
LAGI PUASA? BANYAKIN BACA KITAB SUCI...
BACA NOVELNYA NANTI MALAM AJA PAS BUKA YA...
OKE 🖤
Gema tidak pernah terima jika ada seorang wanita di lecehkan, Apalagi wanita itu adalah anggota keluarganya. Menantu kesayangannya dan wanita yang di cintai oleh putranya.
Misalkan mami Naya yang ada di posisi Geva, jelas papi Gema akan melakukan hal yang sama bahkan mungkin lebih parah lagi.
Mendengar cerita Bhumi tentang kronologi kejadian, membuat papi Gema menghela nafasnya. Anaknya juga berperan disini, karena anaknya sudah mengatakan hubungannya yang sesungguhnya pada Fabian di waktu yang tidak tepat.
Semalaman Papi Gema berpikir dan mencari tahu akan kepribadian Fabian yang sesungguhnya. Tidak ada catatan buruk seorang Fabian, bahkan seorang Fabian hanya beberapa kali pacaran dan tidak ada yang serius. Apalagi mendengar bahwa Fabian mengabaikan impiannya dan memiliki menjadi guru honorer di sekolah Gevania hanya untuk dekat dengan Gevania membuat Papi Gema paham, Fabian sangat jatuh hati dengan menantu labilnya itu.
Melakukan tindakan pelecehan karena pengaruh alkohol, tetap saja tidak bisa dibenarkan. Serapuh-rapuhnya seorang lelaki dan sekalut-kalutnya seorang lelaki, alkohol bukan pilihan dan bukan jalan keluar. Selain menambah dosa pada sang pencipta, Alkohol hanya akan menambah masalah baru. Terbukti kan?
Lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan itupun mencoba untuk bijaksana mengambil keputusan. Dia tidak mau mengambil keputusan disaat sedang emosi. Meskipun ada rasa ingin ikut menghajar yang namanya Fabian, tapi apa yang Bhumi lakukan pada Fabian sudah lebih dari kata cukup. Bhumi menghajarnya dengan membabi-buta. Apalagi bagian mengerikan yang kretek.. tangan kirinya patah.
Mengakuisisi perusahaan Fashion yang hampir tiga tahun ini telah berkembang pesat atas bantuan Bramantya Corp, Papi Gema memikirkan kembali keputusannya itu meksipun dia memiliki pintu yang sangat terbuka lebar untuk mengambil alih perusahaan tersebut. tapi dia tidak boleh semena-mena mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaannya.
Meskipun,
Tanpa ada yang mengetahui, ternyata tiga tahun lalu Gema Bramantya menggelontorkan dana puluhan milyar untuk perusahaan tersebut yang sedang collapse karena adanya perebutan kepemimpinan pada perusahaan tersebut. Kakak Josep korupsi besar-besaran.
So, tidak sulit untuk seorang Gema Bramantya sebenarnya untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Namun Papi Gema masih memiliki hati nurani sehingga memilih menundanya lebih dulu pengambilan keputusan untuk mengakuisisi FB Fashion, Papi Gema ingin mendengar pengakuan dari Fabian dan mendengar tanggapan orang tua Fabian.
Dan siang nanti, Josep berencana akan ke perusahaan besar bernama Bramantya Corp untuk membahas tentang keinginannya meminta sebagian saham yang Bhumi miliki di FB Fashion, sebagai jaminan Josep tidak akan melaporkan Bhumi pada pihak berwajib atas tindakan kekerasan yang Bhumi lakukan pada Fabian.
Namun tanpa menunggu siang, Papi Gema dan juga Bhumi sudah datang ke rumah sakit Bramantya tempat Fabian mendapatkan perawatan sebelum Papi Gema kembali ke Negera tetangga menemani sang istri menjalani terapi.
Jangan tanya seberapa usahanya Bhumi untuk menolak menjenguk Fabian, karena dia masih sangat emosi mengingat Fabian apalagi semalam istrinya sempat pingsan karena kelelahan juga tertekan. Ingin rasanya Bhumi menghabisi Fabian, eh malah disuruh menjenguk.
Tapi siapa yang bisa menolak kemauan seorang Gema Bramantya?
Ceklek.
Pintu ruang rawat inap Fabian dibuka oleh salah satu anak buah papi Gema,
Papi Gema diikuti Bhumi memasuki ruangan VIP tersebut dengan aura yang sangat mencekam. Dalam dunia bisnis, papi Gema bagaikan seorang singa yang menjadi raja hutan. Tidak ada yang berani macam-macam dengan lelaki bernama Gema Bramantya tersebut.
__ADS_1
"Tuan Gema.." Sapa Josep tersenyum. Papi Gema hanya mengangguk.
"Bagaimana kondisi kamu Fabian?" Tanya Papi Gema menatap ke ranjang yang ditempati seseorang anak muda yang lemas juga pucat dengan wajah yang babak belur.
"Sa.. saya baik om." Jawab Fabian lirih. Fabian baru siuman beberapa jam lalu.
"Bagaimana tuan Gema, apa anda bersedia memberikan saham Keluarga anda yang ada di perusahaan saya, maka saya tidak akan melaporkan putra Anda ke kantor polisi." tanya Josep dengan tersenyum. Josep tidak basa basi dulu, saking semangat dan senangnya Josep, dia lupa untuk bertanya pada anaknya, sebenarnya ada masalah apa hingga semuanya terjadi.
"Papa!" bentak Fabian terkejut dengan kemauan sang papa.
Papi Gema tersenyum, sedangkan Bhumi masih dengan mode datar dan tatapan tajam pada Fabian.
"Om.. maafkan saya om.." Kata Fabian lirih menatap Gema dengan penuh mengiba.
"Fabian kenapa justru kamu yang meminta maaf? kamu yang dipukulin hingga begini Bian!!" Tanya Windi.
"iya Fabian, kamu korban!" Sambung Josep.
"Ma.. aku yang salah ma.. aku udah melecehkan menantu om Gema, istri dari Bhumi di roof top sekolahan.." Ucap Fabian lirih.
"Apa?" Pekik kedua orang tua Fabian.
Fabian sudah benar-benar menyesali perbuatannya. Dan Bhumi pun melarang sang papi untuk mengakuisisi perusahaan tersebut asal setelah sembuh Fabian tidak akan muncul dihadapan Gevania lagi.
Bhumi tidak ingin akan ada dendam kepanjangan jika dari pihak Bhumi ingin membuat Fabian dan keluarga menderita. Cukup wanita bernama Sisil yang berusaha menghancurkan kebahagiaan keluarga Bramantya.
Namun di luar dugaan, Josep merasa sangat bersalah dan malu pada Bramantya. Dia memilih menjual FB Fashion pada Bramantya dan pindah ke luar negeri sekeluarga. Josep tidak ingin membuat masalah dengan Bramantya karena anaknya lah yang bersalah disini.
Semua sudah terjadi... jadi bukankah semuanya harus bisa diterima dengan kelapangan hati.
Meksipun belum puas menghajar Fabian, tapi Bhumi mencoba berdamai.. sudah cukup persoalan Fabian menekan sang istri.
FB Fashion milik keluarga Darmawan itu akhirnya jatuh ke tangan Bhima Bramantya, Bhima membeli saham disana dengan nilai fantastis dan mengambil alih semuanya.
Entah kebetulan atau tidak, FB Fashion yang dibeli Bhima untuk hadiah sang istri yang tengah hamil itu Bhima sebut sebagai Flower-Bhima,
🍁🍁🍁
Sebulan sudah berlalu,
__ADS_1
Geva sudah bisa melupakan semua kenangan mengerikan itu. Dan semua sudah berjalan dengan normal. Satria dan Renata sudah kembali ke Indonesia dua pekan lalu bahkan Ayumi juga ikut tinggal ke Indonesia.
Hari ini Bhumi akan memberikan surat pemecatan pada Renata. Bhumi butuh waktu seminggu lebih untuk mencari kesalahan Renata dalam pekerjaan. Nyatanya nihil. Renata selalu bekerja secara perfeksionis.
Dan akhirnya, mau tidak mau...
Bhumi memecat Renata dengan alasan sudah tidak membutuhkan seorang sekretaris. Iya sekertaris wanita maksudnya.
"Kenapa kamu memecatku Bhum!" Tanya Renata tidak terima atas surat yang Bhumi berikan pagi ini.
"Aku gak butuh sekertaris wanita ta! lagi pula kamu juga bukan orang yang butuh duit kan.. orang tua kamu kaya raya!"
"Pasti semua ini permintaan istri kamu kan Bhum! iya kan? salah aku apa sih Bhum.. aku udah gak mengusik kalian.. aku udah gak melakukan kesalahan.. aku bekerja profesional.. tapi kenapa kamu memecat aku?" Tanya Renata.
BERSAMBUNG...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA
MAKASIH 🥰
__ADS_1