
Sedikit coretan,
~ ketika saya menulis ini, bukan berarti saya tidak mau menerima kritikan dari reader, justru disini saya menanggapinya dan biar semua readers juga membacanya,
Pertama..
saya minta maaf jika memang jalan cerita ini tidak sesuai ekspektasi pembaca. apalagi di part sebelumnya ( part 59) dimana sikap mama Rachel dan Papa Arsa juga Geva pada Bhumi.
sikap Geva yang dekat dengan laki-laki lain memang tidak baik, mau dilihat dari segi agama atau apa memang tidak bisa dibenarkan. Tapi bukankah semua ada sebab akibatnya? dan bukankah setiap orang jika melakukan sesuatu ada alasannya yang berdasarkan pemikirannya juga hatinya?
dan...
dari awal saya buat cerita ini, saya tidak menyangkut atau menyinggung soal agama bahkan di novel JEBAKAN Untuk PERNIKAHAN sekalipun. Karena apa?
karena saya sadar diri kalau ilmu agama saya sangat sangat cetek sekali~ dari pada saya bawa-bawa soal hukum agama nanti salah terus dihujat banyak orang kan..mending saya cari aman yee kan...
novel ini hanya untuk bacaan sekedar mengisi kegabutan dan tidak ada ilmu didalamnya. Jadi kalau mau mendapatkan sebuah ilmu, novel ini bukan bacaan yang tepat untuk anda~
Lalu mengenai tokoh-tokoh didalamnya pula, setiap orang memiliki karakter berbeda, pemikiran yang berbeda-beda dan saya tidak memasukkan tokoh religius didalamnya, Terlebih judul novel ini adalah MENIKAHI GADIS MENYEBALKAN, bukan Menikahi Gadis Sholeha...mungkin sampai sini sudah bisa dipahami.
Saya bukan membela diri untuk membenarkan sikap dalam tokoh-tokoh di novel yang saya tulis jika itu sikap yang mengarah ke negatif/buruk.
Tapi misalkan nih ya.. kita menulis tentang sebuah perselingkuhan. Apa kita membenarkan sebuah perselingkuhan? tidak kan.
Bagaimana ada sebuah cerita jika tidak ada si tokoh baik dan tokoh jahat. Dan manusia juga tidak ada yang sempurna, begitu pula si tokoh utama... disini tokoh utamanya banyak kekurangannya tidak 100% baik.
Dan sebenarnya gini sih, bagaimana bisa kita mengukur sebuah kesetiaan jika di dunia ini tidak ada namanya perselingkuhan. Bagaimana kita bisa menilai orang itu baik jika tidak ada orang lain yang jahat. Bagaimana kita bisa sebut itu putih jika tidak ada hitam sebagai pembandingnya.
Ini hanya cerita fiktif.
reader menjawab : iya meskipun cerita fiktif harus ada pendidikan dan ilmu didalamnya dong..
Nah itu yang berat, otak saya gak nyampe untuk itu... so silahkan yang memiliki banyak ilmu agama, ilmu sosial atau ilmu-ilmu yang mendidik lainnya silahkan dituangkan dalam sebuah karya berbentuk novel dan tolong kasih tahu saya, biar saya ikut baca biar saya ikut belajar dari yang pinter-pinter sehingga kedepannya jika saya menulis novel lagi dengan judul yang berbeda bisa memasukkan nilai agama didalamnya.
biar ilmu agama saya juga bertambah siapa tahu bisa jadi ladang pahala para readers yang lain 🙏
so, di part sebelumnya..
sekali lagi saya minta maaf jika memang tidak sesuai dengan apa yang readers harapkan, dan sekali lagi novel ini tidak menyangkut soal agama apapun. ini murni hanya dari sudut pandang saya sebagai penulis yang cetek ilmu.
yaa sebagai penulis amatiran yang cetek ilmu, tentunya banyak kekurangan dan tidak bisa memuaskan para pembaca.. jika memang suka silahkan di baca saya mengucapkan banyak terima kasih, jika tidak di skip gak apa-apa kok karena saya tidak bisa memaksa anda untuk membaca dan menyukai tulisan saya.
__ADS_1
Dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat readers-readers yang selalu support saya dengan ke insecure an saya ini... love you all! (terutama readers-readers yang ada di GC 😘)
intinya novel ini hanya sebagai hiburan kalau anda terhibur sih.. bukan sebagai ladang mencari ilmu 🙏
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
"Pa.. gimana? boleh kan aku ambil pendidikan kedokteran di Amerika." Tanya Geva pada Papa Arsa.
"Tolong izinkan om.. itu impian Gevania. Kalau om izinkan juga, aku akan lanjutkan S2 disana untuk menjaga Gevania disana juga." Kata Fabian.
Deg!
Bhumi yang sedang minum tersedak. Matanya melotot ke arah Geva seakan meminta penjelasan, namun diluar dugaan Geva seolah cuek dan pura-pura tidak mengerti dengan tatapan Bhumi.
"Maafkan aku suamiku yang tampan... aku harus menyibukkan dirimu dengan memikirkan aku, supaya secara tidak sadar perlahan kamu akan melupakan mantan terindah kamu. Meskipun sebenarnya aku juga tidak yakin kalau kamu akan memperjuangkan aku... ini adalah cara terakhir yang aku pakai sebelum aku benar-benar menyerah." Batin Geva.
"Udahlah pa.. izinkan saja... kasihan, itu impian Geva banget dari kecil buat jadi dokter." Ucap Mama Rachel.
"Gue sebagai suaminya yang harusnya menjadi orang terdekatnya saja tidak tahu impian Geva dan apa maunya Geva, kenapa si guru kegantengan itu justru lebih mengerti Geva. Aku sadar, selama ini aku tidak pernah peduli dengannya sedikitpun. Justru aku masih mengurusi Flower yang jelas-jelas sudah bahagia dengan Bhima." Batin Bhumi mengingat setiap harinya yang dia lewati bersama Geva hanya penuh ke absurd-an . Tanpa ada hal yang berkualitas, dan Bhumi pun tidak bertanya apapun soal Geva mengenai keinginan maupun impian Geva.
"Kalau untuk itu papa gak bisa putuskan sekarang.. papa harus ngobrol dengan seseorang dulu." Ucap Papa Arsa.
"Seseorang?" Tanya Fabian meminta penjelasan.
"Maksudnya?" Tanya Fabian.
"Om udah jodohkan Bhumi dengan Gevania, Fabian. Jadi, om harap kamu jangan berharap lebih pada putri om." Jelas Papa Arsa yang tidak tega dengan Fabian.
Sebenarnya sebagai lelaki papa Arsa ingin berkata bahwa Bhumi adalah suami Geva namun itu belum bisa dilakukan karena Geva yang masih sekolah, dan belum ujian kelulusan.
"Pa.." Ucap Geva.
"Papa.." Mama Rachel kesal, padahal Mama Rachel sudah mewanti-wanti papa Arsa untuk tidak mengatakan apapun pada Fabian dulu soal Bhumi, namun lagi-lagi Papa Arsa tidak tega.
"Mak.. maksudnya apa om? Bukankah Bhumi adalah sepupu Geva?" Bhumi tersenyum, meskipun dia tidak disebut sebagai menantu, tapi dia merasa papa Arsa berpihak padanya.
"Perkenalkan saya Bhumi, dan saya adalah tunangannya Gevania!" Ucap Bhumi bangga dengan mengulurkan tangannya ke arah Fabian.
Fabian hanya mematung, hatinya terasa sangat sakit mengingat perjuangannya untuk dekat dengan seorang Gevania hingga dia rela menjadi seorang Guru honorer dengan gaji yang jauh dibawah kebutuhan pribadinya.
"Baru tunangan, yang sudah menikah saja bisa cerai kan kalau istrinya gak di peduliin apalagi dibuat hampir celakai gara-gara kangen mantan..." Sindir Papa Arsa membuat Bhumi menelan saliva nya, bagaimanapun papa Arsa kemarin cukup emosi, karena kelalaian Bhumi, dia hampir kehilangan putri kesayangannya. lagi.
__ADS_1
"tergantung nanti juga maunya Geva gimana.. dia mau sama kamu apa nggak! apalagi kamu udah kecewain Geva kan... Papa gak bisa paksa Geva lagi karena papa hanya ingin putri kesayangan papa bahagia." Kata Papa Arsa santainya.
"Pa aku akan perbaiki semuanya pa.. aku janji.. kan aku udah..." Bhumi tidak terima.
"Tiga hari Bhumi.. tiga hari kamu menghilang." Potong papa Arsa tersenyum penuh kemenangan karena sudah bisa mengajak menantunya terbang tinggi tapi setelah itu dia jatuhkan. Kapan lagi coba bisa membuat jengkel si wajah datar.
Mama Rachel menahan tawanya melihat ekspresi menantu kesayangannya itu. Bagaimanapun Bhumi, mama Rachel akan tetap menyayangi Bhumi namun dia tidak mau menunjukkan rasa sayangnya pada Bhumi sebelum Bhumi benar-benar melupakan Flower dan menyayangi Gevania.
Fabian sedikit mudur,
Dia sudah merasa tidak nyaman berada disana mengingat kemarin Geva memperkenalkan Bhumi sebagai kakak sepupunya. Apalagi Fabian kemarin tahu sendiri jika Geva sempat tinggal di apartemen Bhumi. Fabian memilih pamit lebih dulu.
🍁
Geva sudah sampai kediaman Wijaya setelah tadi perdebatan panjang antara Geva dan Bhumi, dimana Bhumi ingin Geva pulang ke apartemennya namun Geva tetap bersikeras ingin tinggal di kediaman Wijaya.
Akhirnya Bhumi mengalah pada gadis cantik yang beberapa hari ini membuat hatinya penuh penyesalan. Bhumi hanya mengikuti mobil Papa Arsa dari belakang setelah Geva memilih masuk mobil sang Papa dan tidak ingin semobil dengan Bhumi berdua.
Geva adalah gadis ABG, wajar jika dia masih labil. Namun jika diajak bicara dengan perlahan maka Geva akan mengerti. Dan inilah bentuk rasa kekecewaan Geva pada Bhumi yang setelah memberikan pizza keju padanya lalu menghilang selama tiga hari tanpa kabar. Kemana perginya Bhumi selama tiga hari itu?
"Sayang mama antar ke kamar kamu ya, biar kamu istirahat." Ucap Mama Rachel.
"Biar aku aja ma yang antar Geva." Sambung Bhumi.
"Nggak mau!" Kata Geva ketus.
"Nurut sama suami!" Geva seakan melayang ketika Bhumi langsung mengangkat tubuhnya dan menggendongnya ala bridal style.
"Kakaaaakk turunin!" Teriak Geva.
"Diam apa kita jatuh berdua!" Ucap Bhumi sudah menapakkan kakinya menaiki anak tangga sontak membuat Geva langsung mengalungkan tangannya ke leher kokoh suaminya karena takut jatuh.
Sesampainya di kamar, Bhumi merebahkan Geva secara berlahan lalu menyelimuti tubuh istrinya yang hanya memakai dreess rumahan yang pendek.
Bhumi duduk disamping Geva dan menatap Geva dengan lekat,
"Kasih aku kesempatan Ge.. kesempatan untuk mengenalmu dan dekat denganmu.. kesempatan untuk memperbaiki semuanya.." Kata Bhumi.
"Matilah aku... jantung aku gak bisa santuy!" Batin Geva.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
UDAH DULU AH YA SEGINI DULU.. AUTHOR MAU SEMEDI DULU 😂