Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Datang Sendiri~


__ADS_3

Waktu sudah mau sore.. Bhumi memilih pergi dari depan sekolah Geva karena di pintu gerbangnya saja sudah ditutup. Jadi bisa dipastikan di dalam sudah tidak ada siswa disana.


Bhumi mendesah kesal, dia bingung harus mencari Geva di mana karena ponsel Geva saja tidak aktif sehingga dia tidak bisa meminta Satria untuk melacak keberadaan Geva dengan nomor ponselnya.


Salah satu petunjuk yang Bhumi dapat tadi adalah rekaman CCTV Yanga dan di apartemennya, dimana sahabat Geva datang membawakan seragam sekolah dan keduanya langsung berangkat, tentunya juga drama pelukan antara Geva dan Naomi yang tidak Bhumi lewatkan sehingga melihat semua ini membuat Bhumi semakin merasa bersalah hingga dadanya sesak.


Rencana Naomi berhasil kan dengan membawakan Geva seragam sekolah?


Berkali-kali Bhumi menjedotkan kepalanya pada kemudi karena otaknya saat ini benar-benar tidak bisa berpikir. Tidak Bhumi pungkiri semalam Bhumi juga lumayan sadar saat melakukan itu dan dia memang merasa sangat-sangat puas dengan Geva. Ah Bhumi kembali lagi terbayang-bayang tubuh Geva.


"Astaga Ge..." Umpat Bhumi menjambak rambutnya. Salah banget ya minta itu sama istri? kan lagi pengen... kecuali minta sama wanita lain ya itu baru salah~


Cara kamu yang salah Bhum.. dan sikap kamu yang salah.. inget woii inget... kamu baru saja bilang cinta sama Flower! istri mana yang hatinya gak sakit woii!


Pusingnya Bhumi bertambah saat panggilan dari keluarganya yang terus tanpa henti menanyakan dimana keberadaannya. Akhirnya Bhumi beralasan jika sedang ada urusan yang penting sehingga nanti telat datang saat acara makan malam.


Siapa sangka alasannya dan Geva ternyata sama, sehingga seluruh keluarga berpikir jika urusan penting Bhumi dan Geva adalah membuatkan teman main untuk calon baby nya Bhima dan Flower.


Nyerah Bhumi nyerah sudah...


Berjam-jam mencari Geva tidak mendapat hasil. Bahkan sampai Bhumi lupa makan. Bayangan wajah Geva yang menangis terus menari-nari diatas kepalanya, Ciie Bhumi menyesal, salah siapa tiap bilang maaf, bikin salah lagi..habis bilang maaf, bikin salah lagi. Kapok-kapok dah... selamat menikmati Bhumi~


Bhumi kini sudah duduk diam di apartemennya dengan setumpuk pekerjaan yang harus dia periksa dan tanda tangani untuk meeting besok pagi. Dan semua harus selesai sebelum acara makan malam keluarganya dimulai. Ulang tahun macam apa ini.....


Bhumi udah mulai fokus dengan setumpuk berkas-berkasnya, memang pelarian paling mujarab untuk Bhumi jika ada masalah adalah pekerjaan.. bukan minuman beralkohol.


Bhumi pasrah sudah... jika memang dia harus datang sendiri ke hotel untuk makan malam ya mau bagaimana lagi?


Tinggal memikirkan alasan yang tepat kenapa Geva tidak datang.


Satu jam sudah berlalu,


Bhumi yang sibuk dengan berkas tiba-tiba terperanjat mendengar bel di apartemennya berbunyi.


"Geva?" Gumam Bhumi mendadak semangat langsung membuka pintunya. Sang istri yang keberadaannya tidak di temukan semenjak matanya terbuka membuat Bhumi benar-benar kelimpungan sendiri.


"Ge.. kamu..." Ucap Bhumi terhenti setelah pintu terbuka lebar dan ternyata bukan Geva melainkan dua orang lelaki yang memasang senyum ramahnya. Bhumi kembali memasang wajah datarnya,


"Permisi tuan.. saya diminta Nyonya Naya untuk mengantar kemeja tuan dan gaunnya nona Geva untuk acara makan malam, malam.ini.." Ucap seorang lelaki dengan sopan.


"HM." Jawab Bhumi langsung mengambil kemeja dan gaun panjang ditangan dua orang lelaki yang mengenakan seragam butik. Tanpa basa basi, Bhumi langsung menutup pintunya dengan kasar tanpa mengucapkan terima kasih lebih dulu.

__ADS_1


Galau ternyata membuat adab seseorang seketika menghilang~


Bhumi lemas melihat gaun Geva yang senada dengannya. Seandainya dia tidak mengajak Flower ke ruang bioskop pasti saat ini Geva sedang heboh untuk tampil maksimal di ulang tahunnya. Ah rasanya udah rindu Geva yang selalu menyebalkan itu,


"Kamu dimana sih Ge?" Gumam Bhumi yang tanpa ia sadari matanya berkaca-kaca.


🍁


Sinar matahari sudah digantikan dengan sinar rembulan yang cahayanya tidak mampu menerangkan gelapnya malam.


Setelah bimbang antara datang dan tidak datang, Bhumi memutuskan untuk tetap datang ke hotel menemui keluarganya.


Apa kata media nanti jika dia tidak datang, toh media juga tidak tahu dia sudah menikah. So, masalahnya dimana memang..


Urusan keluarga nantilah.. paling dia disidang setelah makan malam selesai.


Kondisi hati Bhumi dan Geva saat ini berbeda dengan kondisi hati Bhima dan Flower. Jika Bhima dan Flower sudah menemukan kebahagiaannya dan saling membahagiakan maka Bumi dan Geva sedang menuju proses itu. Tidak mudah memang, dan semua kembali lagi pada keduanya, mampukah mereka bertahan hingga sampai di titik bisa saling membahagiakan dan mencintai?


Bukan kah semua nya butuh proses bukan hanya sekedar protes?


Bhima dan Flower mencapai titik ini tentunya setelah melewati proses yang sangat panjang. Dan pendewasaan Bhima terjadi saat setiap harinya dia melihat Flower berduaan dengan Bhumi. Sedangkan proses pendewasaan Flower terjadi setelah dia lulus SMA dan semua masalah menghantam dirinya.


Dan sekarang saatnya Bhumi dan Geva. Bhumi yang memiliki sifat begitu sangat egois, sedangkan Geva yang masih ABG labil. Memang Geva ada sisi dewasanya, namun mengingat usia Geva pasti juga ada sisi dimana Geva bertingkah seperti anak pada usianya, 18 tahun belum genap. Selamat menikmati proses Geva dan Bhumi...


Di dalam terdengar Bhima yang tengah melakukan konferensi pers, Bhumi tidak peduli itu. Dia hanya berpikir alasan apa yang akan dia berikan dengan ketidakhadiran Geva di acara ulang tahunnya.


Senyum para keluarga mengembang melihat kehadiran Bhumi seorang diri yang nampak tak bersemangat.


"Dari mana aja sih kak..." Ucap Bianca.


"Kenapa?" Tanya Bhumi datar.


"Selamat ulang tahun kakakku.." Bianca mencium pipi sang kakak dengan penuh sayang.


"Bahkan Geva sama sekali tidak mengetahui hari ulang tahunku." Gumam Bhumi.


"Selamat ulang tahun salah satu kesayangan mami." Ucap Mami Naya memeluk sang putra yang kini usianya sudah bertambah.


Dan berlanjut dengan ucapan-ucapan para keluarga dan kerabat juga sahabat-sahabat Bhima dan Bhumi.


Deon, Alex, Renata dan Reno semua hadir. Keluarga Wijaya, keluarga Wirahardja pun tak ketinggalan. Ada juga Keenan dan Alona yang memakai baju senada. Juga Kaisar yang selalu setia menjadi pengawal Bianca supaya tidak dekat-dekat dengan Reno, sesuai tugas Keenan.

__ADS_1


Tentu tidak gratis Kaisar mau melakukan perintah sang kakak.. karena Keenan menjanjikan hadiah liburan ke Eropa untuk Kaisar dan pacarnya.


"selamat ulang tahun Bhumi.." Ucap Mama Bela pada keponakannya.


"Makasih ma." Jawab Bhumi.


"Udah nambah usia, tinggal nambah momongan Bhum." Sahut Papa Genta. Bhumi hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Selamat ulang tahun menantu mama... semoga bertambahnya usia kamu membuatmu semakin dewasa dan bijaksana.. bisa membimbing Geva dengan baik.." Kata Mama Rachel yang seperti sindiran untuk Bhumi.


"Makasih ma.." Jawab Bhumi mencoba tersenyum setulus mungkin..


"Bhum.. dimana Geva?" Tanya Mama Rachel yang sedari tadi mencari keberadaan putrinya.


deg


deg


deg


"Ge.. Geva.." Bhumi nampak kebingungan.


"Chel yuk ikut aku bentar." Mami Naya tiba menarik mama Rachel.


BERSAMBUNG...


LIKE


LIKE


LIKE


KOMENTAR


KOMENTAR


KOMENTAR


HADIAH KOPI


VOTE

__ADS_1


THANK YOU!!!


__ADS_2