Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Praktikum Olahraga~


__ADS_3

SEBELUMNYA MAKASIH BANYAK YA READERS.. ATAS DUKUNGAN KALIAN.. NOVEL MENIKAHI GADIS MENYEBALKAN NAIK LEVEL SESUAI TARGET AUTHOR..


JADI.. SIANG INI AUTHOR UPDATE... UDAH JANGAN BANYAK KOMENTAR.. NANTI TAKUTNYA AUTHOR KHILAF UPDATE LAGI GARA-GARA KALIAN INGIN TAHU KELANJUTAN CERITANYA ITU SAMPAI SEMANGAT KOMENTAR, EH SEMANGATNYA NYETRUM DI AUTHOR HEHEHE..


MAKASIH BANYAK YA . HAPPY READING 😍


...🍁🍁🍁...


Bhumi berlari keluar dari ruang meeting di lantai 5 perusahaan tanpa menghiraukan panggilan Keenan..


Beruntung Keenan bisa menyusul Bhumi saat Bhumi memasuki lift.


Keenan dapat melihat betapa cemasnya Bhumi,


"Apa apa Bhum?" Tanya Keenan dengan nafas terengah-engah.


"Geva dibawa ke rumah sakit." Jawabnya dengan terus menekan tombol dalam lift supaya segera turun hingga lobby.


"Kenapa?"


"GUE GAK TAHU KAK! JANGAN BANYAK NANYA!" bentak Bhumi. Keenan langsung terdiam, adiknya satu ini memang beginilah.. dia cukup hafal.


Ting


Pintu Lift terbuka,


"Mana kunci mobil elu.. biar gue yang nyetir." Keenan mengadakan tangannya ke arah Bhumi.


"Nggak usah." Ucap Bhumi. Keenan langsung menyambar kunci mobil Bhumi, dia tidak aka membiarkan Bhumi menyetir sendiri karena terlalu bahaya mengingat kondisi emosi Bhumi yang seperti ini.


Bhumi malas berdebat dengan Keenan yang sudah duduk di bangku kemudi mobilnya. Mau tidak mau dia langsung duduk di bangku penumpang.


"Cepat!" Perintah Bhumi. Keenan tidak menjawab, dia langsung melajukan mobil sport Bhumi dengan kecepatan penuh.


Namun karena jalanan yang cukup padat membuat Keenan harus sedikit bersabar menerima umpatan demi umpatan yang dilontarkan sang adik. Bhumi terus mencoba menghubungi ponsel Geva menanyakan apa yang terjadi, tapi Naomi tidak kunjung menjawab.


Bhumi tadi lupa menanyakan apa yang terjadi karena saking paniknya mengetahui istrinya di larikan ke rumah sakit? apa sakit perut? apa kecelakaan saat ujian praktikum olahraga, atau karena alergi keju?


Pikiran Bhumi benar-benar kalut..


Bayangan Geva sesak nafas saat alergi keju itu membuat keringat dingin Bhumi bercucuran.


"Bhum tenang... Geva pasti akan baik-baik saja!" Kata Keenan menenangkan sang adik.


"Kakak pecus nyetir gak sih!" Decak Bhumi kesal.


"Jangan bodoh!" Kata Keenan.


"Sabar dulu sebentar lagi sampai... di depan sepertinya ada mobil mogok jadinya sedikit macet, kalau mobil elu bisa terbang udah gue terbangin dari tadi!." Ucap Keenan lagi.


Bhumi seperti Dejavu, bayangan dirinya membawa Geva ke rumah sakit. Ketakutan akan kehilangan Geva semakin nyata,


"Gue mau turun..." Kata Bhumi karena rumah sakit Bramantya berada di ujung jalan.


"Masih cukup jauh Bhum... 700 meteran"


Bhumi tidak menggubris Keenan, dia langsung keluar dari mobil dan berlari menuju rumah sakit. Keenan menatap punggung sang adik yang semakin menjauh itu dengan tersenyum. Adiknya itu sudah benar-benar jatuh ke dalam cinta seorang gadis SMA bernama Gevania.


Keenan tidak menyangka Bhumi secepat itu move on dari Flower.


Rasa syukur menerpa di hati Keenan, keluarga Bramantya tidak akan terpecah belah hanya karena cinta.


...🍁🍁🍁...


Naomi mondar mandir di ruang UGD,


air matanya terus mengalir deras. Dua guru yang juga mengantarkan Geva ke rumah sakit mencoba menenangkan Naomi, namun gadis itu terus menangis menatap pintu UGD yang belum terbuka. Gadis itu merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa sahabatnya.


"Apa yang terjadi Nom?" Tanya Bhumi yang datang dengan nafas terengah-engah. Wajah putih dan tampan Bhumi kini terlihat dipenuhi peluh juga sedikit memerah karena terkena sinar matahari ditambah polusi udara.

__ADS_1


Keenan belum nampak batang hidungnya karena memang ada truk kontainer yang mogok hingga menghambat laju jalan yang cukup padat.


"Kak... maafkan aku.." Kata Naomi lirih. Naomi bahkan sampai terduduk lemas di lantai karena tidak mampu menopang tubuhnya.


"Apa yang terjadi? Tolong jelaskan apa yang terjadi?". Tanya Bhumi menatap tajam dua guru yang masih memakai seragam olahraga.


"Gevania terserempet kendaraan roda dua." Kata seorang guru perempuan.


"BAGAIMANA BISA?!" bentak Bhumi.


⏳ FLASHBACK ON


Bhumi mengentikan mobilnya didepan gerbang sekolah Geva, setelah mencium tangan sang suami dan mencium pipi juga bibir sang suami, Geva turun dari mobil.


Bhumi langsung melajukan kendaraannya menuju Bramantya Corp. Sementara Geva langsung berlari ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.


"Woii Nom! Napa elu senyum-senyum?" Tanya Geva yang datang-datang menggebrak meja membuat sahabatnya yang sedang menghayal itupun terperanjat.


"Sialan elu.. kaget tau Gep.. kalau gue jantungan terus mati gimana coba?" Ucap Naomi memasang wajah jengkel.


"Ya tinggal ngubur, eh tapi jangan mati sekarang deh Nom.. soalnya gue belum dapat jatah bulanan.. masa gue melayat di pemakaman elu cuma nyumbang sejuta. pending dulu dah elu matinya." Kata Geva.


"Emang sahabat laknat sialan.. jangan mati dulu lah.. gue masih perawan. Ntar aja kalau udah merasakan namanya surga dunia. " Naomi melirik sahabatnya dengan sinis.


"Astaga.. berapa ronde elu semalam.. sampe bekas Kissmark banyak banget?" Tanya Naomi.


Geva hanya nyengir kuda.


"Liat aja sih elu.. padahal udah gue tutupin pake foundation loh." Kata Geva. Bhumi memang keterlaluan membuat Kissmark yang sangat tebal hingga Foundation mahal pun tidak mampu 100% menutupinya.


"Kalau dari jarak dekat gini sih cukup kelihatan.. tapi dari jarak jauh gak kelihatan kok aman." Kata Noami.


"Oh ya.. elu kenapa cengar cengir tadi?" Tanya Gevania.


"Tau gak Gep.. gue semalam kencan sama kak Deon.. terus pas dia nganterin gue balik.. kening gue dicium loh sama kak Deon." Kata Naomi. Geva tersenyum mendengar berita sahabatnya.


"Woii.. jadi anak gadis jangan murahan.. ntar aja ciuman, ciipokan dan greepe-grepee nya saat sudah SAH.. Pepet terus aja kakak gue.. biar pas kita lulus, elu diajak nikah kak Deon.. jadi deh menantu keluarga Wijaya." Kata Geva


"doain gue ya Gep.. doain gue."


"pasti dong.." Ucap Geva tersenyum.


"Anak-anak.. kalian siap-siap ganti baju olahraga ya.. hari ini praktikum olahraga.. praktek nya adalah lari berkeliling kompleks samping sekolahan dalam waktu 30 menit. Saya tunggu kalian 15 menit lagi di Gerbang Sekolah." Kata Bu Linda, guru olahraga wanita. Bu Linda setelah memberitahu murid-murid nya langsung meninggalkan kelas.


"What?" Pekik Geva.


"Gila itu.. penyiksaan.. itu kan kompleks elit yang gede.. muterin situ dengan waktu 30 menit?" Kata Naomi.


"Gue kayaknya gak sanggup deh." Gumam Geva.


"Kita jalan aja.. bodo amat deh kalau suruh mengulang.." Sambung Nadia, salah satu teman kelas Geva.


"Iya Gep.. jalan aja.. jangan dipaksain kalau gak kuat." Kata Naomi.


"Kalian temani jalan ya."


"Tentunya." Jawab Naomi dan Nadia bersamaan.


🍁


Gevania sudah berganti seragam sekolah menjadi seragam olahraga bersama dengan Naomi dan teman-teman sekelas lainnya.


Mereka menuju ke gerbang utama sekolah tempat Bu Linda menunggu.


Di depan Gerbang sekolah, Bu Linda mengintruksikan bahwa semua siswa wajib lari dan waktunya kurang dari 30 menit untuk mendapatkan nilai diatas 8. Jika lebih dari 30 menit maka dipastikan nilai praktikum olahraga dibawah 7.


Geva dan Noami pun awalnya lari, tapi saat posisi mereka sudah cukup jauh dari sekolahan, Geva merasakan perutnya kram.


Akhirnya, Geva dan Naomi ditemani Nadia juga memilih jalan kaki.

__ADS_1


"Gevania.. Naomi.. Nadia.. cepat lari! siapa yang nyuruh kalian jalan! " Kata Bu Linda yang mengikuti muridnya menggunakan sepeda motor.


"Bentar Bu.. perut saya sakit." Kata Geva. Bu Linda tidak menggubris, dia terus melajukan motornya meninggalkan muridnya.


"Gep.. muka elu pucat. mending istirahat aja." Kata Nadia.


"Iya Gep.. istirahat aja.. elu disini deh gue temani.. ." Kata Naomi.


"Nggak deh Nom.. elu sama Nadia udah lari aja lagi.. nanti nilai kalian jelek.. gue gak apa-apa disini sendiri.. " Kata Geva.


"Kalau gitu gue lari dulu ya." Kata Nadia.


"Iya.. ati-ati Nad." Kata Geva dan Naomi.


"elu kenapa gak ikut Nadia Nom.."


"Gue kan sahabat sejati Gep." Jawab Naomi sambil terkekeh.


"Gep.. kita nyebrang kesana yuk.. tempatnya teduh dan ada bangkunya.. Kita duduk disana." Ajak Naomi.


"Tapi nanti kalau Bu Linda nyariin kita gimana? terus nilai elu gimana Nom?"


"Tenang aja.. gue pesan taksi online ya.. biar antar kita ke sekolahan.. Mayan udah cukup jauh kita jalannya... sambil nunggu taksi online kita duduk disana." Ucap Naomi.


"Elu emang sahabat terbaik gue." Kata Geva.


Naomi dan Geva pun menyebarang jalan komplek perumahan yang cukup senggang. Dengan Naomi yang sibuk bermain ponsel untuk memesan taksi online.


"Nom.. awas.." Teriak Geva kala melihat motor dari jarak masih cukup jauh dengan kecepatan tinggi mengarah ke sahabatnya.


Dengan sigap Geva mendorong tubuh Naomi hingga menjauh.


"Aw...." Teriak Geva.


"Gep." Pekik Naomi kala tubuh sahabatnya terserempet motor. Naomi segera mendekat ke sahabatnya dan menolong sahabatnya. Sedangkan si pengendara motor itu sudah berjalan menjauh.


"Sakit Nom.. perut aku sakit banget.." Lirih Geva memegangi perutnya dengan air mata yang mengalir deras.


"Da.. darah..." Pekik Naomi.


"Saaa...kit... hiks.. hiks.. hiks..." Tidak lama pandangan Geva mulai buyar dan Geva pingsan.


⏳ FLASHBACK OFF


BERSAMBUNG


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA


MAKASIH 🥰

__ADS_1


__ADS_2