
Kesel ya sama episode sebelumnya...
maaf ya maaf...
sengaja emang biar readers sedikit emosi...
eh nggak-nggak... biar sedikit nyambung lah sama ICPA.
entar kalau sama sekali gak nyambung, author di protes lagi... soalnya kan kadang gitu ada readers-readers yang maunya langsung instan, padahal dalam dunia nyata semua ada prosesnya termasuk komunikasi apalagi bahagia...
tapi tenang dulu..
tenang dulu,, semua cuma sampai nyusul episode ICPA kok 😁
makanya kenapa belum berani rilis OH MY KEEN , karena takut kejadian serupa terjadi hehehe 👌
🍁🍁🍁
Geva sudah terlelap, tapi tidak dengan Bhumi. Otak Bhumi masih bekerja keras mencerna apa yang terjadi, Bhumi tidak mau hubungannya dengan Geva semakin renggang. Perubahan Geva sangat-sangat aneh, gadis itu tidak seperti biasanya yang kebawelannya mampu mengusik hari-hari Bhumi Bramantya. Emosi Geva meledak-ledak. Tidak mungkin kan Geva mendadak hamil lagi yang membuat Geva sensitif, karena setelah kecelakaan itu mereka belum melakukan hubungan suami istri.
Entah mengapa melihat ponsel Geva yang ditaruh di nakas membuat Bhumi penasaran. Biasanya Geva selalu menyembunyikan ponselnya, karena Bhumi tidak pernah melihat ponsel Geva. Mungkin malam ini Geva lupa menaruh ponselnya sembarangan.
Menurut informasi orang suruhan Bhumi yang menjaga Geva dari jarak cukup jauh, beberapa kali Geva terlihat murung setelah melihat ponselnya. Memang semenjak kemarin, Bhumi memilih mencari bodyguard untuk Geva tanpa sepengatahuan Geva, Bhumi gak mau Geva terluka lagi.
Bhumi yakin, sedikit banyak pasti dia akan mendapatkan petunjuk dari ponsel Geva. Setelah memastikan bahwa sang istri tercinta tidak akan terjaga dari tidur nyenyak nya, Bhumi mengambil ponsel Geva dengan hati-hati. Bhumi meraih jari Geva untuk membuka ponselnya.
Bhumi agak sedikit gugup, sebelumnya dia tidak pernah membuka ponsel orang tanpa seizin seperti ini karena itu merupakan privasi masing-masing. Tapi dalam kasus ini, Bhumi sangat penasaran dengan sang istri.
Pertama yang Bhumi buka adalah sebuah icon berwarna hijau yang merupakan aplikasi chatting.
Deg!
Bhumi menghela nafasnya,
benar dugaannya.. selama ini ada yang mengirim foto-foto antara Bhumi dan Flower dan berbagai macam chatting untuk memprovokasi Geva.
Mata Bhumi terpejam melihat foto beberapa hari lalu dimana dia sedang meeting dengan Satria dan Ayumi disebuah restoran. Namun tanpa di duga setelah pembahasan proyek hampir selesai tiba-tiba Flower datang dan Ayumi lah mengundang Flower dengan alasan akan belanja bersama setelah dia meeting.
Bhumi tidak menaruh curiga.
Baginya bertemu Flower juga biasa saja, sedikitpun hatinya sudah tidak berdebar, Bhumi sudah sangat yakin jika nama Flower sudah benar-benar tergeser oleh Geva. Lagi pula Flower langsung menghubungi Bhima dan bilang sama Bhima jika tidak sengaja bertemu Bhumi dengan Satria.
Flower memang sedikit terkejut saat melihat Bhumi disana, namun dia segera bersikap biasa saja.
Flower duduk dihadapan Bhumi karena memang hanya kursi itu yang kosong, ternyata ada orang yang sengaja memotret Bhumi dan Flower dengan angel yang pas sehingga terlihat seperti sedang makan berdua tanpa Ayumi dan Satria.
Foto saat SMA juga banyak di ponsel Geva. Dari Bhumi yang menggendong Flower hingga Bhumi yang mencium pipi Flower saat mereka mengenakan seragam abu-abu.
Orang yang mengirim foto tersebut benar-benar mengambil kesempatan yang tepat dimana emosi Bhumi dan Geva yang sedang tidak stabil setelah mereka kehilangan calon buah hati mereka. Bhumi ingat, itu semua adalah foto-foto di account sosial media Flower saat SMA yang sudah di hack seseorang sebelum kelulusan.
__ADS_1
Bhumi merasa bersalah dengan Geva, namun dia menyayangkan kenapa Geva tidak bercerita atau bertanya soal semua itu.
Bhumi memang sedikit menghindari Geva. Selain karena pekerjaan yang benar-benar menumpuk hingga membuat lingkar matanya sedikit menghitam karena kurang tidur, Bhumi juga ingin memberi waktu Geva untuk fokus belajar dan ujian.
Bhumi masih berusaha menyembuhkan lukanya atas sakitnya kehilangan calon buah hatinya.
Kini Bhumi sangat sadar dan paham pentingnya sebuah komunikasi dalam menjalin hubungan. Dia sadar kekurangannya selama ini. Dia terlalu egois ingin menyembuhkan lukanya sendiri dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan hingga lupa Geva lah yang paling terluka disini.
Bhumi langsung mengirim beberapa nomor yang meneror Geva itu ke ponsel Keenan. Hanya Keenan yang bisa diandalkan saat ini, Bhumi tidak mau gegabah. Besok, dia akan menyelesaikan semua masalahnya dengan Geva dan meluruskan semuanya.
Bhumi tidak sanggup jika Geva terus bersikap judes padanya.
Bhumi tersenyum menatap punggung Geva, dia mendekatkan dirinya dan lalu menarik Geva dalam dekapannya. Geva kalau udah tidur kan bener-bener ngebo. Dia tidak akan terusik justru tidurnya akan semakin nyaman, dan inilah yang selalu Bhumi lakukan jika Geva sudah terlelap.
"Dasar gadis labil... kamu benar-benar membuat duniaku jungkir balik. Maafkan aku yang tidak peka ini... " Gumam Bhumi langsung memejamkan matanya menuju dunia mimpi indah bersama Gevania.
🍁
Pagi datang,
Geva terbangun lebih dulu, dia cukup terkejut karena saat bangun dia dan Bhumi saling berhadapan dengan tangan yang saling berpelukan.
Mata Geva berkaca-kaca menatap wajah tampan Bhumi, helaan nafas kasar terdengar di telinga Bhumi namun Bhumi masih setia terpejam.
"Maafkan aku yang labil ini kak.. tapi hati aku sakit banget tiap mengingat mantan kamu. Aku gak bisa mengontrol emosiku, padahal aku juga tahu jika dia wanita yang baik dan selalu bersikap lembut padaku. Tapi ternyata kalian masih bertemu dibelakang ku." Gumam Geva pelan lalu menyingkirkan tangan Bhumi yang melingkar di pinggangnya.
Bhumi membuka matanya setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup,
"Aku akan meluruskan kesalahpahaman ini sayang.. aku akan membawakan bukti jika aku dan Flower bertemu secara tidak sengaja. Karena kalau aku menjelaskan sekarang, pun percuma. Kamu tidak akan percaya tanpa adanya bukti otentik." Gumam Bhumi kembali memejamkan matanya.
🍁
"Kak bangun..." Geva menggoyang goyangkan tubuh Bhumi. Ini adalah hari Sabtu jadi Bhumi lebih memilih libur ngantor sambil menunggu kabar dari Satria mengirim bukti tentang pertemuan mereka dengan Flower. Sedangkan Geva hari ini rencananya dia akan ke panti asuhan menghabiskan waktu bersama Naomi sebelum makan malam di rumah keluarga Bramantya.
Tidak mungkin dia tidak datang menghadiri undangan makan malam kakak iparnya, apa nanti kata keluarga Bramantya? papa mama juga kak Deon aja hadir.
Bhumi melenguh, tumben sekali istrinya membangunkan dirinya setelah beberapa hati berlalu.
"Bangun kak.. papa ngajak kakak olahraga, ini weekend. kalau bukan papa yang nyuruh aku juga malas bangunin kakak!" Oh sungguh pedas sekali bibir istri Bhumi Bramantya ini.
Bhumi enggan membuka matanya namun tangannya justru menarik Geva hingga Geva jatuh terjerembab di atas tubuh sang suami yang bertelanjang dada.
"Kakak ih! lepasin!" Pekik Geva terkejut. Geva memukul dada bidang suaminya. Bukan melepaskan tapi Bhumi justru mengeratkan pelukannya.
"Dari pada aku olahraga sama papa mertua di luar panas, mending aku olahraga sama anaknya diatas kasur, panas-panasan disini juga gak apa-apa." Ucap Bhumi sengaja menggoda sang istri.
"Ck! siapa juga yang mau olahraga sama kakak!" Jawab Geva ketus sambil memalingkan wajahnya. Sungguh Geva sangat merindukan momen ini, tapi dia masih kesal sama Bhumi yang bertemu Flower.
"Beneran kamu gak mau?" Tanya Bhumi memasang wajah kecewa, wajah mereka berjarak sangat dekat hingga membuat jantung keduanya berdegup sangat kencang. Jangan ditanya apakah Gohan sudah bangun, jawabannya sudah dari tadi dan Geva dapat merasakan sesuatu yang keras tepat di pahanya.
__ADS_1
"Nggak! aku gak mau! kakak making out aja sana sama mantan yang gak bisa buat move on!" Lagi-lagi jawaban Geva sangat ketus, tapi Bhumi sama sekali tidak terpancing emosinya. Bhumi justru tersenyum, menampilkan senyum tampannya yang semakin membuat Geva kesal.
"making out sama mantan?" Bhumi terlihat berpikir.
"Awas aja kalau bayangin tubuh kak Flo!" Batin Geva mulai geram sendiri namun masih berusaha terlihat cuek dan stay cool.
"Itu gak mungkin Gevania Azkia Bramantya... dia adalah kakak ipar kita, istri Bhima. selain aku masih waras dan gak mau jadi pebinor hingga menghancurkan keluargaku sendiri, aku juga sudah tidak memiliki perasaan apapun sama dia, karena hatiku sudah milikmu sepenuhnya." Ucap Bhumi terlihat sangat tenang.
"Ck. gombal! jangan harap aku percaya! Lepasin deh.. aku mau turun ke bawah bantuin mama. aku gak mau olahraga sama kakak! " Ucap Geva mulai tak nyaman karena Bhumi sepertinya sengaja semakin menempelkan Gohan pada paha sang istri.
"Baiklah kalau kamu gak mau. Aku gak bisa maksa, tapi kalau kamu mengizinkan, aku sih berpikir gak masalah juga melakukan making out atau making love sama wanita lain... " Geva melotot mendengar ucapan sang suami.
"Aku lelaki normal, dan sex adalah kebutuhan primer untuk ku. Jadi jika aku tidak mendapatkan nya dari istri yang aku cintai.. terpaksa." Bhumi menghentikan kalimatnya menikmati wajah istrinya yang sudah merah padam.
"Ka.. kakak mau melakukannya sama wanita lain?" Tanya Geva dengan jantung yang hampir loncat.
"Aku sebenarnya gak mau, tapi kamu menolakku. Aku laki-laki normal sayang... walaupun aku hanya menginginkan tubuhmu, tapi aku kan gak mau memaksa dan menyakiti kamu lagi." Kata Bhumi dengan wajah sedih sambil berharap semoga Geva paham maksud tujuannya mengucapkan itu, semoga Geva tidak tambah salah paham lagi, karena jujur Bhumi cukup bingung merangkai kata yang tepat.
"A.. aku bukannya gak mau." Cicit Geva.
Tepat sasaran!
"Lalu?" alis Bhumi naik.
"Kan belum boleh melakukan itu setelah kemarin a.. aku keguguran." Lagi-lagi Bhumi melihat wajah sedih sang istri.
"Bisa kok kita menyicilnya.. kamu emang gak kangen sama Gohan?" Tanya Bhumi menggoda. Geva menggeleng.
"Yaudah kalau gak kangen aku gak bisa maksa." Bhumi pura-pura ngambek dan melepaskan tangannya yang merengkuh tubuh sang istri.
"Bu.. bukan begitu kak." Geva nampak gugup. Bhumi terlihat cuek.
"A.. aku juga kangen Gohan." Tawa kemenangan hanya bisa Bhumi lakukan di dalam hati.
BERSAMBUNG...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI
MAKASIH 🥰
__ADS_1