Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Bangunkan Gohan~


__ADS_3

Korea Selatan adalah negara yang dipimpin oleh Presiden Park Geun Hye, negara yang dikenal sebagai negeri yang kaya dengan budaya, sekaligus merupakan tanah yang sangat romantis, itulah alasan Bianca memilih Korea sebagai tempat liburan Geva dan Bhumi. Biar Bhumi dan Geva bisa terus romantis sampai tua.


Meskipun memilih tiket pesawat ekonomi untuk pasangan yang tengah dimabuk asmara itu, ternyata Bianca sudah menyiapkan hotel yang sangat mewah tidak jauh dari N Seoul Tower yang menjadi ikon paling terkenal bagi pasangan kekasih yang ingin mengikat cinta mereka dengan memasang gembok yang bertuliskan nama mereka lalu membuang kunci gembok tersebut sebagai simbol dari cinta yang tidak pernah terpisahkan.


Geva dan Bhumi tiba di bandara Gimpo- Korea Selatan saat matahari masih menyembunyikan sinarnya. Mereka sudah dijemput oleh orang suruhan mami Naya.


Geva masih terlihat sangat pucat, tenaganya sudah habis karena hampir sepanjang perjalanan di udara Geva beberapa muntah dan enggan keluar dari toilet. Bhumi sangat tidak tega dengan kondisi sang istri, dia harus meminta penjelasan dari Bianca nanti.


Beruntung, pramugari sangat baik dan menawarkan tempat untuk Geva istirahat, dan disana Geva bisa sejenak memejamkan matanya meskipun kepalanya berdenyut luar biasa.


Sesampainya di hotel, Bhumi memapah Geva dengan penuh cinta tanpa banyak omong menuju kamar yang sudah dipesan atas namanya. Ingin sekali Bhumi menggendong Geva, tapi Geva menolak. Malu katanya.


"Sayang.. ganti baju dulu ya." Kata Bhumi mengusap rambut sang istri yang berbaring di ranjang besar nan empuk itu dengan mata terpejam.


"Gantiin.. kepala aku pusing banget." Keluhnya enggan membuka mata.


"Aku ambil air hangat buat membersihkan tubuh kamu ya.. pasti rasanya sangat lengket kan.. biar kamu nyaman tidurnya. Aku udah pesan jahe merah hangat untuk kamu." Ucap Bhumi.


Dengan telatennya Bhumi membantu Geva, sungguh Geva merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Bhumi, dibalik sikap dingin dan cuek juga kakunya, ternyata Bhumi sangat manis jika sudah cinta.


Setelah semua selesai,


Mereka pun terlelap sambil berpelukan karena kepala Bhumi juga sudah pusing dari di pesawat tadi.


🍁


Pagi menjelang,


Bianca mulai menggeliat setelah semalaman tertidur. Matanya terasa berat untuk terbuka karena dia menangis semalaman. Bianca sangat bingung dengan perasaannya dan dia harus bersikap seperti apa pada Keenan.


Bianca tidak ingin semakin banyak orang tahu akan perasannya pada Keenan. Sudah cukup Geva saja.


Karena takutnya masalahnya akan runyam. Hari kecil Bianca tidak ingin berjauhan dari Keenan. tapi jika terus dekat dengan Keenan, Bianca takut perasaannya akan semakin besar untuk Keenan, kakak sepupunya.


Bianca membuka pintu kamarnya karena perutnya terasa sangat lapar, padahal kemarin dia sempat makan dengan Raya di restoran cepat saji.


Cklek.


Betapa terkejutnya Bianca melihat Keenan tertidur disamping pintu kamarnya dengan duduk dilantai. Apa dari semalam Keenan tertidur disini?


Jawabannya iya, sebab Keenan masih mengenakan baju semalam juga sepatu yang sama. Hati Bianca rasanya tergelitik dan tidak tega melihat Keenan seperti itu. Ada rasa bersalah merasuki dadanya dan rasanya sangat nyeri.


Perlahan Bianca berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Keenan.

__ADS_1


Tampan.


Sangat tampan.


Senyum terbit di bibir Bianca, seandainya Keenan bukan kakak sepupunya sendiri pasti dia akan memperjuangkan Keenan hingga setiap dia membuka mata, wajah Keenan menjadi pemandangan pagi yang sangat indah.


Ah, mana tega Bianca memperjuangkan Keenan karena nyatanya Keenan sudah memiliki tunangan. Bianca juga wanita, tidak mungkin dia tega menyakiti Alona dan merebut Keenan. Lagi pula selama ini Keenan sangat menyayangi dan mencintai Alona, sedangkan dia? tidak lebih dari adik untuk Keenan.


Tanpa sadar karena terus membayangkan hal-hal yang sangat menyedihkan itu, tangan Bianca mengusap lembut rahang Keenan hingga sang empu mulai membuka matanya dan tersenyum,


"Ca.." Panggilnya lirih.


"Eh." Bianca terperanjat dan langsung menarik tangannya begitu saja. Namun Keenan dengan cepat menangkap tangan Bianca.


"Maafin kakak." Kata Keenan lembut dan menggenggam tangan sang adik.


"Kakak kenapa tidur disini? kenapa gak ke kamar kakak? kakak kalau sakit bagaimana? kakak pasti belum makan kan? disini itu dingin kak!" Omel Bianca karena sangat cemas dengan kondisi sang kakak.


Keenan tersenyum,


"Gak masalah, asal kamu mau maafin kakak.. maaf kakak udah terlalu keras dan mengekang kamu."


"Kak..."


"Jangan berkata kalau kakak bukan kakak kamu ya.. sakit Ca nggak dianggap sama adik sendiri." Ucap Keenan dengan mata berkaca-kaca.


Bianca hanya mengangguk,


Keenan langsung menarik Bianca dalam pelukannya,


"Kakak sayang banget sama kamu Ca.. kakak ingin yang terbaik untuk kamu, maaf jika cara kakak salah, kakak akan membiarkan kamu bergaul dengan siapapun tapi kakak akan tetap mengawasi kamu dan menjaga kamu dari jauh.. kakak izinkan kamu pacaran, tapi harus dengan lelaki baik dan tulus sayang sama kamu." Kata Keenan membuat air mata Bianca menetes.


"Kenapa justru malah sakit banget sih kak mendengar kamu mengizinkan aku pacaran, berarti kamu emang gak ada perasaan sedikitpun sama aku kecuali adik, kakak. Baiklah jika itu mau kamu kak.. aku semakin mantab untuk melupakan perasaanku pada kamu." Batin Bianca.


"Makasih kak." Kata Bianca lirih. Dengan segera Bianca menghapus air matanya supaya Keenan tidak melihatnya sedih.


Bianca tersenyum,


"Kakak cepat mandi gih.. aku masakin sarapan buat kakak ya?" Keenan mengangguk dengan senyum yang lebar karena adiknya sudah kembali seperti semula, perhatian dan sangat menyayanginya.


"Makasih Adikku yang paling cantik." Kata Keenan mengecup kening Bianca lalu berdiri dan berlalu begitu saja.


"Ah, bagaimana bisa lupa kalau kamu kecup kening aku terus sih kak.. kan kata orang kalau nyium kening maka buat orang yang dicium akan selalu kepikiran dan keinget terus sama orang yang nyium ." Gerutu Bianca setelah Keenan menghilang memasuki lift.

__ADS_1


[ Jangan tanya kapan Keenan tahu perasaan Bianca ya.. masih lama dan tentunya bukan disini. Nikmati aja]


🍁


Setelah meminum jahe merah dan beberapa ramuan herbal khas Korea yang diberikan pihak hotel semalam, Geva terbangun dengan wajah segar seperti kemarin tidak mabuk udara.


Mata Geva menatap Bhumi yang masih terpejam sembari memeluknya, lelaki itu sangat cemas padanya dan melakukan apapun untuknya, sungguh Geva merasa sangat dicintai dengan sikap Bhumi saat ini.


Mumpung Bhumi masih tidur, Geva segera ke kamar mandi membersihkan diri dan berendam air hangat karena cuaca diluar sangat dingin sekali.


Selesai membersihkan diri, ponsel Bhumi bergetar, dan Geva langsung membuka pesan yang masuk di ponsel suaminya.


Ternyata dari Bianca. Semalam suaminya ternyata sudah mengomeli adiknya habis-habisan karena pesawat ekonomi hingga membuat Geva mabuk, dan Bianca meminta maaf karena bangku first class sudah penuh.


Bianca merasa sangat bersalah mendengar kondisi Geva semalam, namun Geva segera membalas bahwa pagi ini dia sudah sehat, so Bianca tidak perlu cemas. Geva justru lebih memilih mengambil hikmah dari kejadian semalam, dimana Bhumi adalah suami siaga, jadi Geva tidak perlu cemas bagaimana nanti dia saat hamil, melahirkan dan mengasuh anak-anak nya, Bhumi pasti akan sangat memperhatikan dirinya.


Geva tersenyum memandang suaminya yang masih terlelap, sepertinya sangat kelelahan. Tapi bodo amat, Geva pengen ngadon pagi-pagi kok.


CUP!


CUP!


CUP!


"Suamiiikkkk bangunnn." Bisik Geva ditelinga Bhumi.


"Suamikk bangun... mari kita ngadon!" Katanya lagi.


"Bentar Bee.. aku masih ngantuk banget ini.. 30 menit lagi ya." Kata Bhumi dengan suara parau.


"Kalau kamu gak mau bangun aku akan bangunkan Gohan dulu." Kata Geva.


eh.


mata Bhumi langsung terbelalak.


"Ma.. maksud kamu apa? kamu mau perkosa aku?" Tanya Bhumi.


Geva mengangguk dan tersenyum jahil.


"Udah kamu bobok aja, biar aku yang bekerja, kan biasanya kamu yang begitu, aku yang bobok kamu yang bekerja, sekarang gantian suamiku sayang.." Kata Geva sudah melepaskan tali bathrobes yang ia kenakan.


Sudah gini, emang Bhumi bisa apa coba?

__ADS_1


BERSAMBUNG....


PLEASE BAGI LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA JUGA KOPI DAN BUNGANYA. MAKASIH 🤗


__ADS_2