Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Benar Benar Menyebalkan~


__ADS_3

"Vania.. kenapa masih disini? pulang bareng yuk." Ajak Fabian yang berhenti diatas motornya.


"Pak..."


"kamu nunggu siapa? kenapa belum pulang sampai rapat para guru selesai loh. Bareng aja yuk." Ajak Fabian lagi yang udah turun dari motornya dan duduk di samping Geva.


"Maaf pak.. saya tidak bisa karena saya menunggu jemputan, takutnya nanti kalau saya pergi terus jemputan nya datang." Tolak Geva sopan.


"Jam sekolah sudah selesai satu jam lalu Gevania.. berhenti memanggil aku pak."


"Maaf..."


"Kamu menunggu siapa? Tunangan kamu itu? Dia pasti sibuk Vania.. mending pulang bareng aku aja... aku janji akan membawa kamu dengan aman dan selamat. Apalagi muka kamu pucat begitu." Kata Fabian khawatir.


"Dia tadi udah kasih kabar kok pak.. kalau jemput nya telat sebab ada meeting penting. Gak apa-apa bapak duluan aja." Bohong Geva yang tidak mau orang lain menyudutkan Bhumi. Baginya kehormatan dan harga diri suaminya adalah yang utama. Meskipun nanti pas berdua Geva acuhkan Bhumi gara-gara telat jemput.


" Pak lagi.."Ucap Fabian mendesah kesal.


"Ayolah Vania.. bersikaplah biasa saja. Meskipun kamu gak bisa membalas perasaanku, umur kita tidak beda jauh.." Kata Fabian lagi.


"Baiklah.. saya akan bersikap biasa saja.. tapi, dengan satu syarat.."


"Apa?" Fabian tersenyum.


"Berhenti memanggil saya Vania. Panggil saya seperti yang lainnya saja. Geva. Karena saya kurang nyaman saja." Ucap Geva jujur karena takut orang lain salah paham dan menyebutnya itu panggilan kesayangan.


"Baiklah Ge.." Geva tersenyum pada Fabian membuat Fabian meleleh seketika. Seandainya dia bisa memiliki Geva, oh sungguh bahagia hatinya.


"Terima kasih kak." Ucap Geva.


"Kamu beneran gak mau pulang bareng?"


"Nggak kak.. soalnya kak Bhumi pasti jemput aku.. dia udah janji." Ucap Geva setengah yakin.


"Baiklah.. aku akan menemanimu disini sampai Bumi gonjang ganjing itu datang."


"Bumi gonjang ganjing?" Tanya Geva tertawa.


"Iya dia kamu banget ya Ge.. datar banget! kalau lihat aku pasti kayak pengen nerkam.. lihat aja nanti.


Dari jarak yang cukup dekat, Bhumi menghentikan mobilnya dan tangannya mengepal melihat Geva tertawa lepas dengan Fabian.


Bhumi telat jemput saja sudah ada yang beraksi mendekati istrinya.


Lagi-lagi Bhumi teringat dengan waktu dua bulan yang diberikan Geva, kalau begini jadinya gimana dia bisa membuat Geva jatuh cinta? pesaingnya tidak bisa diremehkan.

__ADS_1


"Ayolah Ge.. mending bareng aku aja.. kamu pucat banget itu." Ajak Fabian lagi saat melihat Bhumi udah dekat, Fabian berharap Geva menerima ajakannya dan Bhumi mendengar itu. Tapi...


"Nggak kak.. kakak pulang duluan aja. kak Bhumi pasti jemput aku kok, dia kan udah janji." kekeh Geva menolak Fabian untuk kesekian kalinya.


Bhumi yang sudah berjalan mendekat tersenyum mendengar penolakan Geva, dan Geva percaya pada janjinya yang akan menjemput.


"Sayang .. maaf ya telat." Kata Bhumi.


"Kak.." Geva menampilkan senyum palsunya karena di depan Fabian.


"Gak niat banget kan jemput nya! Telat satu jam lima belas menit!" Batin Geva.


"Sayang kenapa kamu pakai jaket?" Tanya Bhumi bingung dengan penampilan isterinya.


"Kita pulang sekarang yuk." Geva langsung menggandeng Bhumi, males ber-drama lama-lama.


"Kak Bian... aku duluan ya." Pamit Geva pada guru matematika nya tersebut.


"Kak Bian? manis sekali.." Batin Fabian.


Fabian tersenyum dan mengangguk meskipun hatinya seperti diremas cemburu melihat Geva menggandeng Bhumi. Namun dia juga lega, semalam dia mengikuti Geva dan Bhumi dengan lift berbeda, ternyata Geva dan Bhumi tinggal di unit berbeda. So masih ada kesempatan.


Geva sengaja menggandeng Bhumi, supaya Bhumi gak ribet beberapa menit lagi dengan bertanya kenapa dia duduk bersama Fabian dan apa aja yang di obrol kan. Semalam Geva sudah mendapatkan kuliah malam melalui telfon dari Deon tentang bagaimana menghadapi seorang Bhumi Bramantya.


Bhumi menarik nafasnya dalam-dalam, dia harus berinvestasi pada perusahaan bernama sabar...


sabar


sabar


sabar


gak boleh terbawa emosi


lalu ia masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kursi kemudi. Rasanya Bhumi ingin sekali bertanya kenapa Geva duduk sama Fabian dan tertawa bersama. Tapi ia urungkan niatnya karena melihat aura Geva yang menakutkan, seperti mami Naya kalau lagi marah.


"Bee.. maaf ya telat." Ucap Bhumi..


lah tadi panggilnya sayang.. kenapa jadi Bee? karena Bhumi malu Panggil panggilan Alay itu didepan Fabian. bisa-bisa ditertawakan oleh Fabian dia.


"Berhenti panggil aku Bee!"


"Kenapa? itu kan panggilan sayang aku ke kamu saat udah nikah." Jawab Bhumi dengan polosnya.


"Iya! dan itu juga panggilan sayang kamu ke kak Flo saat masih pacaran!" Teriak Geva. Bhumi menelan saliva nya. Mengapa dia bisa melupakan hal itu.

__ADS_1


Otak Bhumi beberapa hari ini memang di penuhi dengan Gevania, sehingga dia benar-benar lupa jika dulu memanggil Flower dengan sebutan "bee" saat masih pacaran, astaga. Kok malah Geva yang tahu sih.


"Da.. dari mana kamu tahu?" Tanya Bhumi hati-hati, kalau gak tamatlah riwayatnya.


"Semalam aku telfon kak Deon dan dia menceritakan semuanya tentang bagaimana kamu pacaran sama kak Flo!" Bhumi menelan salivanya lagi.


Bangsaaddt emang ya si Deon.. udah Geva ngasih waktu dua bulan, ada masalah dengan perusahaan, aibnya dibuka semua di depan Geva, belum lagi soal Fabian dan Theo.


Bhumi mendadak pesimis, padahal biasanya selalu optimis. Mengurus banyak masalah perusahaan aja selalu optimis, masalah hati, kenapa jadi begini?


"Geva sayang.. itu masa lalu aku.. please jangan ungkit-ungkit lagi ya." Pinta Bhumi. Gak ada pilihan lain selain mengalah sengalah ngalahnya sama Geva. Kan dia juga yang salah karena telat jemput.


Emang ya Bhumi hobby banget buat salah.


"Jangan sok sok manis didepan aku! gak mempan!" Ucap Geva sebel.


"Iya iya maaf. Tadi aku ada meeting penting di kantor karena ada masalah yang sangat serius disana." Ucap Bhumi dengan nada sedih berharap mendapat belas kasihan Geva.


"Ngapain masih disini? cepat jalan.. aku laper..perut aku sakit dari tadi.. nungguin kakak sampai hampir ubanan." Omel Geva. Bibir Geva yang tipis itu.. duh rasanya Bhumi ingin sekali menggigitnya biar diem itu mulut.


Bhumi tidak berani menjawab apapun. Diam lebih baik dan Bhumi mulai menjalankan kereta besinya yang mewah tersebut menuju apartemen.


"Kakak gak nanya kenapa aku sakit perut?" Tanya Geva membuat Bhumi langsung melotot.


"Ck. suami gak pernah perhatian dan peduli sama istrinya.. " Ucap Geva.


"Nah kan.. ternyata salah lagi loh.. diam salah.. entar ngomong juga salah." Batin Bhumi.


"Aihh.. iya.. maaf ya sayang.. kamu kenapa perut kamu sakit?" Tanya Bhumi lembut.


"Ngapain nanya-nanya? udah telat!" Decak Geva kesal. Bhumi semakin melotot saja.


tolong ceburkan Bhumi ke rawa-rawa sekarang. ceburkan...


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Bhumi.


"Kenapa sekarang panggil aku sayang?" Tanya Geva mengernyit.


"Oh astaga Ge..." Ucap Bhumi menjedotkan kepalanya di setir mobilnya.


"benar-benar gadis menyebalkan dari kecil sampai sekarang.." Batin Bhumi.


BERSAMBUNG.....


LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


__ADS_2