Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Pergi~


__ADS_3

 


 


SAD READING 🍁


Deon tersenyum melihat foto-foto kelulusan yang Naomi kirimkan ke ponselnya. Naomi terlihat sangat bahagia berpelukan dengan Geva. Rasanya Deon tidak sabar untuk menjemput sang pujaan hatinya. Jika tidak ada meeting penting pasti dia sudah kabur menemui Naomi dan menemani Naomi merayakan ulang tahun Ibra di panti.


Namun senyum itu tidak bertahan lama setelah satu nama tertera di layar ponselnya melakukan sebuah panggilan.


Iya Renata yang tengah menghubungi Deon.


Wanita yang menjadi cinta pertamanya dan wanita yang dia temui kembali secara tidak sengaja saat mencari keberadaan mertuanya. Wanita yang hampir kehilangan nyawanya karena melukai pergelangan tangannya jika saat itu Deon tidak datang.


Menghitung usia kehamilan Renata, memang sangat pas dengan malam itu, malam dimana Renata dan Geva bertengkar di Club malam. Dan setelah kejadian itu, Alex juga bersumpah tidak pernah berkomunikasi dengan Renata lagi karena Alex sedang dekat dengan seorang gadis baik-baik dan dari keluarga terpandang. Alex otw tobat.


Keputusan besar harus Deon ambil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya minimal Sampai anak dalam kandungan Renata itu lahir dan memiliki akte kelahiran yang jelas.


Deon memilih mengabaikan panggilan Renata, keputusan Deon sudah bulat, nanti malam dia akan membicarakan masalah Renata dengan Naomi. Deon berharap Naomi dapat mengerti posisinya. Setelah itu, Deon baru akan berbicara dengan seluruh anggota keluarganya.


Deon yakin, ini tidak mudah dan semua orang akan menentang keputusannya. Namun setidaknya dengan menikahi Renata secara sementara, dia dapat mengurangi rasa bersalahnya. Naomi hatinya sangat lembut, pasti jika dijelaskan perlahan Noami akan mengerti.


Deon akan tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Naomi, dan dia akan menikahi Renata setelah statusnya dengan Naomi sah Dimata hukum. Deon sadar, hatinya ternyata sudah sangat condong pada Naomi meskipun tidak dipungkiri masih ada nama Renata disana.


Rencana hanya tinggal Rencana,


Deon meeting dan bertemu klien hingga matahari tenggelam dan Deon sama sekali tidak merespon satu pesan pun dari Renata apalagi mengangkat telfon Renata.


Naomi mengirim pesan pada Deon bahwa dia akan menginap di panti malam ini, belum juga Deon membalas, ponsel Deon sudah kehabisan baterai dan tidak membawa kabel USB.


Setelah Meeting, Deon memutuskan langsung pulang ke rumah untuk mandi dan menyusul sang istri di Panti. Tapi siapa sangka ternyata Renata mengikuti mobil Deon hingga sampai ke kediaman Wijaya.


"Ta..," Kata Deon lirih saat keluar dari mobil dan Renata sudah ada disamping mobilnya.


"Kenapa kamu gak angkat telfon aku gak balas pesan aku Yon!" Kata Renata sedikit berteriak. Mungkin hormon ibu hamil yang membuat Renata tidak bisa mengontrol emosinya.


"Ada apa?" Tanya Deon berusaha tetap tenang.


"Aku mau elu segera nikahin gue Yon!"


"Gue akan nikahin elu demi anak dalam perut elu, tapi setelah gue resmi nikahin Noami, dan Naomi mengizinkan gue untuk nikahin elu." Kata Deon tetap berusaha tenang. Untung Naomi menginap di panti kan.


Mendengar Deon akan menikahi Naomi lebih dulu membuat emosi Renata kian memuncak. Naomi anak SMA yang selalu sinis sama dia, sahabatnya Geva? oh Renata tidak mau kalah dengan anak ingusan itu. Renata juga belum tahu tentang status Deon dan Naomi.


"Gue gak mau jadi yang kedua Yon! meskipun pernikahan kita hanya sementara!" Teriak Renata.


"Mau gak mau, elu harus mau.. atau anak dalam perut elu gak memiliki status yang jelas!" Tegas Deon membuat air mata Renata menetes.


"Aku hamil gara-gara kamu Yon! semua gara-gara kamu!" Teriak Renata yang justru berlari menuju pintu kediaman Wijaya.


"Keluar kamu Ta!" Teriak Deon mengejar Renata yang sudah masuk ke kediaman mewah orang tuanya.


"Nggak Yon! aku mau ketemu mama dan papa kamu!"

__ADS_1


"Ta, please jangan sekarang! aku harus mengurus semuanya dulu!" Deon berhasil memegang pergelangan tangan Renata tepat didepan pintu penghubung ruang tamu dengan ruang keluarga sekaligus ruang TV.


"Nggak Yon! perut aku akan semakin membesar." Teriak Renata hingga mereka sudah berada di ruang TV.


Dan terjadilah perang hebat di kediaman Wijaya.


🍁


Hati Naomi nampak resah, Deon tidak membalas pesan darinya yang meminta izin menginap di panti karena Ibra ingin kado ulang tahun yang sederhana yaitu tidur dengannya dan Deon malam ini .


Naomi takut Deon marah padanya mengingat statusnya yang sudah menjadi seorang istri.


Bu Asih menyuruh Noami untuk pulang ke rumah orang tuanya dan menemui sang suami. Setelah membujuk Ibra dengan berbagai hal akhirnya Ibra mengizinkan Naomi meninggalkan panti itu dengan menggunakan jasa taksi online.


Setelah menempuh perjalan 30 menit, Naomi akhirnya tiba di kediaman sang mertua dan seorang security langsung membukakan Gerbang pada menantu majikannya.


Senyum Naomi terukir melihat mobil sang suami sudah terparkir disamping mobil Bhumi. Naomi segera berlari memasuki rumah itu.


Senyum Naomi seketika hilang mendengar Renata dengan lantangnya berkata,


"Nggak Yon! perut aku akan semakin membesar." Teriak Renata.


Naomi mencoba tenang, dia memilih bersembunyi dulu dibelakang guci besar yang jaraknya tidak jauh dari ruang TV.


Naomi tidak bisa menahan air matanya lagi mendengar semua itu. Dunianya sudah hancur.


Mungkin patah hatinya tidak akan sesakit ini jika dia dan Deon belum menikah. Naomi tidak sanggup, dia memilih berlari meninggalkan rumah mewah itu yang memberikan luka sangat dalam dihatinya.


...------ PoV Naomi On------...


Rasanya ingin mati saja jika tidak ingat bunuh diri adalah dosa besar.


Saat ini yang ada dibenakku adalah bagaimana aku bisa pergi sejauh-jauhnya dari manusia bernama Deon dan orang-orang disekitarnya.


Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah berlari!


Berlari menjauhi rumah mewah yang memberikan kenangan paling buruk dalam hidupku. Rumah yang membuatku merasa selalu bahagia sekaligus hancur sehancur-hancurnya.


Setiap langkahku menjauhi rumah itu, membuatku teringat satu persatu kepingan kebahagiaan yang baru saja aku rasakan beberapa hari ini dengan lelaki yang teramat aku cinta. Ku hapus air mataku yang terus mengalir deras. Entah sudah ke berapa kalinya. Rasanya pasokan air mataku masih sangat melimpah.


Tapi kenapa takdir begitu jahat padaku? kenapa? Rasanya aku gak sanggup lagi.. tapi aku harus bertahan! aku gak mau mati konyol dan sia-sia, aku harus pergi dari mereka untuk menyembuhkan lukaku, aku harus bangkit! apalagi melihat senyum wanita bernama Renata itu saat menyadari kehadiranku disana. Benar-benar iblis!


Tapi bagaimana caranya aku pergi? uang saja aku tidak pegang karena Debit Card yang diberikan Deon beberapa hari lalu aku tinggal di kamar karena merasa belum butuh.


Ayumi.


Iya, wanita yang mengaku sebagai kakak Perempuanku dan bersikap sok baik padaku itu berpesan untuk menghubungi dirinya jika aku butuh sesuatu dan bantuan. Untung aku sudah menyimpan nomor telfonnya di ponselku.


Saat ini bukan waktunya untukku memikirkan maksud dari si Ayumi itu berlagak baik padaku setelah mendorongku hingga kecebur kolam renang malam-malam. Dia mau tulus atau nggak, aku gak peduli itu urusan belakangan, yang penting dia bisa membawa aku pergi dari kota ini malam ini juga.


Tanpa pikir panjang aku menghubungi dirinya, wanita yang mengaku sebagai kakakku. beruntung dia langsung mengangkat telfon aku. Suaranya begitu panik mendengar suaraku yang mungkin sangat menyedihkan ditelinganya. Dia menanyakan dimana posisiku saat ini dan dia langsung menjemput ku.


...-------PoV Naomi Off-----...

__ADS_1


Di sebuah apartemen mewah,


Ayumi memberikan minum pada sang adik supaya lebih tenang, dari tadi Naomi belum membuka suara sama sekali. Hanya tangis yang begitu memilukan dan menyedihkan yang ia dengar.


Namun Ayumi yakin, ini pasti ada hubungannya dengan keluarga Wijaya karena Ayumi menjemput sang adik tidak jauh dari perumahan mewah itu.


Ayumi enggan bertanya apapun pada sang adik, dia menunggu Naomi bercerita langsung padanya,


"Kak.. aku mohon, bawa aku pergi jauh dari sini...tapi jangan sampai ada yang mengetahui keberadaan ku kak." Pinta Naomi memohon dengan sangat menyedihkan membuat hati Ayumi merasa nyeri.


"Beri aku satu alasan kenapa aku harus membawa kamu pergi dan tidak ada orang yang boleh tahu." Kata Ayumi tegas.


Naomi menghela nafasnya dan mengusap air matanya.


"Ma...maafkan aku kak.." Lirih Naomi menunduk sambil meremas celana jeans yang ia kenakan.


"Kenapa?" Ayumi mengernyit.


"Se.. sebenarnya aku udah menikah dengan kak Deon." Ayumi terkejut mendengar pengakuan adiknya, namun dia menetralkan wajahnya dan mencoba biasa saja.


"Lalu?" Tanya Ayumi santai.


"Ka.. kakak gak marah?" Tanya Naomi bingung. Kan semua orang juga tahu jika Ayumi menyukai Deon. Ayumi menggeleng, dia tidak marah dengan sang adik. Pikirnya, berarti jodoh Deon adalah Naomi bukan dirinya. Ah Ayumi harus segera move on.


"Aku nikah sama kak Deon baru secara agama kak.. dan ternyata, Renata hamil anaknya... anaknya kak Deon. Huwaaaaa!" Tangis Naomi pecah lagi.


Ayumi mencoba mencerna ucapan adiknya, otak cerdasnya mendadak lemot.


"Kurang ajar!" Umpat Ayumi langsung memeluk Naomi menenangkan sang adik.


Dengan terbata-bata Naomi menceritakan kejadian di kediaman Wijaya beberapa saat lalu. Ayumi ikut menangis mendengar itu semua. Dia tidak rela Deon dengan Renata meskipun Renata hamil anak Deon sekalipun. Apalagi Renata menyakiti adik yang dia coba lindungi.


"Kamu belum making love kan sama Deon?" Tanya Ayumi tanpa filter.


"Udah kak huwwaaa.... bahkan sebelum nikah kita udah making love!! huwaaaaa.. aku wanita murahan emang kak! dia nikahin aku cuma mau tanggung jawab! padahal dia gak bisa lupain si tua renta itu huwaaaa! aku making love pertama kali sama dia setelah kamu habis dorong aku ke kolam kak... huwaaaa!" Tangis Naomi memeluk erat sang kakak.


Naomi tidak peduli ingusnya nempel di baju sang kakak yang baru ia akui itu. Tapi yang dia rasakan saat dipeluk Ayumi adalah nyaman.


"Siap-siap, kita berangkat ke Semarang malam ini.. karena selain keluarga Wijaya yang akan mencari kamu.. nenek dan kakekku akan menyelakai kamu juga! Aku akan meminta tolong Satria untuk mengurus keberangkatan kita biar tidak diketahui siapapun." Kata Ayumi.


"Bang Sat? asistennya kak Bhumi?" Tanya Naomi.


"Iya. kamu tenang saja. tidak akan ada yang tahu.. Satria lelaki yang bisa dipegang janji dan ucapannya, dia akan merahasiakan keberadaan kamu."


"Gak ada lelaki yang bisa dipegang ucapannya kak... huwaaaa... nyatanya Kak Deon bilang aku wanita pertama dan akan jadi yang terakhir yang dia sentuh... tapi ternyata si tua Renta itu udah hamil duluan anaknya. Huwaaaaaaaa... berarti aku dapat bekasnya si tua renta itu dong... huwaaaaaa.... ." Naomi nangis kejer lagi.


"memiliki adik perempuan ternyata cukup merepotkan!" gumam Ayumi dalam hati.


BERSAMBUNG...


UDAH YA.. KEMBALI FOKUS SAMA GEVA DAN BHUMI DI DETIK-DETIK MENUJU BENAR-BENAR TAMAT!


MAKASIH DUKUNGAN KALIAN SEMUA.. AKU SAMPAI SPEECHLESS LOH RANGKING VOTE MASIH BERTAHAN DI 10 BESAR MAKANYA INI RAJIN UPDATE HEHE... APALAGI LIKE DAN KOMENTAR2NYA... KALIAN LUAR BIAASAAA!

__ADS_1


SEKALI LAGI MAKASIH BANYAK SELAMAT ISTIRAHAT🥰


__ADS_2