Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kekuatan Cinta 2~


__ADS_3

HAPPY READING YA GAES...


🍁🍁🍁🍁


BYUR!


"Breeengsek bajiiingan! beraninya ya kamu ganggu suami aku!" Umpat Geva menyiramkan sup yang masih panas ke wajah Afka.


Bhumi sontak membuka matanya kembali setelah mendengar teriakan sang istri yang wajahnya sudah dipenuhi emosi.


"Ge.." Ucap Bhumi lirih menatap istrinya yang berhadapan langsung dengan lelaki bernama Afka.


"Dasar Peeccuun!" Umpat Afka tidak terima. Dengan segera anak buah Afka yang berdiri di belakangnya langsung memberikan tisue dan menyemprot cairan yang berupa hand sanitizer untuk membunuh kuman di wajah si bos mereka yang tidak lain adalah Afka.


"BREEENGSEK!" Umpat Afka lagi merasakan perih pada wajahnya.


"Makanya jangan macam-macam! jangan pernah mengusik suami aku dasar bancii!"


"Sayang udah.." Kata Bhumi memegang lengan istrinya yang tidak ada takut-takutnya pada lelaki. Untung ruangan VIP itu sangat sepi dan tertutup, jadi tidak banyak menarik perhatian.


Afka merasa perlu ke rumah sakit untuk memeriksakan wajahnya juga tangannya yang terasa sangat perih.


Tapi dia tidak boleh kalah dengan seorang wanita, mau ditaruh dimana mukanya.


"Ck! suami elu itu lelaki lemah yang takut sama darah; dan suami elu itu seorang pembunuh berdarah dingin.." Ucap Afka melirik Bhumi yang mematung.


Ah mengapa Bhumi menjadi sangat lemah hanya dengan mendengar kalimat yang menyebut dirinya pembunuh, tidak bisa dibiarkan.


"Suami macam apa seorang Bhumi Bramantya yang justru dilindungi seorang perempuan... benar-benar pembu...."


PLAK!


PLAK!


PLAk!


Lelaki bernama Afka itu langsung mundur menjauh dari Geva dan Bhumi,


Bibir lelaki itu berdarah karena Geva memukulnya dengan sepatunya yang bagian alas.


"Shiit!" Umpat Afka mengusap bibirnya yang benar-benar berdasar karena dicium sepatu Geva yang berupa wedges.


Ternyata ada untungnya juga tadi Flower ngidam ingin lihat Geva jalan-jalam pakai wedges karena selama ini Geva pakai flatshoes. Untung ukuran sepatu Geva dan Bianca sama, alhasil pinjam punya Bianca yang buat pemotretan kemarin deh.


Habis ini Geva akan berterima kasih pada baby girl dalam perut Flower, coba baby girl gak pengen aunty nya pakai wedges, pasti itu mulut si Afka gak bakal bisa sampai berdarah begitu.


"Itu hukuman buat Elu yang ngata-ngatain laki gue! lagian ya namanya suami istri itu saling melindungi dan melengkapi gak ada yang lemah dan melemahkan! suami gue itu sangat kuat dan benar-benar bisa puasin gue!"

__ADS_1


Lah Geva mulai absurd deh kan ya...


Bhumi melotot, bisa-bisanya istrinya lagi emosi itu membahas soal ranjang pula.. duh pakai filter dong Gep.


"Jika elu berani-berani lagi ganggu suami gue! gue pastiin, gue dan suami gue akan hancurin hidup elu!" Kata Geva.


"Urusan kita belum selesai!" Kata Afka menyerah dan memilih pergi.


🍁


Geva memilih take away makanan yang tadi sudah dia pesan. Moodnya sudah hancur, apalagi melihat Bhumi yang banyak diam. Sepertinya ucapan Afka benar-benar Bhumi masukkan ke dalam otaknya.


Langsung pulang ke rumah, menghabiskan waktu berdua, itulah yang Geva pilih saat ini Meskipun Bhumi menolak dan ingin kembali ke kantor karena masalah di kantor yang masih sangat memusingkan.


Tapi apa bisa Bhumi menolak titah sang istri yang mengajaknya pulang ke rumah? jawabannya tidak.


Apalagi Geva sudah menelfon Bang Kee dan meminta izin sama Bang Kee setelah menceritakan kejadian di restoran tadi.


Wajah Bhumi pucat. Geva menyiapkan makan siang yang dia bawa dari restoran tadi, lalu dia bawa ke kamar.


Rumah ini masih sangat asing untuk Geva karena baru sekali dia mengelilingi rumah ini, tepatnya pagi tadi sebelum ketemu Flower.


"Bee.. makan dulu yuk." Kata Geva masuk kamar. Bhumi berdiri di balkon dengan sebatang rokok yang menyala diantara jarinya.


"Eh kok kamu merokok?" Tanya Geva dengan nada tidak suka.


Gak suka bau asap rokok, tidak membuat Geva mundur. Geva menaruh nampan berisi makanan untuk makan siang itu di meja balkon kamar mereka. Lalu Geva memeluk Bhumi dari belakang.


"Kalau aku salah, aku minta maaf... tapi jangan jaga jarak sana aku kayak gini.. kita halal kok.. jangan jaga jarak ya, karena aku bukan truck gandeng." Ucap Geva.


Geva dapan merasakan helaan nafas Bhumi,


"Please.. jangan begini... emang pelukanku sudah tidak mampu menenangkan kamu lagi ya.. sampai kamu memilih rokok dari pada aku yang bisa membuat kamu mendesah?" Tanya Geva dengan polosnya. Bhumi menarik sedikit sudut bibirnya dan membuang rokok nya itu ke lantai begitu saja.


Ke absurd an Geva memang mampu membuat seorang Bhumi itu meleleh. Namun ucapan Afka benar-benar masuk dalam alam bawah sadarnya,


" Aku lelaki lemah Ge, bukan aku melindungi kamu tapi justru kamu yang melindungi aku." Kata Bhumi lirih. Geva mengendurkan pelukannya merasa tidak suka dengan ucapan sang suami.


Bhumi memejamkan matanya kala pelukan Geva sudah terlepas. Benarkan, pasti Geva juga akan meninggalkan dirinya seperti dulu Flower yang meninggalkan dirinya karena takut dengan darah.


Namun di luar dugaan,


Geva menjinjit dan mencium bibir Bhumi, Bhumi masih mematung. Dan bukan hanya mencium, perlahan tapi pasti Geva mengalungkan tangannya di leher kokoh sang suami dan melumaat bibir Bhumi dengan penuh cinta. Bhumi belum juga membalas apa yang Geva lakukan Meskipun sudah berjalan beberapa detik. Tapi Geva tidak peduli, dia terus menikmati bibir yang selalu memabukkan untuknya sambil memejamkan matanya.


Hingga akhirnya, Bhumi pun membalas Geva dengan melumaat bibir Geva dengan lembut, senyum mengembang pada Geva disela-sela ciumannya.


Geva memberikan jarak pada bibirnya dengan bibir Bhumi,

__ADS_1


"Apa masih kurang bisa kamu merasakan betapa besar cinta aku buat kamu?" Tanya Geva dengan menatap Bhumi dengan sorot mata yang tajam.


"Aku gak suka ya kakak ngomong begitu lagi, bagi aku kakak lelaki hebat. Kakak juga melindungi aku dari guru sialan itu. Jangan menganggap diri kamu lemah selagi kamu bisa memuaskan aku di ranjang." Kata Geva lagi. Bhumi tersenyum.


Sepertinya Bhumi harus kembali terapi dengan psikolognya dulu. Karena otaknya selalu mendadak blank setiap ada yang menyebutnya pembunuh dan melihat darah dalam jumlah banyak.


Dia harus sembuh, selain untuk kebaikannya sendiri juga untuk Gevania juga mami Naya. Jangan sampai kondisi psikisnya yang menurun akhir-akhir ini membuat mami Naya kepikiran.


Bhumi pun memeluk Geva dengan erat dan mengucapkan kata cinta juga terima kasih pada gadis absurd yang sudah memporak-porandakan hari-harinya itu.


Nyaman.


"Bee.. kita ulangi adegan semalam yuk!" Ajak Bhumi mencium bibir Geva sekilas.


"Nggak bisa bee.. aku lagi menstruasi." Ucap Geva membuat Bhumi kecewa.


"Tapi aku tetap bisa membuat kamu mendesah tanpa ampun!" Kata Geva mengedipkan matanya nakal.


"Kamu belajar dari mana sih?" Tanya Bhumi kembali tertawa sambil mengacak rambut istrinya.


"Eh rambut aku ini perawatannya mahal loh.." Ucap Geva memasang wajah kesal. Bhumi semakin tertawa dan gemas dengan wajah istrinya itu.


"Kamu tadi kemana sih? kok lama banget ke toiletnya?" Tanya Bhumi yang baru ingat seberapa lama dia menunggu sang istri yang ke toilet.


"Apaan, restoran mewah tadi toiletnya rusak. Yaudah ke toilet yang diluar, eh gak sengaja ketemu kak Deon dan Nom Nom. Kan mending kita makan di Burger Queen, pasti gak ketemu makhluk astral tadi dan kencan kita berjalan mulus." Gerutu Geva.


"Kenapa gak kamu ajak makan bareng?" Tanya Bhumi.


"Mereka buru-buru katanya mau beli cincin nikah.., katanya sih tadi abis dari rumah papa dan mama."


"Kapan mereka nikah?" Tanya Bhumi mengernyit dengan perasaan lega, akhirnya temannya itu berani mengambil keputusan besar untuk melupakan Renata.


"Ih kok malah bahas kak Deon sama Nom Nom sih.. jadi gak ini aku puasin kakak?" Tanya Geva dengan polosnya.


"di kamar mandi ya?" Ajak Bhumi.


"Kok kamar mandi?"


"Pengen coba aja..."


"Hayuk!"


BERSAMBUNG..


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2