Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Bhumi Menyerah~


__ADS_3

Abang,


Sebuah panggilan yang menurut ditelinga orang pada umumnya biasa saja. Karena panggilan itu sering digunakan orang-orang untuk memanggil tukang bakso, mie ayam, nasi goreng hingga tukang ojek.


Tapi entah mengapa itu terdengar begitu manis ditelinga Bhumi. Rasanya hati Bhumi saat ini ingin melayang-layang hingga langit ketujuh.


Apalagi Geva memanggil nya Abang dengan nada yang sangat manja.


Astaga Gep.. kamu benar-benar membuat hati Bhumi jungkir balik~


Hari ini Geva benar-benar bolos sekolah, padahal ujian sekolah di depan mata. Otak Gesrek nya yang beberapa hari hilang kini telah kembali,


"Punya suami kaya, ngapain pusing mikirin sekolah. Toh dia bisa melakukan apapun yang dia mau dan dia suka kan? Dari pada pusing mikirin pelajaran mending rebahan memeluk tubuh pekuable yang akan selalu di rindukan."


Bhumi juga sudah izin pada Papa Genta juga Keenan untuk tidak ke kantor. Alasannya menyiapkan keperluannya sebelum ke Jepang dalam waktu lama, padahal bukan menyiapkan keperluan tapi mengurung Geva dibalik selimut tebalnya setelah Geva kembali dari kamar mandi. Bhumi masih membujuk untuk Geva izinkan menyentuhnya.


"Nggak kak. aku sedang haid.." Ucap Geva.


"Please baby.. aku bisa menyentuh yang lain." Ucap Bhumi penuh harap karena setelah ini dia akan benar-benar puasa.


"Ta.. tapi.."


"Jangan pernah berpikir aku menyentuh kamu hanya karena nafsu semata Ge. Kalau hanya nafsu semata sudah dari dulu aku melakukannya dengan wanita-wanita yang aku mau. Tapi aku tidak melakukannya. Bahkan kamu ingat kan, dulu pertama kita nikah.. berapa kali aku menolak kamu." Ucap Bhumi pantang menyerah, inilah saatnya dia meluruskan semuanya, sebelum pergi dia tidak mau Geva terus menganggapnya bahwa dia memandang Geva hanya sebagai alat pemuas nafsu.


" Emang benar kan!" Ketus Geva yang mulai mode on karena Bhumi menyinggung soal penjas nafsu. Apalagi mengingat penolakan Bhumi padanya waktu itu.


"Ge.. tatap mata aku.." Bhumi menangkup wajah cantik Geva hingga mereka saling berhadapan dengan posisi bersandar di headboard ranjang sambil menonton film yang tidak jelas sebab mereka sama sekali tidak memperhatikan layar datar yang menyala itu dari tadi.


"Aku menyentuh kamu, karena aku yakin.. kamu adalah pengantin kecilku yang beberapa kali hadir di mimpi ku. Aku menyentuh kamu, karena aku nyaman sama kamu dan ingin membuat kamu tetap disamping ku... aku tidak mau kamu berdekatan dengan Theo apa Fabian.


Dengan menyentuh kamu, aku berharap hubungan kita akan lebih baik layaknya pasangan suami istri pada umumnya." Bhumi menghentikan sejenak ucapannya.


"Tapi.. lagi-lagi karena kesalahanku, kebodohan ku yang terbawa perasaan dan terbawa emosi melihat Flo. Ceritaku sama Flo begitu menyakitkan Ge.. dan selama delapan tahun aku merasa digantung oleh Flo memendam segala rasa sakit ini." Curhat Bhumi.


"Memang bagaimana akhir cerita kakak sama kak Flo?" Tanya Geva yang memang belum mendapatkan cerita itu dari Deon. Bhumi terdiam,


"Kalau gak mau cerita ya udah.. jangan di paksa." Kata Geva lagi dengan nada kecewa.


"Kenapa kamu memanggilku kakak lagi Ge? aku gak suka." Ucap Bhumi. Sebenarnya Bhumi juga mau bercerita pada Geva, hanya saja saat Geva memanggil kakak seperti yang Geva lakukan pada Fabian mood Bhumi mendadak turun. Kalau tadi di panggil Abang dengan nada manja Bhumi pengen terbang.


"Udah terbiasa.. lagian kakak kayak anak kecil, gak suka aku panggil kakak hanya gara-gara aku panggil guru matematika aku kakak. Dasar tukang cemburu!" Ucap Geva kesal.


"Kalau aku cemburu itu artinya aku udah sayang sama kamu Ge.. kalau aku gak sayang.. aku gak bakal seperti ini." Jujur Bhumi dengan wajah datar. Emang ya Bhumi tidak pandai menyembunyikan perasaannya seperti Bhima.

__ADS_1


Meskipun Bhumi tidak selalu mengungkapkan perasaannya, tapi apa yang Bhumi rasakan dapat orang lain lihat dari gesture dan gerak geriknya apalagi raut wajahnya .


Maka dari itu, jika ada masalah mending Bhumi pergi menjauh menenangkan diri supaya orang lain tidak tahu apa yang dia rasakan.


"Kamu gak sayang sama aku Ge?" Tanya Bhumi yang tidak mendapatkan respon dari Geva.


"Sedikitpun gak ada perasaan itu untukku Ge?" Tanya Bhumi lagi.


"Maafkan aku kak.. aku belum berani memberikan hatiku untuk siapapun. Aku tidak mau terpuruk dan menjadi orang bodoh seperti kak Deon yang mencintai Renata. Apapun yang aku lakukan sama kakak selama ini,


Karena aku ingin menjalankan kewajiban aku sebagai istri dengan baik, selain itu dulu juga karena ancaman Mama untuk mencoret nama aku dari keluarga Wijaya jika aku hingga bercerai sama kakak terus mama mengancam aku untuk menjadikan aku misquen. Kan aku gak mau hidup misquen.."


"Lalu selama dua bulan ke depan jika ternyata kamu belum bisa jatuh cinta sama aku?"


"Keputusan aku masih sama kak, aku tetap ingin kita berpisah. tapi sekarang aku lebih bisa memakai otakku berpikir sehingga gak takut di miskinkah oleh Mama aku. Lalu setelah itu Aku ingin mengejar impian-impianku..


Maafkan aku kak.. tapi selama status kita masih suami istri aku akan memperlakukan kakak dan melayani Kakak dengan baik selagi aku bisa, asal jangan minta aku masak aja." Kata Geva terkekeh.


Bhumi mematung, dia sangat bingung dengan isi hati Geva saat ini. Bukankah tadi Geva bilang akan merindukannya, Geva tidak mau Bhumi pergi bersama Renata.. bukankah itu juga indikasi cemburu?


Ck. Bhumi sudah terlalu berharap lebih, padahal Geva melakukan itu hanya menjalankan perannya sebagai istri.


Sakit.


🍁


Matahari sudah bersinar terang.. dan Bhumi kini sudah di kantor meninggalkan Geva sendiri di apartemen.


Niat awal ingin bermanja-manja dengan Gevania, mendadak mood Bhumi hancur lebur setelah Geva mengutarakan isi hatinya,


"Keputusan aku masih sama kak, aku tetap ingin kita berpisah. tapi sekarang aku lebih bisa memakai otakku berpikir sehingga gak takut di miskinkah oleh Mama aku. Lalu setelah itu Aku ingin mengejar impian-impianku..


Maafkan aku kak.. tapi selama status kita masih suami istri aku akan memperlakukan kakak dan melayani Kakak dengan baik selagi aku bisa, asal jangan minta aku masak aja." Kata Geva terkekeh.


Kalimat ini benar-benar terngiang-ngiang di kepala Bhumi. Jadi apa yang harus Bhumi lakukan setelah ini?


Kenapa begitu susahnya masuk ke hati seorang Gevania Azkia Wijaya. Bhumi termenung di meja kebesarannya.


"Bhum.. penerbangan di ajukan jadi jam 5 sore.. masih ada waktu dua jam sebelum ke bandara." Kata Keenan memasuki ruangan sang adik.


Bhumi mendongak,


"Lebih cepat lebih baik. aku akan meminta Satria mengambil barangku di apartemen dan aku hanya pergi berdua dengan Satria. Jika memang nanti aku membutuhkan bantuan Renata aku baru kan meminta dia menyusul."

__ADS_1


"Baiklah, itu tidak terlalu buruk." Ucap Keenan.


"Kamu gak mau pamitan sama Geva?" Tanya Keenan.


"Sudah semalam." Ucap Bhumi singkat.


"Bhum.. jangan egois, Geva masih kecil kamu yang ngalah." Kata Keenan yang tahu pasti ada masalah antara Bhumi dan Keenan.


"Mengalah yang bagaimana lagi? jika memang dia tidak mau belajar membuka hatinya, dan semua yang dilakukan hanya semata-mata menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, ujung-ujungnya dia akan menggugat cerai juga kan? Lalu buat apa aku berjuang sendiri." Ucap Bhumi dengan mata yang sudah benar-benar menyerah.


"kamu tenangin diri kamu dulu. aku balik ruangan. masih banyak kerjaan.


🍁


Sedangkan di apartemen, Geva terus menggerutu, Bhumi memintanya bolos sekolah tapi malah ditinggal ke kantor alasannya ada pekerjaan dadakan yang harus ia selesai kan sebelum pergi.


Namun Geva merasa ada yang ganjil, setelah obrolan tadi di atas ranjang yang menyinggung masalah perasaan Bhumi langsung beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi.


Bhumi mendadak dingin dengan Geva seperti awal mereka menikah.


Ting Tong..


Suara bel berbunyi, Geva yang sedang menikmati ayam goreng yang di pesannya tadi itupun beranjak dan membuka pintu apartemen.


"Selamat siang nona.. saya diminta bisa untuk mengambil keperluannya sebelum berangkat Jepang. Bolehkah saya masuk?" Tanya Satria.


"Dimana kak Bhumi?" Tanya Geva selidik.


"Ehmm.. sedang ada pekerjaan."


"Jangan bohongi aku ya!" Protes Geva.


"Maaf nona saya tidak punya banyak waktu, sebab penerbangan di ajukan menjadi ham 5 sore."..


"APA?" Pekik Geva.


"Kenapa dia tidak memberi tahu aku?" Tanya Geva.


"Mana saya tahu.." Jawab Satria.


"Bang Sat kamu pasti tahu kan?"


"Kalau saya tahu saya juga tidak akan kasih tahu anda nona.. coba anda introspeksi diri apa yang sudah anda katakan pada boss." Kata Satria tenang.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2