Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Pentingnya Komunikasi~


__ADS_3

"Jaga mulut kamu Gevania!" Ucap Alona tiba-tiba datang. Alona tidak terima melihat adiknya menangis.


"Kak.. " Flower menatap Alona dengan sedikit terkejut.


"Harusnya kamu berusaha membuat Bhumi mencintai kamu.. bukan kamu terus menyalahkan masa lalu Flower dan Bhumi. Ingat, sebelum kamu hadir.. Flow sudah lebih dulu bertahta di hati Bhumi." Kata Alona tajam.


"Kak.. bukan begitu ceritanya.." Sela Flower memegang lengan kakaknya supaya tidak emosi dan banyak omong lagi.


"Ck. tahu apa kamu tentang hubungan aku dan kak Bhumi?" Ucap Geva tidak takut pada Alona. Bahkan Geva menatap Alona dengan tatapan mengajak peperangan.


"Aku tahu kamu kemarin keguguran.. makanya kamu iri kan sama Flower yang tengah hamil. Aku sumpahin deh kamu mandul! " Ucap Alona mengejek Geva.


Plak!


"Kak Stop!" Pekik Flower tiba-tiba secara spontan menampar kakaknya yang justru membelanya.


"Kamu?" Alona terkejut dengan tindakan adiknya.


"Ma.. maaf kak . tapi harusnya kakak gak boleh bilang gitu sama Geva.. Geva itu adik aku ." Ucap Flower merasa bersalah.


Rasanya Geva ingin sekali meneteskan air matanya saat ini juga. Namun dia tidak mau terlihat lemah.


Dia harus kuat dan tegar. Pembicaraan mengenai bayi, kehamilan, janin dan sejenisnya masih sangat sensitif sekali di telinga Geva.


"Aku Masuk dulu kak.. udaranya disini makin dingin..." Ucap Geva.


Mood Geva benar-benar hancur hari ini.


Mendengar ucapan Alona yang sangat menusuk hatinya, Geva mencoba tenang dan tidak terprovokasi. Tapi nyatanya tidak bisa, hati seorang Gevania menjadi sangat rapuh mendengar hinaan itu.


Akhirnya Geva memilih berlari ke lantai dua menuju kamar sang suami untuk menenangkan diri dan menumpahkan segala kekesalan dan air matanya akibat ucapan Alona.


Bhumi yang melihat Geva sekilas berlari menaiki tangga langsung beranjak dari duduknya untuk menyusul sang istri tercinta. Tidak ada orang yang sadar akan kondisi Gevania karena semua terlalu sibuk dengan obrolan-obrolan receh. Maklum, mereka jarang sekali berkumpul dengan formasi lengkap seperti ini.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Bhumi memegang pintu kamar mandi yang hendak Geva tutup. Geva ingin menangis di kamar mandi yang berada di dalam kamar mewah suaminya yang kedap suara, sehingga tidak akan ada yang mendengar.


Geva menggeleng-gelengkan wajahnya tanpa mampu menjawab pertanyaan suaminya.


Bhumi tahu, Geva sedang tidak baik-baik.


Bhumi langsung menarik Geva dalam pelukannya. Tangis Geva pecah hingga pundaknya bergetar hebat.


"Menangis lah... setidaknya hati kamu akan lega. Tapi setelah itu, katakan apa yang terjadi dan siapa yang menyakiti hati kamu. Aku akan hancurkan siapa saja yang berani mengusik kamu." Kata Bhumi terdengar tegas.


Geva tidak menjawab, dia hanya mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar nan pelukable yang selalu membuatnya merasa nyaman.


Bhumi menggiring tubuh sang istri secara berlahan menuju ranjang, dan mereka duduk berdua dengan Geva yang masih terisak dan enggan melepaskan pelukannya.


Cukup lama Bhumi mengusap punggung sang istri, memberikan kenyamanan dan ketenangan. Hingga akhirnya tangis Geva oun reda. Bhumi menatap wajah cantik itu yang terlihat sendu juga hidung memerah.


Bhumi kecup kedua mata yang mengeluarkan air mata itu, Bhumi kecup hidung yang terus menarik kedalam lagi cairan yang hendak keluar, Bhumi kecup kedua pipi Gevania yang masih terlihat lebih berisi dari pada sebelum Geva hamil.


"Kakak ih jorok!" Pekik Geva karena lagi-lagi Bhumi mengecup hidung mancungnya.


"Jangankan hidung kamu yang ada ingusnya, yang keluarin pipis aja aku jilatin." Kata Bhumi dengan santainya membuat Geva langsung memukul lengan sang suami.


"Jorok! mesum!" Ucap Geva.


"Yang penting kan cinta.." Kata Bhumi.


"Gombal!"


"Gak percaya? belah dadaku deh.. disini hanya tertulis nama kamu. Wanita yang aku cintai... " Kata Bhumi.

__ADS_1


"Ck. aku gak mau jadi janda dengan membelah dada kamu." Kata Geva hingga keduanya pun terkekeh dalam dekapan yang sama-sama saling membuat nyaman.


"Kak..," Panggil Gevania terdengar serius.


"Apa cinta ." Jawab Bhumi dengan nada manja.


"Ih gelay deh!" Decak Geva.


"Kenapa-kenapa... sayang?" Tanya Bhumi lagi.


"Misalkan nih ya... misalkan.. kalau aku mandul bagaimana?" Tanya Geva tiba-tiba membuat Bhumi cukup terkejut.


"Itu tidak akan terjadi." Kata Bhumi terdengar tegas.


"Misalkan kak.."


"Itu tidak akan terjadi, kita masih memiliki banyak waktu untuk membuat anak.. jangan berpikir macam-macam aku gak suka. Misal sulit, aku akan melakukan apapun.. apapun."


Ucap Bhumi sangat serius.


"Iya . tapi kalau misal tetap aku mandul bagaimana? apa kamu akan menikah lagi?" Tanya Geva dengan jantung berdebar. Geva ingin tahu seberapa Bhumi mencintai dirinya dan menerimanya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? kenapa kamu gak mikir juga bagaimana kalau ternyata aku yang mandul, bukan kamu. Aku yang gak bisa memuaskan kamu di ranjang dan memberikan kamu keturunan. Bagaimana kalau tiba-tiba aku menjadi lelaki yang tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa? Apa kamu akan mencari lelaki lain yang seumuran dengan kamu?" Tanya Bhumi.


"Kak?".. Geva tercengang dengan kalimat panjang Bhumi.


"Jika terjadi sesuatu sama kamu, aku tidak akan meninggalkan kamu.. atau pun berpaling ke wanita lain. Itu janji aku sebagai seorang lelaki pada kamu, wanita yang aku cintai.


Setelah aku mengucapkan janji suci yang disaksikan para malaikat dan Tuhan, aku berjanji hanya kamu satu-satunya wanita yang akan aku sentuh.. maafkan atas masa laluku." Gumam Bhumi menunduk. Geva masih menatap wajah tampan suaminya dengan jantung yang berdebar.


"Dan.. jika misal aku mandul, aku gak bisa bahagiakan kamu, gak bisa puasin kamu.. aku gak apa-apa kalau kamu meninggalkan aku, asal kamu janji satu hal, kamu harus bahagia." Kata-kata Bhumi terdengar sangat tulus.


"Bukankah tadi pagi kakak mengancamku akan menyentuh wanita lain jika aku tidak mau anu anu?" Tanya Geva. Ternyata ancaman Bhumi itu mengganjal dihati Geva.


"Maaf.. aku gak tahu harus bagaimana merayu kamu, aku gak ada niat nyentuh wanita lain. Kau hanya sangat merindukan kamu... maaf jika kalimatku menyakiti kamu." Ucap Bhumi.


"Aku gak suka kakak bicara seperti tadi pagi lagi. Mengancam seperti pagi tadi!"


"Aku janji gak akan aku ulangi." Geva mengangguk.


"Jadi kalau aku mandul Kakak nikah lagi."


"Nggak akan! aku akan menikah seumur hidup sekali. Misal Tuhan gak kasih kesempatan kita memiliki anak kandung, kita bisa mempunyai banyak anak dari yayasan. Jangan berpikir terlalu jauh sesuatu yang belum pasti." Ucap Bhumi.


"Makasih kak.." Geva memeluk tubuh sang suami.


"Alona Anindya... awas aja kamu... !" Batin Geva.


"Sayang..." Kali ini Bhumi yang memanggil sang istri dengan lembut.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Bhumi.


"Nggak apa-apa.. a.. aku hanya bingung dengan jalan pikiran aku sendiri." Jawab Geva asal.


"Satu hal yang harus kamu tahu.. aku tidak ada hubungan apapun sama Flower. Semua yang aku lakukan pada Flower atas permintaan tolong Bhima. Dan kejadian di restoran aku bertemu Flower, " Bhumi menjeda ucapannya.


Geva melotot, mengapa Bhumi tahu apa yang dia pikirkan hingga berhari-hari ini?


"Aku meeting dengan Satria dan Ayumi. aku gak tahu Ayumi ternyata mengundang Flower dan kebetulan hanya kursi di depanku yang kosong. Tanya sama Satria kalau kamu gak percyaa.." Geva terdiam.


"Kalau masih gak percaya..." Bhumi merogoh ponsel di saku celananya.


"Lihatlah video CCTV ini, perhatikan dengan jelas. Baik aku maupun Flower kita gak ada adegan tatap-tatapan dengan mantan seperti di sinetron nya Bhima dulu. Kita gak ada obrolan apapun, aku sibuk dengan Satria dan Flo sibuk ngobrol dengan Ayumi karena mereka baru baikan beberapa hari lalu." Jelas Bhumi. Geva memperhatikan video CCTV di ponsel Bhumi dengan seksama. Hatinya sangat lega.

__ADS_1


"Percayalah Gevania... aku akan segera menemukan siapa yang sudah berusaha memprovokasi kamu dengan mengirim foto-foto masa lalu aku dengan Flower. Padahal aku sendiri sudah gak punya Foto-foto itu."


"Kakak kok tahu? kakak buka ponselku ya.." Tanya Geva melotot.


Bhumi menelan salivanya..


"Maaf aku membukanya tanpa izin kamu." Cicit Bhumi takut. Bhumi sadar, apa yang dia lakukan pada ponsel Geva adalah ketidaksopanan.


" Jangankan kakak buka ponsel aku, kakak buka seluruh baju aku aja aku izinkan." Jawab Geva yang sadar bahwa beberapa hari ini dia terlalu overthinking hingga membuat moodnya buruk.


"Kamu gak marah?" Tanya Bhumi.


Geva menggeleng dan tersenyum...


"Makasih sayang.. makasih... " Bhumi memeluk tubuh Geva lagi dengan erat.


"Sekarang aku sadar, hubungan baik akan terjadi karena adanya komunikasi yang baik.. Dengan adanya masalah-masalah ini, kita belajar bersama ya untuk menjalin komunikasi yang baik.. karena aku sangat mencintai kamu Gevania."


"Aku juga mencintai kamu kak.." Jawab Geva penuh keyakinan. Bhumi mendekatkan wajahnya ke wajah Geva hingga bibir mereka saling bertemu dan bertautan satu sama lain. Keduanya sangat-sangat menikmati ciuman yang begitu lembut dan tanta tuntutan itu.


Baik Bhumi maupun Geva sama-sama mendalami perasaan masing-masing setelah dua pekan hubungan mereka renggang.


Dari semua itu, keduanya sama-sama sadar bahwa keduanya sama-sama saling membutuhkan dan membahagiakan.


"Astagaaaa... enak banget sih pengen!" Pekik Bianca membuka kamar kakaknya.


Geva dan Bhumi rasanya ingin sekali mengumpat. Hari ini udah tiga kali loh kejadian yang sama terjadi...


"Biasakan ketuk pintu dulu Caca!" Kesal Bhumi setelah melepas tautan bibir mereka.


"Gegep.. enak banget sih.. masih SMA udah merasakan ciuman.. aku yang udah semester hampir akhir aja bibir aku masih perawan. Jadi pengen." Ucap Bianca membuat Geva semakin malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"jangan macam-macam Bianca!" Ucap Bhumi tidak suka dengan ucapan sang adik.


"Hehe.. aku udah gede kak.. nanti aku mau cari orang yang bisa ngajarin aku ciuman kayak kalian.."


"BIANCA!"


"udah ah.. turun.. kalian ditunggu di meja makan.. makan malam akan dimulai..


bye!" Bianca ngacir begitu saja.


"Kakak ih! aku malu sama kak Caca!" Kesal Gevania.


"Kok aku?" Bhumi bingung.


"Emang kakak selalu salah!" Kata Geva langsung berlari keluar kamar menyusul Bianca, adik ipar yang dia panggil kakak.


BERSAMBUNG.....


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI


MAKASIH 🥰

__ADS_1


__ADS_2