Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Son Gohan mau Belajar KAMEHAME~


__ADS_3

Geva benar-benar tersudut, hanya butuh satu tangan untuk Bhumi melumpuhkan dua tangan Geva hingga membuat payudara berukuran besar itu terlihat cukup menarik.


"Cukup menarik." Bisik Bhumi setelah melepas tautan bibirnya.


namun sedetik kemudian dia kembali melahap bibir Geva dan tangan Bhumi satunya lagi mulai nakal dengan bermain di gunung indah milik Geva.


Tubuh Geva lemas seketika merasakan apa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Arghhh..." Desahan lolos dari bibir Geva karena tangan Bhumi begitu lihainya bermain di puncak dada Geva sedangkan bibirnya mengabsen setiap mili leher jenjangnya. Dan kaki Geva terus bergerak dengan penuh keresahan.


Bhumi benar-benar sangat menikmati moment ini, delapan tahun setelah kandasnya hubungannya dengan Flower, Bhumi tidak pernah melakukan hal panas seperti ini.


Geva mencoba terus menahan supaya suara laknat itu tidak keluar lagi dari bibirnya.


Namun gagal,


"Emmppp....kak... ah..." Desahan lolos dari bibir Geva. Geva benar-bener mengerutuki dirinya sendiri yang lepas kontrol.


Desahan Geva kali ini bukan membuat Bhumi semakin terbakar gairah, justru mengingatkan Bhumi pada ucapan Papa Arsa bahwa ini yang pertama untuk Geva. Kak? kakak? Bhumi teringat bahwa dia menganggap Geva adiknya.


Dan seketika Bhumi menghentikan aktivitasnya. Ditatapnya mata Geva yang seolah menantang dirinya tanpa ada rasa takut jika Bhumi berbuat lebih. emang bener-bener gadis bar-bar.


Bhumi yang penuh perhitungan memilih menyudahi aktivitas panasnya, jika ia teruskan maka ini sungguh tidak adil untuk Geva karena hatinya masih utuh untuk seorang Flower.


Memang secara hukum dan agama mereka sudah sah melakukan hubungan ini, Dan Bhumi juga tidak masalah jika melakukannya tanpa cinta, namun Geva?


Selain umur Geva masih terlalu muda untuk semua itu, Bhumi juga yakin bahwa belum ada cinta di hati Geva. Dan bagaimana hubungan mereka kedepannya juga belum jelas.


Terlebih Bhumi tidak mau menghancurkan masa depan Geva yang masih duduk di bangku SMA.


Geva mengajaknya untuk berhubungan badan karena permintaan Mami Naya dan kewajibannya sebagai istri.


Entah apa yang diucapkan Mami Naya pada Geva sehingga Geva menurut saja seperti itu tanpa beban pula. Tapi satu keyakinan Bhumi, yaitu mami Naya pasti membuat drama queen yang benar-benar dramatis.


Ah mami Naya bener-bener dah~


Anakmu pusing loh mam~


Bhumi sadar, dimana pun wanita selalu ingin malam pertamanya begitu berkesan sepanjang hidupnya. Cukup Flower yang mengalami malam pertama sangat buruk bersama Bhima, dari kejadian itu Bhumi cukup banyak belajar mengambil hikamh.


Otak Bhumi masih waras. Dia mengusap puncak kepala Geva,


"Sorry." Katanya lirih dan langsung beranjak pergi keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.


Mulut Geva benar-benar menganga.


Ditariknya handuk yang terkoyak tadi menutupi dada indahnya yang habis di garap Bhumi.


Jantung Geva benar-benar ingin lepas dari tempatnya.

__ADS_1


"Sebegitukah kamu gak menginginkan aku kak?" Gumam Geva dengan air mata yang menetes.


Dalam hati kecil Geva sungguh kecewa dengan Bhumi. Tubuh Geva menuntut lebih, dan dia sudah menyiapkan mentalnya untuk menjadi istri Bhumi sepenuhnya. Namun...


Wajar kan jika Geva sakit hati saat ini.


"Mending gue berendam di bathtub biar otak gue tenang." Gumam Geva.


Huhu kesel, dimana-mana selalu saja wanita jadi pihak yang paling banyak terluka~


Yee kan?


Sementara Bhumi dia begitu frustasi. Auto langsung nyemplung kolam renang apartemennya untuk mendinginkan tubuhnya yang menegang.


Kolam renang yang berada dilantai teratas gedung apartemen dan bisa diakses oleh 5 unit apartemen yang berada di lantai 30. Apartemen siapa lagi kalau bukan milik generasi ketiga keluarga Bramantya.


Udah menyelam hingga dasar kolam, bayangan tubuh Geva terus menempel di benak Bhumi.


Udah mengumpat dan menonjok dinding kolam renang bayangan squisy Geva masih tidak mau lepas juga.


Keduanya kini menenangkan dirinya masing-masing dan dengan caranya masing-masing.


🍂


Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Bhumi tidak ada kembali ke kamar meskipun hanya untuk mandi berganti pakaian atau apa dan hal itu membuat Geva lega karena tidak harus melibat Bhumi. Geva pikir mungkin Bhumi tidur di kamar lainnya, namun pakaian Bhumi ada di walk in closet berjejeran dengan pakaian-pakaiannya.


Geva memilih untuk setia di dalam kamar dan enggan keluar meskipun perutnya saat ini sangat lapar.


"Ternyata begitu ya rasanya bibir di cium dan.. terus dada di reemas-remass." Geva Menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin. Hingga matanya menangkap Kissmark Bhumi di lehernya membuat Geva benar-benar miris mengingat penolakan Bhumi yang meninggalkannya begitu saja setelah menikmati setengah tubuhnya.


"Gue jadi penasaran siapa sih mantannya kak Bhumi dan seberapa cantik, sexynya sih sehingga Bhumi Bramantya berani memperlakukan gue seperti itu.


huh! Baru kali ini harga diri gue diinjak-injak karena ditolak." Gumam Geva.


"Gue harus cari cara buat bales dia! bendera peperangan sudah dikibarkan wahai Besi berkarat! ahh dasar impoten!" Ucap Geva menggebu-gebu. Geva lalu berbaring diatas tempat tidur berukuran besar meski dia yakin jika dia akan sulit terpejam kali ini.


Dan si besi karatan yang sedang diumpat oleh istrinya kini memilih untuk tidur di sofa ruang kerjanya dari pada kembali ke kamar satu-satunya yang ada di Apartemen tersebut hanya menggunakan bathrobes yang tadi dia temukan di ruang bilas setelah berenang.


Bhumi bingung harus bersikap bagaimana pada Geva, dia canggung jika harus bertemu Geva saat ini.


Alih-alih tidur di ruang kerja, nyatanya Bhumi juga tidak bisa tidur sama sekali. Dia terjaga karena juniornya terus menegang membayangkan dada Geva.


Inginnya tidak membayangkan tapi nyatanya bayangan itu selalu hadir.


oh sungguh rasanya Bhumi ingin sekali menjedotkan kepalanya sendiri ke tembok saat ini juga biar bayangan dada Geva ilang.


🍂


Panggilan telfon yang sudah puluhan kali benar-benar mengusik gendang telinga Bhumi. Bhumi terpaksa mengerjapkan matanya meski dia baru terpejam 2 jam.

__ADS_1


"Ah sudah jam 6 pagi ternyata." Gumam Bhumi melihat jam di layar ponselnya. Bhumi susah tidur karena ada pertarungan panas antara logika dan nafsunya masih enggan untuk bangun.


Logikanya meminta untuk tidur di sofa ruang kerjanya, sedangkan nafsunya meminta untuk menyusul Geva ke kamar dan melakukan malam panas yang sebenarnya, tidak pemanasan saja seperti sebelumnya.


Bhumi melihat panggilan puluhan kali itu dari Satria, ternyata Satria mengabarkan ada meeting pagi ini yang sangat penting.


Hanya cebikan yang keluar dari bibir Gema. Berhari-hari dia tidak terlalu memikirkan pekerjaan, dan kini rutinitasnya sudah kembali menjadi direktur pemasaran dan bertambah lagi tugas Papi Gema yang diserahkan padanya.


Bhumi segera kembali ke kamarnya untuk mandi dan berganti baju sebelum berangkat kantor.


Ceklek


Dibukanya kamar satu-satunya apartemen tersebut dengan sangat hati-hati. Oh untung Geva masih terlelap dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya, jadi Bhumi aman. Gak perlu keluarkan emosi untuk berdebat dengan alien dari Pluto itu.


Dengan mengendap-endap Bhumi memasuki kamar mandi dan mandi dengan suara gemercik air di buat seminimal mungkin. Bagaimana caranya? hanya Bhumi yang tahu.


Bhumi melakukan itu supaya tidak mengusik Geva, tapi usahanya sia-sia. Ternyata Geva terbangun dan sadar jika di dalam kamar mandi adalah suaminya meskipun sempat bingung dia ada dimana saat ini.


"Kata Mami Naya kan pagi-pagi, titiit lelaki itu gampang on.. jadi kalau dipancing dikit bisa langsung bangun... ah saatnya pembalasan. Bodo amat sekolah telat hehe." Ucap Geva yang kembali berbaring dan menjatuhkan selimutnya ke lantai.


"Aku akan menyiksa kamu suamiku,.. duh aku kok seperti wanita murahan ya? " Batin Geva.


"Enggak.. enggak.. dia suami kamu Geva, demi kamu tidak menjadi janda muda kamu harus bisa taklukkan Bhumi Bramantya.


Gak papa kelihatan ganjen dan gak punya harga diri didepan suami, dari pada gak punya harga diri didepan lelaki yang hanya berstatus pacar?" Batinnya lagi mengingat teman-teman sekolahnya yang sudah pacaran dengan gaya bebas.


Ternyata bukan hanya renang aja ya yang memiliki gaya bebas.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka. Bhumi yang tadi dikamar mandi kepikiran Geva hari ini sekolah memilih mengalah dari egonya dan membangunkan Geva. Jangan sampai istri kecilnya itu terlambat ke sekolah.


Mengetahui pinta terbuka, Geva segera pura-pura tidur dan menaikan dress tidurnya berbahan katun hingga mengekspos paha putih mulusnya yang tanpa noda sedikitpun.


Ditambah drees yang dia gunakan memiliki satu tali yang diikat dibelakang lehernya.


Bagian punggung terbuka, dan belahan dada yang terlihat jelas...


"Oh Shitt!" Umpat Bhumi spontan dan lumayan keras saat matanya menangkap sosok yang begitu sexy diatas ranjang.


Auto, Son Gohan bangun pengen belajar jurus Kamehame...


BERSAMBUNG...


MOHON MAAF YA KEMARIN GAK UPDATE KARENA HABIS NGURUS SKRIPSWEET SEHARIAN MEMBUAT OTAK BLANK DAN GAK BISA MIKIR DENGAN GESREK~


AKHIRNYA BUAT GIVEAWAY DEH DI GROUP CHAT,


SELAMAT KAK ECA DAPAT PULSA 20K.

__ADS_1


Nanti kalau gabut buat Giveaway lagi di GC ya..



__ADS_2