
HAPPY READING 🍁
Sepasang suami isteri yang diketahui publik baru menikah pagi tadi sedang berjalan beriringan menuju pelaminan di iringi lagu romantis yang dinyanyikan oleh artis ternama yang sengaja di undang oleh Bianca.
Prosesi akad nikah Geva dan Bhumi beberapa bulan lalu dikediaman Wijaya, pagi tadi mulai disebar ke publik melalui akun-akun media sosial. Tidak ada penjelasan kapan acara itu dilaksanakan, tapi asumsi masyarakat apalagi netizen maha benar itu menganggap akad nikah baru berlangsung pagi tadi. Ya memang itu kan tujuannya, untuk menggiring asumsi publik. Ucapan selamat disertai doa hingga hujatan karena status Geva yang masih SMA itupun memenuhi kolom komentar.
Para tamu undangan mengabadikan momen romantis tersebut, tatapan mata kedua pengantin itu tidak bisa berbohong sebab keduanya saling memuja dan mencinta melalui tatapan. Sudah terbantahkan kan jika pernikahan dua keluarga konglomerat itu hanya semata-mata untuk bisnis.
Acara resepsi pun berjalan dengan sangat khidmat, terlebih saat momen sungkeman dimana kedua pengantin lawas rasa baru itu pun menitihkan air mata mendengar rentetan doa yang orang tua mereka ucapkan.
Setelah rangkaian acara itu selesai, para tamu undangan diminta untuk naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat secara langsung pada mempelai.
Seribu lebih tamu undangan yang hadir membuat Geva sudah menghela nafasnya membayangkan betapa capeknya dia berdiri di pelaminan.
"Kenapa cemberut sayang?" Tanya Bhumi merangkul pinggang sang istri dengan posesif.
"Pasti capek.. aku pengen cepet Istirahat di kamar!" Kata Geva.
"Yakin istirahat? gak pengen bertemu Gohan dan memanjakannya? Kan harusnya dari kemarin kita udah bisa bercinta setelah kejadian waktu itu." Bisik Bhumi membuat Geva meremang.
Ya, salah satu alasan Geva menghindar dari Bhumi adalah ini. Dia sudah diizinkan dokter untuk melakukan hubungan intim lagi setelah drama keguguran yang Geva alami, tapi Geva mau melakukannya setelah acara resepsi biar ala ala pengantin baru beneran kan..
Masalahnya Geva juga sangat tahu Bhumi tidak akan bisa menahan untuk tidak menggenjot dirinya. Sekuat apapun juga Geva, iman Geva sangatlah cetek, pasti dia tetap akan mendesah, makanya lebih baik menghindari Bhumi. Toh Geva juga memiliki kejutan untuk Bhumi.
"Jangan bahas aneh-aneh, noh tamu banyak banget udah siap antri buat kasih selamat! lagian ngapain juga mengundang banyak banget orang, toh kita juga gak butuh sumbangan dari mereka kan!" Kata Geva.
"Emang gak menerima sumbangan.. aku hanya mau menelanjangi kamu.." Jawab Bhumi berbisik. Geva langsung memukul lengan sang suami dengan cukup keras.
"Auuhh sakit sayang... kamu harus tanggung jawab dengan memuaskan ku." Kata Bhumi.
"Selamat ya Ge."
Eh.
Bhumi langsung menengok, dan mendengus kesal karena ada orang yang mengganggu momen romantis dirinya dan sang istri.
Seorang lelaki seusia Geva menatap Geva dengan sendu namun masih bisa tersenyum. Geva tahu senyuman itu senyuman palsu karena Geva sangat mengenal lelaki itu. Lelaki itu mendengar kalimat Bhumi barusan, dan semakin membuat hatinya terasa perih.
"akhirnya kamu datang Yo!" Kata Geva hendak membalas uluran jabat tangan Theo, namun buru-buru Bhumi mendahului Geva hingga Geva mendengus kesal. Suaminya itu memang terlalu lebay.
Theo tersenyum kala tangan Bhumi menjabat tangannya dan sedikit meremas tangan Theo. Namun senyum Theo masih tertuju pada gadis cantik sang pujaan hati yang mengisi relung hatinya.
"Elu cantik banget Ge." Puji Theo semakin membuat mata Bhumi melotot. Berani-beraninya anak ingusan itu memuji Wanita secara langsung di hadapan suaminya.
__ADS_1
"Jangan kurang ajar ya! atau saya lempar kamu dari sini!" Kata Bhumi penuh ancaman.
"Bhum.. selamat ya.." Mendadak Reno, Renata juga Alex datang mendekat.
"Thank bro!" Kata Bhumi tersenyum. Kesempatan buat Theo saat Bhumi berpelukan dengan Reno.
Bugh..
Eh..
Tiba-tiba Theo menarik Geva dalam pelukannya. Geva mencoba menolak, namun gagal.
"Aku merindukan kamu Ge.. sampai detik inipun aku masih sangat mencintai kamu.. please sebentar saja untuk terakhir kalinya." Kata Theo dengan nada sangat menyedihkan.
Bhumi langsung emosi melihat istrinya dipeluk cowok lain dan hendak memberikan bogem pada Theo yang berani memeluk istrinya. Namun dengan cepat Alex dan Reno mencegah Bhumi dan memegangi tangan Bhumi.
"lepas brengseek!" Bentak Bhumi.
"Tenang Bhum.. terkahir kalinya saja. Jangan egois, elu udah merebut Geva dari itu bocah." Kata Alex menghalau setan dalam diri sahabatnya, sebab jika sudah begini Bhumi tidak peduli dengan acara yang digelar dengan sangat istimewa ini..
Geva mematung kala Theo membisikkan sesuatu padanya, bahkan Geva merasakan air mata Theo yang menetes dipundaknya begitu saja.
Bagaimanapun Theo adalah lelaki baik untuk Geva dan menjaga Geva. Theo tidak mau merusak Geva meskipun masa lalunya sangat suram, apalagi Theo orang yang telah menolongnya dari guru yang bernama Fabian.
Geva berlahan membalas pelukan Theo dan menepuk pundak lelaki itu hingga tubuhnya justru semakin bergetar.
"Gevania!" Panggil Bhumi tidak terima. Geva menatap Bhumi penuh permohonan untuk tidak emosi.
"Maafkan aku yang sudah menyakiti kamu Yo.. aku yakin kamu akan dapat wanita yang baik . jangan nakal lagi ya.. jangan suka jajan wanita.. jangan rusak anak orang.. dan jangan mabuk." Nasihat Geva sangat tulus.
Kejadian itu tentu menjadi perhatian banyak tamu undangan yang hadir.
"Thank Ge.." Kata Theo melepaskan pelukannya lalu melangkah turun pelaminan. Bhumi tidak berkomentar apapun, dia diam dengan aura dinginnya. Mood Bhumi sudah terjun bebas. Geva sepertinya harus bekerja keras untuk membuat sang suami kembali bersikap manis padanya. Huh.
" Geva, selamat ya.. maaf jika aku banyak salah selama ini." Kata Renata dengan senyuman tulus.
Eh.
Geva bingung kenapa tatapan Renata berbeda? lebih tulus dan lembut, apa Renata sudah tobat? ah semoga saja lah.
"Makasih ya " Jawab Geva singkat yang memang menjaga jarak dengan Renata.
"Semoga segera diberikan momongan ya." Doa Renata.
__ADS_1
"Aamiin.."
"Kalian pasangan yang serasi." Meksipun Renata tersenyum tapi Reno tahu bahwa hati adik perempuan nya itu sangat hancur dan Reno tidak suka hal itu.
Di sudut Hall yang lain, Bianca menahan sesak dadanya kala melihat Keenan terlihat begitu mesra dengan Alona. Apalagi Bianca dengar sendiri jika Alona tadi merengek mau menginap di apartemen Keenan. Awalnya Keenan menolak namun akhirnya juga mengiyakan permintaan tunangannya tersebut. Bisa dipastikan kan mereka akan melek bareng. Bukan tidur bareng.
"Ini salah Ca.. gak boleh kayak gini.. gak boleh ganggu hubungan orang lain.. jangan begini.. jangan.. elu harus move on!" Batin Bianca menghapus air matanya.
"Bianca.." Panggil seseorang.
"Eh kak Reno.. " Bianca menengok mendapati kekasihnya yang ia gunakan sebagai pelampiasan.
"Kamu kenapa? habis nangis?" Tanya Reno.
"A.. aku hanya terharu sama prosesi resepsi Geva dan kak Bhumi. aku gak nyangka aja kak Bhumi bisa secepat itu bahagia, aku menangis bahagia." Kata Bianca.
"Oh.. kita makan yuk.. " Kata Reno menggenggam tangan Bianca menuju stand makanan. Dan sedari tadi ada sepasang mata mengamati mereka.
"Sudah Ca.. sudah.. buka hatimu pada kak Reno.. Lupakan kak Keen.. lupakan ca.. itu perasaan yang salah." Batin Bianca.
"Bi.. papi mami kamu nanti menginap di hotel ini kan?" Tanya Reno.
"Iya kak.." Jawab Bianca yang masih kaku meskipun status Reno adalah pacarnya.
"Habis pesta ikut aku yuk.. aku akan mengajak kamu bersenang-senang.," Ajak Reno.
"Bersenang-senang? kemana?"
"Ketempat yang pasti akan membuat kamu bahagia dan melupakan semua masalah kamu, karena aku tahu kamu tadi menangis bukan karena bahagia." Ucap Reno.
"Benarkah ada tempat seperti itu kak?" Tanya Bianca.
"HM.. gimana apa kamu mau?" Bianca mengangguk, namun...
"Bianca malam ini akan menginap di apartemenku!" Kata Keenan terdengar sangat tegas dibelakang Bianca membuat Bianca terkejut.
BERSAMBUNG..
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1