Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Di Taman Belakang~


__ADS_3

Taman Belakang Kediaman Mewah Bramantya,


Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik sedang duduk di gazebo dengan memandang bunga-bunga anggrek yang tengah merekah.


Senyumnya terus mengembang, meskipun dirinya sudah tidak bisa merawat bunga-bunga kesayangannya itu, tapi bunga itu dirawat dengan baik oleh sang menantu.


Mendadak senyum wanita paruh baya itu menghilang kala mengingat sebuah penyakit yang sedang bersarang di tubuhnya. Apakah dia bisa bertahan lama? akankah dia bisa melihat cucu-cucunya hingga tumbuh dewasa? wanita paruh baya itu tidak mau berharap terlalu lebih, namun dia harus semangat dan berusaha semaksimal mungkin supaya penyakit itu menyingkir dari tubuhnya.


"Mami.. kenapa duduk disini sendiri?" Tanya gadis cantik yang baru saja muncul dengan wajah ditekuk lalu duduk disamping sang mertua.


"Makanya temani mami dong sayang, sebelum mami balik ke negara tetangga...." Jawab wanita paruh baya itu.


"Oma kemana mi?" Tanyanya dengan wajah menghadap ke langit biru yang terbentang luas.


"Oma Rani dan Oma Intan, Mama Bela dan Papa Genta juga Papi Gema sedang sidang bersama Keenan dirumah Oma yang ada disebelah. Mami pengen ikut gak dibolehin sama papi." Adu sang mami dengan wajah sedih.


"Kak Kaisar dan Kak Caca?"


"Kaisar biasa, di telfon pacarnya minta dianterin ke salon katanya, kalau Caca sedang masak di dapur sama Flower." Jawabnya dengan senyum yang kembali mengembang.


Masak?


Gadis cantik yang tidak lain adalah Geva memejamkan matanya sejenak,


"Sekalian minta ajarin masak sama mami sayang.. biar kamu bisa masakin suami kamu." Kata Bhumi yang terus terngiang-ngiang di kepala Gevania.


"Kenapa kamu diam sayang?" Tanya Mami Naya.


"Mi.. emang seorang istri harus bisa masak ya?" Tanya Geva dengan tatapan sendunya yang mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya menjadi luluh.


"Nggak juga sayang.. kodrat wanita itu hanya 3, menstruasi.. hamil dan melahirkan. Lainnya masih bisa dikerjakan bersama suami atau orang lain. Kenapa kamu tanya seperti itu? apa karena Bhumi menyuruh kamu?" Jawab Mami Naya.


Geva mengangguk lemah.


"Pasti Bhumi tidak bermaksud memaksa kamu untuk belajar masak sayang.. mungkin dia rindu.."


"Rindu masakannya kak Flower?" Tanya Geva dengan polosnya membuat mami Naya terkekeh.


"Rindu sama masakan mami sayang bukan Flower.. karena, sebelum nikah dan sebelum mami sakit, seringnya mami kirim makan siang untuk Bhumi di kantor kalau dia lagi gak Meeting di luar." Kata Mami Naya.


"O.. kirain masakan kak Flower." Ucap Geva membuang muka sambil menahan gemuruh hatinya yang selalu cemburu dengan Flower.


"Sayang .." Mami Naya mengusap pundak menantunya dengan lembut dan penuh cinta.


"Kamu cemburu sama Flower?" Tanya Mami Naya sambil tersenyum.


"Nggak.. siapa juga yang cemburu mi.." Kilah Geva berbohong.


"Baiklah kalau gak cemburu.. tapi mami mau cerita sesuatu sama kamu."


"Apa itu mi?" Tanya Geva penasaran menatap sang mertua.


"Dulu, sebelum menikah sama mami.. papi kamu punya pacar, namanya Talia. Bahkan saat sudah menikah dengan mami pun, Papi kamu belum memutuskan si Talia itu loh.. karena papi sama mami menikah karena di jodohkan. seperti kamu dan Bhumi." Mami Naya tidak mengungkit masalah jebakan yang mengakibatkan dirinya harus menikah dengan Papi Gema.


"Jadi papi sama mami dulu gak saling cinta?" Tanya Geva.


"Iya.. dan mami juga punya seorang pacar yang super baik banget."

__ADS_1


"Lalu?"


"Hingga di satu titik, dimana hati mami sudah terpaku sama papi Gema, dan begitu juga papi Gema.. hingga kita memilih untuk menjalin hubungan suami istri yang sesungguhnya. Tapi.."


"Tapi apa mi?"


"Tapi mami selalu terbayang-bayang akan masa lalu papi kamu yang pacarannya sudah kelewat batas meskipun belum making love."


"Kok ceritanya sama ya.. apa jangan-jangan mami itu cenayang?" Batin Geva.


"Lalu apa yang mami lakukan?"


"Mami berusaha menerima masa lalu papi.. mami mencintai papi sepaket dengan masa lalunya. Karena kalau mami terus mengungkit itu, mami tidak bisa merasakan tulus cinta papi yang sesungguhnya dan tidak bisa bahagia yang lepas.. sebab masa lalu papi masih terbayang-bayang terus dibenak mami."


"Caranya mi?" Tanya Geva.


"Kamu bukan lagi sedang cemburu sama Flower kan karena masa lalu mereka?" Tanya Mami Naya menggoda sang menantu.


Belum juga Geva menjawab. Sebuah tangan mengusap lembut pundaknya,


"Maafkan aku Ge.." Kata wanita cantik dengan perut sedikit membuncit.


"Kak Flo.." Gumam Geva pelan.


Flower tersenyum lalu duduk disamping Geva. Flower menggenggam tangan Geva, ingin rasanya Geva menolak dan pergi menjauh dari Flower namun tidak enak karena ada sang mertua.


"Ge... semua orang punya masa lalu, semua orang punya catatan hitam dan putihnya masing-masing. Kakak mohon dengan sangat pada kamu Ge.. maafkan masa lalu kakak dengan suami kamu. Demi apapun kakak berani bersumpah Ge.. Dihati kakak sudah tidak ada lagi nama Bhumi.. yang ada disini hanyalah nama Bhima Bramantya dan baby girl." Kata Flower mengusap perutnya.


"Bagaimana bisa aku percaya? kak Bhumi aja sering beliin dan anterin makanan ke kak Flo." Tanya Geva singkat dengan nada angkuhnya. Geva tidak mau terlihat cemburu namun sikapnya justru menandakan betapa cemburunya dia dengan sang kakak ipar. Dasar gadis labil.


"Nggak mau!".Gadis labil itu memalingkan wajahnya. Sekarang mami Naya tahu jika Bhumi adalah tipe lelaki sabar kala menghadapi gadis bernama Gevania.


"Gevania.. Flower.. kalian adalah menantu kesayangan mami.. mami sayang kalian berdua tanpa membeda-bedakan seperti sayang mami sama Bianca, sama Bhima dan Bhumi.. mami anggap kalian adalah anak mami sendiri.. apa kalian tega sama mami dengan terus mengungkit masa lalu?" Tanya Mami Naya.


"Bukannya aku mau terus mengungkit masa lalu, tapi.." Geva menghentikan ucapannya.


"Tapi kamu tidak akan pernah merasakan tulusnya cinta suami kamu.." Kata Flower memotong ucapan Geva.


"Tahu apa kakak dengan cinta kak Bhumi, bisa aja kan nanti ujungnya kak Bhumi ngajak kakak balikan." Kata Geva.


Flower tersenyum...


"Kamu ingat kan, kalau aku adalah mantan Bhumi, jelas aku tahu seberapa besar Bhumi mencintai kamu.. bahkan jauh lebih dalam dari pada cinta Bhumi padaku waktu dulu." Kata Flower tersenyum.


"Ck. mantan aja bangga!" Lagi-lagi Geva berbicara dengan nada ketus, namun Flower tidak sampai ke hati.


Flower menatap Mami Naya seakan meminta persetujuan dan mami Naya pun mengangguk.


"Begini Gevania..


Kamu mau jaminan apa biar kamu percaya aku tidak akan kembali dengan Bhumi?" Tanya Flower.


"Entahlah.."


"Asal kamu tahu ya.. suami aku jauh lebih sempurna dari mantan kekasih aku.. Dia itu lelaki paling peka dan pengertian.. dia paling bisa mengerti aku dan membuat aku menjadi diri aku sendiri. Meskipun aku dulu mencintai mantan kekasih aku.. tapi ketulusan dan cinta suami aku membuat aku berpaling.. benar-benar berpaling bahkan tanpa tersisa." Kata Flower membayangkan bagaimana perhatiannya Bhima.


"Kalau mantan kekasih aku, dia adalah lelaki kaku yang apa yang dia mau selalu harus aku turutin.. lelaki gak peka dan gak berperasaan. Susah senyum, gak mau mengalah dan keras kepala.." Nyinyir Flower pada Bhumi.

__ADS_1


"Enak aja kakak ngatain suami aku!" Geva tidak terima.


"Loh kenyataan nya kan?" Tanya Flower menahan senyumannya.


"Nggak! orang dia kalau sama aku juga ngalah terus dan gak pernah memaksa kehendaknya.. kecuali ngajakin making love itu selalu maksa kalau aku gak mau! Dia juga gak begitu keras


kepala, dia udah gak kaku dan juga murah senyum sama aku! dia juga usah mulai romantis meskipun agak aneh." Ungkap Geva dengan menggebu-gebu.


"Nah tahu kan jawabannya.." Ucap Flower tersenyum.


"Jawaban apa?" Tanya Geva dengan polosnya.


"Duh.. mantan aku punya istri polos banget sih.. jadi gemes jadinya.. sampai bahas making love segala.." Flower mencubit pipi Geva. Wajah Geva mendadak merah merona.


"Ih kak.. jawab dulu.. maksud kakak jawaban apa?" Tanya Geva tetap fokus dengan pokok permasalahan.


"Kamu tahu sendiri kan jawabannya... Bhumi dulu sama aku.. sikapnya juga sama dengan sikap dia ke orang lain.. berbeda dengan sama kamu. Dia bisa tersenyum, bercanda, gombal, dan mengalah sama kamu.. itu artinya Bhumi sangat mencintai kamu. Bhumi udah menghapus nama aku dari hatinya." Geva diam.


"Mungkin Bhumi beberapa waktu lalu masih bilang cinta sama aku, karena masih ada yang mengganjal sebab kita berpisah bukan dengan cara baik-baik dan aku masih meninggalkan tanda tanya besar dihatinya. Dia menganggap itu cinta, padahal tidak lebih dari rasa penasaran dan meminta pertanggung jawaban." Lanjut Flower.


"Nah.. sudahi cemburunya.. Bhumi itu sangat mencintai kamu sayang.. mami yang melahirkan dia, mami yang tahu bagaimana anak mami...


Jangan sampai rasa cemburu kamu pada Flower justru membuat Bhumi tidak nyaman karena dia merasa perasaannya dan pengorbanannya juga usahanya tidak kamu hargai. Ingat diluar banyak pelakor yang berkeliaran menawarkan kenyamanan pada keluarga Bramantya." Sahut Mami Naya.


"Kak Flo.." Lirih Geva dengan mata berkaca-kaca.


"Iya adik ipar.. istri mantan pacar aku.." Kekeh Flower hingga menampilkan gigi putihnya yang berbaris rapi.


"Maaf karena selama ini aku udah cemburu buta." cicit Geva.


Flower langsung menarik Geva dalam pelukannya.


"Yang berlalu biarlah berlalu.. semua butuh waktu untuk kamu bisa menerima masa lalu Bhumi, aku yakin kamu pasti bisa.. dan kamu gak usah khawatir.. hati aku udah mentok sama Bhima.." Ucap Flower.


"Aku akan belajar menerimanya kak.. tapi kakak janji gak boleh cinta lagi sama suami aku."


"Aku janji.." Ucap Flower.


"Nah.. gini dong menantu-menantu kesayangan mami.." Mami Naya memeluk kedua menantunya. Rasa bahagia menyeruak dihati Mami Naya.


"Pada pelukan aku gak diajak...malah aku ditinggal di dapur sendiri buat bikin kue.." Omel Bianca tang tiba-tiba nongol.


Tiga wanita yang tengah berpelukan itupun terkekeh menatap Bianca yang mengerucutkan bibirnya.


"Ehm.. mami.. ajarin Geva masak dong.. Geva pengen masakin kak Bhumi." Kata Geva mendadak insecure sendiri karena dirinya gak bisa masak sendiri.


"Mami udah gak boleh ke dapur sama papi Ge.. gimana kalau kita masak bareng?" Tanya Flower.


"Seru itu!" Sahut Bianca.


BERSAMBUNG...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2