Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kejadian di Club~


__ADS_3

"Yuk Nom." ajak Gevania.


Naomi masih termenung dia ragu untuk masuk.


Bukan karena masalah masuk Club malam lagi yang banyak pria jahat disana, kan udah ada Alex orang yang Geva percaya.


Tapi sanggupkah hatinya melihat Deon tertawa bahagia bersama dengan Renata.


Belum sempat Naomi menolak permintaan Gevania, Geva sudah menggandeng Naomi masuk ke dalam Club malam. Geva hanya bisa pasrah.


Dan benar saja.


Setelah melihat keberadaan Deon, Naomi disuguhkan dengan Deon yang sedang berciuman dengan Renata.


Dada Naomi rasanya seperti diremas. Sungguh ini sangat-sangat menyakitkan. Bahkan mata Naomi sudah berkaca-kaca melihat lelaki yang menjadi cinta pertama nya juga sangat ia cintai sampai saat ini bermesraan dengan wanita lain.


Padahal Naomi sejak dulu menutup hatinya untuk lelaki mana pun yang mendekatinya demi Deon dan hanya untuk Deon.


Naomi menguatkan hatinya sebisa mungkin dan tetap tegar, dia tidak boleh menangis apalagi didepan Deon yang sudah tahu perasaannya.


"Kurang ajar!" Umpat Geva yang tidak terima kakaknya bermesraan dengan titisan dedemit menjijikkan yang beberapa kali mencoba untuk menggoda suaminya.


"Gev tenang Gev." Kata Alex namun telat. Geva sudah melangkahkan kakinya mendekat ke meja Deon dan Renata.


"Gep.." Naomi mengikuti langkah kaki Geva dengan cepat. Sebab Geva kalau udah emosi bisa bahaya, dia akan bertindak se bar-bar mungkin hingga hatinya merasa puas tanpa mempedulikan sekitar. Bodo amat jika didepan umum.


BYUR!


Geva tidak peduli.. dia menyiram entah itu minuman siapa ke arah Deon dan Renata yang masih asyik berciuman mesra. hingga wajah keduanya basah.


"Oh shiit!" Umpat Renata melepas tautan bibirnya dengan bibir Deon. aksi Geva itu sontak menyita para pengunjung lainnya hingga mereka mengabadikan momen ini, siapa tahu bisa viral kan~


Banyak yang mengira Deon adalah kekasih Geva dan Deon selingkuh dengan Renata~


ah Netizen selalu saja sok tahu duluan.


"Geva!" Bentak Deon tidak terima adiknya sudah mempermalukan dirinya seperti ini di tempat umum.


"Ta.. kamu gak apa-apa kan?" Tanya Deon membantu Renata membersihkan gaunnya yang sexy.


Naomi hanya menatap Deon dengan nanar, nafasnya naik turun.. hatinya rasanya sangat hancur.


"Gak apa-apa De.. aku gak apa-apa..." Jawab Renata lembut dan anggun membuat Geva berdecak sebal. Bisa bisanya nyai ronggeng itu sok Sokan lembut.


"Kamu apa-apaan sih Ge?" Bentak Deon lagi.


"Apa? kenapa? gak terima?" Tanya Geva melipat kedua tangannya dan menyimpannya di bawah dadanya seolah menantang sang kakak.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Deon menatap tajam pada adiknya juga Naomi yang berdiri di belakang Geva, namun Naomi sama sekali tidak berani melihat ke arah Deon, hatinya seperti diremas.


"Kakak ngapain kesini ha? Kakak ngapain sama dedemit menjijikkan gak punya harga diri ini?" Tanya Geva menunjuk Renata. Renata menunduk seolah takut dan mengalah dengan Geva. Renata merengkuh lengan Deon.


"Lepasin tangan kotor kamu dari kakak aku! kakak pulang sekarang!" Teriak Geva.


"De.. jangan tinggalin aku." Kata Renata semakin mengeratkan tangannya pada lengan kokoh Deon.


"Pulang sekarang juga Ge!" Perintah Deon pada Geva dengan nada membentak karena sebenarnya Deon sudah sedikit mabuk akibat dari meminum minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.


"Nggak! aku gak akan pulang sebelum kakak ikut pulang atau aku aduin sama Mama dan Papa!" Ucap Geva si keras kepala.


"Jangan ikut campur urusan ku Gevania!" Bentak Deon. Melihat bagaimana Deon bersikap pada Geva, Renata pun menyunggingkan senyumnya. Ternyata Deon bisa juga membentak bentak adik kesayangannya hanya demi dirinya.


Oh Deon, cintamu benar-benar buta, tuli dan dungu~


"Pulang Ge!"


"Nggak! aku telfon papa nih sekarang! biar pala tahu kelakuan kakak! "


"Telfon aja!" Ucap Deon tegas. membuat Geva semakin jengkel dan naik pitam.


"Kakak ih!" Kesal Geva yang langsung menarik rambut panjang Renata hingga membuat Renata kehilangan keseimbangannya. Deon langsung menangkap tubuh Renata supaya tidak terjatuh dan memalukan.


"Awww." Pekik Renata kesakitan karena Jambak an Geva. Menurut Geva ini adalah balasan setimpal untuk seorang titisan dedemit. Sudah lama Geva ingin melakukan ini pada wanita yang bernama Renata ini.


"Hajar Ge!" Kata Naomi yang bahagia melihat Renata tersiksa.


"Gevania! Lepaskan! " Teriak Deon.


"Awww.. De.. tolong de.. sakit.." Pekik Renata karena Geva enggan melepaskan tangannya dari rambut di titisan dedemit.


"Sakit de.." Rengek Renata yang dalam hatinya semakin bahagia, pasti setelah ini hubungan kakak dan adik ini tidak akan baik-baik saja karena sikap bar bar sang adik.


"Geva lepas!" Bentak Deon pada Geva. Geva yang tidak terima dibentak kakaknya justru semakin kuat menarik rambut titisan dedemit itu .


"Sakiitt!" Pekik Renta. hingga akhirnya Deon mendorong adiknya dengan cukup kuat hingga jambakan nya pada rambut dedemit itu pun terlepas.


"Aahhh.." Geva hampir tersungkur ke belakang dan hampir jatuh. Untung ada tangan kokoh yang langsung menangkap tubuh nya.

__ADS_1


"Gevaaa.." Teriak Naomi dan Alex bersamaan yang khawatir dengan kondisi Geva melihat dorongan Deon yang begitu kuat.


"Kamu gak apa-apa Ge?" Tanya seseorang yang dengan sigap menangkap Geva.


"Theo.. "


"Are you okey Ge?"


"aku gak apa Yo." Kata Geva.


yang terkejut dengan kehadiran Theo tiba-tiba.


"makasih Yo." Ucap Geva pada Theo.


Alex tersenyum karena berhasil merekam kejadian ini dengan sempurna. Mulai dari Deon yang mendorong Geva hingga aksi Theo yang menolong Geva secara tidak sengaja untuk di kirimkan ke Bhumi, sepertinya menarik jika membayangkan Bhumi kelimpungan setelah tahu istrinya datang ke Club dan dipeluk Theo secara tidak sengaja ini.


Maklum, beberapa menit lalu Satria baru menelfon Alex. Satria meminta Alex untuk mencari orang yang bisa mengawasi dan menjaga Geva saat di sekolahan, dan kalau bisa mengambil potret Geva yang sedang bercengkrama dengan laki-laki lain. Baik Alex maupun Satria ingin Bhumi sadar jika Bhumi sudah menaruh hati pada Gevania bukan lagi terpaku pada Flower yang sudah bahagia dengan Bhima.


"Ah sungguh menarik." Gumam Alex terus membayangkan Bhumi yang seperti kebakaran jenggot melihat semua ini.


"Kakak.." Geva menatap Deon dengan mata berkaca-kaca. Geva tidak percaya Deon akan sekasar itu dengannya.


"Ge.. kakak gak sengaja." Deon merasa bersalah sudah mendorong adiknya sendiri hingga hampir tersungkur. Untung ada Theo yang menolongnya.


Bahkan sebelumnya Deon tidak pernah membentak atau main fisik pada Geva meskipun Geva begitu bandel, menjengkelkan dan menyebalkan.


"Karena cinta kakak pada wanita yang selalu ingin merebut kak Bhumi ku, kakak tega sama aku, adik kakak sendiri. Kakak lebih bela dia dari pada aku. Aku gak nyangka!." Kata Gevania tersenyum sinis pada Deon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu Geva melangkahkan kakinya untuk pergi menjauh dari Deon.


"Ge.." Panggil Deon.


"De.. jangan tinggalkan aku." Ucap Renata yang sudah mengeluarkan air mata dan menahan lengan Deon saat Deon ingin mengejar adik kesayangan nya.


Deon lalu memeluk tubuh Renata. Naomi yang melihat itu tersenyum miris, hatinya benar-benar patah malam ini. Patah se patah patahnya~


"Gep tunggu.." Naomi mengejar Geva yang sudah berjalan menjauh menuju pintu keluar diikuti Theo juga Alex.


"Ta.. aku harus mengejar Geva." Kata Deon pada Renata dengan lembut.


"Kamu gak sayang sama aku de, kamu gak cinta sama aku, kamu mau ninggalin aku dengan kondisi begini?" Tanya Renata yang baju nya basah juga rambutnya acak-acakan.


Deon menghela nafasnya,


"Aku antar kamu pulang ke apartemen ya?" Renata mengangguk.


"Aku gak akan membiarkan kamu pulang malam ini Deon. Karena aku akan membalaskan sakit hatiku pada adikmu melalui diri kamu." Batin Renata.


Sementara di parkiran mobil, Theo terus mengikuti langkah kaki Geva, hingga Geva menghentikan langkah kakinya.


"Kamu gak apa-apa kan Ge." Tanya Theo.


"Kau gak apa-apa tenang aja Yo. makasih ya." Ucap Geva. Theo hanya mengangguk memandang gadis yang masih mengisi ruang hatinya.


"Aku antar pulang ya." Tawar Theo.


"Nggak usah.. biar aku aja.. jangan sampai nanti ada salah paham jika kamu yang mengantar Geva pulang." Kata Alex.


"Gak usah kak.. aku pulang sendiri aja." Ucap Geva.


"Menurut lah Gevania dari pada nanti ada gempa Bhumi karena suami elu cemburu." Ucap Alex.


"Terserah kakak deh.. yuk Nom." Ajak Naomi.


"Mobilku nanti ngikutin kamu ya.. ada dibelakang kamu." Ucap Alex.


"Iya kak. makasih ya kak."


"Iya." Jawab Alex.


"Theo.." Panggil Geva.


"Iya Ge."


"Maaf ya untuk soal tadi di sekolah. Maaf jika kamu merasa aku mengkhianati kamu karena aku menikah disaat status kita masih pacaran. Tapi aku harap kamu bener-bener bisa berubah menjadi manusia lebih baik lagi, tidak mabuk-mabukan apalagi tidur dengan anak orang. karena sebego begonya wanita, dia akan tetap memilih lelaki baik-baik untuk menjadi ayah untuk anak-anak nya." Ucap Geva lembut.


"Aku akan tepati janji aku ke kamu Ge.. aku kesini hanya untuk menghilangkan suntuk."


"Baguslah." Geva tersenyum yang senyumnya mampu melelehkan hati Theo dalam sekejap.


"Pulanglah.. hati-hati dijalan ya." Ucap Theo.


"Sekali lagi makasih ya." Kata Geva.


🍁


Kediaman Wijaya,


Mama Rachel terlihat sangat cemas karena sudah lebih dua jam putrinya tidak pulang dan tidak membalas pesannya. Padahal pamitnya hanya menjemput Naomi di panti asuhan dan diajak menginap di rumahnya.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan hampir 11 malam. Pikiran mama Rachel semakin kalut. Papa Arsa masih dijalan menuju pulang karena ada jamuan makan malam dengan rekan bisnisnya yang harus dia hadiri sedangkan Deon nomornya tidak aktif.


"Geva.. kamu kemana sih.." Gumam Mama Rachel.


"Nyonya.. nyonya istirahat dulu. Nanti jika non Geva pulang saya akan bangunkan nyonya." Kata Sumi, ART di kediaman Wijaya


"Bagaimana aku bisa tenang jika Geva belum pulang mba.. aku takut dia kembali main balapan motor liar lagi. Bagaimana nanti kalau Bhumi tahu. masalah nya pasti akan rumit. Dua anak itu masih sama-sama keras kepala." kata Mama Rachel bingung.


Satu masalah tentang kurang lancarnya komunikasi Bhumi dan Geva saja belum kelar, ini udah mau timbul masalah lainnya.


"Tenang lah nyonya. semua pasti akan baik-baik saja." Ucap Sumi menenangkan majikannya yang sedang gundah.


Cape mondar mandir kesana kemari sambil terus berusaha menghubungi putri kesayangannya mama Rachel memilih mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah sambil menghela nafasnya mencoba tetap berpikiran baik.


Tidak berselang lama, Geva memasuki ruang mewah kediaman Wijaya bersama dengan Naomi dengan wajah yang ditekuk. Ternyata diikuti oleh Alex yang harus memastikan Geva sampai rumah dengan selamat.


"Geva... astaga.. sayang.. kamu kemana saja?" Tanya Mama Rachel cemas menciumi pipi putrinya. Naomi yang melihat itu merasa tersentuh. Seandainya dia memiliki orang tua seperti mama Rachel, pasti hatinya terasa sangat bahagia.


tapi tidak mungkin, Deon saya tidak sedikit pun meliriknya. Deon justru sedikit menjauh dan menjaga jarak padanya setelah tahu perasaan Naomi.


"Aku gak apa-apa ma." Kata Geva.


"Ada apa ini? kenapa jam segini masih ramai?" Tanya papa Arsa yang baru datang dan melihat ada mobil asing ada di halaman kediamannya.


"Papa." Kata Mama Rachel dan Geva bersamaan.


"Om." Sapa alex pada mertua sahabatnya.


"Om."


"Eh ada Nom nom sama Alex. Ada apa ini? duduk.. duduk.." Tanya papa Arsa penasan melihat Geva yang kusut dan Naomi yang sembab.


Akhirnya Geva Naomi juga Alex menceritakan kejadian di Club malam milik Alex itu pada Papa Arsa dan Mama Rachel.


Mama Rachel menjadi orang yang paling emosi mendengar anaknya berciuman dengan Renata. Padahal jika Deon tidak mau dijodohkan dengan Adena, Mama Rachel berencana menjodohkan Deon dengan Naomi.


"Dimana anak kurang ajar itu?" Tanya Papa Arsa dengan aura yang sudah menakutkan.


"Kak Deon sepertinya masih dengan wanita itu om." Jawab Naomi.


"Keterlaluan.. aku tidak akan merestui hubungan Deon dengan anak dari wanita iblis bernama Sisil itu." Ucap Papa Arsa.


"Geva.. Naomi.. kalian istirahat." Perintah Papa Arsa.


"Tapi pa."


"Istirahat." Kata Papa Arsa yang tidak mau dibantah.


"Alex cari tahu dimana Deon berada saat ini. Ini tidak bisa dibiarkan. Renata ternyata tidak kalah menjijikkan nya dengan sisil." Ucap Papa Arsa.


"Baik om.. aku akan segera mencari dimana keberadaan Deon." Jawab Alex.


Sementara di kamar, Naomi menangis sesenggukan membayang kan tadi gimana Deon mencium bibir Renata dengan panasnya.


Pikiran Naomi melayang kemana-mana, apakah selama ini Deon sudah pernah melakukan hubungan intim dengan Renata?


"Udah lah Nom.. kamu tenang saja." Ucap Geva yang sebenarnya juga tidak tenang membayangkan kakaknya belum pulang.


"Aku nyerah Ge."


"Jangan nyerah Nom.. kamu bisa menjadi pelakor diantara hubungan kak Deon dan Renata." Ucap Geva.


🍁


Dibelahan Bumi lain,


Bhumi masih sibuk dengan pekerjaannya padahal waktu menunjukkan pukul 1 malam. Bhumi yang duduk di meja kerja yang disiapkan pihak hotel sedangkan Satria duduk di sofa dengan laptop yang menyala.


Sebuah pesan masuk di ponsel Bhumi. Satria menyunggingkan senyumannya.


"Bhum.."


"HM."


"Elu mau lihat sesuatu gak?" Tanya Satria.


Bhumi mengalihkan pandangannya dari berkas ke Satria.


"Apa?" Tanya Bhumi curiga karena Satria senyum-senyum.


Satria beranjak dari duduknya, dan melangkah menuju Bhumi. Lalu menyodorkan ponsel Bhumi pada si pemilik sesungguhnya.


"Putar lah video itu." Ucap Satria. Bhumi yang penasaran pun langsung memutarnya. Mata Bhumi terbelalak melihat bagaimana Deon mendorong istrinya dan bagaimana Theo yang datang tepat waktu.


"Kurang ajar!" Umpat Bhumi.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


BIAR BANYAK YANG LIKE,


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


__ADS_2