Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Mulai ketularan Gesrek~


__ADS_3

Masih di ruangan yang sama.. ruangan yang bercat serba putih tanpa ada kombinasinya membuat Geva menatap tembok dengan jenuh. Mengapa orang yang tidak kreatif diminta untuk mendesain rumah sakit kelas internasional ini coba...


Coba ruangan ini ada gambar-gambarnya... pasti otaknya bisa berimajinasi yang aneh-aneh...


Sekarang jadi gabut kan?


Namun kegabutan Geva tidak berangsur lama karena sadar didepannya ada sang mertua yang menatap suami pelukable nya dengan tajam dan emosi. Entah apa yang akan terjadi nanti...


Kemana perginya Keenan, Bhima dan Alex? Mereka sudah ke ruangan Flower semenjak dokter memberitahu bahwa Flower sudah sadar.


Dan bersyukur nya janin dalam kandungan Flower terselamatkan meskipun perjuangan yang luar biasa team medis menghentikan pendarahan juga atas izin Tuhan tentunya.


Dan saat Geva dan Bhumi hendak mengikuti jejak Keenan dan Alex menjenguk Flower. Papi Gema mencegahnya karena ingin berbicara bertiga..


"Em... Pi.." Panggil Geva.. karena mertuanya katanya mau ngomong tapi gak ngomong. Kan Geva bingung ya.. dia harus seberapa lama lagi menunggu sang mertua buka mulut.


"Pi.. apa yang ingin Papi bicarakan?" Tanya Bhumi yang sudah tidak sabar. Mata Bhumi sudah sangat mengantuk dan bukankah semuanya sudah selesai?


Dia dan Bhima sudah berdamai dan dia juga sudah siap dengan ikhlas melepaskan Flower.


Lalu apalagi masalahnya? Tinggal menunggu waktu Bhumi membuktikan semua janjinya kan?


Tanpa menjawab,


Papi Gema berdiri dari duduknya dan


Bugh!


Satu Bogeman mendarat di pipi Bhumi, Bhumi yang tidak siap langsung tersungkur ke belakang karena kursi yang dia duduki tidak begitu kuat menopang tekanan yang ada.


BRAK! Suara kursi yang ditimpa tubuh Bhumi itu terdengar sangat nyaring saat benturan dengan lantai. Hal itu sontak membuat Geva sangat shock karena Geva tidak pernah melihat mertuanya seperti ini. Selama kenal papi Gema yang dari dulu, Geva bahkan tidak pernah melihat Papi Gema marah.


"Kakak..." Teriak Geva yang langsung membantu sang suami. Bhumi mencoba bangkit setelah menerima uluran tangan sang istri.


Bhumi tidak bertanya apa salahnya karena dia paham, Papinya tidak akan melakukan ini tanpa alasan dan bukti yang jelas. Bhumi hanya diam mengingat-ingat apa kesalahannya selain ungkapan cintanya dan pelukannya pada Flower.


"Aku gak apa-apa Ge.." Ucap Bhumi menenangkan Geva yang malah udah menitihkan air mata. Geva gak bisa melihat sebuah kekerasan, hatinya yang tadi katanya selembut sutera emang mudah meleleh dan menangis jika dihadapkan dengan kondisi seperti ini.


Temennya adu jotos di kelas aja, Geva bisa nangis kejer loh~


Awalnya Papi Gema ingin berbicara hanya berdua dengan Bhumi, tapi papi Gema kembali berpikir jika Geva berhak ada disini dan menentukan pilihannya mengingat bagaimana egoisnya Bhumi yang jika kedepannya Bhumi tidak ada niat sungguh-sungguh berubah, maka Geva akan menjadi yang paling tersakiti.


Belum puas satu tamparan mendarat di wajah sang anak, Papi Gema mengambil sebuah kursi dan hendak melemparkan nya ke arah Bhumi, dengan sigap Geva menghadang tubuh Bhumi. Ah Geva sok Sokan jadi pahlawan.


"Pii.. sudah pii cukup... jangan sakiti suami aku pii..." Geva menangis dan memohon pada mertuanya. Semuanya masih bisa dibicarakan tanpa kekerasan kan?


Sebenarnya bukan mau jadi pahlawan, tapi Geva yakin papi Gema tidak akan tega melempar kursi itu ke dirinya yang tidak paham masalah apa yang terjadi antara ayah dan anak tersebut. Geva berpikir amarah Papi Gema karena Bhumi yang egois mengatakan cinta pada Flower hingga semua ini terjadi.


Dan jika kursi itu sampai terlempar ke Bhumi dan Bhumi masuk rumah sakit, pertama Geva sendiri yang repot mengurus suami pelukable nya itu, kedua malam ini rencananya mengerjai Bhumi gagal total dong?


" Aku gak apa-apa Ge.. menyingkir lah.." Perintah Bhumi yang tidak mau Geva ikut-ikutan kena amukan sang Raja Hutan. Siapa lagi kalau bukan singa jantan.


"Suami? suami macam apa Gevania? suami yang sudah making out dengan anak gadis orang saat masih memakai seragam putih abu-abu. Suami kamu bukan lelaki jantan Gevania! " ucap Papi Gema tajam.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


"Pi..." Lirih Bhumi.


"Papi mendengar itu semua dari mulut kamu sendiri Bhumi Bramantya!


Papi merasa gagal telah mendidik kamu.. Papi gagal... padahal papi sama mami kamu berusaha dengan baik mendidik kalian, anak-anak papi.. tapi apa? kamu saja melakukan perbuatan yang menjijikkan itu!" ucap Papi Gema. Geva hanya diam, menurutnya dia tidak punya hak untuk ikut campur masa lalu Bhumi.


"Papi yakin, jika kamu tidak meminta pada Flo, pasti Flo tidak akan mau! Sebagai lelaki kamu gak bisa menahan hasrat kamu!" Teriak Papi Gema.


"Gevania.. jika kamu mau pisah dengan anak papi.. papi gak akan melarang." Papi Gema nampak Frustasi.


Geva terdiam dan otaknya berpikir, berpisah? Geva gak berpikiran untuk itu. Tantangan nya aja untuk membuat Bhumi takluk belum terwujud, masak mau mundur?


Bukan Geva banget itu mah...


"Gue belum Nemu lelaki jomblo yang melebihi kak Bhumi...


kak Bhima udah nikah..


Kak Keen udah punya tunangan..


Kak Alex, tukang jajan diluar.. yaudah deh nasib sama pemilik tongkat baseball terbesar." Batin Geva.


Geva menatap mertuanya dan Papi Gema terlihat sangat serius menunggu Geva mulai berbicara,. Bhumi hanya memejamkan matanya pasrah jika Geva juga akan meninggalkannya.


"Pi.. setiap orang memiliki masa lalu yang buruk, Geva akan belajar menerima itu selagi kak Bhumi mau belajar berubah jadi lebih baik. Toh kak Bhumi melakukannya juga sama kak Flower aja dan saat itu mereka sama-sama cinta kan.. kecuali kak Bhumi dulu melakukannya dengan para wanita malam, maka aku mundur.


Atau kak Bhumi berani melakukan itu lagi, maka aku pergi...


Jika kak Bhumi mau berusaha menerima kehadiranku, aku akan mencoba untuk bertahan disampingnya." Jawab Geva sok bijak. Padahal ada beberapa rencana jahil di otaknya.


"Dengar Bhumi! dengar.. istri kamu justru jauh lebih dewasa daripada kamu!" Teriak Papi Gema. Bhumi terdiam.


berdoalah Bhum berdoalah.... supaya istri elu itu gak aneh-aneh menghukum kamu.


"Aku cuma mau satu hal dari kak Bhumi Pi." Ucap Geva tenang. Bhumi langsung bernafas lega, pasti Geva meminta bukti keseriusan hubungan mereka berbonus cinta. Oke.. Bhumi akan buktikan demi keutuhan keluarga Bramantya dan perdamaian keluarga.


"Apa Ge.." Tanya Papi Gema.


"Aku mau kak Bhumi berjanji untuk menuruti semua permintaan aku selama 3 bulan ke depan.. selama aku belum lulus SMA." Ucap Geva tersenyum penuh kemenangan.


Bhumi auto melotot. Mintanya satu.. satu? satu gudang yang gak habis-habis? Mending dorong aja Bhumi ke jurang Gep.. dorong aja.. pasti permintaan elu aneh-aneh kan.


"Ge.." Bhumi ingin menolak, dia juga berhak bersuara kan.


"Papi setuju, apa permintaan pertama kamu.." Tanya Papi Gema tidak memberikan kesempatan putranya berbicara. Rasain Bhumi.. kesel kan?


"Aku ingin, aku dan kak Bhumi tinggal di kediaman Bramantya mulai besok sampai aku selesai ujian nasional." Ucap Geva.


"Ge.." Papi Gema terkejut dengan permintaan sang menantu, bagaimana jika Bhumi dan Flower sama-sama gagal move on?


"Jangan bercanda Ge!" Ucap Bhumi. Melupakan Flower tanpa bertemu aja susah, apalagi harus bertemu setiap hari. Bhumi justru takut keputusan Geva ini akan menyakiti hatinya sendiri.


"Kakak gak berani menerima tantangan dari aku? oke baiklah.. aku gak percaya dengan janji kakak!" Ucap Geva. Bhumi menghela nafasnya.


"Bukan begitu Ge.."


"Kalau kakak memang niatnya bersungguh-sungguh.. kakak pasti tidak menolak dan berjuang untuk move on!" Kata Geva tidak ingin dibantah.


"Baiklah." Jawab Bhumi pasrah karena harus bekerja dua kali lipat untuk move on.

__ADS_1


Permintaan Geva sungguh sangat beresiko berat, tapi juga akan berefek besar jika berhasil sebab Geva ingin melihat seberapa jauh usaha Bhumi dan Flower untuk saling melepaskan. Geva sudah menggunakan instuisinya untuk hal ini.


Setelah persetujuan kesepakan itu, Geva mengobati luka sang suami akibat Bogeman papi Gema. Dengan jarak yang sangat dekat, Bhumi menelan salivanya membayangkan melummaaat bibir Geva yang super bawel itu.


Oh astaga pikiran Bhumi jadi ikut liar kan~


"Udah selesai.. ayo kita jenguk kak Flo." Ucap Geva sambil membereskan obat merah milik rumah sakit.


"Kita langsung pulang aja." Ucap Bhumi.


"Kakak takut ketemu kak Flo? Kakak belum minta maaf sama kak Flo loh.. jangan jadi pecundang deh." Ucap Geva.


Apa Bhumi bisa menolak istrinya yang otoriter itu? oh tentu saja tidak.


Duh ini kebalik ya.. dimana-mana suaminya yang otoriter loh..


Geva tidak sabar bertemu calon mama muda tersebut, Geva ingin masalah ini segera selesai dan hidup dengan nyaman.


Geva sudah cukup tahu masalah Sisil yang mengacaukan segala planning keluarga Bramantya. baca di ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU PART 91.


Selama berada di ruang Flower tawa canda mewarnai waktu mereka setelah badai besar menghadang keluarga Bramantya.


Ah beruntung lah masalahnya cepat terselesaikan dan gak berbelit-belit kayak orang yang punya utang pas ditagih.


Dan semua kembali baik-baik saja.. semangat berjuang untuk move on Bhumi Bramantya!


🍁


Dan kini, sepasang suami istri yang baru sah sebagai mantan perjaka dan mantan gadis itupun sudah sampai di apartemen mewah mereka.


Geva langsung melepas Hoodie yang dia kenakan dan hanya menyisakan tangtop dengan dada bagian atas yang terekspose begitu saja.


Alhasil Bhumi memilih mandi lebih dulu untuk bermain sabun akibat istri menyebalkan nya itu yang tidak tahu bagaimana penderitaan suaminya.


Cukup lama Bhumi mandi... Dan Geva sabar menunggu karena asik chatting dengan Naomi membahas pelajaran untuk besok setelah beberapa hari Geva bolos sekolah.


Ceklek.


"Ge.. mandi dulu.." Perintah Bhumi yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang kokohnya.


"Astaga... suami pelukable gue.. dadanya.. perutnya... oh astaga tongkat baseball nya menyembul loh.. padahal gak bangun... " Geva memegang dadanya yang bergemuruh dengan wajah memerah. Geva benar-benar terpesona pada tubuh suaminya apalagi ada efek basah-basahnya yang ditimbulkan tetesan air yang jatuh dari rambut Bhumi.


"Dada elu Ge.. astaga... rasanya pengen banget gue gigit deh!" Batin Bhumi.


Geva yang di tatap Bhumi pun salah tingkah dan langsung ngacir ke kamar mandi hingga lupa membawa baju ganti. Bhumi tersenyum jahat, ide gila muncul di otaknya. Sepertinya Bhumi sudah tertular virus gesrek Geva deh...


Bhumi dengan sangat cepat melancarkan aksinya, dan dia segera duduk di ranjang sambil bersandar dan memainkan ponsel. Tinggal tunggu target datang.


Kira-kira apa yang akan di lakukan Bhumi?


BERSAMBUNG...


maaf ya.. ini harusnya semalam update nya...


tapi naskah yang udah 1500an kata gak sengaja ke hapus.. terus mata udah ngantuk..


alhasil pagi ini nulis lagi hehe...


makasih yang udah kasih like! semoga hari ini lancar ya.. dan rejeki kalian juga lancar karena kalian gak pelit kasih like hehehe

__ADS_1


🖤🖤🖤🖤


__ADS_2