Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Bang Kee~


__ADS_3

HAPPY READING YA 🖤


🍁🍁🍁


Hari telah berganti,


Bhumi benar-benar disibukkan dengan urusan kantor bersama Keenan dan Satria masih tentang masalah dengan perusahaan HiTech. Namun, kali ini Bhumi sudah mulai menemukan titik temu, ternyata saham HiTech dipegang oleh rekan-rekan bisnis Papi Gema dan Papa Genta. Hubungan Papi Gema dan Papa Genta dengan para pemegang saham itu sangat dekat.


Mau tidak mau Bhumi mengambil langkah membujuk para pemegang saham itu untuk menjual sahamnya dan menguasai HiTech.


Jika HiTech berhasil Bramantya kuasai, maka sangat mudah menjatuhkan Angkara perusahaan milik Afka yang sudah mulai collapse karena tidak pernah mendapatkan Clien selama setahun belakangan ini.


Padahal dalam dunia bisnis, seseorang atau perusahaan dituntut untuk selalu berinovasi dan mengembangkan kreativitas sumber daya manusianya jika ingin terus berkembang dan maju.


Begitulah dunia bisnis jika bertemu dengan orang yang tamak juga culas, jika kita tidak mau dihancurkan maka justru kita sendiri yang akan di hancurkan.


Keenan sudah bertemu dengan dua orang pemegang saham HiTech, mereka menyetujui untuk menjual sahamnya dari pada Bramantya berbuat nekat dan HiTech bangkrut maka mereka akan rugi besar. Tinggal satu orang saja yang Keenan temui siang tadi.


"Kenapa muka elu kusut kak? Pak Joyo tidak mau menjual sahamnya pada kita?" Tanya Bhumi mengernyit ketika Keenan memasuki ruang kerjanya.


"Si Joyo aman. Pinjem ponsel elu deh Bhum.."


"Buat?" Tanya Bhumi menyodorkan ponselnya dan memberikannya pada Keenan.


"Telfon Caca, nomor gue di Block. Kemarin malam gue pulang ke rumah papi juga dia gak mau ketemu gue. Kamarnya dia kunci. Tadi gak sengaja ketemu di restoran saat gue sama pak Joyo, dia langsung pergi." Ucap Keenan nampak sangat kacau.


"Ada masalah apa elu sama Caca kak?" Tanya Bhumi menyipitkan matanya curiga, karena kemarin Bianca menginap dirumahnya dan tidur dengan Geva, mata Bianca tampak sembab. Baik Bianca ataupun Geva tidak ada yang mau buka suara pada Bhumi.


Jangan tanya kenapa Bhumi mengizinkan Geva tidur sama Bianca ya.. karena Geva sedang haid, dia tidak mau digoda sang istri yang kelewat absurdnya habis itu main sama sabun.


"Salah paham aja sama Alona.. apalagi, Alon main pake alat sendiri dan merancau... pasti Bianca pikir aku sedang making love sama Alona." Jawab Keen.


"Lalu?" Mata Bhumi menatap Keenan. tajam.


"Gue belum sempat jelasin sama caca Bhum.."


"Tapi sempat bentak adik gue?"

__ADS_1


"Gue spontan ngebentak dia!" Jawab Keenan lagi sambil sibuk mencoba menghubungi Bianca.


BRAK! Bhumi menggebrak meja,


"Kak Keen ngebentak Caca?" Mata Bhumi melotot, dia tidak terima adiknya dibentak oleh orang, siapapun itu. Jika dia tidak salah dan dibentak sedikit saja Bianca pasti akan menangis. Hati Bianca terlalu lembut.


"Sorry.. Sorry gue kelepasan kemarin, makanya gue mau minta maaf sama dia.. tapi nomor gue di Block."


"Berarti Caca pinter! bagus deh jauh-jauh dari kak Keen!" Kata Bhumi.


"Sialan elu!"


"Selama papi dan mami tidak ada, Caca biar tinggal sama gue dan Geva atau Bhima dan Flo aja kak."


"Nggak bisa gitu Bhum!"


"Kenapa gak bisa? gue dan Bhima kakak kandungnya.. dan kami juga masing-masing udah menikah, udah sama pasangan yang halal. Gue gak mau kak, kakak ngotorin adik gue dengan hal yang tidak semestinya tentang apa yang kakak dan Alona lakukan saat berdua." Kata Bhumi terdengar berat. Bhumi sudah lama sekali memikirkan hal ini meskipun dia tidak tahu perasaan adik perempuannya itu pada Keenan.


Namun melihat Bianca yang nyaman sama Keenan dan Keenan selalu memanjakan dirinya meskipun juga dibarengi dengan segala peraturannya, Bianca tepat bahagia. Jadi Bhumi hanya diam saja selama ini asalkan adiknya bahagia meskipun ingin mengajak Bianca tinggal bersama.


Tapi lagi-lagi Papi Gema lebih mempercayakan Bianca pada Keenan, karena Bhumi orangnya dingin dan cuek kurang perhatian sama adiknya, juga Geva yang masih dengan ke absurdnya. Sedangkan Bhima, dia terlalu sibuk dengan perusahaan barunya yang baru dia rintis, jika sampai rumah maka sibuk dengan istrinya yang tengah hamil. Dan, papi Gema belum memiliki bukti apa-apa untuk menjatuhkan Reno.


"Hallo kak Bhum.. kenapa?" Tanya Bianca mengangkat telfon.


"Dimana kamu Ca? kakak jemput sekarang?" Ucap Keenan tanpa basa basi.


Klik.


Bianca langsung mematikan sambungan telfon ketika sadar siapa yang menelfon dirinya menggunakan ponsel kakaknya.


"Hallo Ca.... Bianca!" Ucap Keenan emosi.


"Damn!"


Keenan mengembalikan ponsel Bhumi dengan cukup kasar,


"Mamvus!" Kata Bhumi meledek kakak sepupunya.

__ADS_1


"Makanya jangan bentak tuan putri Bianca!"


"Pusing gue mikirin Caca... "Gumam Keenan.


Bhumi hanya geleng-geleng kepala dan menganggap perasaan Bianca pada Keenan tidak lebih dari kasih sayang dan cinta sang adik pada kakaknya.


cklek.


Pintu ruangan Bhumi terbuka, Bhumi tersenyum melihat wanita cantik yang muncul dari balik pintu dan mengembangkan senyumnya.


"Sore sayang.. sore Bang Kee." Sapa wanita cantik itu yang tidak lain adalah Gevania yang mengenakan dress pendek berwarna hitam namun masih terlihat sopan juga elegan.


"Bang Kee.. Bang Kee.. gak ada yang lain apa sih? Bangkee emang bangkee apaan?" Kata Keenan kesal. Masak nama bagus-bagus Keenan, dipanggil Bang Kee..


"Bang Kee calon-calon orang patah hati yabg akan menyesal setelah pergi." Kata Geva santai.


"Menyesal? maksudnya?" Tanya Keenan penasaran.


"Udah ah.. nanti kalau udah waktunya juga tahu sendiri, aku gak sabar liat bang kee nangis kejer!"


"Emang gue bocah!" Decak Keenan. Geva enggan menanggapi, dia langsung duduk di pangkuan sang suami dan memberikan kecupan kemesraan.


",BangKee.. gak ada akhlak!" Umpat Keenan lagi.


"Makanya nikah!" Kata Geva dan Bhumi bersamaan. Keenan yang kesal memilih pergi dari pada melihat adegan romantis yang membuatnya ingin.


BRAK!


Kenan menutup pintu ruangan Bhumi dengan keras, selanjutnya dua anak manusia yang saling berpelukan itu pun tersenyum.


"Kita berangkat sekarang yuk bee berangkat terapinya!" Ajak Geva.


BERSAMBUNG


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR l

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2