Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Terpuruk~


__ADS_3

Novel ini hanyalah sekedar untuk mengisi kegabutan di sela-sela waktu luang dan dari sudut pandang author yang sangat absurd.


Saya yakin readers sudah bisa bijak dan tahu mana baik dan buruk. Jadi kalau ada sesuatu yang negatif/buruk pasti gak akan readers contoh. Karena cerita ini hanya ada di dunia kehaluan yang HQQ!


🍁


Bhumi duduk disamping Geva dan menatap Geva dengan lekat,


"Kasih aku kesempatan Ge.. kesempatan untuk mengenalmu dan dekat denganmu.. kesempatan untuk memperbaiki semuanya.." Kata Bhumi.


"Matilah aku... jantung aku gak bisa santuy!" Batin Geva.


"Ge..."


"Kak.. aku.. aku.." Geva mendadak gugup.


"Kasih aku kesempatan ya.. kalau memang kamu mau tinggal di rumah Mama, gak masalah tapi izinkan aku tinggal disini ya." Pinta Bhumi dengan wajah yang sungguh menyedihkan namun penuh ketulusan.


"Kasih aku waktu kak.." Lirih Geva.


"Aku mohon Ge.."


"Kak.. aku mohon kasih aku waktu, aku tahu kakak menyesal atas kejadian kemarin. Tapi untuk menerima aku sebagai istri kakak, perasaanku mengatakan kakak belum tulus. Kakak melakukan semua ini dan ingin memperbaiki hubungan kita pasti karena permintaan mami kan?"


"Bukan begitu Ge.."


"Kak, aku mohon kasih aku waktu untuk memaafkan kakak dan aku kasih waktu kakak untuk menyelesaikan masalah hati kakak dengan masa lalu kakak, jangan libatkan aku dulu untuk masuk ke dalam hidup kakak jika kakak belum bisa belajar menerima aku sebagai istri kakak, aku juga seorang wanita kak, aku punya perasaan. Nggak enak rasanya jika raga kita ada tapi kita tidak dianggap ada selama ini." Ucap Geva.


"Aku suami kamu Ge!"


"Aku tahu itu kak, keputusan aku dengan tinggal sama Papa dan Mama aku sedangkan kakak di Apartemen sendiri memang bukan keputusan yang baik. Tapi aku butuh waktu kak, aku juga ingin menjadi istri yang baik, tapi harga diri aku dan hati aku udah cukup terluka dengan semua ini. Lagi pula semuanya terlalu dadakan, dan kakak menikahi aku kan karena emosi.." Ucap Geva.


Bhumi rasanya ingin menjambak rambutnya saking frustasinya gimana membujuk Geva. Kalau Geva gak mau tinggal dengannya lagi dan hubungan mereka membaik, mami Naya juga tidak akan mau menemuinya lagi.


"Aku memang salah Ge.. tapi izinkan aku dekat dan mengenal kamu.. izinkan aku belajar."


"Aku tidak melarang kakak untuk dekat denganku, aku juga kasih kesempatan kakak untuk memperbaiki semua karena memang kakak berhak atas aku, hanya saja aku ingin sebentar saja menenangkan hati aku dengan tinggal dirumah orang tua aku. Seperti kakak yang udah menikmati waktu 3 hari menghilang demi bersama mantan kakak." Kata Geva membuat Bhumi melotot.


"Siapa bilang aku sama dia? nggak!"


"Iya!"

__ADS_1


"Nggak!"


"Iya!"


"Aku selama tiga hari itu jenguk mami... nemenin Mami.. emang kamu, yang ditinggal pergi suami tiga hari udah deket sama guru sok kegantengan itu!"


"Bohong! buktinya mami telfon aku tiap hari juga gak bilang kakak ada disana! Aku gak Deket ya sama kak Fabian! kalau dia datang menjengukku tiap hari emang aku bisa apa? emang kakak yang gak peduli sama istrinya yang sakit!"


"Aku peduli Ge! aku merasa bersalah! Tapi gak harusnya kamu jadi se-murahan itu dengan dekat sama Fabian!"


Se-murahan itu? kini Geva sadar, bahwa Dimata Bhumi dirinya sebegitu murahan. Bukan salah Bhumi juga sih mengingat sikap Geva diawal-awal Pernikahan mereka.


"Tapi sikap kakak itu menunjukkan ketidak pedulian kakak! aku murahan? iya aku memang wanita murahan bahkan harga diri aku dan martabat aku sebagai istri gak pernah di hargai oleh suami aku sendiri." Geva semakin tersulut emosi. Namun begitulah Bhumi yang susah menunjukkan perhatiannya.


"Gak mungkin seorang suami gak peduli sama istrinya Gevania!" Tegas Bhumi.


"Ck. Jangan ngomong 'suami' didepan aku kak.. karena selama ini aku gak merasa punya suami sebab suamiku saja gak pernah peduli sama aku, aku hanya istrinya diatas kertas. Menjamah aku aja dia gak mau. Oh sekarang aku tahu kenapa kakak gak mau menyentuh aku, karena di mata kakak aku hanya gadis murahan!" Cibir Geva.


Lagi-lagi urusannya sampai sana... jamah menjamah~


Emang ini anak ABG tanggung benar-benar menguji emosi Bhumi.


" Ya udah.. maaf jika aku tidak mengabari kamu selama tiga hari hingga kamu berpikir macam-macam. Tapi selama tiga hari aku sama Mami, kamu bisa tanya sama mami Ge." Ucap Bhumi menekan semua egonya karena memang posisinya saat ini menjadi pihak yang salah. Ditambah menyebut istrinya murahan,


"cih.. kok malah kakak jadi kepedean sih!"


"Kepedean? maksudnya?" Bhumi mengernyit.


"Kepedean! siapa juga yang mikirin kakak yang menghilang selama tiga hari. Siapa juga yang nunggu kabar dari kakak! bagi aku kakak tetap aja orang asing yang tiba-tiba masuk dalam kehidupan aku dan menghancurkan segala impian yang udah aku rencanakan! pasti juga papa gak akan mengizinkan aku kuliah di luar negeri, dan semua itu gara-gara kakak!" Ucap Geva yang udah kesel maksimal pada sang suami.


Bhumi diam mematung menatap Geva serius,


"Apa benar kamu ingin kuliah di Amerika ambil kedokteran?" Tanya Bhumi serius.


"Iya! itu impian aku dari dulu.. Dan kakak menghancurkan semua!" Kata Geva lirih mengusap air matanya.


Bhumi memejamkan matanya, dia menarik nafasnya berlahan. Sungguh ini bukanlah hal mudah untuk dirinya dan hatinya,


Namun, dia sendiri belum bisa menjanjikan Geva apa-apa kecuali berusaha memperbaiki segala kesalahannya.


Sedangkan Geva, Geva masih sangat muda. masa depannya masih sangat panjang dan Geva juga berhak untuk mewujudkan segala impiannya.

__ADS_1


"Jika memang kamu ingin aku melepaskan kamu, katakanlah...


Aku gak mau jadi penghalang segala impian kamu... kamu berhak bahagia daripada hidup bersama lelaki seperti aku. Memang sepertinya Fabian lebih pantas mendampingi kamu dan mendukung segala impian kamu." Ucap Bhumi menyerah.


Apa yang keluar dari mulut Bhumi benar-benar di luar dugaan Geva,


"Kok sampai Fabian..."


"Aku pamit pulang dulu ya.. kamu istirahat.. jaga kesehatan kamu dan maaf jika aku sudah menyakiti kamu selama ini dan mencelakai kamu. Maafkan aku juga yang tadi berkata kasar." Ucap Bhumi beranjak pergi.


Bhumi menutup pintu kamar Geva perlahan, sedangkan pemilik kamar langsung meneteskan air matanya. Bukan ini sebenarnya yang dia inginkan, dia ingin Bhumi mengejar dan memperjuangkannya, tapi lagi-lagi mulutnya gak bisa di filter.


Ah kedua manusia ini emang masih sama-sama egois,


memang menyatukan dua kepala dan dua raga bukanlah hal mudah.. ada sebuah proses yang harus mereka lalu sebelum mencapai sebuah kebahagiaan sebagai pasangan yang utuh.


🍂


Waktu sudah menunjukkan 10 malam, Bhumi sudah menghabiskan satu botol minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi ditemani Renata, Alex dan Reno.


"Bhumi udah.." Kata Renata mengusap pundak Bhumi. Bhumi tidak menjawab apa-apa dia hanya terus minum, minum dan minum untuk membuang segala kegundahan hatinya, kekacauan pikirannya.


Hingga matahari terbenam tadi, tepatnya sebelum memilih ke Alexandria Night Club, Bhumi terdiam di dalam mobil termenung dengan mobil yang masih terparkir di depan kediaman keluarga Wijaya.


Entah apa yang Bhumi rasakan saat ini, namun perasaannya sungguh berkecamuk. Geva menganggap kehadirannya tidak lebih dari penghalang impiannya. Sedangkan dia melihat Bhima yang terlihat sangat bahagia bersama Flower.


Ada rasa penyesalan juga di hati Bhumi yang dulu tidak peka pada perasaan Bhima terhadap Flower. Dan kini Bhima sudah menemukan sumber kebahagiaannya.


Air mata Bhumi pun menetes melihat postingan Bhima yang menunjukkan foto hasil USG calon buah hatinya dengan Flower dengan caption ungkapan rasa syukur dan bahagia serta doa untuk kedepannya.


"Ternyata kamu sebahagia itu Bhim? Maafkan aku yang pernah berniat membawa pergi istri kamu." Ucap Bhumi mengusap foto USG calon keponakannya.


Bhumi sudah merasa kehilangan semuanya...


Sehingga untuk pertama kalinya dia melampiaskannya dengan mendatangi Club malam dan menenggak minuman keras~


BERSAMBUNG...


Akhirnya selesai juga semedinya 😂


Maaf ya kemarin hanya update sekali, dan untuk Bhima dan Flower masih proses ya...

__ADS_1


Mau cari inspirasi dulu hehe..


Happy weekend 🥰


__ADS_2