
WARNING!!
JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.
BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...
Bhumi benar-benar menjadi sosok yang benar-benar berbeda di hadapan Gevania. Gevania seakan tidak percaya dengan sikap Bhumi yang berubah sangat-sangat drastis dibanding awal-awal pernikahan mereka. Dimana dengan lantang nya Bhumi berkata tidak akan jatuh cinta dengan anak kecil seperti Gevania, tidak akan tergoda dengan Gevania, tapi sekarang... Bhumi seakan menjilat ludahnya sendiri.
Semua cerita Deon saat Bhumi bersama sang mantan dan bagaimana reaksi Bhumi jika ada masalah dengan sang mantan saat masih menjalin hubungan itu berbanding terbalik saat dengannya. Jika dengan sang mantan yang tidak lain adalah Flower, Bhumi akan meledak-ledak jika ada masalah, berbeda saat ada masalah dengan Geva saat lelaki itu memilih memeluk Geva untuk meredam emosinya. Lelaki garang dan dingin itu kini menjadi sosok suami yang cinta banget sama istrinya.
Hati wanita mana yang tidak tersentuh karena sikap Bhumi yang sangat-sangat manis dan manja. Seperti pagi ini, Bhumi menyiapkan air hangat untuk mandi sang istri lalu mengompres dada kanan sang istri yang terlihat sedikit memar karena perlakuan Fabian kemarin. Semua Bhumi lakukan dengan sangat lembut. Bhumi juga berkata-kata manis supaya tidak menimbulkan trauma pada sang istri.
Bhumi juga menyiapkan baju sang istri, dan membuatkan sarapan untuk sang istri. Tau sendiri kan jika istrinya sama sekali tidak bisa masak. Bhumi terlihat sangat overprotektif pada Geva saat sarapan yang mereka nikmati di ruang TV dan sebelumnya
Apakah sudah saatnya Geva merobohkan sendiri benteng kokoh yang dia bangun dengan tujuan supaya hatinya tidak banyak berharap pada Bhumi yang kemarin masih sangat mencintai Flower? Entahlah, biarlah waktu yang menjawab semuanya tentang kepercayaan Geva akan hati Bhumi Bramantya.
"Kak.. bagaimana pekerjaan kakak disana?" Tanya Geva mengusap rambut sang suami yang berbaring berbantalkan paha mulusnya yang hanya memakai hotpants.
"Udah aku serahkan sama Satria dan Renata. Disana juga dibantu Ayumi.... kamu tenang saja sayang." Kata Bhumi yang menatap wajah cemas sang istri. Mungkin istrinya takut jika papi Gema akan datang secara mendadak lagi karena Bhumi pulang secara tiba-tiba lagi meninggalkan pekerjaannya di negara matahari terbit tersebut.
Geva menghela nafasnya,
"Kamu memikirkan apa lagi?" Tanya Bhumi, tangannya terulur mengusap pipi Geva. Geva menggigit bibir bagian bawahnya.
"Sayang.. jangan menggodaku." Kata Bhumi.
"Jangan kasih tahu Papa dan Papi ya kak soal kemarin." Kata Gevania.
"Kenapa?" Tanya Bhumi sudah bangun dari pangkuan sang istri.
"Aku gak mau papa dan Papi cemas lalu marah.. aku gak mau papi sampai berbuat hal-hal yang ekstrim untuk memberikan pelajaran pada guru itu." Kata Geva lirih enggan menyebutkan nama Fabian.
"Sayang, tanpa Papa dan Papi tahu, aku akan memberikan pelajaran pada bajinggan itu." Kata Bhumi penuh penekanan. Ada kilat amarah yang terpancar dari sorot matanya.
"Aku gak mau kakak kenapa-kenapa.. jangan."
"Aku gak akan kenapa-kenapa.. kamu tenang saja... dan aku juga gak akan biarkan ada orang yang berani menyakiti kamu." Kata Bhumi.
"Kak.. aku mau pindah sekolah, aku gak mau ketemu orang itu lagi." Kata Geva dengan mata berkaca-kaca. Bhumi dapat melihat ada ketakutan dari mata indah Gevania.
"Untuk pindah.. itu tidak mungkin sayang.. kan bulan depan kamu sudah ujian kelulusan."
"Tapi.."
"Kak Keen sudah mengurus semua, dan dia sudah dikeluarkan sebagai tenaga pendidik di sekolah kamu. Kamu tenang saja, kamu tidak akan bertemu dengan bajiiingan itu lagi."
"Ja.. jadi pihak sekolah tahu soal kejadian kemarin?" Tanya Geva.
"Nggak ada yang tahu kecuali kepala sekolah, Theo dan Naomi. Kamu tenang saja. Kepala sekolah tidak akan berani membuka suara." Kata Bhumi meyakinkan sang istri.
"Makasih kak." Geva langsung menabrak tubuh lelaki disampingnya itu dan memeluk dengan sangat erat.
"Apapun akan aku lakukan untuk kamu sayang.." Ucap Bhumi memberikan kecupan di kening sang istri.
"Kita keluar yuk jalan-jalan.." Ajak Bhumi supaya pikiran Geva fresh.
"Kemana?"
"Terserah.. aku akan menuruti kemanapun kamu pergi." Ucap Bhumi tersenyum melihat binar bahagia di wajah yang istri yang dari kemarin sudah dipastikan selalu kusut.
"Kita main Timezone yuk.. tapi nanti sore aja.. aku sekarang masih pengen berdua sama kakak." Kata Geva manja merengkuh lengan sang suami.
"Kenapa kalau berdua begini waktu cepat banget ya." Ucap Bhumi. Geva mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Tapi kalau lagi jauhan, kenapa lama banget ya?" Sambung Geva.
"Iya.. perasaan kamu kemarin kembali ke Indonesia tanggal 14. eh rasanya lama banget, ini baru tanggal 16."
"I.. ini tanggal 16?" Tanya Geva.
"Iya sayang.. kenapa?"
"Aku mau ajak Nom Nom sama Theo main Timezone ya kak.. Nom Nom lagi ulang tahun loh kak hari ini."
"Oke.. aku juga akan memberikan kejutan buat sahabatmu itu." Kata Bhumi tersenyum.
"Kakak udah gak cembukor sama Theo?"
"Nggak level cemburu sama bocah seperti itu, karena nyatanya pangeran masa kecilmu adlh pemenang hatimu." Jawab Bhumi enteng.
"Dasar kepedean!" Decak Geva.
"Faktanya seperti itu sayang.."
"Ya.. tapi bisa jadi hati aku berubah kan.. katanya Tuhan akan yang membolak-balikkan hati manusia."
"Dan aku akan meminta pada Tuhan untuk tidak membolak-balikkan hati kamu lagi." Ucap Bhumi.
🍁
Schwarz Mall,
Geva dan Bhumi berjalan dengan tangan yang saling bertautan, sedangkan Naomi seolah menjadi obat nyamuk tanpa ada teman ngobrol karena Theo tidak bisa ikut mereka jalan, sebab Theo harus menyelesaikan sedikit masalah yang dibuat sang papa.
Sebelum bermain di Timezone, Bhumi mengajak Geva juga Naomi untuk makan dulu di sebuah restoran mewah yang berada di mall.
"Sabar nom.. sabar... " Kata Naomi lagi melihat sepasang suami istri selalu bersikap mesra di depannya.
"kamu akan menyesal jika tidak ikut." Kata Bhumi tanpa melirik ke arah sahabat istrinya.
"Kenapa harus nyesel? males banget jadi obat nyamuk." Decak Naomi kesal.
"Yakin gak nyesel. Yaudah pulang sekarang." Kata Bhumi.
"Kak.. kok gitu sih!" Ucap Geva mencubit Suami nya. Geva memang sudah tidak enak dengan Naomi sejak di mobil tadi. Geva juga sudah berbisik pada Bhumi untuk tidak pamer kemesraan didepan gadis cantik tapi jomblo seperti Naomi. Tapi emang bisa Bhumi dilarang begitu? nggak kan?
"Ya udah aku pulang!" Kata Naomi hendak pergi dari sana dan sudah meraih tasnya.
"Happy birthday nom.. Nom.." Ucap seseorang yang berbisik di telinga Naomi membuat Naomi mematung.
"Katanya mau pergi.. pergi saja... gak jadi?" Ucap Bhumi tersenyum. Bukan cuma Naomi yang terkejut, Geva juga terkejut melihat siapa yang datang saat ini.
Naomi memberanikan diri untuk menengok ke belakang,
" Kak Deon.." Lirih Naomi menatap lelaki yang membawakan cake coklat yang ada lilin diatasnya.
"Happy birthday Noami.." Kata Deon lagi dengan senyum yang sangat menawan yang mampu melelehkan hati Naomi detik ini juga.
"Kak.. kakak yang nyuruh kak Deon kesini?" Bisik Geva pada Bhumi. Hubungan ,Geva dan Deon memang sudah agak renggang sebagai kakak dan adik setelah kejadian di Club malam beberapa waktu lalu.
Bhumi mengangguk.
"Makasih suamiku." Bisik Geva mengecup pipi Bhumi.
"Karena Aku udah membuat kejutan pada sahabat kamu, tentunya nanti malam kamu harus membayarnya!" Kata Bhumi.
"Dengan senang hati.. aku akan bekerja keras untuk memuaskan kamu." Bisik Geva terdengar sangat sensual di telinga Bhumi hingga Bhumi memejamkan matanya.
__ADS_1
"Tiup lilinnya nom, udah meleleh ini loh..." Kata Deon menyadarkan Naomi yang bengong, Naomi benar-benar tidak percaya jika kakak sahabatnya kini ada didepan matanya dan memberikan kejutan untuknya.
"Make a wish dulu nom." Ucap Geva. Naomi mengangguk dan memejamkan matanya.
"Tuhan.. aku ingin berujung pada lelaki dihadapanku ini.. aku sangat mencintai nya.. aku gak peduli sekeras dan sebesar apapun ujian yang akan datang.. aku mohon jadikan dia lelaki satu-satunya dan yang terakhir."
Huffff...
"Yeayy.." Geva tepuk tangan dengan sangat heboh.
"Happy birthday Naomi.." Kata Deon lagi dan langsung mengecup pipi kanan Naomi.
Naomi sangat shock dengan apa yang terjadi dalam hitungan detik itu.
"Ma.. makasih kak." Kata Naomi dengan wajah yang super merah.
"Yaudah ayo kita makan." Kata Bhumi menginterupsi.
"Kakak kenapa bisa ada disini?" Tanya Naomi pada Deon.
"Tadi Bhumi mengirim pesan padaku, katanya kamu ulang tahun.. kalau aku mau ikut merayakan ulang tahun kamu.. aku disuruh menyusul kesini. Tadi jalanan agak penuh, jadi sedikit telat deh." Kata Deon.
"Makasih ya kak." Kata Naomi berkaca-kaca.
"Kenapa kamu menangis Nom.. harusnya kamu bahagia dong." Kata Deon mengusap pipi Naomi yang sudah basah karena air mata.
"Ciie udah gak jadi obat nyamuk lagi dong..." Kata Geva.
"Nom.. gak mau berterima kasih padaku?" Tanya Bhumi tersenyum.
"Kakak.. ih jangan senyum begitu dong didepan wanita lain!" Protes Geva tidak terima suaminya melempar senyum pada sahabatnya.
"Ck. dasar bucin!" Kata Deon mengejek sang adik.
"Aku senyum doang sayang.. bukan cinta." Ucap Bhumi.
"Tetap aja gak boleh!" Geva sudah cemberut.
"Gep.. tenang.. walau aku akui kak Bhumi emang tampan. Tapi aku gak akan jatuh cinta.. karena hatiku sudah dimiliki oleh seseorang." Kata Naomi.
"Deon?" Tanya Bhumi dan Geva bersamaan membuat Naomi melotot dengan wajah memerah.
"Makasih ya.. udah mencintai aku setulus ini." Ucap Deon mengusap rambut Naomi. Naomi tambah melotot.
"Vania..." Panggil seseorang yang tiba-tuba datang ditengah mereka.
Deg!
Melihat siapa yang datang, Bhumi langsung mengeraskan rahangnya.
"Kak.." Lirih Geva dengan wajah ketakutan dan tangan mereemas tangan Bhumi.
BERSAMBUNG...
SIAPA YANG DATANG?
KALAU FABIAN... BERARTI FABIAN CARI MATI NIH... GAK ADA TAKUT-TAKUTNYA
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR
__ADS_1
EH ADA YANG PUNYA CITA-CITA NGASIH AKU HADIAH KOPI ATAU BUNGA GITU GAK SIH?