Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Rencana Reno~


__ADS_3

Seorang Geva nampak panik setelah puluhan panggilan dan pesan untuk Bhumi diabaikan.


Apakah sebegitu marahnya Bhumi hingga mengacuhkan dirinya? Pikiran Geva semakin kalut, ada rasa tidak enak menyelimuti hatinya.


Sedangkan waktu terus berjalan dan menunjukkan hampir jam 11 malam, Geva juga sempat meminta tolong pada Bianca untuk mengecek keadaan Bhumi di apartemen. Namun sayangnya, Bhumi belum kembali.


Naluri Geva sebagai seorang istri perlahan sudah terbentuk.


"Kakak.. kamu dimana?" Gumam Geva cemas menatap layar ponselnya.


"Apa aku harus keluar mencarinya?" Tanya Geva pada dirinya sendiri.


Tapi dia kembali menghela nafas, baru saja pulang dari rumah sakit. Tubuhnya saja masih lemas. Jadi tidak mungkin kedua orang tuanya itu mengizinkannya keluar tengah malam untuk mencari suaminya yang tidak jelas keberadaannya.


"Kak... Deon..iya kak Deon.. hanya kak Deon yang bisa bantu aku saat seperti ini." Ucapnya penuh semangat mencari kontak kakak kesayangannya yang selalu memanjakannya.


Namun sayang, Nomor Deon tidak aktif. Kakak kesayangannya itu memang jarang pulang ke rumah karena jarak kantor ke rumahnya cukup jauh dan macet. Jadi Deon lebih sering menginap di apartemennya.


"Aku harus gimana? kenapa perasaan aku gak enak... bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kak Bhumi.. astaga. kenapa sih tadi aku terbawa emosi dan mengedepankan egoku. Harusnya aku mengingat status aku sekarang bukan menomorsatukan impian aku." Sesal Geva.


Namun tidak tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Geva membuat Geva ternganga.


🍂


Ditempat lain, tepatnya di Alexandria Night Club,


Suasana Club malam yang merupakan tempat kerja Flower beberapa waktu lalu kini di penuhi oleh pasangan muda mudi yang berjoget menikmati permainan musik sang DJ.


Banyak pasangan muda yang tidak tahu malunya bercumbu dan menggrepee-greepe tubuh wanitanya. Bahkan ada juga yang hampir bertelanjang karena tingkat kewarasannya sudah hilang akibat minum keras.


Diantara banyaknya manusia itu, ada satu meja yang ada di pojokan yang merupakan meja VIP dengan seseorang yang sudah kehilangan kewarasannya namun masih tetap sadar. Dia merancau sesukanya meluapkan apa yang dia rasakan tanpa sadar ponselnya terus menyala.


"Kenapa elu gak bawa Bhumi ke apartemen elu aja Ta? dengan gitu elu bisa dapatin Bhumi kan." Ide Reno menatap Renata dengan menaik turunkan alisnya.


"Tapi Ren.. Bhumi udah nikah." Kata Renata nampak sedih.


"Masalahnya dimana? Bhumi juga belum menyentuh istrinya kan? Dan elu akan jadi wanita pertama yang dia sentuh." Sahut Reno membuat Renata nampak berpikir.


"Tapi nanti Bhumi bukan lelaki pertama yang menyentuh gue." Cicit Renata.


"Maksud elu?" Reno terkejut dengan ucapan wanita didepannya itu.

__ADS_1


"Siapa yang sudah menyentuh elu?" Tanya Reno menaikkan nada bicaranya hingga beberapa oktaf.


"Gu.. gue udah gak virgin." Jujur Renata membuat Reno langsung menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa.


"Mamvus kalau Rena sampai bilang sama gue indehoyy nya ." Batin Alex.


"Sama siapa?" Tanya Reno lagi.


"Udah jangan bahas itu... sekarang ini Bhumi gimana?" Tanya Renata.


"Siap yang sudah berani-beraninya menyentuh adik Gue! Bakalan gue habisin itu orang! Gue akan lakukan apapun yang adik gue inginkan. Apalagi setelah ini, gue yakin harapan elu buat sama Bhumi hilang Ta setelah Bhumi tahu elu udah gak perawan gue akan membuat Bhumi jatuh ke pelukan elu." Batin Reno nampak memikirkan rencana.


Padahal Renata masih virgin pun juga Bhumi gak melirik sedikitpun.


"Ayo.. gue bantuin bawa Bhumi ke apartemen elu." Ucap Reno hendak beranjak.


"Tapi.."


"Gak ada tapi-tapian! ini kesempatan bagus ta.. elu bisa bilang sama Bhumi jika Bhumi udah merenggut kehormatan elu.. ya seperti si Bhima dan Flower lah." Reno meyakinkan sang adik.


Renata tampak berpikir, memang benar yang dikatakan Reno. Ini kesempatan langka yang belum tentu akan datang lagi,


Memang bagi Renata, Reno adalah sahabat terbaiknya yang selalu mendukung segala keputusan dan membantunya dalam segala hal.


"Pilihan bagus.. biar sahabat gue satu ini segera bisa masuk keluarga Bramantya." Jawab Reno sambil mengusap rambut adiknya.


"Gue gak gila sama keluarga Bramantya, gue hanya gila sama Bhumi, gue cinta sama dia!" Ucap Renata tidak terima.


"Jangan ta!" Kata Alex tegas.


"Apa maksud elu larang-larang Renata Lex? elu gak dukung dia buat dapetin Bhumi?" Tanya Reno dengan mata tajam pada si Alex.


"Bukan gitu Ren.. tapi yang ada justru Bhumi jadi benci sama Renata setelah ini." Kata Alex mencoba tenang.


"Kenapa? bukankah ide Reno sangat-sangat bagus. So, Bhumi akan tanggung jawab sama gue.. kan keluarga Bramantya tidak pernah mendukung keturunannya melakukan seex bebas." Ucapnya dengan senyum licik.


"Ren.. cuss!." Perintah Renata pada Reno untuk membantu membopong tubuh Bhumi yang mulai hilang kesadarannya.


"ashiap bossque!" Jawab Reno pada adik kandungnya yang selalu ia coba lindungi.


Renata sudah membayangkan bagaimana dia bisa menikmati tubuh lelaki yang teramat ia dambakan dari dulu..

__ADS_1


Wajah Renata bersemu merah karena dia yakin Bhumi tidak akan kalah dengan Alex yang merupakan blesteran.


"Gue bantuin bawa Bhumi, tapi menurut gue mending bawa ke apartemen Bhumi." Ide Alex.


"Kenapa harus ke apartemen Bhumi?" Tanya Renata.


"Kalian gak pakai otak ya.. jika ke apartemen Renata tentunya Bhumi akan benci sama Renata karena dia akan berpikir kita sudah merencanakan ini semua, mengingat kejadian di Surabaya lalu..


Sedangkan di apartemen Bhumi, kesannya Renata mengantar Bhumi balik tapi ternyata Bhumi perkosa Renata. Begitulah skenarionya." Kata Alex membuat kedua orang dihadapannya itu nampak berpikir.


Benar saja, ide Alex kali ini memang sangat tepat. Resikonya sangat tinggi jika mereka mengantar Bhumi ke apartemen Renata.


"Gue suka ide elu Nyet." Ucap Reno.


"Eh tapi gimana dengan istrinya?" Tanya Renata.


"Elu gak denger tadi, jika istrinya minta pisah noh.. karena menganggap Bhumi sudah menghalangi impiannya dan menghancurkan mimpi-mimpinya. Kesempatan elu ta."


"Jadi si anak bau kencur itu gak di apartemen."


"Nggak.. dia ada di rumah setelah pulang dari rumah sakit." Ucap Alex yang tadi sempat di ceritain Bhumi sebelum mabuk dan sebelum Reno juga Renata datang.


"Baguslah.. gue akan jadi wanita pertama yang di sentuh oleh seorang Bhumi Bramantya." Gumam Renata bangga.


🍂


Tiga sahabat itu pun memboyong tubuh Bhumi memasuki apartemennya. Apartemen mewah dengan fasilitas canggih itupun bisa dibuka hanya menggunakan finger print.


"Kok apartemen Bhumi seperti baru selesai di renovasi." Kata Renata.


"Iya.. dia tinggal di unit sebelah sama Geva di apartemen Bianca sambil menunggu renovasinya ini selesai." Jawab Alex.


"Kok elu tahu sih Lex?" Tanya Renata.


"Ya karena dia cerita tadi." Jawab Alex.


"Udah jangan banyak ngobrol yang nggak penting.. kita eksekusi sekarang.. " Kata Reno.


"Lex.. bantuin gue buka baju Bhumi.. dan Elu siap-siap Ta!" Perintah Reno.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


MAU LANJUTANNYA ?


LIKE DAN BANYAKIN KOMENTAR DULU YAA HEHEHE....


__ADS_2