Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ke Kantor~


__ADS_3

Keegoisan Bhumi sepertinya sudah mendarah daging, melihat Geva yang tangannya di genggam oleh Theo dan air mata Geva dihapus oleh Theo membuat darah Bhumi mendidih.


Bhumi masih meyakini hatinya, jika dia belum sedikitpun suka sama Geva, apalagi cinta. Hanya saja dia merasa memiliki Geva karena Geva statusnya adalah istrinya.


Oh Bhumi.. kenapa kamu terlalu egois. Sepetinya judul yang cocok adalah menikahi lelaki menyebalkan yang gagal move on.


Bhumi beberapa kali menghubungi ponsel Geva, namun sayang nomor Geva tidak aktif. Jadi, mau tidak mau Bhumi langsung turun dari mobil mewahnya yang kemarin dibawa Geva ke sekolah.


Kaki jenjang dengan sepatu kinclong. Kemeja putih lengan panjang yang lengannya digulung hingga siku membuat Bhumi seperti opa-opa Korea yang auto membuat para ABG berseragam putih abu-abu yang menunggu jemputan itu menjerit histeris.


Bhumi? sama sekali tidak peduli karena fokusnya pada Geva, tidak dia biarkan sedetikpun pandangannya lolos dari Geva yang kini sudah tersenyum pada anak lelaki di hadapannya.


"Gila itu ganteng banget.."


"Aduh pengen deh punya lelaki kek gitu.. tubuhnya keren.. tajir pula. wajahnya.. meleleh deh."


"Eh eh. bukannya itu mobil yang Geva pakai kemarin? siapa dia?"


"Apa dia kakak Geva?"


"Bukan deh kakak Geva juga cakep sih,. tapi blesteran nya lebih kental dari Geva."


"Kental kental emang elu pikir susu kental manis?"


Obrolan yang harusnya terdengar jelas di ditelinga Bhumi membuat Bhumi mendadak tuli, hingga suara berat Bhumi mampu membuat siswa yang ada disekitarnya terperanjat,


"Gevania, pulang sekarang!" Ucap Bhumi dengan aura dingin.


"Kakak.." Geva terperanjat langsung berdiri dari duduknya.


"Pulang sekarang." Bhumi langsung menarik lengan Geva sedikit kasar.


"Perlakukan Geva dengan baik!" Ucap Theo.


"Bukan urusan kamu!" Jawab Bhumi dingin.


"Aku gak apa-apa Yo.. aku pulang duluan ya." Pamit Geva mencoba tersenyum.


"Maaf ikut campur, tapi bukan seperti itu memperlakukan adik anda! Perlakukan perempuan dengan baik!" Sambung Pak Fabian mendadak datang diantara mereka.


Rahang Bhumi semakin mengeras, emosinya kian menjadi, kenapa banyak lelaki yang peduli dengan Geva.


"Adik?" Theo terbengong dengan ucapan guru termuda dan tertampan dia sekolahannya itu.


Geva langsung memberi isyarat pada Theo. Untung Theo langsung paham jika Geva tidak ingin orang tahu masalah perjodohannya.


"Siapa kalian berani-beraninya ikut campur." Ucap Bhumi.


"Kak.. udah ayo kita pulang." Ucap Geva yang bergantian menarik lengan Bhumi, Bhumi melihat sekilas mata Geva yang selalu menatapnya dengan menantang kini justru terlihat sendu. Emosi Bhumi langsung mereda.

__ADS_1


"Saya peringatkan dengan anda dan anda!" Bhumi menunjuk Theo lalu Fabian,


"Jangan pernah mengganggu atau mendekati Gevania!" Ucap Bhumi.


"Ck! posesif;" Ledek Theo. Bhumi tidak peduli dia langsung melangkah pergi dengan Geva menuju mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat Geva duduk.


🍂


"Siapa dia?" Tanya Bhumi to the point setelah dia menginjak gas mobilnya meninggalkan sekolah Tunas Bangsa.


"Bukannya kecerdasan kakak diatas rata-rata, jadi menurutku kakak sudah tahu siapa dia " Jawab Geva.


"Lalu kenapa mata kamu bengkak?" Tanya Bhumi.


"Jangan ajak aku berdebat sekarang kak. Aku sedang tidak mood. Karena ujung dari perdebatan kita adalah fakta yang kamu tidak bisa move on dan selamanya menganggap aku adik dan juga berujung pada bentakan kamu saat aku menyebut mantan kamu saja." Ucap Geva langsung memencet salah satu tombol di mobil Bhumi hingga membuat sandaran jok yang ia duduki tertarik kebelakang.


Geva menyandarkan kepalanya yang terasa pusing karena kebanyakan menangis dan galau. Lalu matanya terpejam.


Bhumi kali ini tidak mau memaksa, Geva terlihat sangat terpuruk dan sangat kacau. Yah meskipun Bhumi penasaran apa yang terjadi pada Geva sebenarnya karena Geva tidak pernah mau terlihat lemah dihadapan Bhumi.


"Istirahat lah.." Ucap Bhumi tidak dijawab oleh Geva.


"Aku hanya ingin menjalin hubungan yang baik denganmu Gev, minimal seperti kakak dan adik, tapi kenapa sepertinya semuanya sulit?" Batin Bhumi.


Duh Bhum kenapa kamu labil sih sama perasaan kamu sendiri.


Beberapa menit kemudian, Bhumi menghentikan mobilnya disalah satu gerai pizza terbesar dengan berbagai cabang di Indonesia. Bhumi memesan satu loyang pizza berukuran besar karena dia yakin Geva belum makan.


🍂


Bramantya, Corp.


"Gev.. bangun.." Bhumi mengusap rambut Geva dengan lembut. Namun Bhumi gagal fokus saat melihat bibir Geva yang menggoda dan selalu terasa manis membuatnya ketagihan.


"Geva bangun.. bangun atau aku cium?" Tanya Bhumi. Tidak direspon juga? berarti Geva benar-benar terlelap.


Cup!


Bhumi mengecup bibir Geva. Tidak direspon juga?


"Ini anak tidur apa mati sih?" Gumam Bhumi.


Bhumi kembali mengecup bibir Geva, eh kali ini tidak hanya sekedar kecupan deh, melainkan sudah menjadi luumatan-lummatan kecil yang membuat Geva mengerjap-ngerjapkan.


"Emmp.." Geva mendorong dengan kasar tubuh Bhumi supaya menjauh.


Mau tidak mau Bhumi melepas tautan bibirnya yang sebenarnya tubuhnya sudah menuntut lebih.


"Dasar mesum!!" Pekik Geva. Rasanya Geva ingin menampar Bhumi, tapi otaknya langsung tersadar bahwa Bhumi suaminya jadi Bhumi berhak menciumnya atau melakukan lebih.

__ADS_1


"Salah sendiri tidur kayak kebo dibangunin susah banget." Jawab Bhumi tanpa dosa.


"tapi gak begitu juga kakak banguninnya."


"Udah jangan dibahas lagi, nanti kalau kurang bisa kita lanjut. ayo turun." Ajak Bhumi.


"Dimana ini?" Gumam Geva yang baru sadar dia sekarang berada di basemen tempat parkir kendaraan, tetapi ini bukan basemen apartemen. Lalu dimana dia sekarang?


"Kamu lagi di kantor aku..ayo turun.. temani suami kamu kerja?"


"Apa-apaan gak ada begituan! aku mau balik apartemen dan tidur!" Geva mulai nyolot dengan tatapan tajamnya lagi, namun tatapannya kali ini berbeda, ada kesedihan yang mendalam yang ia pendam bukan lagi Geva yang pemberani suka menantang seperti sebelumnya.


" Nanti bisa tidur di ruanganku." Ucap Bhumi yang memang sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada istrinya karena Geva bukanlah orang yang bisa menyembunyikan perasannya dengan baik jika hatinya sudah benar-benar sedih ataupun benar-benar bahagia.


"aku lapar kak."


"aku udah beliin kamu pizza."


"Aku balik ke apartemen aja naik taksi online ya.."


"ya sudah kalau mau balik, tapi jangan harap kamu bisa bertemu dengan motor kesayangan kamu lagi." Ancam Bhumi membuat Geva melotot.


"Cih; bisanya mengancam." Decak Geva.


Bhumi tidak menggubris, dia langsung keluar dari mobil dengan membawa satu box pizza dan menuju lift yang ada di basemen untuk mengantar dirinya ke ruangannya.


Dari basemen, hanya ada Lift untuk umum tidak ada Lift khusus untuk petinggi perusahaan karena biasanya mereka akan masuk lewat lobby. Dan ini kali pertama Bhumi membawa mobilnya ke basemen sendiri.


Geva mau tidak mau pun mengikuti Bhumi dengan seragam putih abu-abu nya. Bodoh amat kata orang.


"Kak tunggu!" Rengek Geva. Bhumi tersenyum dalam hati.


Geva masuk lift bersama Bhumi. Geva mengerucutkan bibirnya dan enggan berbicara pada Bhumi. Hingga lift yang mereka naikin melewati lobby dan berhenti.


Pintu lobby terbuka,


"Bhumi.." Gumam Renata yang terkejut melihat gadis SMA berada disamping Bhumi.


BERSAMBUNG...


Udah ya aku tidur..


Besok aku updatenya Geva dulu ya biar adil...


habis itu baru Bhima dan Flower.


Makasih untuk hari ini buat kalian yang mau baca, yang mau kasih like.. yang mau komentar nyemangatin author dan tentunya yang rela kasih vote satu-satunya untuk karya author.....


Untuk kisah Bianca sepertinya akan berat jika kalian meminta Bianca sama Keenan.. kan mereka sepupuan..

__ADS_1


Kita Carikan jodoh Bianca aja yuk.. tapi nanti setelah dua novel ini tamat saja ya... biar gak lieur aku nulis kebanyakan novel dan mintanya pada update banyak... hehe


__ADS_2