
WARNING!!
JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.
BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...
"Aku mencintai kamu Vania." Ucap Fabian mengusap lembut pipi Geva. Geva berontak, namun sayang posisinya sudah terhimpit karena tubuh Fabian sudah menempel pada tubuhnya dan tangannya sudah di kunci oleh Fabian.
"Pak.. jangan seperti ini lepaskan saya pak!" Pekik Geva yang mencium bau alkohol dari mulut guru matematika nya itu.
"Lepasin saya Breeengsek!" Teriak Geva terus berontak.
Tanpa menunggu lama, Fabian langsung menyerang bibir Geva yang mengumpatnya. Geva semakin meronta namun kekuatannya kalah dengan kekuatan Fabian meskipun Fabian dalam kondisi kurang sadar akibat alkohol.
Air mata Geva langsung terjun bebas begitu saja saat bibirnya dicium dengan kasar oleh orang lain. Bahkan kini tangan Fabian sudah meremas salah satu dada Gevania.
Gevania terus berusaha mendorong Fabian untuk menjauh dari dirinya dengan air mata yang terus mengalir deras meskipun usaha Gevania tidak berarti apa-apa..
"BAAAANGGGSAAAT!" Teriak seseorang yang melihat apa yang Fabian lakukan pada Gevania.
Theo yang baru datang itu pun langsung di suguhkan dengan pemandangan dimana gadis yang ia cintai sedang dilecehkan guru matematika nya. Jelas Theo tidak terima, meskipun sosok Fabian bukanlah guru yang sudah tua karena Fabian adalah guru termuda dan tertampan di sekolahan. Apalagi usai Fabian yang baru 23 tahunan.
Dengan cepat Theo langsung menarik kerah baju Fabian hingga membuat jarak antara Fabian dan Gevania.
Bagaimana bisa Theo membiarkan lelaki lain mencium Geva bahkan melakukan tindakan yang tidak senonoh pada Geva.
Dia yang pacaran sama Geva aja gak pernah cium Geva, mentok-mentoknya cuma pegangan tangan dan pelukan.
"Bangssaadt !" Umpat Theo langsung memberikan pukulan bertubi-tubi pada Fabian hingga Fabian tersungkur. Fabian tidak tinggal diam, dia pun segera bangun dan membalas apa yang dilakukan muridnya itu padanya. Sehingga terjadilah adu kekuatan antara guru dan murid tanpa ada satupun yang mau mengalah.
Fabian yang sudah menjauhi tubuh Geva membuat Geva lemas dan terduduk dilantai roof top sambil menangis histeris dan mengusap-usap bibirnya yang merupakan bekas ciuman Fabian ditambah bau alkohol menyeruak di bibir hingga indera penciumannya.
"Gep.." Panggil Naomi yang terkejut melihat sahabatnya menangis histeris dengan kondisi yang sangat-sangat kacau.
"Gep.. kamu kenapa?" Tanya Naomi lagi. Geva tidak menjawab dia terus menangis histeris.
"Astaga.. Pak Fabian.. Theo BERHENTI!" Pekik Naomi membuat Fabian menoleh dan saat itu juga, Theo menendang kejantanan Fabian hingga Fabian mengadu kesakitan.
"Nom.. bawa Geva lewat pintu belakang, gue akan bawa mobil Geva ke belakang. Sekarang sudah jam masuk kelas jadi pasti lorong belakang sepi. Kita bawa Geva pergi dari sini tanpa ada yang tahu masalah ini lebih dulu." Ucap Theo. Naomi yang tidak tahu apa yang terjadi hanya menurut, ini bukan waktunya untuk banyak tanya.
"Vania.. tunggu Vania;" Teriak Fabian melihat Geva sudah dibawa Naomi juga Theo turun menggunakan lift yang tersedia disekolah.
Benar dugaan Theo, waktu istirahat sudah habis jadi semua berjalan sesuai dengan apa yang Theo harapkan. Setelah mengantar Geva dan Naomi ke pintu belakang, Theo segera kembali ke kelas mengambil tas Geva dan Naomi, untung guru pelajaran berikutnya belum masuk.
Dan saat Theo berjalan menuju parkiran mobil, dia terus berusaha untuk mengubungi seseorang.
Alasan mendapatkan telfon Papanya kecelakaan dan kritis, Theo pun mendapatkan izin dari security untuk cabut lebih dulu meninggalkan sekolahan tanpa banyak pertanyaan.
"Apa yang terjadi Yo?" Tanya Naomi yang memeluk Geva di jok belakang, sedangkan Theo yang mengemudikan mobil.
"Jangan banyak tanya dulu Nom.. biar Geva tenang." Ucap Theo melirik Geva dari kaca, Geva terlihat sudah cukup tenang.
"Lalu kenapa elu tadi bisa keluar dari satpam kumis?" Tanya Naomi mencoba mengalihkan pembicaraan, Naomi tahu pasti ada yang tidak beres.
"Gue bilang bokap gue kecelakaan dan kritis."
"Gila elu.. bokap elu masih hidup elu doain dia kritis." Ucap Naomi. Saat lampu merah, Theo sibuk memainkan ponselnya.
" Itu lebih baik, dari pada dia main sama jaalang terus dan duitnya habis buat jaalang!" Kata Theo santai.
"Dasar gila!" Kata Naomi.
"Satpam gak curiga muka elu babak belur gitu?"Tanya Naomi lagi.
"Kan gue udah biasa berantem!" Jawab Theo santai.
📨 To : Naomi
"Gue mohon jaga sikap elu dan jangan membuat Geva tambah sedih, Fabian habis melecehkan Geva, dia habis cium bibir Geva dan bahkan mereemas payudara Geva."
Naomi yang membaca pesan dari Theo pun sangat shock, pasalnya Fabian adalah sosok yang sangat dewasa, sopan baik juga ramah. Mengapa bisa jadi seperti ini? apalagi tadi Naomi juga mencium alkohol di tubuh Geva.
Ingin rasanya Naomi sunat si Fabian, namun dia mencoba meredam emosinya dulu, pasti Geva sangat shock.
__ADS_1
"Anterin gue ke Apartemen yo!" Kata Geva lirih dengan tatapan kosong.
"Tapi Ge."
"Gue mau sendiri dulu.. gue mau menenangkan diri dulu. Please jangan kasih tahu siapa-siapa soal ini, termasuk orang tua gue.. gue malu.." Kata Geva lirih dan air matanya sudah mengalir deras.
Naomi yang melihat Geva seperti ini pun merasa ngilu, apalagi bibir Geva yang bengkak. Naomi ciuman aja belum pernah~
Duh Nom Nom polos ya..
"Gep.. elu tenang ya.. udah jangan nangis.. semua akan baik-baik saja." Kata Naomi memeluk sahabatnya.
"Nom.. elu temani Geva ya di apartemen." Kata Theo.
"Pasti Yo." Jawab Naomi menatap Geva dengan sendu.
"Bagaimana kalau kak Bhumi tahu? pasti dia jijik sama gue Nom.. hiks.. hiks.. hiks.." Tangis Geva pecah lagi.
Theo merasakan ngilu dihatinya, gadis yang ia cintai itu memang benar-benar sudah jatuh cinta pada Bhumi Bramantya.
"Nggak akan Ge.. nggak akan." Kata Naomi.
"Elu jangan mikir macam-macam Ge. suami elu sangat menyayangi elu." Kata Theo mencoba menenangkan mantan terindahnya.
"Gue gak yakin." Lirih Geva karena dia tahu Bhumi, Bhumi tidak pernah suka miliknya disentuh orang lain. Pasti Bhumi akan marah padanya.
"Maafin gue Gep yang tadi gak nemenin elu ke roof top." Kata Naomi penuh penyesalan.
"HM." Jawab Geva menghapus air matanya.
"Sudah lah Ge.. jangan berpikir macam-macam, yang pertama nyentuh elu kan suami elu.. terus juga gue yakin suami elu gak bakal salahin elu." Kata Theo.
"Nom.. jangan kasih tahu dia.. please." Kata Geva lirih. Naomi hanya mengangguk.
"Aku takut dia marah dan melakukan hal-hal yang justru akan merugikan dia sendiri. aku gak mau. Aku mohon jangan kasih tahu kak Bhumi soal ini." Kata Geva menahan sesak di dadanya.
"Iya.. gue gak akan kasih tahu. Maafin Gue Gep." Kata Naomi lagi.
"Bukan salah elu Nom."
"Sudahlah.. jangan saling menyalahkan.. kita sudah sampai." Kata Theo sampai di lobby BA apartemen.
🍁
"Gep, gue bilang sama Nyokap elu kalau elu nginep di apartemen dan gue temenin buat ngerjain tugas ya?" Tanya Naomi saat Geva keluar dari kamar mandi kamarnya. Theo tadi langsung pamit pulang membawa mobil Geva, dia harus segera mengobati lukanya karena gak mungkin dia meminta tolong Naomi apalagi Geva untuk mengobatinya. Meksipun suka berantem dan tawuran, tapi Theo adalah lelaki manja, jika sakit pasti langsung mencari mamanya.
"Terserah." Kata Geva lirih duduk didepan cermin dan menatap bibirnya.
Bayang-bayang ciuman ganas Fabian masih terlihat jelas dalam benak Gevania. Gevania benci Fabian, sangat benci..
Diusapnya bibirnya dengan kasar dan Geva kembali histeris lagi.
"Gep.. tenang Gep.." Kata Naomi menenangkan sahabat nya.
Mungkin untuk wanita-wanita murahan, ciuman dengan lelaki lain bahkan sampai di greepe-grepee adalah hal biasa, tapi berbeda dengan Geva yang memang belum pernah disentuh lelaki manapun sebelum menikah. Dan hanya Bhumi satu-satunya lelaki yang menyentuh nya.
Geva berharap hanya Bhumi menjadi yang pertama, satu-satunya hingga akhir nanti. Tapi semua sirna, Fabian bahkan tadi sudah mereemass *********** dengan sangat kasar hingga Geva merasa sangat ngilu sendiri.
Geva benar-benar shock, untung Naomi ada disampingnya dan setia bersamanya. Theo juga sudah mengirim makanan ke apartemen Geva menggunakan jasa ojol. Namun Geva tidak nafsu makan.
Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Theo datang lagi ke apartemen Geva karena Geva tadi sudah memberi tahu password apartemennya. Theo datang membawakan banyak makanan kesukaan Geva dan Naomi. Apalagi sejak kejadian siang tadi Geva belum kemasukan makan sedikitpun. Dia terus menangis, dan hanya kemasukan air putih.
"Gep makan dulu." Kata Naomi.
"aku gak nafsu makan Nom. kamu habisin aja." Geva kembali lagi meneteskan air matanya.
Theo yang melihat itupun tidak tahan, dia tidak tega dengan Geva, gadis yang sangat-sangat ia cintai sampai detik ini.
Theo meninggalkan kamar Geva tanpa berucap sepatah katapun. Sedangkan Naomi masih membujuk Geva.
Tidak lama Theo kembali dengan segelas susu almond untuk Geva... Theo tahu detail apa yang Geva sukai dan tidak sukai.
"Minum!" Perintah Theo menyodorkan susu almond pada Geva.
__ADS_1
"Aku gak pengen Yo!" Kata Geva.
"Kamu makan dan minum sekarang apa aku akan telfon papa kamu atau suami kamu sekarang juga!" Ancam Theo.
Geva menatap Theo dengan mata berkaca-kaca. Geva tahu Theo mengancamnya karena Theo tidak ingin Geva sakit.
"Jangan kasih tahu papa... apalagi kak Bhumi.. jangan.. aku takut." Lirih Geva.
"Baiklah makan dulu walaupun beberapa suap lalu minum susunya." Geva mengangguk.
Tidak lama pintu apartemen Geva berbunyi. Jantung Geva seakan mau copot mendengar itu, siapa yang datang?
"Nom, elu jaga Geva disini gue akan keluar." Kata Theo seperti nya tahu siapa tamu Gevania.
🍁
Ceklek.
"Mau apa elu?" Tanya Theo pada lelaki yang berdiri didepan pintu apartemen Gevania.
"Gue mau ketemu Gevania! minggir!" Ucap Lelaki itu yang tidak lain Fabian, Fabian sangat menyesali perbuatannya pada Gevania gadis yang sangat dia cintai dan gadis yang membuatnya mengubah pandangannya pada dunia.
"Gak akan!" Kata Theo santai. Theo tersenyum mengejek pada Fabian yang babak belur karena pukulannya.
"Gue mau minta maaf sama Gevania."
"Biarkan dia istirahat dan tenang, dia masih shock. kalau elu tetep bersikeras masuk, jangan salahkan gue, kalau gue hajar elu pakai tongkat golf!" Kata Theo langsung mengambil tongkat golf yang ada ditempatnya yang tidak jauh dari pintu.
Fabian mendesah kesal, dia harus mengalah saat ini karena dia tidak ingin juga Geva semakin membencinya karena tingkah bodohnya yang masih dalam pengaruh alkohol. yang dia minum pagi tadi diatas roof top sambil menunggu kedatangan Gevania.
Setelah mengusir Fabian, Theo kembali ke kamar Geva untuk melihat bagaimana kondisi gadis tersebut.
"Yo.. ini gimana.. Geva tiba-tiba pingsan." Ucap Naomi panik.
"Tenang aja, gue cuma kasih sedikit obat tidur di susu almond nya supaya dia istirahat." Kata Theo dengan santainya menatap Geva dari kejauhan.
"Gila elu ya.. gue sampai panik.. tapi ide elu bagus juga, dia udah makan dan sekarang tidur."
"Nom, benerin posisi kepala Geva, jangan sampai nanti pas bangun lehernya sakit." Perintah Theo pada Naomi. Theo tidak berani mendekat dan membernarkan posisi Geva karena selain sangat tahu Geva tidak suka disentuh lelaki lain, Theo juga sangat menghargai Gevania, dan Naomi juga paham itu.
Saat Naomi membenarkan posisi Geva,
"Gue tunggu dibawah ya Nom.. malam ini gue tidur disini menemani kalian. Gue tidur di sofa depan TV." Kata Theo yang takut Fabian berbuat nekad.
"Baiklah.. thank y Yo.. elu benar-benar tulus cinta sama Geva, sampai elu rela menahan sakit hati elu demi melihat Geva tersenyum." Kata Naomi tersenyum.
"Bodoh ya?" Kata Theo tersenyum.
"Sangat bodoh!"
"Iya seperti elu yang sangat bodoh mencintai Kak Deon, kakaknya Geva!" Kata Theo meledek Naomi.
"Theeeoo!" Pekik Naomi tidak terima.
BERSAMBUNG...
NAH LO.. NAH LO.. KIRA-KIRA BHUMI TAU GAK YA? KALAU TAU APAKAH DIA JUGA AKAN KECEWA SAMA GEVA?
SECARA LOH.. BHUMI BENAR-BENAR TIDAK BISA MILIKNYA DISENTUH LELAKI LAIN KARENA KENANGAN BURUK BIANCA YANG HAMPIR DILECEHKAN PENJAHIT. EH PENJAHAT!
KASIH BUNGA DONG BIAR TIDUR AUTHOR NYENYAK.. ATAU KASIH KOPI SUPAYA AUTHOR MALAM INI BEGADANG BUAT NULIS NASKAH UNTUK BESOK PAGI/SIANG UPDATE...
AYO BUNGA SAMA KOPINYA DONG!
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR
KOMEN YANG BANYAK DONG.. 2000 KATA NIH EPISODE INI. 2000 KATA GAES 🤭
KERITING TANGAN AUTHOR NGETIKNYA.. BACANYA DUH CEPET BENER DAH.. TAPI GAK APA-APA DEMI KALIAN SUKA, AKU PUN SEMANGAT...
__ADS_1
SERIUS ANTUSIAS KALIAN MEMBUATKU BERTAHAN DI APLIKASI INI MESKIPUN SISTEM PENDAPATANNYA AGAK AGAK BEGITU LAH...