Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Deon dan Noami Kencan~


__ADS_3

TUH KAN TUH KAN..


NIATNYA GAK UPDATE CEPET-CEPET..


TAPI APA DAYA KALIAN PADA SEMANGAT KOMENTARIN NYA...


AH YAUDAH DEH.. SPESIAL BUAT KALIAN YANG UDAH BAIK BANGET KASIH LIKE DAN JUGA KOMENTAR 💞


KALIAN JANGAN BANYAK KOMENTAR LAGI YA.. TAKUTNYA AUTHOR KHILAF LAGI TERUS NTAR MALAM UPDATE LAGI 🤭


...🍁🍁🍁...


"Buat gerak dikit sakit banget kak..." lirih Geva saat Bhumi sudah kembali ke kamar mengambilkan baju ganti Geva yang berupa dress pendek tanpa lengan yang memang khusus dipakai di rumah.


"Pelan-pelan sayang.. maaf ya?" Ucap Bhumi.


Bhumi dapat melihat keringat membanjiri pelipis Geva ditambah wajah Geva benar-benar pucat pasi. Kenapa Bhumi tidak menyadarinya dari tadi?


"Sayang.. aku panggilkan dokter aja ya? aku takut sesuatu terjadi sama kamu." Geva dapat melihat guratan cemas juga rasa bersalah pada sorot mata Bhumi yang sendu, padahal mata itu biasanya sangat tajam bagaikan elang dan siap menusuk siapa saja.


"Nggak usah kak.. ini udah jam 2 dini hari... besok aja kalau masih sakit... bantuin aku ke kamar kak." Pinta Geva.


"Baiklah.. aku akan menggendong kamu ke kamar." Kata Bhumi mengangkat tubuh sang istri.


"Awww .." Lirih Geva menahan sakit di perutnya.


"Rasanya gimana?" Tanya Bhumi sambil menaiki tangga dan memberikan kecupan buat sang istri.


"Kram banget kak.. kayaknya karena telat makan dan kakak tadi mainnya terlalu kencang." Kata Geva cemberut.


"Maaf ya sayang." Ucap Bhumi.


Sesampainya di kamar, Bhumi dengan hati-hati merebahkan tubuh sang istri, lalu menyelimuti sang istri dan memberikan kecupan lagi pada sang istri.


"Kamu jangan banyak gerak dulu ya.. aku ke bawah buat angetin makanan." Kata Bhumi.


"Kak.." Panggil Geva lirih.


"Iya?"


"Tolong bersihkan sisa tadi.. jangan sampe ada mayonaise yang berceceran.. malu kalau besok ada bibi yang bersih-bersih." Kata Geva yang memang selalu membersihkan sisa-sisa perang.


"Mayonaise?"


"Itu... hasil dari muntahannya si Gohan."


"Ohh.. aku ke bawah dulu, jangan turun dari ranjang!" Perintah Bhumi.


"Ah kenapa aku gak bisa marah lama-lama sih sama dia? apalagi tadi udah nangis gitu... adek kan meleleh, gak tega juga gak maafin." Gumam Geva setelah suaminya keluar dari kamar.


Tidak berselang lama, Bhumi kembali ke kamar dengan membawa makanan juga botol kaca yang diisi air hangat buat mengompres perut Geva supaya tidak kram. Bhumi memiliki ide itu dari hasil pencariannya di google untuk meredakan kram pada perut.


Dengan sangat telaten, Bhumi menyuapi Geva hingga keduanya terlelap dalam posisi saling berpelukan.


...🍁🍁🍁...


Ditempat lain saat waktu masih menunjukkan pukul 7 malam,


Deon tengah berjalan menyusuri mall, dengan tangan yang saling bertautan dengan tangan gadis SMA bernama Naomi.


Deon ingin memberi semangat pada gadis yang merupakan sahabat terbaik adiknya karena besok gadis bernama Naomi itu sudah mulai menghadapi ujian praktek sebelum ujian nasional dan kelulusan.

__ADS_1


Jangan tanya seberapa bahagianya hati Naomi saat ini. Tadi ketika Deon menghubungi dirinya dan menanyakan keberadaan dirinya saja, hati Naomi rasanya sudah melayang ke udara.


Apalagi Deon mengajaknya jalan berdua.


"Kak, kakak mau ajak aku kemana sih?" Tanya gadis cantik yang selalu berpenampilan tomboy itu kini berpenampilan feminim.


"Aku mau ngajak kamu nonton, kamu mau kan? aku udah beli tiket film romantis loh. Tapi sebelumnya kita makan dulu ya?" Ucap Deon tersenyum. Naomi hanya mengangguk.


Dua anak manusia yang tengah berjuang dengan hatinya masing-masing tengah duduk berhadapan di sebuah restoran cepat saji, dimana Deon berusaha membuka hatinya untuk Naomi dan melupakan Renata, sedangkan Naomi berjuang untuk mengumpulkan kewarasannya bahwa semua ini bukanlah mimpi.


"Kamu mau makan apa Nom? biar kakak pesankan." Tanya Deon.


"Ehmm aku paket big box aja deh kak.. tapi minumnya yang mocca diganti coklat aja ya pake float."


"Siap Tuan putri." Kata Deon tersenyum. Wajah Naomi langsung merah merekah bagai bunga mawar merah yang telah bermekaran menghasilkan aroma yang sangat wangi.


"Aduh.. jantung gue hampir copot. Ternyata penantian ku tidak sia-sia. setidaknya kak Deon ada usaha untuk membuka hatinya untuk ku." Gumam Naomi menatap punggung Deon yang sedang mengantri di kasir untuk membayar pesanannya.


"Maaf lama, tadi antri." Kata Deon meletakkan pesanan Naomi didepan sang gadis yang tampak cantik dan anggun.


"Makasih kak.. kakak pesan apa emang?" Tanya Naomi.


"Aku pesan paket combo, nanti kalau kamu kurang nih nambah ayam punya kakak." Kata Deon.


"Masak udah dandan anggun gini makannya masih porsi kuli." Kata Naomi sambil nyengir.


"Jadilah diri kamu sendiri Nom.. aku lebih suka kalau kamu menjadi diri kamu sendiri tapi..."


"Tapi apa kak?" Tanya Naomi.


"Tapi kamu tambah cantik pakai baju seperti ini dan berpenampilan seperti ini. Aku suka. Kamu cantik. Karena aku tahu sebenarnya kamu bukan tipe gadis yang tomboi." Kata Deon lembut.


Wajah Naomi benar-benar memerah mendengar pujian dari Deon. ribuan kupu-kupu seolah sedang terbang mengelilingi dua anak manusia itu.


"Ayo makan Nom.. kenapa bengong aja?" Tanya Deon.


"I.. iya kak." Ucap Naomi malu.


"Kamu makin cantik Nom kalau pipi kamu memerah begitu." Kata Deon lagi.


"Kakak ih gombal mulu!"


"Ciie makin memerah ciiee .. sini sini aku suapin."


"Emang kakak pikir aku anak bayi." Naomi memasang wajah cemberut.


"Nah cantiknya berkurang satu persen noh." Goda Deon.


"Kakak..." Rengek Naomi membuat Deon semakin terkekeh geli.


Naomi dan Deon pun menikmati makan malam mereka dengan banyak bercerita satu dan yang lainnya. Deon adalah pribadi yang diam, tapi jika dia sudah nyaman sama seseorang maka dia akan banyak omong dan banyak nanya. Dengan senang hati Naomi yang memang tipikal cewek yang mudah bergaul dengan siapa saja pun menanggapi setiap pertanyaan, ucapan hingga candaan Deon.


Keduanya terus bercengkrama hingga menandaskan makanan masing-masing.


Tanpa melepas tautan tangannya, Deon mengajak Naomi keluar dari restoran dan melanjutkan kencan mereka dengan menonton film romantis.


...🍁🍁🍁...


Pagi menjelang,


Bhumi masih terlelap karena semalam kurang tidur, beberapa kali dia terjaga untuk mengecek sang istri. Bhumi tidak bisa tidur tenang, dia harus memastikan sang istri perutnya masih sakit atau tidak.

__ADS_1


Geva mulai mengerjapkan matanya membuka manik indah itu dan pandangan pertama yang ia lihat adalah suaminya memeluknya dengan posesif ditambah wajah yang teramat dekat.


"Kenapa kamu setampan ini sih? makin hari makin tampan aja sih kak." Gumam Geva tersenyum.


Cup!


Satu kecupan Geva berikan ke bibir sexy suaminya, hingga membuat sang empu ikut nengerjap dan membuka matanya.


"Selamat pagi istri.." Sapa Bhumi tersenyum lalu mengecup pipi sang istri.


"Pagi juga suami.." Jawab Geva tersenyum.


"Perutnya masih sakit gak?" Tanya Bhumi sampai mengusap lembut perut Geva.


"Udah nggak kok kak. Udah bener-bener enakan.. terima kasih ya semalam udah merawat aku."


"Kan kamu sakit karena aku, maaf ya . aku janji kejadian semalam tidak akan terulang lagi, aku tidak akan membuat kamu menunggu untuk makan malam tanpa kabar. Maaf ya."


"Iya suami.." Jawab Geva dengan nada manja.


"Aku panggilin dokter ya buat meriksa kamu.. kamu hari ini izin sekolah saja."


"Nggak bisa kak, hari ini udah mulai ujian praktek."


"Ujian praktek apa memang?"


"Olahraga." Jawab Geva.


"Sayang, jangan ikut ujian praktek dulu kalau perut kamu belum sembuh betul. aku gak mau ya perut kamu sakit lagi seperti semalam. Kamu ikut ujian susulan saja."


"Udah sembuh kak.. serius deh.. nanti aku lihat dulu aja Ujian nya ngapain. Kalau aku rasa aku kuat aku akan jalani. kalau nggak, nanti aku ikut ujian susulan aja." jawab Geva.


" kamu istirahat di rumah saja sayang." Pinta Bhumi.


" kak?" mata Geva sudah mulai berkaca-kaca. emang bisa Bhumi menolak permintaan Gevania?


Bersambung...


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA


MAKASIH 🥰

__ADS_1


__ADS_2