
Bersyukur...
itulah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan pada orang lain namun begitu sulit jika untuk dirinya sendiri.
Sama hal nya dengan Gevania pagi ini, dia mendengus kesal kala tidak mendapati Bhumi disampingnya.
Geva baru ingat jika saat ini Bhumi berada di belahan dunia lain demi kemajuan perusahaan yang di rintis oleh kakek buyutnya dengan papinya disaat usia yang masih sangat-sangat muda.
Bhumi tidak akan membiarkan perusahaan Bramantya Corp itu oleng sedikit saja, mengingat bagaimana dulu Papinya mengorbankan masa mudanya untuk membangun sebuah perusahaan dengan kakek Suryo. Kakek kandung Mami Naya.
Ya, Geva harus mengesampingkan ego-nya untuk karier Bhumi Bramantya. Toh nantinya dia akan ikut menikmatinya juga kan?
Geva berkali-kali mengucek matanya dan ingin melanjutkan tidurnya, sungguh rasanya malas sekali berangkat ke sekolah, dia berharap setelah bangun Bhumi ada disampingnya lagi.
Duh mengapa perasaan Geva mendadak seperti ini ketika sudah benar-benar jauh dari Bhumi?
Bukankah Geva sendiri yang dulu ingin kehidupan seperti sebelum dinikahi Bhumi Bramantya?
Tidur di kamar pribadinya yang super super nyaman serta tidak jauh dari kedua orang tuanya. Sarapan dan makanannya sudah disiapkan Mama tercintanya. Tidak perlu berhadapan dengan besi berkarat yang begitu Menyebalkan untuknya.
"Ge cepetan bangun.. ayo bangun.. udah siang.. Nanti kamu telat ke sekolah nya." Ucap Mama Rachel dari luar kamar Geva menggedor-gedor kamar Geva karena Geva sengaja mengunci kamarnya dari dalam semalam.
Emang jika sudah emak-emak begitu ya, tanpa pengeras suara saja suaranya sudah benar-benar menggelegar memenuhi seisi rumah.
"Iya ma. udah bangun kok.. ini mau mandi." Ucap Geva malas.
Jika tidak dijawab, pasti Mama Rachel akan terus berteriak-teriak dan menggedor-gedor kamarnya menggunakan Sutil.
Geva mengecek ponselnya lebih dulu berharap mendapatkan ucapan selamat pagi yang romantis supaya harinya menyenangkan, hanya ada sebuah pesan dari Bhumi Bramantya.
💌 Besi Karatan
" Ge, aku udah sampai di hotel. aku mau langsung istirahat beberapa jam saja, karena jam 8 pagi sudah ada jadwal meeting. Kamu baik-baik disana ya."
Geva menghela nafasnya, berharap pagi ini dapat telfon atau kata-kata romantis dari Bhumi hanyalah mimpi indahnya semalam saja. Namanya saja sudah besi karatan, udah dingin kaku pula... bagaimana mau romantis?
jam 8 pagi di Jepang, itu artinya jam 6 pagi di Indonesia karena perbedaan waktunya 2 jam sendiri.
Dan sekarang sudah jam 6 pagi. Berarti mungkin Bhumi sudah mulai meeting. Geva membalas pesan dari Bhumi untuk minta di telfon sebentar saja.
Dan pesannya ternyata hanya dibaca Bhumi doang. Padahal Bhumi sedang online~
Dengan mood sangat buruk pagi ini, Geva turun dari ranjang super empuknya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat ke sekolah.
🍁
Geva yang moodnya sedang tidak baik, dia memilih berangkat ke sekolah menggunakan motor sport milik kakaknya, Deon. Karena motornya masih dia apartemen Bhumi dan kuncinya Bhumi sembunyikan. Emang benar-benar menyebalkan ya~
Sama seperti dulu, Geva meluapkan kekesalannya dengan gas motor yang ia kendarai. Jika gasnya belum mentok gas pol dia tidak akan merasa puas.
Geva memilih mengendarai motornya melewati jalanan yang sepi sehingga bisa gas pol. Ya meskipun sedikit lebih jauh tapi membuat hati Geva lebih nyaman.
Geva sengaja tidak meminta izin dulu pada Bhumi jika ia menggunakan motor untuk berangkat sekolah.
Baginya itu tidak masalah, kan Bhumi juga tidak lihat. Kalau Bhumi lihat terus mengomeli dirinya bukankah itu bagus?
dia juga ingin mengomeli Bhumi balik karena tidak membalas-balas pesannya hingga jam istirahat sekolah tiba.
"Elu kenapa sih Gep dari tadi murung Mulu." Ucap Naomi.
"kak Bhumi pergi ke Jepang sebulan untuk urusan bisnis." Jawab Geva.
"Bagus dong."
""Kok bagus?" Geva menatap sahabatnya itu dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Bukankah itu mau elu? katanya elu pengen bebas kayak dulu kan?"
"Iya juga sih." Ucap Geva.
"Elu ditanyain anak-anak panti noh.. udah lama elu gak kesana, biasanya seminggu sekali juga kesana bawain banyak makanan dan Hadiah."
"Iya, gue juga kangen sama mereka, nanti malam mau nginep panti boleh?" Geva berpikir untuk melupakan kesepiannya karena ditinggal Bhumi dengan anak-anak panti, pasti mengasyikkan.
"Apa sih yang nggak boleh buat neng Gepa!"
Naomi menirukan logat khas Sunda ibu panti ketika berbicara dengan Geva.
"Nom.. nom.. ih jelek! gak cocok pakai logat begitu !" Pekik Geva hingga keduanya tertawa.
"Ge.."
"Hmm."
"Elu udah kepikiran mau lanjutin kuliah dimana?" Tanya Naomi dengan wajah serius. Keduanya tidak ada niat ke kantin. Naomi sangat rindu Gevania karena Gevania yang sering bolos jarang masuk sekolah.
"Entahlah.. gue bingung Nom.. impian gue masih sama.. pengen kuliah di London ngambil kedokteran. gue pengen jadi dokter."
"Tapi kak Bhumi?" Tanya Naomi.
"Nah itu.."
"Kak Bhumi lebih prioritas Gep. kecuali dia juga mengizinkan elu buat kuliah di luar negeri. Lagi pula disini juga banyak universitas dengan jurusan kedokteran yang bagus kan.. ingat status elu udah beda saat ini Gep." Nasihat Naomi.
"Gue belum tahu Nom.. semua juga tergantung bagaimana dia ke gue.. gue masih ragu sama dia Nom.. sudahlah biar waktu yang menjawab semuanya." Ucap Geva.
"Elu udah jatuh hati sama dia ya Gep?" Selidik Naomi.
"Gue harap sih enggak Nom.. tapi perasaan gue gak karuan ketika dia pergi. Gue takut jatuh cinta duluan jika ujungnya dia gak bisa melupakan kak Flo." Kata Geva.
"Semoga aja benteng pertahanan elu kokoh sebelum dia mengatakan cinta duluan. Karena menurut gue, gak ada cewek yang bisa menolak pesona Keluarga Bramantya."
"Kak Bhumi doang kali yang gak peka-an."
"Ember!"
"Kalau elu gimana Nom? apa rencana elu setelah lulus sekolah?" Tanya Geva pada sahabatnya yang dari tadi pagi nampak penuh beban. Namun Geva yang sudah penasaran itu menunggu waktu istirahat untuk bertanya pada sahabatnya.
Naomi menatap Geva dengan sendu dan menggelengkan kepalanya.
"Gue gak mau ya Nom elu dibawa ke Jerman lagi sama orang tua angkat elu yang tidak berakhlak itu." Ucap Geva mengingat orang tua angkat Naomi pernah datang ke panti lagi dan berjanji akan menjemput Naomi setelah lulus SMA.
"Gue bisa apa Gep, mereka masih memiliki hak asuh gue secara hukum yang sah. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau Gep."
"Nom, please jangan mudah percaya sama orang. Meskipun mereka statusnya orang tua angkat elu secara hukum... tapi tetap saja merek orang lain! ingat, jangan gampang luluh! dulu mereka udah hampir menjual elu.. padahal usia elu baru 14 tahunan kan..
Apalagi sekarang, elu udah bohay begini..." Ucap Geva cukup keras karena di kelas cuma ada mereka berdua di jam istirahat ini.
"Iya." Naomi tersenyum sahabatnya satu ini memang begitu tulus menyayangi dan mengkhawatirkan dirinya.
" dan saat gue kabur pas mau di jual dulu itu gue jadi ketemu sama elu yang sedang sekarat gara-gara gak sengaja makan keju terus gue kenal sama elu dan keluarga elu.. hingga kak Deon bawa gue kembali ke Indonesia dan akhirnya kita ketemu lagi dan bersama lagi Gep." Ucap Naomi mengenang masa lalu saat pertama bertemu Geva dan keluarganya yang sangat baik sama dia. Anak kecil yang lontang-lantung di Jerman padahal kewarganegaraan nya masih kewarganegaraan Indonesia karena orang tua angkat Naomi memang keduanya asli Indonesia.
"Nom.."
"mama angkat gue udah berjanji akan kuliahin gue di Jerman Gep, gue bisa mengejar impian gue, dan dia berjanji akan melindungi gue dari Papa angkat gue. Dia memang sangat baik dari dulu dia menganggap gue kayak anaknya sendiri.. karena yang dulu niat menjual gue adalah papa angkat gue tanpa sepengetahuan mama angkat gur. Dan mereka udah berpisah kok. Mama angkat gue tinggal sendirian karena dia gak bisa punya anak kan."
"Tapi Nom.. gue gak rela jika harus pisah sama elu dan berbeda negara. bisa juga papa angkat elu gak berakhlak itu kembali mengusik hidup elu."
"Makanya suruh kak Deon nikahin gue.. gue akan tetap stay disini, karena hanya kak Deon yang bisa lawan kekuatan orang tua angkat gue Nom.. " Ucap Naomi.
"Nom.. elu tahu sendiri kan bagaimana kerasnya hati kak Deon." Geva juga berharap Naomi akan menikah dengan Deon. Geva gak Sudi punya kakak ipar seperti Renata. Amit-amit dah~
__ADS_1
"Doain gue ya.. supaya gue bisa dapat lelaki yang tak kalah tampan dan tajir juga punya kekuasaan sehingga dia bisa lindungi gue dari orang tua angkat gue."
"Nom.. gimana kalau elu sama kak Kaisar, kayaknya dia jomblo loh." Ucap Geva.
"Ck. elu gak tahu siapa dia Gep? Coba cek di Gugel deh.. Kaisar Bramantya, lelaki yang di cap playboy karena mengencani banyak gadis."
"Siapa tahu dia berubah coba."
"Susah Gep!"
Drtt.. Drttt..
"Gep.. ponsel elu bunyi noh.. si besi karatan memanggil." Kata Naomi melirik ponsel sahabatnya diatas meja.
"Males ah.. dia lama balasnya."
"Angkat dulu.. mungkin dia sedang sibuk.. makanya baru sempat hubungi kamu.. jangan egois Gep." Kata Naomi. Geva tersenyum,. sahabatnya satu ini memang lebih dewasa ketimbang dirinya.
"Eh nom elu suka beneran kan sama kak Deon.."
Naomi mengangguk semangat karena Deon adalah cinta pertamanya.
"Kalau gitu perjuangin cinta elu... gue akan dukung... bahkan kalau dia sampai nikahin wanita lain.. gue dukung elu buat jadi pelakor."
"ngaco lu! udah cepat angkat telfon suami elu itu." Kata Naomi.
Geva mengangguk dan tersenyum..
📲 "Hallo Ge.. lagi apa?" Tanya Bhumi.
📱"Lagi K Z L!"
📲 " Apa itu K Z L?"
📱 "Aku lagi KEZEL sama kakak! balesnya lama banget... padahal ngetik pesan juga gak sampai semenit kok.. padahal online." Protes Geva.
📲 "Tadi lagi chat sama Bang Kee Ge, bahas kerjaan.. " Jawab Bhumi datar.
📱 "Kakak waktunya di jepang tinggal 29 hari ya.." Ucap Geva. Bhumi dari seberang sana hanya tersenyum, niat banget Geva menghitung mundur seperti itu.
"Gev.. nih makanan buat kamu.. kenapa kamu gak ke kantin.. ini jam istirahat loh." Ucap seorang lelaki yang terdengar jelas di sambungan telfon Bhumi.
"Pak Fabian gak adil deh.. buat aku mana? masak cuma Geva?" Tanya Naomi.
📱"Kak... aku..."
Tut.. Tut.. Tut.. Tut...
Sambungan terputus saat Geva belum menyelesaikan kalimatnya.
BERSAMBUNG....
GAES.. MINTA TOLONG BANTU LIKE NOVEL SEBELAH YA..
DISINI UPDATE JIKA SEBELAH SUDAH DAPAT LIKE YANG LUMAYAN.
BUKAN MAKSUD AUTHOR SONGONG ATAU GIMANA KARENA MEMANG AUTHOR BUTUH LIKE DARI KALIAN.
JIKA LIKE ICPA SEBANYAK MGM...
AUTHOR JANJI DEH NULIS CERITA BIANCA, KEENAN DAN ALONA DI PLATFORM INI.
KIRA-KIRA NANTI KEENAN SAMA SIAPA YA?
TERUS CERITA NAOMI.. KAYAKNYA JUGA SERU SIH 🤭
__ADS_1
MAKASIH YA ATAS DUKUNGAN KALIAN.. TANPA KALIAN AKU HANYA SERPIHAN GORENGAN HEHEHE