Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Main Panas-Panasan~


__ADS_3

RENCANA NYA NIH YA...


RENCANANYA LIBUR UPDATE SAMPAI TANGGAL 1 MEI DULU SEPERTI APA YANG AUTHOR BILANG DI GC ALIAS GROUP CHAT.


TAPI.. BERHUBUNG EPISODE SEBELUMNYA MENCAPAI DIATAS 100 KOMENTAR, ENTAH KENAPA AUTHOR JADI SEMANGAT NULIS LAGI NIH..


EMANG KOMENTAR KALIAN ITU MOODBOSTER BANGET DAH.. MAKASIH YA 😘


...🍁🍁🍁...


Gevania yang memiliki otak mesum tingkat dewa sejak dulu ditambah imajinasinya tentang hal-hal absurd diatas rata-rata manusia pada umumnya, apalagi setelah merasakan sesuatu yang namanya making love, mana bisa Geva menolak pesona Bhumi yang sudah membuat gejolaknya langsung naik drastis hanya dengan sebuah sentuhan lembut?


Melihat Bhumi telanjang dada dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang kokohnya aja Geva udah auto merem melek membayangkan Bhumi ada diatasnya sedang memaju mundurkan tubuhnya. ah untung udah halal, gimana kalau belum, otak Geva benar-benar dipenuhi dengan adegan dewasa.


Baik Bhumi dan Geva yang merupakan pasangan mesum itupun sama-sama lupa, iya Bhumi lupa jika Geva belum makan. Dan Geva lupa kalau dirinya beberapa detik lalu merasa sungguh sangat kelaparan.


Makan bakso nomor dua, Karena ada yang lebih mendesak saat ini dibandingkan dengan bakso, yaitu kebutuhan biologis alias hasrat yang perlu dituntaskan.


Bhumi menuntun sang istri menuju sofa ruang teve tanpa melepas tautan bibir mereka. sofa yang menjadi saksi sejarah dimana son Gohan alias si Tongkat Baseball mendapatkan keperawanan gadis SMA yang sexy bernama Gevania.


Geva yang awalnya menolak itupun benar-benar mem-pause mode marahnya pada Bhumi, urusannya dengan Bhumi soal kebohongan Bhumi belum selesai, tapi urusan memanjakan Gohan dengan kue apem lebih penting dari segalanya untuk saat ini.


Geva menginginkan Bhumi, dan sangat menginginkan Bhumi melakukan lebih disaat tadi tangan Bhumi sudah mulai memeeras aset berharganya dengan bisikan sensual.


Bhumi menindih tubuh Geva di atas sofa, namun dengan siku kokohnya yang dibuat untuk tumpuan.


Bhumi membuka satu persatu kancing kemeja yang Geva kenakan. Geva pun demikian, dia tidak mau kalah, tangannya sudah berusaha membuka ikat pinggang sang suami. Tangan Geva sepertinya sudah sangat hafal. Nyatanya dengan mudahnya ikat pinggang Bhumi beserta resleting celana Bhumi sudah dalam kondisi terkoyak meskipun Geva melakukannya dengan mata terpejam menikmati sensasi yang suaminya berikan.


"Aaahhh..." Desah Geva saat Bhumi menubrukkan wajahnya pada aset berharga milik Geva yang berupa gundukan sintal yang sangat mempesona dan tanpa penghalang apapun. Bhumi seperti singa keharusan yang langsung menyesap gundukan itu dengan sangat kuat tanpa memberi jeda.


Geva dapat merasakan hembusan nafas Bhumi yang menerpa kulit halusnya dan mampu membuat Geva semakin melayang dibuatnya.


" Apa kamu masih marah sama aku karena aku membohongi kamu sayang?" Tanya Bhumi saat mengangkat kepalanya dari gundukan lembut nan mempesona.


Geva hanya mengangguk karena tangan Bhumi bergerilya kesana kemari dengan nakalnya membuat kaki Geva terus bergerak tak beraturan. Mulut Geva tidak mampu berucap, karena sedari tadi Geva berusaha menutup mulutnya rapat-rapat supaya suara desahan tidak keluar.


"Ke.. kenapa berhenti?" Tanya Geva membuka matanya karena Bhumi menghentikan aktivitasnya dan menatapnya dengan sendu.


Geva menatap bingung sang suami yang matanya sudah berkaca-kaca,


"Aku minta maaf... aku udah bohongin kamu.. tapi aku gak ada maksud apa-apa. Kenapa kamu gak mau maafin aku?"


"Kakak coba di posisi aku, gimana perasaan kakak kalau kakak nungguin aku sampai kelaparan dan ketiduran ternyata aku seneng-seneng sama teman-teman aku?" Tanya Geva.


Tes,


air mata sudah jatuh membasahi pipi,

__ADS_1


Bukan air mata Geva, melainkan air mata Bhumi. Geva dibuat melongo.. kenapa Bhumi semudah itu menangis? dimana si besi karatan yang kaku dan dingin tanpa ekspresi itu?


"Kak.." Geva mencoba berdiri, seleranya untuk making love mendadak hilang melihat sikap Bhumi yang aneh.


"Maafkan aku sayang.. aku janji gak akan mengulangi kesalahan yang sama." Bhumi langsung memeluk sang istri. Keduanya yang setengah telanjangg hanya bisa membuat Geva memejamkan matanya merasakan sensasi berbeda karena otaknya sudah kembali berkelana entah kemana.


"Oke.. oke.. aku maafin tapi udah kak jangan nangis!" Decak Geva.


"Aku gak akan nangis, tapi kita lanjutkan ya?"


"Lanjutkan aku marahnya?" Tanya Geva. Bhumi menatap lekat wajah cantik istrinya yang menurut Bhumi semakin cantik dan seksi itu dengan penuh cinta.


"Kita lanjutkan buat adonan baby yang lucu dan menggemaskan." Kata Bhumi. Geva melongo?


"Bukankah yang harusnya absurd itu gue?" Batin Geva.


"Aku udah nggak.... empppttt" Belum juga Geva menyelesaikan kalimatnya, tapi bibirnya sudah di serang oleh Bhumi. Geva mencoba mendorong sang suami, tapi...


Bhumi semakin mengikis jarak diantara keduanya dan tangannya sudah mulai bergerilya menemukan titik-titik sensitif milik Geva yang sudah sangat dia hafal.


Hingga Geva hanya bisa pasrah menikmati permainan sang suami.


"Kamu gak mau melanjutkan ini sayang?" Tanya Bhumi dengan jarinya yang bermain di area sensitif bawah Geva.


"aahh.."


"Aku.. mau kak... ah....." Kata Geva merem melek.


"Mau... ah.. mau tongkat baseball... cepat kak ah.." Kata Geva sudah tidak tahan menahan gejolak.


"Sesuai pesanan baby!" Kata Bhumi tersenyum penuh kemenangan. Bhumi segera melucuti boxer yang ia kenakan lalu memasukkan tongkat baseball ke tempat yang seharusnya.


Bhumi terus menaikkan tempo nya, keringat bercucuran diantara keduanya, suasana ruang TV yang full AC itupun menjadi sangat panas karena gelora asmara dan nafsu yang saling menyatu.


"Kak.. pelan-pelan..." Lirih Geva tidak mampu mengimbangi permainan sang suami. Namun sayang, Bhumi seolah tuli tanpa mendengar permintaan sang istri.


Bhumi semakin menaikkan tempo permainannya karena Bhumi tahu, dari permainan mereka yang ketiga, saat Geva tidak lagi merasakan perih dan sakit yang teramat seperti yang pertama dan kedua, Geva sangat menyukai permainan Bhumi yang cukup buas. Geva merasa sangat puas.. dan Bhumi ingin memuaskan istri kecilnya tercinta.


"Kak.. please. pelan-pelan..." Geva sudah mengeluarkan air matanya. Tapi Bhumi masih memejamkan matanya menikmati permainannya yang sebentar lagi mencapai puncak.


"Sebentar lagi sayang..." Kata Bhumi dengan suara parau nya.


"Aaahhhh.." Keduanya mencapai puncak bersamaan. Bhumi langsung mengecup kening sang istri dan merebahkan tubuhnya disamping sang istri, untung sofanya berukuran cukup besar Kalau nggak Bhumi auto glundung~


Nafas keduanya tersengal mencapai apa yang mereka inginkan, mata keduanya juga terpejam dengan tangan Bhumi yang memeluk sang istri dengan posesif.


"Sayang..." Bhumi membuka matanya menatap istrinya yang tengah menangis.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Bhumi langsung kembali duduk meskipun tenaganya sudah cukup terkuras banyak, namun melihat istrinya menangis hatinya terasa teriris.


"Perut aku sakit kak... rasanya kram.. sakit banget..." Lirih Geva.


"Apa aku mainnya terlalu kasar?" tanya Bhumi. Geva mengangguk lemah.


"Maafkan aku sayang.. kita ke dokter Sekarang ya?" Tanya Bhumi panik.


Kedokter?


sakir perut karena main panas-panasan yang terlalu semangat?


mau ditaruh mana muka cantik Geva.


"Nggak usah kak.. sepertinya juga karena aku belum makan juga.." Kata Geva lirih.


Astaga Bhumi melupakan itu, Bhumi semakin merasa bersalah,


"Sayang.. ayo kita ke dokter." Kata Bhumi. Geva menggeleng.


"aku bantu pakai baju dulu ya.. aku angetin makanannya setelah itu aku suapin ya sayang.. maafkan aku." Kata Bhumi mengecup kening sang istri. Geva mengangguk lemah.


"Buat gerak dikit sakit banget kak..." lirih Geva saat Bhumi sudah kembali ke kamar mengambilkan baju ganti Geva yang berupa dress pendek tanpa lengan yang memang khusus dipakai di rumah.


"Pelan-pelan sayang.. maaf ya?" Ucap Bhumi.


Bersambung...


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR

__ADS_1


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA


MAKASIH 🥰


__ADS_2