
Bhumi dan Geva saat ini sedang perjalanan menuju kediaman Bramantya setelah papa Gema menghubunginya untuk ke rumah sekarang juga.
Untung acara makan-makan ulang tahun Naomi sudah selesai. Dan Naomi mendapatkan hadiah berupa ponsel terbaru dari Gevania dan Bhumi, juga sebuah jam tangan keluaran terbaru dari Deon.
Ulang tahun Naomi ke 18 kali ini sangat-sangat berkesan untuknya. Naomi berharap inilah titik balik kebahagiaannya. Dia hanya ingin bahagia, jika dengan bersama Deon, maka tidak akan yang berani menyeret Naomi untuk kembali ke Jerman bersama orang tua angkatnya.
Deon pun sikapnya sudah kembali seperti dulu, iya dulu sebelum Deon tahu jika Naomi mencintainya. Nyatanya, bersama dengan Naomi juga mampu membuat Deon melupakan sosok Renata. Calon pasangan yang menggemaskan.
Jika Noami dan Deon sedang pendekatan, lain halnya dengan Ayumi dan Satria yang selalu saja bertengkar karena hal-hal sepele saat menunaikan tugas demi kesejahteraan dua perusahaan besar. Contohnya saja Perkara stempel perusahaan Bramantya Corp yang Satria sematkan sedikit miring saja membuat Ayumi nerocos terus menerus hingga membuat Satria jengah. Telinga Satria terasa panas mendengar ocehan partner nya tersebut.
Berbeda dengan Renata, wanita itu kini banyak diam dan tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Mungkin Renata sudah mulai menyadari kesalahannya selama ini.
Ah Kembali lagi pada Bhumi dan Geva,
"Bee kenapa sih kamu cemas? sudah tenang saja, jangan banyak pikiran." Tanya Bhumi mengacak-acak rambut sang istri.
"Pasti ini soal kejadian kemarin kak, papi menyuruh kita untuk ke rumah.. aku takut kak..aku malu..aku gak bisa jaga diri aku hingga ada orang yang ...." Kata Geva lirih yang tidak sanggup mengucapkan kata 'melecehkan'
"Kamu tenang saja, aku akan menyelesaikan semuanya dengan sangat baik bee, jangan khawatir. Ini bukan salah kamu sayang.. aku gak akan bilang soal itu.. aku tahu apa yang kamu pikirkan." Ucap Bhumi. Iya Geva gak mau orang-orang tahu apa yang dia alami. Dilecehkan? itu hal yang sangat-sangat memalukan bagi Geva. Dia gak siap untuk itu, dan Bhumi paham itu. mendengar kata leceh melecehkan, bayangan itu pasti langsung muncul.
"Lalu kalau papi tanya gimana? apa masalahnya hingga kakak mematahkan tangan manusia itu?" Tanya Geva.
"Tinggal bilang aja aku cemburu." Jawab Bhumi.
"Gak masuk akal kak.. dan lagi pemberitaan di internet sudah keterlaluan kak.. semua memojokkan kamu, apalagi kabar terakhir yang beredar kan hubungan kita udah selesai dan kakak dekat sama kak Ayumi. Banyak Netizen yang menganggap Manusia itu yang menyebabkan keretakan hubungan kita, kakak mukulin dia karena cemburu.. apalagi banyak juga foto aku beredar yang sedang berdua sama dia saat les privat, padahal disana ada Naomi."!Kata Geva menghela nafasnya frustasi.
"Kenapa kamu sekarang sibuk memikirkan ucapan netizen sih bee.. capek dengerin begituan.. yang penting hubungan kita baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja." Ucap Bhumi.
"Sudah jangan dipikirin lagi.." Bhumi tersenyum menatap sang istri. Senyuman Bhumi sungguh menenangkan hati Gevania.
"Senyuman kamu itu hanya boleh kamu berikan sama aku! nanti kalau ketemu mantan kamu, awas aja kalau senyum! Tetaplah bersikap dingin seperti dulu saat bersama orang lain!" Perintah Geva yang sebenarnya sangat cemburu pada sosok Flower.
"Tapi kan mantanku itu kakak ipar ku Bee." Goda Bhumi.
"Bodoh amat!" Decak Geva kesal lalu memalingkan wajahnya menghadap keluar menatap lampu-lampu penerangan jalan yang berbaris rapi menciptakan keindahan tersendiri dijalankan ibu kota.
"Ciie cemburu!" Goda Bhumi.
"Menyebalkan!" Jelas Geva.
"Menyebalkan mana sama bocah yang kalau nangis ingusnya di elap ke kaos ku.. konsisten banget lagi... inget gak pas kita bertemu lagi setelah sekian lama dan tentunya aku belum mengingat kamu.. kamu elap itu ingus di bad cover hotel." Bhumi terkekeh geli mengingat gadis itu.
"Kakak ih! aku malu!" Pekik Geva memukul lengan sang suami membuat Bhumi semakin terkekeh geli melihat wajah cemberut sang istri yang sangat menggemaskan.
...🍁🍁🍁...
Kediaman Bramantya,
Papi Gema baru saja pulang dari rumah sakit menjenguk keadaan Fabian, korban kekerasan Bhumi disebuah restoran yang ada di pusat pembelanjaan.
Berita yang beredar adalah, Bhumi cemburu buta pada Guru matematika Geva karena sang guru memberikannya les privat pada Gevania.
Dan kondisi Fabian sampai saat ini masih belum siuman, sehingga tidak ada keterangan dari Fabian secara langsung tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Apapun alasannya, menurut papi Gema cara Bhumi sudah salah besar. Dan hubungan Papa Gema juga Josep Darmawan selama ini sangat baik. Dari puluhan tahun lalu mereka sudah sering bekerja sama dalam beberapa projects fashion.
Papi Gema duduk termenung di ruang kerjanya sendirian karena Mami Naya masih di negara tetangga untuk menjalani pengobatan ditemani oleh Oma Rani dan Oma Intan.
Tok.. Tok.. Tok...
__ADS_1
"Masuk!" Perintah Papi Gema yang sudah tahu siapa yang datang.
Ceklek.
Pintu ruang kerjanya terbuka, dua anak manusia masuk dengan tangan yang saling bertautan.
"Papi kapan kembali ke sini?" Tanya Bhumi hanya sekedar basa basi, dia sudah tahu apa yang membawa papinya kembali ke tanah air.
"Jelaskan apa yang terjadi! Kenapa kamu sekarang selalu bertindak sesukamu meninggalkan pekerjaanmu tanggung jawab kamu dan membuat keributan!" Kata Papi Gema terdengar sangat berat dan sorot mata yang tajam. Membuat Geva ketakutan. Geva mereemass tangan sang suami.
"Gak apa-apa sayang.. tarik nafas.. tenang." Bhumi tersenyum pada Geva. Papi Gema terus mengamati sepasang anak muda itu.
"Kalau ada orang yang membuat mami menangis hingga histeris apa yang akan papi lakukan?" Bukan menjawab Bhumi justru balik nanya pada sang papi.
"Jawab pertanyaan papi Bhumi! apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu membuat anak Josep Darmawan itu sekarat!" Bentak Papi Gema membuat Geva terperanjat.
"Pii.. Bu.. bukan salah kak Bhum..."
"Diam kamu Geva! papi tidak tanya sama kamu!" Papi Gema memotong ucapan sang menantu. Geva menelan salivanya tubuhnya bergetar.
"Sayang.. kamu tunggu di luar saja ya." Perintah Bhumi. Geva menggeleng lemah meskipun dia sangat takut dengan wajah mertuanya kali ini.
"Katakan apa yang terjadi?!"
"Aku gak suka bajiingan itu mendekati Geva !" Jawab Bhumi asal.
PLAK!
"Kak.!" Pekik Geva saat papi Gema menampar putranya.
"Apa pernah papi mengajari kamu untuk melakukan kekerasan hingga mematahkan tangannya seperti binatang Bhumi!" Bentak Papi Gema.
Papi Gema gak bisa mentolerir lagi sikap Bhumi yang selalu menomor satukan emosi, Bhima sudah pernah dibuat hampir sekarat karena memperkosa Flower, membunuh orang yang hendak melecehkan Bianca. Kini hanya cemburu dia sampai mematahkan dan menghajar habis-habisan anak orang sampai sekarat?
"Apa dengan kekerasan semua selesai ha?" Bentak Papi Gema.
"Pi.. ini salah Geva pi.. jangan marahin kak Bhumi."
"Kamu diam Geva!"
"Papi jangan bentak istriku!" Kata Bhumi tegas. Geva meremas jemari Sang suami dan menunduk. Geva gadis menyebalkan yang tidak pernah takut dengan apapun kini menjadi gadis yang sangat rapuh.. seperti anak kucing yang kehilangan induknya.
"Tapi kekerasan bukan jalan yang baik Bhumi! kamu bisa bicara kan itu baik-baik. Josep akan menuntut kamu jika kamu tidak mau menyerahkan saham kamu pada dia!" Kata Papi Gema mengutarakan hasil pertemuannya dengan Josep tadi. Sepertinya Papi Gema sudah termakan omongan Josep~
"Aku gak peduli!" Jawab Bhumi.
"Logika kamu dimana Bhum! kenapa kamu jadi bodoh seperti ini!" Bentak Papi Gema.
Geva menatap nanar sang suami, suaminya rela ditampar sang papi karena alasan yang kurang masuk akalnya hingga mencelakai orang seperti itu.. demi melindungi Geva, dilecehkan adalah aib menurut Geva jadi Bhumi tidak ingin membuka aib sang istri dan membuat sang istri terus kepikiran.
"Otak kamu dimana Bhumi!"
"Pi... sudahlah.. aku bisa menyelesaikan nya sendiri.. aku tahu apa yang aku lakukan! Untung aku gak bunuh si bajinggan itu kan?" Kata Bhumi.
"Bhumi!" Bentak Papi Gema.
"STOP!" Teriak Geva yang sudah menangis.
"STOP! semua salah aku Pi.. jangan marahain kak Bhumi semua karena aku yang gak bisa jaga diri hingga orang itu... "
__ADS_1
"Sayang.. sudah.. jangan diteruskan." Kata Bhumi mengusap punggung sang istri.
"Orang itu apa?" Tanya papi Gema.
"O.. orang itu..."
"Sayang.. sudah.. sudah.."
"Orang itu melecehkan aku Pi.." Lirih Geva langsung menubruk tubuh sang suami dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami. Sepertinya Geva memang sedikit terguncang karena kejadian kemarin.
"APAA?" Teriak Papi Gema, rahang papi Gema langsung mengeras mendengar penuturan sang menantu.
"Sayang.. bangun sayang..." Bhumi menepuk-nepuk pipi istrinya yang terkuai lemas dalam pelukannya.
"Sayang.. bangun sayang.." Bhumi langsung mengangkat sang istri dan merebahkannya di sofa.
"kurang ajar!" Gumam papi Gema menatap nanar sang menantu yang memang dari kemarin tertekan dengan pikiran-pikirannya sendiri.
Papi Gema meraih ponselnya,
"Pi.. jangan katakan sama siapapun jika sebenarnya Geva dilecehkan oleh bajiingan itu;" Kata Bhumi.
"Papi akan akuisisi FB Fashion malam ini juga!" Kata Papi Gema penuh amarah.
BERSAMBUNG.
CERITANYA JADI GARING YA.. KARENA YANG LIKE DAN KOMENTAR CUMA DIKIT DARI PADA EPISODE-EPISODE SEBELUMNYA.
DUH JADI INSECURE SENDIRI NIH~
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
__ADS_1
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...