Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Anak Pelakor~


__ADS_3

🍁🍁🍁


Makan malam romantis,


Sungguh, Geva ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada siapa saja yang memberikan ide makan malam romantis pada Bhumi hingga Bhumi menyuruh orang untuk menyiapkan semua ini. Geva meleleh dengan sikap manis Bhumi yang memperlakukan dirinya bak seorang ratu.


Bukan hanya menyiapkan makan malam, Bhumi juga mengajak Geva berdansa sebagai ganti acara berdansa di resepsi pernikahan tadi terpaksa di cut karena kondisi mami Naya yang sudah pucat karena kelelahan. Sebenarnya mami Naya meminta acara tetap diteruskan, baik Geva dan Bhumi menolak. Acara resepsi hanyalah suatu simbolis, menurut Geva yang penting kan acara enak enak nya saja.


"Aku mencintai kamu Gevania Azkia Bramantya... dan mulai sekarang kita tidak perlu lagi menyembunyikan status hubungan kita, kamu adalah milikku, hanya milikku hingga maut memisahkan kita." Kata Bhumi memeluk Geva, mereka berdansa di pinggir kolam renang yang dihiasi lampu-lampu dan lilin yang indah.


Kolam renang itu pun dipenuhi dengan buang mawar merah dengan tulisan "I LOVE GEVA" menggunakan mawar putih. Air dalam kolam renang itupun sampai tidak terlihat karena tertutup dengan Bunga.


"Aku juga mencintai kamu kak.. tetaplah seperti ini, Kamu adalah milikku dan Daddy dari anak-anakku." Lirih Geva membalas pelukan suaminya. Mereka berdansa mengikuti alunan musik romantis yang Bhumi putar karena di rumah mewah tersebut saat ini kosong, hanya ada dua manusia yang sedang memadu cinta.


Bhumi menyuruh seluruh pelayan untuk kembali ke rumah utama Bramantya. Dia hanya ingin berdua dengan Geva malam ini.


Bhumi mengecup pundak sang istri yang terbuka hingga menimbulkan desiran sendiri di tubuh Geva. Bhumi menyembunyikan wajahnya di tengkuk Geva dan berkali-kali mengecupnya. Geva memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya hingga tidak ada jarak sedikit pun antara keduanya.


" Aku gak suka lelaki lain memeluk mu." Kata Bhumi tiba-tiba mengingat tentang Theo. Bhumi memberikan jarak agar bisa memandang wajah cantik Gevania.


"Aihh... cemburu buta.. itu untuk yang terakhir kalinya kak. Nggak lagi-lagi janji.. aku hanya ingin dia melepaskan perasannya dengan baik-baik sehingga tidak ada dendam dihatinya dan kita bisa hidup dengan damai." Iya benar,


selain masalah ekonomi atau uang, orang berbuat jahat itu hanya karena penyakit hati, baik iri dengki maupun dendam.


"Harus! karena kalau dia berani memelukmu lagi, aku pastikan tangannya akan ku patahkan!" Ancam Bhumi. Geva justru tersenyum mendengar kalimat suaminya yang posesif tersebut.


Geva yakin Theo tidak akan memeluknya lagi, dan hubungan Bhumi dan Theo juga cukup baik dimana Bhumi membantu Theo membuka usaha bengkel.


Cup!


Geva menjinjit lalu mengecup bibir Bhumi, bibir yang sangat Geva rindukan hampir 10 hari ini.


"Jangan memulai sayang.. kita makan dulu.. kita butuh tenaga untuk begadang sampai pagi." Bisik Bhumi sensual. Ah Geva pengen ditelanjangii Bhumi sekarang juga.


"Baiklah suamiku, aku tidak sabar melihat seberapa perkasanya kamu dalam menggagahi ku setelah puasa berminggu-minggu.. jangan-jangan keperkasaan kamu menurun drastis." Ejek Geva dengan senyum menggoda.


"Kita buktikan nanti, bahkan jika kamu berteriak meminta menghentikan permainan pun, aku tidak akan menghentikannya sampai aku mencapai puncak dan puas."


"Uuuhh.. jadi gak sabar, kita lihat siapa nanti yang Knock Out duluan.. " Ucap Geva terkekeh karena dia yakin akan bisa mengimbangi permainan Bhumi. Selama tidak bertemu suaminya, Geva sangat rajin olahraga bahkan olahraga untuk area intimnya biar membuat Bhumi bertekuk lutut padanya.


Bhumi menggiring Geva menuju meja makan,


Berbagai makanan kesukaan Geva tersedia di atas meja, tentunya semua sudah melewati quality control untuk memastikan terbebas dari keju. Bhumi tidak ingin kejadian beberapa waktu terulang kembali dimana Geva hampir meregang nyawa karena keju.


Bhumi menyodorkan daging yang sudah dia potong pada Geva, dia menukarnya dengan milik Geva yang belum terpotong. Ah romantis itu sederhana.


"Makasih kak." Kata Geva tersenyum malu-malu.

__ADS_1


" Please jangan panggil kakak lagi sayang, aku bukan kakak kamu, aku suami kamu." Kata Bhumi.


"Panggil Apa?" Geva mengernyitkan keningnya.


"Abanggg~" Panggil Geva dengan nada menggoda karena setengah mendesah. Geva ingat betul jika Bhumi anti dipanggil Abang, karena merasa seperti abang-abang yang jual ketoprak di depan cluster kediaman Wijaya.


Bhumi mengusap wajahnya frustasi, suara Geva saja sudah membuat Gohan bangun. Astaga...


"Jangan memulai lagi Gevania Azkia.. kalau kamu masih menggoda dengan nada seperti itu, jangan salahkan aku jika aku langsung menggendong kamu ke kamar kita dan tidak akan melepaskanmu sampai besok!"


"Ampun sayang.. ampun.. kita makan dulu ya.. biar nanti kamu gak ada alasan lapar saat kamu udah mulai kelelahan menggagahi ku." Kata Geva mengedipkan matanya.


Oh belajar dari siapa istrinya itu, kenapa menjadi segenit ini.


"Gohan sabar ya... bentar lagi Gohan.. Bentar lagi kita akan Kamehame Gevania Azkia Bramantya." Gumam Bhumi yang didengar Geva membuat Geva langsung tertawa.


Mereka pun makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan lain lagi, hanya ada lempar pandangan penuh cinta dan senyum yang mengembang satu sama lain.


"Makasih kejutannya sayang.." Geva kembali mengedarkan pandangannya melihat rumah mewah hadiah dari sang suami. Bhumi mengangguk dan tersenyum sambil mengambil sesuatu dari paper bag yang ada dibawah meja makan.


"Ini untuk kamu sayang." Kata Bhumi menyodorkan kotak yang cukup besar.


Tanpa berkata apapun, Geva langsung membuka kotak itu dan mulutnya menganga mendapati kunci mobil dengan logo BMW. Geva menatap Bhumi seakan meminta penjelasan.


"Aku tidak mengizinkan kamu menggunakan motor, mobil itu bisa kamu gunakan nanti ke kampus. Aku tidak akan mengekang kamu, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, nikmati masa muda kamu asal satu, selalu ingat status kamu yang sudah menjadi seorang istri." Kata Bhumi.


Geva beranjak dari duduknya dan langsung duduk dipangkuan Bhumi, mengalungkan tangannya dan menatap lekat wajah tampan suaminya, pangerannya dari kecil.


"Terima kasih.. ini benar amazing.." Kata Geva mengecup bibir Bhumi.


"Masih ada satu kejutan lagi, besok siang kita akan berangkat ke suatu tempat yang akan membuatmu suka.. "


"Kemana?" Tanya Geva.


"Rahasia!" Ucap Bhumi memeluk pinggang Geva dengan posesif.


"Oke baiklah, tapi tolong lepaskan aku.. aku mau turun." Kata Geva.


"Turun? setelah kamu membangunkan Gohan lalu kamu tidak bertanggung jawab?"


"Bukannya aku tidak bertanggung jawab, aku juga mau memberikan kejutan untukmu, tadi koper aku udah dibawa ke sini kan?" Tanya Geva.


"Oke kamar kita ada dilantai dua, tepat disamping tangga.. kamu kalau mau menggunakan lift juga bisa. Aku tunggu kejutan dari mu.."


"Baiklah abanggku tersayang." Kecup Geva langsung kabur dari Bhumi.


"Benar-benar.." Gumam Bhumi tersenyum menatap Geva yang berlari menaiki tangga.

__ADS_1


🍁🍁🍁


"Jangan selalu berasumsi apapun, tanyakan.. percaya jika itu keluar dari mulutku sendiri."Kata Deon.


"Aku mencintaimu Nom..."


"A..aku juga kak.." jawab Naomi lirih dengan malu-malu.


Deon tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. Deon ingin meluumat bibir tipis tersebut.


Naomi reflek memejamkan matanya. Deon miringkan kepalanya,


dan Byur!


bukan ciuman melainkan Ayumi mendorong Naomi dengan kasar hingga Naomi tercebur ke kolam renang.


"Aakkk!" teriak Naomi.


"Asstaga! elu gila Yum!" Kata Deon langsung nyebur ke kolam menyelamatkan Naomi yang tidak bisa berenang.


Naomi yang sebenarnya bisa berenang mendadak akan tenggelam karena merasa kram di kakinya hingga tidak bisa digerakkan, untung saja Deon langsung nyebur dan menarik Naomi ke atas.


Ayumi menatap Naomi penuh dengan emosi,


Deon tidak mempedulikan teman SMA nya itu, fokusnya adalah Naomi, untung Naomi tidak sampai pingsan.


Naomi terlihat sangat shock duduk di tepi kolam dengan seluruh bajunya basah. Deon menenangkan Naomi. Naomi belum bisa mengucapkan sepatah kata pun.


"elu gila Yum! gue gak nyangka elu bisa berbuat jahat!" Bentak Deon yang sudah menatap Ayumi dengan tajam.


"Iya gue jahat! gue jahat karena ibunya dia, ibu kandung dia yang telah merebut semua kebahagiaan gue! Ibunya dia yang sudah buat nyokap gue masuk rumah sakit jiwa sampai sekarang! semua Gara-gara ibunya dia PELAKOR! Menghancurkan rumah tangga orang tua gue! masih untung kan kakek dan nenek gue naruh dia di panti gak buang dia kelaut! GUE BENCI DIA YON! GUE BENCI ANAK PELAKOR ITU! " Bentak Ayumi.


"GUE GAK MASALAH ELU DENGAN WANITA LAIN YON! KECUALI RENATA JAHAT ITU DAN DIA, ANAK PELAKOR! DIA TIDAK PANTAS UNTUK ELU YON"


Deg!


Naomi terbengong mendengar kalimat yang terucap dari bibir Ayumi.


Ibu kandungnya?


bahkan Naomi sendiri tidak tahu dia anak siapa.


BERSAMBUNG...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2