
"Oke.. sekarang apa permintaan kedua kamu Ge?" Tanya Bhumi mengusap lembut rambut panjang Geva.
Geva terdiam dan tampak ragu mengutarakan keinginannya yang ia pendam sudah sejak lama.
"Katakanlah Ge." Ucap Bhumi.
"Izinkan aku kuliah di luar negeri kak.. izinkan aku meraih impian aku." Kata Geva menunduk.
Deg!
Apa-apaan ini?
Bagaimana bisa Geva berpikir untuk kuliah di luar negeri sementara statusnya sudah menjadi seorang istri. Pacaran jarak jauh aja Bhumi tidak bisa, apalagi sekarang.. Bhumi sudah menikah dan sudah menikmati sesuatu hal yang orang bilang sebagai surga dunia. Lalu apa kabar dengan hubungan mereka?
Bhumi terdiam dan menatap Geva dengan tajam. Rahang Bhumi mengeras, menahan emosi yang memuncak begitu saja. Namun otak jernihnya masih bisa untuk berpikir dengan baik dan menahan emosinya supaya tidak meledak.
Geva yang tidak mendapatkan jawaban dari Bhumi pun memberanikan dirinya untuk menatap Bhumi.
"Kak.." Panggil Geva takut takut.
"Kenapa?" Tanya Bhumi dingin.
"Ha?" Geva memasang wajah bego.
"Kenapa harus ke luar negeri?" Bhumi ingin mendengar alasan Geva dengan jelas. Dia tidak mau berasumsi sendiri meskipun saat ini ingin sekali langsung menolak keinginan Geva itu.
"A.. aku pengen meraih impianku.. aku pengen seperti teman-teman ku.. selain itu, aku pengen dianggap pantas berada disamping kamu kak.. kamu lulusan salah satu universitas terbaik di dunia, sedangkan aku? aku gak mau orang lain merendahkan aku." Kata Geva dengan mata berkaca-kaca.
Bhumi menghela nafasnya, alasan Geva sangat masuk akal dan Bhumi bisa menerima alasan Geva itu.
"Ge.. kamu bisa mengejar impian kamu disini." Ucap Bhumi lembut karena mendengar penolakan Bhumi pasti membuat hati Geva tidak enak karena itu impian Geva sejak lama.
" Kenapa?" Tanya Geva dengan wajah polosnya yang justru membuat Bhumi tersenyum.
"Kamu gak takut ada Renata - Renata lain yang mengincar ku? suami kamu ini selain tampan juga kaya loh.. meskipun aku gak mau jauh dari kamu, tapi aku juga gak mau disebut penghambat impian kamu, jadi aku sih terserah kamu saja.. tapi pikirkan baik-baik segala resiko yang akan terjadi di depan nanti." Kata Bhumi yang sudah cukup paham dengan sikap keras kepala Geva, sehingga dia tidak mau mengekang Geva. Cukup arah kan Geva dan buat Geva berpikir baik dan buruknya.
"Kakak gak bisa setia? Berarti kakak gak cinta sama aku dengan tulus?" Tanya Geva menatap suaminya sendu.
__ADS_1
"Aku lelaki dewasa Ge.. bagiku, setelah aku menyentuhmu untuk pertama kali, hubungan suami istri sekarang sudah jadi kebutuhanku. Sebulan, dua bulan hingga tiga bulan mungkin aku bisa main sama sabun di kamar mandi. Tapi aku tidak janji untuk seterusnya jika memang kamu mau LDR. Tentu kamu tahu kan, aku bisa dengan mudah mendapatkan wanita yang ingin aku mau." Kata Bhumi yang menakut-nakuti Geva.
"Kakak kok gitu?" Mata Geva sudah benar-benar berkaca-kaca membayangkan tubuh suaminya disentuh wanita lain. cukup Flower saja yang pernah melihat tubuh polos sang suami sebelum Bhumi menikahinya, setelah menikah tidak boleh ada yang melihatnya. Tidak.
"Aku pun ingin mendukung kamu kuliah ke luar negeri bahkan aku juga ingin menemani kamu disana, tapi itu tidak mungkin Ge.. aku memiliki tanggung jawab cukup besar mengenai perusahaan. Apa kamu juga tidak ingin memiliki anak dariku?" Tanya Bhumi.
"Kak.. kakak tahu kan itu impian aku.. dan jujur, aku belum kepikiran soal memiliki anak karena aku masih sangat ragu dengan kakak. aku pernah percaya sama kakak tapi kakak membohongi ku. Kakak udah janji untuk belajar melupakan kak Flo dan fokus padaku sebelum aku menyerah mahkota ku. Tapi baru juga siangnya kakak menyatakan cinta sama kak Flo." Geva tersenyum samar.
"Apa kamu belum bisa memaafkan aku karena hal itu? Yang penting sekarang aku akan fokus sama kamu Ge..."
"A.. aku hanya belum bisa melupakannya kak dan hati aku masih ragu dan sangat sangat ragu." jujur Geva.
Bhumi menghela nafas, mama Rachel pernah memberi tahu Bhumi jika Geva adalah orang yang ketika sudah dikecewakan, maka dia akan sulit untuk percaya lagi. Sangat sulit. Meskipun dia bisa bersikap baik dan tersenyum dihadapan orang tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Bhumi.
"Buat aku percaya jika hati kakak memang sudah tertuju padaku, jika kakak sudah bisa membuktikan itu, maka aku janji akan memberikan sepenuh hatiku untuk kakak dan aku akan selalu ada disamping kakak." Geva menatap Bhumi serius.
"Jadi, kamu tidak akan kuliah ke luar negeri?"
"Baiklah.. aku akan buktikan Ge.. terima kasih Ge.." Ucap Bhumi memeluk Geva. Keduanya larut dalam pelukan hangat di balik selimut padahal cuaca diluar sangat panas. Maklum, Geva berhasil membuat suaminya benar-benar polos dibalik selimut tebal. Untung AC udah menyala.
"Ge. aku mau lagi." Bisik Bhumi.
"Dengan senang hati suamiku ." Kata Geva tersenyum.
Tok.. Tok.. Tok...
"Bhumi.. Geva... kalian ngapain.. orang suruhan Papi kalian udah jemput Bhumi untuk mengantarkannya ke Bandara." Suara Mama Rachel dari luar kamar terdengar sangat jelas membuat sepasang manusia itu saling tatap dan sedih.
"Iya ma.. bentar." Teriak Geva menjawab mamanya.
"Oke.. mama tunggu dibawah ya!" Teriak mama Rachel dari luar.
"Kak..." Kata Geva lirih.
"Kita lanjutkan bulan depan aja ya.. aku gak mau buat papi marah dan ujung-ujungnya menambah pekerjaan ku."Ucap Bhumi.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kakak harus janji mengajariku 3 kali sehari. dan waktu kakak tinggal 28 hari disana." Ucap Geva.
"Ge bagaimana jika melebihi dari 28 hari itu?" Tanya Bhumi.
"aku akan selalu doakan kakak supaya pulang tepat di hari ke -28.. karena jika kakak lebih dari 28 hari berarti kakak gak serius sama aku. kakak gak memperjuangkan aku.. "
"Dasar gadis menyebalkan, suka-sukanya sendiri kalau ambil keputusan!" Ucap Bhumi beranjak dari kasur.
"Kakak ih... gelay banget!" Pekik Geva menutup matanya karena dengan santainya Bhumi berjalan tanpa sehelai benang pun.
"Apa sih Ge..kan kamu tadi udah menikmati Semuanya." Bhumi geleng-geleng karena tingkah absurd suaminya.
"Ternyata bukan hanya lelaki yang bisa berpikir mesum melihat tubuh wanita. Wanita pun bisa berpikiran mesum melihat tubuh se atletis itu. Ah.. kak Bhumi.. aku tidak akan membiarkanmu di sentuh wanita lain." Gumam Geva menatap tubuh suaminya sambil senyum-senyum.
Puk!
Sebuah handuk mendarat di wajah Geva membuat sang empu terkejut.
"Kakak ih!"
"Ayo mandi bareng.. jangan berpikiran mesum terus!" Kata Bhumi.
"Nggak ah.. malu!" Geva menutup wajahnya yang memerah dengan handuk.
Tidak menunggu lama, Bhumi kembali mendekati istrinya lalu menggendong nya menuju kamar mandi sehingga membuat sang empu menjerit kaget.
BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA BAIK BERUPA LIKE KOMENTAR ATAUPUN VOTE.
KARENA DARI KEMARIN MEMANG BENAR-BENAR DOWN UNTUK NULIS. NOVEL MGM DI MINTA REVISI KARENA ADA ADEGAN DEWASANYA.
NOVEL ICPA ATAU ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU, LEVELNYA TERJUN BEBAS.
KALAU TIDAK DAPAT DUKUNGAN DARI KALIAN DARI KEMARIN MUNGKIN AKU UDAH MALES NULIS DI PLATFORM INI 😌
SEKALI LAGI TERIMA KASIH.
__ADS_1