Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Pesawat Goyang?~


__ADS_3

"Gue mimpi." Gumam Geva lirih masih terdengar Bhumi.


Cup!


Bhumi mengecup bibir Geva sekilas.


Geva semakin melongo, dipegangnya bibirnya dan bergumam,


"Gila.. rasanya seperti nyata". Bhumi tidak bisa lagi berpura-pura.


PLETAK!


"Awww!" Pekik Geva mengusap keningnya yang disentil Bhumi.


"Kamu?" Ucap Geva terkejut untuk kesekian kalinya.


"Kenapa? udah sadar kalau ini suami kamu di dunia nyata? bukan mimpi?" Tanya Bhumi.


"Kakak... kakak kenapa pulang? Kakak ngeprank aku kan kemarin!" Ucap Geva tidak terima. Masak iya Jepang Indonesia yang naik pesawatnya aja delapan jam bisa pulang pergi begini.


"Emang kamu pikir aku kurang kerjaan sampai ngeprank ngeprank segala. Aku pulang karena ada orang yang memblokir nomor aku, terus dia kemarin di Club malam dan di dorong kakaknya eh ditangkap mantannya." Ucap Bhumi dengan nada kesal.


"Kakak.. kakak beneran ini? kakak beneran pulang?" Tanya Geva langsung memeluk Bhumi.


Geva berharap dengan dia memblokir nomor Bhumi membuat Bhumi kelimpungan dan menelfon dia terus menerus lalu cemas tapi bukan Bhumi menelfon justru Bhumi langsung mendatangi nya.


"Kakak.. menyebalkan!" Ucap Geva melepas pelukan nya.


Geva mendadak kesal melihat Bhumi dengan mata berkaca-kaca,


"Ha?"


"Kenapa Ge?"


"Tau ah bodoh! pasti kakak kemarin gak ke Jepang kan.. jangan-jangan kakak cuma ke Bekasi terus balik kesini." Ucap Geva.


Bhumi menghela nafasnya, dan tanpa berpikir panjang Bhumi segera beranjak menuju sofa dan mengeluarkan beberapa lembar kertas yang ada di tas ransel yang berwarna hitam yang tadi ia bawa.


"Buka dan baca." Perintah Bhumi.


"Apa?"


"Buka dan baca sendiri." Kata Bhumi. Geva yang memang sejak lahir udah pandai bahasa Inggris pun mampu terbelalak membaca surat sewa Jet Pribadi dengan nominal yang fantastis.


"Kakak udah gila?" Tanya Geva dengan polosnya melihat deretan angka.


"Kamu mau punya suami orang gila?" Bhumi balik bertanya pada Geva. Geva auto menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalau gila kan di rumah sakit jiwa.

__ADS_1


"Yaudah." Jawab Bhumi enteng.


"Ge.. aku lapar.. kamu gak ada cita-cita gitu jadi istri Sholehah yang melayani suami dengan segenap jiwa dan raga juga hatinya?" Tanya Bhumi namun Geva tidak menjawab. Anak SMA itu masih mengerjap-ngerjapkan matanya menatap deretan angka.


"Kakak.. kenapa kakak boros banget deh.. uang sebanyak itu udah bisa kakak buat beli rumah di Menteng ketimbang sewa jet pribadi." Omel Geva dengan nada tidak suka.


Bhumi pikir dia datang jauh-jauh dari Jepang, memberi kejutan dan meluangkan waktu juga uang yang tidak sedikit akan mendapat sambutan manis dari sang istri. Akan membuat sang istri berbunga-bunga hingga mengatakan cinta. Namun kembali lagi, semua diluar dugaan. Bukan Geva namanya jika tingkahnya gak absurd.


"Coba kakak pikir.. uang sekian miliar bisa buat membangun puluhan panti asuhan dan rumah jompo untuk kaum duafa dan lansia." Geva tidak habis pikir dengan tindakan suaminya ini. Kata mami Naya kan Bhumi anti hidup gaya-gaya sultan gitu. Kalau perjalanan bisnis aja suka naik pesawat komersil meskipun duduknya di bangku first class.


Iya sih Geva tahu kekayaan keluarga Bramantya katanya tidak akan habis hingga 10 turunan jika dibuat foya-foya.. dan Bhumi baru keturunan ke tiga, Apalagi perkembangan bisnis Bramantya Corp berkembang sangat pesat sebelum adanya masalah dengan perusahaan Jepang ini.


Tapi bukan begitu juga caranya mengeluarkan uang!


"Gevania Azkia Bramantya yang Menyebalkan.. Memang uang itu bisa membeli rumah di Menteng, bisa membangun puluhan panti asuhan, tapi tidak bisa membeli ketenangan hati. Kalau misal kamu gak memblokir nomor aku dan kamu gak ke Club sampai ada kejadian di dorong Deon hingga di rengkuh Theo, maka aku gak akan pulang." Ucap Bhumi terdengar tulus dan tenang.


Geva semakin mengerjapkan matanya tidak percaya apa yang dia dengar, Masak iya Bhumi rela mengeluarkan uang puluhan miliar hanya untuk melihatnya?


Hati Geva berbunga-bunga namun dia tidak mau mudah luluh, pasti di hati Bhumi masih ada nama Flower. Pasti itu!


"Tapi gak gitu juga kan.." Omel Geva memalingkan wajahnya, supaya Bhumi tidak melihat wajahnya yang sudah merah merona.


"Kakak itu udah dewasa, harusnya kakak lebih bisa memakai uang. Ini namanya kakak rugi jika menggunakan jet pribadi itu sendiri dengan harga yang fantastis. ajak-ajak kek." Kata Geva keceplosan. Dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya naik jet pribadi.


Ya meskipun Keluarga Wijaya juga sangat kaya, namun papa Arsa dan Mama Rachel mendidik anak-anak nya dengan baik tentang cara menghargai uang.


"Harusnya harganya gak segitu tapi pihak maskapai menaikkan 10 kali lipat gara-gara si Satria mendadak pesannya. " Kilah Bhumi.


"Tapi ini gak adil.. Kakak aja gak pernah ngajak aku naik jet pribadi.. tapi kakak naik sendiri dan menikmati nya sendiri." Kata Geva.


"Menikmati gimana? orang aku juga gak tidur di sana.. aku di dalam perjalanan itu mengerjakan kerjaan yang setumpuk buat meeting besok Ge. Kecuali aku bercinta di jet pribadi, itu baru bisa dibilang menikmati." Ucap Bhumi dengan otaknya yang langsung traveling membayangkan pergi dengan Geva dengan menggunakan Jet pribadi terus bercinta diatas ketinggian ribuan kaki.. membuat pesawat goyang di udara.


sepertinya menarik...


kalau orang biasa kan paling cuma bisa buat mobil goyang di tempat yang sepi, kalau sultan mah pesawat goyang. Seru...


anti-mainstream~


"Ge.."


"HM.." Jawab Geva.


"A.. apa.. kakak mau bercinta di jet pribadi? sama siapa? ha? sama siapa? jawab!" Geva memukul lengan Bhumi dengan bantal.


"Dengan kamu lah.. siapa lagi." Jawab Bhumi.


"Ogah gak mau.."

__ADS_1


"Yakin gak mau? Ikut ke Jepang yuk nanti malam, naik jet pribadi. Nyaman banget Ge..." Ajak Bhumi tiba-tiba.


"Se.. serius?" Tanya Geva. Naik jet pribadi? oh impian Geva itu.


"dua rius.. kita 'nikmati' jet pribadi yang harganya miliaran itu berdua gimana?" Si Bhumi sudah mulai merayu gadis polos yang sudah dibuat polos oleh Bhumi tanpa sehelai benang pun.


"Bo.. boleh?" Tanya Geva.


Bhumi mengangguk penuh semangat ah membayangkan malam panas bersama Geva diatas pesawat.


"Nggak ah! nggak!" Ucap Geva.


"Ke..kenapa Ge?" Tanya Bhumi.


"Aku lusa udah mulai try out.. gak boleh bolos lagi." Tolak Geva berharap Bhumi memoho mohon padannya untuk ikut menikmati jet pribadi.


"Tapi Ge.. aku itu.."


Tok.. Tok..Tok..


"Bhumi.. Geva.. di bawah ada Papi kalian." Ucap Mama Rachel mengetuk pintu.


"Papi Gema?" Tanya Bhumi dan Geva bersamaan dan saling pandang. Bukankah Papi Gema sudah kembali ke macan pura bersama dengan Mami Naya.


Perasaan Bhumi mendadak tidak enak...


Bhumi dan Geva akhirnya turun berdua Setelah perdebatan panjang dimana Bhumi meminta Geva ganti baju dan Geva kekeh gak mau karena ini di rumah bukan ke luar rumah.


akhirnya Bhumi menggendong tubuh istrinya dan di hempas kan perlahan di atas ranjang lalu ia tindih. Dan Geva yang hendak melawan pun berganti Mendesah saat Bhumi memberikan beberapa Kissmark di dadanya bagian atas.. bukan buah dada ya...


"Silahkan aja kalau mau pamer karya suami mu kepada orang tua juga mertua mu." , ucap Bhumi santai yang akhirnya Geva pun berganti baju dengan pakaian yang lebih tertutup.


15 menit lebih papi Gema menunggu anak menantunya itu turun.


Papi Gema menatap Bhumi dengan tajam, Bhumi menelan salivanya. Belum juga Bhumi dan Geva menyapa dan duduk.


"Apa maksud kamu buang-buang uang sewa jet pribadi dan meninggalkan pekerjaan juga Satria disana sendiri?" Tanya Papi Gema tajam.


"Sabar Gem.. anak kamu pulang hanya mau ambil charger ponsel yang tertinggal. soalnya dia tidak enak dari kemarin pinjem Satria terus." Sahut Papa Arsa menahan tawa.


" Iya loh kak.. anakmu ini memang menantu terbaikku hanya demi charger ponsel aja dia bela-belain balik dari Jepang buat sewa jet pribadi. Apalagi demi cinta coba? ." Ucap Mama Rachel dengan bangga. Mama Rachel memang dari dulu memanggil Gema, Genta, Nauval dan Mesya dengan kakak karena usia mereka lebih tua .


"Ha? ambil charger? katanya kakak... emmmmp..." Bhumi langsung membekap mulut sang istri.


HARI INI UDAH BANYAK UPDATE YA.. BOLEH GAK BESOK ISTIRAHAT DULU BUAT GAK UPDATE?


BERSAMBUNG..

__ADS_1


BIAR BANYAK YANG LIKE,


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


__ADS_2