
SEBELUMNYA MOHON MAAF TELAT UPDATE TERUS KARENA KEMARIN DAPAT SURAT CINTA DARI PIHAK NT DIMANA AUTHOR DIMINTA UNTUK REVISI ENAM BAB YANG MENGANDUNG UNSUR KONTEN DEWASA.
AUTHOR GAK TAHU APA YANG TERJADI SEBENARNYA, PADAHAL DI LUAR SANA BANYAK NOVEL YANG MENULIS LEBIH VULGAR LAGI LAGI.
JIKA BENAR ADA YANG MELAPORKAN PADA PIHAK NT TENTANG KE VULGARAN YANG AUTHOR TULIS HINGGA MERESAHKAN YANG BERSANGKUTAN, AUTHOR MEMINTA MAAF DAN AUTHOR UCAPKAN TERIMA KASIH.
MESKIPUN AUTHOR CUKUP SANGAT LIEUR SEKALI DISAAT DI SURUH REVISI DAN BAGAIMANA MENYAMBUNGKAN DENGAN EPISODE-EPISODE BERIKUTNYA. YOWESLAH!
SO, KEDEPANNYA AKU SKIP AJA YA ADEGAN UWUU UWUNYAAA . CARI AMAN WKWKW.
TERIMA KASIH READERS-READERS TERKECE YANG ADA DI GROUP CHAT YANG UDAH SEMANGATIN AUTHOR DARI KEMARIN ❤️
HAPPY READING 🍁
Menikmati kebersamaan dengan cara berbeda diantara waktu yang tersisa untuk berdua sebelum kembali ke negara matahari terbit, ternyata tidak mengurangi produksi keringat untuk dua insan manusia yang tengah dimabuk asmara yang juga terliput gairah.
Sang lelaki yang berstatus sebagai suami baru saja mengenyampingkan ego dan gengsinya sehingga dia mampu mengakui perasaannya sendiri. Ada rasa lega sekaligus bahagia yang memenuhi relung hati Bhumi setelah semuanya terjadi.
Sedangkan sang istri yang bernama Geva masih dengan nafas terengah-engah memandang wajah puas sang suami di sore panas mereka.
Geva benar-benar mempraktekkan apa yang Bhumi ajarkan tadi dengan sangat baik. Dan dari sana lah Geva benar-benar paham apa yang disebut Making out. Kalau masalah gini aja Geva cepet banget ya tanggapnya, coba kalau masalah pelajaran matematika.
Geva merasa bahagia sudah bisa membuat Bhumi puas untuk bekal satu bulan ke depan dimana mereka akan terpisahkan oleh jarak dan waktu yang cukup lama. Geva tidak ingin Bhumi cicip-cicip gadis Jepang yang putih dan mulus-mulus itu. Makanya Geva memberikan servis terbaiknya pada Bhumi.
Namun rasa bahagia itu tidak berangsur lama, sebab Geva merasakan nyeri di dadanya kala bayangan adegan tadi terlintas begitu saja dibenaknya dan posisinya digantikan oleh Flower.
Dalam hati kecil Geva juga ingin menerima semua itu lalu membuka lembaran baru bersama Bhumi. Namun hati Geva tidak bisa berbohong jika dirinya sangat tidak suka dengan masa lalu sang suami.
Emangnya lelaki doang yang bisa menghakimi masa lalu wanita.
Kenapa Bhumi harus memiliki masa lalu se-intim itu bersama wanita lain yang tidak lain adalah Flower?
Iya Flower sang mantan sekaligus kakak iparnya adalah satu-satunya orang yang membuat Geva masih meragukan perasaan Bhumi dan belum bisa menerima Bhumi sepenuh hatinya. Bayangan Flower terus terlintas dibenak ABG labil itu.
"Kenapa liatin terus?" tanya Bhumi mengusap lembut pipi Gevania yang menatapnya dalam diam.
__ADS_1
"Ge.." Panggil Bhumi lagi sambil mengecup bibir Geva karena Geva tidak menjawab.
"Ng.. nggak." Jawab Geva memalingkan wajahnya karena matanya sudah berkaca-kaca menahan sesak di dadanya memikirkan Flower.
"Kenapa rasanya nyeri.. dan kenapa kak Bhima bisa sekuat itu ya menahan perasaannya.. apa kak Bhima tidak pernah cemburu?" Batin Gevania.
"Jangan bohong Ge." Kata Bhumi mengerat kan pelukannya pada Geva. Geva yang tidak ingin Bhumi melihat wajahnya pun langsung memeluk sang suami dan menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidang Bhumi.
"Kenapa?" Tanya Bhumi lembut mengusap punggung Geva dengan lembut untuk memberikan kenyamanan pada sang pujaan hati.
"Apa kakak dulu juga seperti ini sama kak Flo? Melakukan hal tadi dengan waktu yang cukup lama?" Tanya Geva dengan polosnya tanpa basa-basi lagi. Bhumi tertegun sejenak, mengapa juga Geva harus mengingatkan Bhumi pada Flower dengan aktivitas panasnya ini, mendadak Bhumi pun masih merasa bersalah pada Geva tentang masa lalunya.
"Ge.." Panggil Bhumi membuat Geva mendongak ke atas. Mata yang menatapnya selalu tajam itu kini memang sudah basah.
"Maafkan masa lalu ku... Aku pun menyesal telah melakukan itu.. aku sudah merusak anak gadis orang dan beruntung nya dia sudah mendapatkan lelaki terbaik sehingga aku tidak merasa bersalah lagi padanya."
"Kok malah jadi bahas kak Flo sih?" gumam Geva dalam hati sambil mencebikkan bibir tipisnya.
"Namun justru kini aku merasa sangat bersalah sama kamu... karena aku tidak bisa membalas apa yang sudah kamu berikan dengan menjadikan kamu wanita pertama yang menyentuh ku. Maafkan aku.. aku mohon.. maafkan aku beserta masa lalu ku." Ucap Bhumi dengan sendu namun penuh ketulusan.
Dia mencoba berpikir dengan akal sehatnya. karena jika mengandalkan emosinya saat ini dia pasti akan bangun dan marah sama Bhumi. Ujung-ujungnya yang ada adalah pertengkaran lagi dan tidak akan ada habisnya.
"Kak.."
"Iya Ge.."
Mata mereka saling bertemu dan mendalami perasaan masing-masing.
"Aku akan maafkan kakak.. asal kan kakak melakukan dua hal untuk ku, maka aku akan mencoba melupakan masa lalu kakak dengan kak Flo." Pinta Geva membuat Bhumi mengernyit, jangan-jsmgan permintaan nya ini absurd.
"Apa Ge?" Tanya Bhumi.
"Kakak janji dulu... mau melakukan dua hal yang aku mau."
"Tapi.." Bhumi udah penasaran tapi dia takut jika nanti permintaan Geva akan absurd.
__ADS_1
"Janji dulu."
"Iya.. iya aku janji.." Ucap Bhumi malas.
"Gak ikhlas." Kata Geva. Bhumi menghela nafasnya. Ini orang benar-benar ya.. menguji kesabaran.
"Pertama ceritain semua tentang hal penting yang berhak aku ketahui tentang hubungan Kaka dan kak Flower dimasa lalu karena bagaimanapun aku istri kakak dan aku mau kita saling terbuka." Pinta Geva tegas.
"Lalu yang kedua?" Tanya Bhumi setelah menunggu cukup lama Geva tidak melanjutkan kalimatnya.
"Yang kedua, nanti tergantung bagaimana jawaban kakak di yang pertama." Ucap Geva.
"Ge.. jangan bercanda deh.. aku gak mau dengan aku bercerita justru akan membuat kamu meragukan perasaan aku saat ini. Masa lalu biarlah berlalu, kita lupakan Ge." Ucap Bhumi berusaha menolak permintaan Geva karena bagi Bhumi tidak semua yang sudah berlalu harus diketahui secara detail untuk menjaga hati yang saat ini ada.
"Kalau kakak gak mau cerita berarti kakak masih punya perasaan sama kak Flo." Kata Geva langsung memutar tubuhnya membelakangi Bhumi.
"Astaga Gevania sayang.. bukan begitu... aku gak mau nantinya kamu mikir macem-macem."
"Ini juga udah mikir macem-macem, bahkan membayangkan bagaimana kak Flo bermain dengan lollipop itu." Ucap Geva mendadak absurd. Please deh Ge jangan menyiksa diri kamu sendiri ah.. apalagi kamu masih labil.
"Baiklah.. aku akan bercerita sama kamu semuanya. Tapi saat aku bercerita tentang ini semua perlu kamu garis bawahi, AKU BHUMI BRAMANTYA SUDAH TIDAK MEMILIKI PERASAAN APA-APA PADA FLOWER. Aku hanya menuruti permintaan kamu." Kata Bhumi penuh penekanan.
"Oke.. pertama.. apa yang ingin kakak Katakan sama aku." Bhumi berpikir sejenak dan menghela nafasnya.
"Pertama aku mau minta maaf sama kamu Ge.. aku gak tahu dan saat itu aku belum mengingat kamu.. hanya saja.. ada sebuah boneka Teddy bear kecil yang besarnya segenggaman tangan orang dewasa, nah disana tertulis "bee" dan itu ternyata nama panggilan kita dulu. dan aku.."
"Bukan nama panggilan kita, tapi aku yang merengek meminta kakak memanggil aku itu." Kata Geva memotong ucapan Bhumi.
"Iya iya.. dan aku minta maaf.. karena aku suka aja dengan panggilan itu.. makanya aku pakai untuk memanggil Flower." Ucap Bhumi sambil memejamkan matanya seperti terdakwa yang tengah di vonis hukuman penjara.
BERSAMBUNG...
BAGI LIKE LAH KALAU MAU..
PENTING IKHLAS LAH...
__ADS_1