bhumi memuji dengan ketulusan. Disingkirkannya anak rambut Geva yang mengganggu penglihatan Bhumi.
"Berarti kemarin-kemarin gak cantik?" Tanya Geva ketus.
Eh..
"Cantik... cantik banget.. kamu selalu cantik dan sempurna dimata aku." Kata Bhumi membuat Bianca yang mendengar rasanya pengen muntah.
"Lalu kenapa baru muji aku cantiknya baru sekarang?" Tanya Geva lagi-lagi dengan nada ketus.
Eh..
"Aku selalu memuja kamu sayang." Kata Bhumi mengecup pundak Geva membuat Geva mematung, seperti ada sengatan listrik yang mengalir dalam darahnya. Oh salahkan jika Geva ingin segera di iya-iya oleh Bhumi?
"Urusan kita belum selesai ya.."
"Tapi kamu cantikan pake gaun ini sayang.. dari pada yang tadi." Bujuk Bhumi yang tahu kemana arah pembicaraan sang istri.
"Bukan masalah uangnya.. tapi duit!" Astaga ini Geva punya suami Sultan aja bahas soal duit didepan banyak orang.
"Aku akan menggantinya dengan kejutan menarik yang tidak akan pernah kamu lupakan sayang." Ucap Bhumi tersenyum penuh arti.
"Namanya kejutan gak akan aku kasih tahu sekarang.. sabar dulu, habis resepsi ya?"
Senyum mengembang di bibir Geva..
ah mood Geva mendadak berubah drastis.. duh Gep..
Meskipun sama-sama mengekspose pundak mulus Geva, namun gaun yang Geva kenakan kali ini tidak membuat jiwa overprotektif Bhumi meronta-ronta. Masih sangat layak untuk Geva pakai.
Gaun yang Bhumi gunting :
Gaun yang membuat Bhumi terpesona :
mukanya di tutup ya..
biar gak hancurin imajinasi kalian hehe...
🍁
Tiga hari telah berlalu dari fitting baju di butik,
__ADS_1
Meskipun kemarin di butik mood Geva membaik karena Bhumi menyiapkan kejutan untuk Geva, tapi jangan salah...
Sesampainya di apartemen, Bhumi langsung masuk ruang kerja untuk lembur, kan Geva udah gak ada ujian, jadi Bhumi udah gak perlu menemani Geva belajar.
Diluar ekspektasi Bhumi yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, malam itu...
Geva langsung menyiapkan semua keperluan Bhumi dari makanan hingga baju ganti Bhumi di sofa depan televisi yang sudah diberikan selimut dan bantal oleh Geva. Bahkan baju kerja Bhumi lengkap dengan jam tangan parfum hingga sepatu dan kaos kaki, ada diatas sofa.
Oh teladan sekali Geva sebagai istri.
Iya..
Geva memilih pisah ranjang dengan Bhumi dan tidak mau bertemu dengan Bhumi sedikitpun..
Bukan pisah ranjang melainkan Geva tidur di ranjang kamar yang empuk sedangkan Bhumi tidur di sofa depan televisi.
Bhumi sudah merengek pada Geva untuk membuka pintu setelah mencari kunci cadangan kamar tetapi tidak ketemu. Namun Geva keras kepala, dia tidak mau membuka, dengan alasan lagi di pingit.
Ck. telat banget dipingitnya..
Ah Geva sudah menyiapkan semuanya ternyata sampai-sampai kunci cadangan pun sudah dia simpan semuanya dengan sangat rapi.
Lewat CCTV yang terpasang di setiap sudut apartemen yang hanya bisa di akses dari kamar, Geva puas banget melihat wajah kusut Bhumi beberapa hari ini yang tidak bisa bertemu dengan dirinya apalagi tidur dengan memeluk Geva. Itulah pembalasan Geva pada Bhumi yang katanya ingin pacaran ala-ala Abege polos.
Geva akan keluar apartemen dan bertemu Bianca saat Bhumi sudah benar-benar berangkat kantor.
Dan Bhumi hanya bisa pasrah, karena semuanya berawal dari ide nya sendiri kan?
...🍁🍁🍁🍁...
Hari yang ditunggu Geva dan Bhumi pun tiba, dimana resepsi besar-besaran akan digelar malam ini disebuah hotel bintang 5 milik keluarga Bramantya yang dikelola oleh Kaisar.
Keluarga Bramantya hanya mengundang kerabat dan rekan bisnis, untuk media hanya ada satu media saja yang diizinkan meliput resepsi megah tersebut.
Dan pagi ini, Bhumi mengerjapkan matanya saat Keenan datang untuk membangunkan dirinya.
Oh betapa terkejutnya Bhumi saat melihat pintu kamarnya terbuka, tanpa mempedulikan Keenan, Bhumi langsung lari menuju kamar.
"Cari siapa Bhum?" Tanya Keenan.
"Geva mana ?" Tanya Bhumi mendapati kamarnya yang kosong.
"Geva pagi-pagi udah berangkat ke salon sama Caca dan Naomi buat perawatan. Kamu disuruh ke rumah oleh mami.. nanti kita berangkat bersama dari rumah menuju hotel."
"Di salon mana Geva pergi?" Tanya Bhumi.
"Rahasia.." Ucap Keenan. Bhumi hanya mendesah kesal karena selama tiga hari pula Geva memblokir nomornya. Mereka hanya komunikasi lewat orang ketiga yaitu Keenan yang sudah Kongkalikong dengan Bianca juga.
Jika tidak, Geva akan meninggalkan memo yang di tempel di televisi berukuran besar.
Ah.. rasanya Bhumi pengen menjadi gila karena tidak bertemu dan mendengar suara Geva selama tiga hari ini...
BERSAMBUNG...
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE