Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kangen Gohan~


__ADS_3

KALAU MISAL SEDIKIT KELUAR JALUR MOHON MAAF YA...


TAPI BIAR CLEAR GITU MASALAH AYUMI, SOALNYA ADA YANG PENASARAN HEHE


NANGGUNG UDAH KEPALANG MASUK JUGA KAN...BIAR JELAS ALASAN AYUMI KENAPA MENYAKITI NAOMI.. OKE :)


HAPPY READING 🍁


Ayumi, gadis cantik keturunan Jepang itu menangis tersedu-sedu sambil mengendarai mobilnya menuju sebuah perumahan mewah yang ada di tengah kota Jakarta. Cukup lama gadis itu berkendara akhirnya sampai juga di depan kediaman mewah. Ayumi menghapus air matanya, dia tidak boleh terlihat lemah bertemu nenek dan kakeknya. Meskipun dia tahu orang-orang dari kakek dan neneknya itu selalu mengawasi pergerakannya dari jauh.


"Bagaimana, sudah bisa kamu menghabisi anak sialan itu?" Suara nenek membuat langkah Ayumi yang hendak menaiki tangga terhenti. Ayumi menghela nafasnya dan menetralkan dirinya.


" Tadi aku udah dorong dia hingga tercebur kolam renang nek, namun sial.. ada yang menolongnya." Jawab Ayumi tanpa berani menengok neneknya sepenuhnya karena dia tidak mau neneknya melihat wajah sembabnya.


"Kalau kamu memang tidak bisa menghabisinya, nanti nenek sendiri yang akan turun tangan lagi, lagian kamu bodoh, mendorongnya ke kolam renang saat ada orang lain disana. Besok aku akan mengeksekusi dia!."


"JANGAN!" Teriak Ayumi.


"Kenapa? Ingat Ayumi, Gara-gara ibu anak sialan itu, mama kamu yang tidak lain anak nenek sampai gila, Gara-gara suaminya selingkuh. Ingat juga bagaimana dulu kamu menangis setiap hari gara-gara papa kamu kasar sama kamu demi menemani selingkuhannya yang tengah hamil." Ucap wanita tua itu dengan penuh amarah.


"A.. aku.. aku hanya gak mau ada korban orang lain lagi jika nenek sama kakek menyuruh orang.. Kalau sampai keluarga Bramantya tahu kakek dan nenek dalang semuanya hingga menyebabkan menantu keluarga Bramantya keguguran maka, perusahaan papa akan sulit, nenek jangan lupa, segala kemewahan yang nenek nikmati adalah dari papa.." Kata Ayumi.


"Jaga ucapanmu! memang seharusnya dia memberikan semua ini karena dia telah membuat putri nenek satu-satunya gila! nenek tidak peduli apapun alasanmu, cepat bereskan anak sialan itu, atau.."


" Yumi ke kamar dulu." Jawab Ayumi kembali melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan ocehan neneknya yang selalu menekannya semenjak tahu keberadaan Naomi yang merupakan anak istri kedua sang papa kembali ke Indonesia setelah dia suruh orang untuk mengadopsi Noami dan membawa Noami ke Jerman..


Didalam kamar, Ayumi menangis tersedu-sedu membayangkan kemarahan Deon tadi, bahkan Deon menampar dan mengumpatnya, namun setidaknya dia bersyukur, sikapnya yang kasar dengan Naomi tadi membuat adiknya tidak akan disakiti oleh neneknya. Ayumi bisa menunda langkah neneknya sampai dia menemukan jalan keluar.


Bagaimanapun Ayumi tahu, Naomi adalah adik kandungnya meskipun beda ibu, namun darah yang mengalir di keduanya adalah darah yang sama. Dari kecil neneknya memang selalu mendoktrin hal hal negatif pada diri Ayumi.


Setelah papa kandungnya tahu bahwa mertuanya itu memberikan dampak buruk pada putrinya, saat lulus SMA Ayumi dibawa ke Jepang oleh sang papa. Dan karena Ayumi sudah dewasa, maka papanya menceritakan masa lalu rumah tangganya dengan putri sulungnya itu.


Hagia Yamamoto, lelaki paruh baya itu tinggal di Indonesia sejak umur 17 tahun, Ayahnya orang Indonesia sedangkan Ibunya orang Jepang. Belum genap satu bulan, Hagia secara tidak sengaja dia bertemu dengan gadis bernama Mirna. Mirna memiliki seorang sahabat bernama anggun. Dan mulai dari sanalah tumbuh cinta segitiga dimana anggun menjebak Hagia hingga hamil Ayumi.


Hagia mau menikahi Anggun asal pernikahan mereka dirahasiakan dari Mirna, Hagia tidak sanggup menyakiti wanita yang paling ia cintai. Anggun menghilang begitu saja dari Mirna.


Hagia tidak bisa mencintai Anggun meskipun dia sangat sayang dengan Ayumi, hingga akhirnya Hagia terpaksa bohong pada Mirna dan mengaku belum menikah setelah beberapa tahun mereka tidak bertemu, Hagia menikahi Mirna secara siri tanpa sepengetahuan Anggun. Hagia terlalu pintar menyembunyikan semuanya sendiri.


Hingga pada satu hari saat Mirna hamil, Anggun mengetahui pernikahan suaminya dengan Mirna, wanita itu sangat murka hingga depresi dan gila karena Hagia lebih memilih Mirna dan bayi dalam kandungan Mirna daripada dirinya dan Ayumi.


Orang tua Anggun tidak terima, mereka menculik bayi Mirna saat baru lahir dan berharap Mirna gila seperti putrinya. Setelah kehilangan Bayinya, Mirna terpuruk namun lama kelamaan dia bangkit, dan dia menghilang dari kehidupan Hagia tentu atas campur tangan nenek Ayumi dengan ancaman jika Mirna masih mau anaknya hidup dengan baik.


"Aku harus menemukan dimana nenek mengasingkan Tante Mirna, aku harus mempertemukan Naomi dengan ibunya, dan mereka harus pergi dari jauh hingga kakek dan nenek tidak bisa menjangkaunya, a.. apa aku kasih tahu papa tentang keberadaan Noami? Setidaknya papa bisa melindungi Naomi namun nenek sangat nekat dan gila. Oh astaga..." Gumam Ayumi yang sadar betul jika semua kesalahan bermula ada pada ibu kandungnya sendiri yang cinta buta sama lelaki keturunan Indonesia - Jepang bernama Hagia itu hingga mengkhianati sahabatnya dengan menjebak Hagia.


Ayumi harus selalu bersikap pura-pura tidak tahu didepan neneknya tentang cerita sebenarnya daripada neneknya akan melukai Anggun yang tekena gangguan jiwa. Itulah ancaman Nenek Ayumi, jika Ayumi tidak patuh dengannya, Anggun yang akan jadi sasaran. Makanya, Ayumi juga beranggapan nenek dan kakeknya sama gilanya dengan ibunya.


🍁🍁


Bhumi melepaskan tautan bibirnya,


Menatap Geva penuh kagum, tubuh yang sangat indah dengan lingerie yang kontras dengan warna kulitnya,


"Kamu begitu menggoda, cantik dan sexy, aku menyukainya." Bisik Bhumi.


"Aku milikmu.. lakukan apa yang ingin kamu lakukan.. tapi, jangan sampai kamu menyerah duluan saat aku belum puas!" Kata Geva menantang Bhumi.


"Oke.. kita lihat nanti sayang.. siapa yang KO duluan." Jawab Bhumi menyambar Bibir Geva lagi dengan tangan terus bergerilya kesana kemari.


Geva menerima yang penuh cinta, desahan demi desahan keluar dari bibir Geva membuat gairah Bhumi makin tidak terbendung. Apalagi aroma tubuh Geva benar-benar memabukkan. Ah Geva ternyata habis berendam dengan aromaterapi spesial yang mampu membangkitkan libido seseorang. Totalitas sekali Geva menyiapkan malam spesial ini.


Bhumi mulai turun ke tulang selangka Geva memberikan kecupan-kecupan memabukkan yang mampu membuat Geva melayang. Tangan Bhumi mulai menurunkan baju haram berwarna hitam yang kontras dengan kulit Geva hingga menampakkan pemandangan indah berupa gunung kembar yang besar layaknya Sindoro dan Sumbing.

__ADS_1


Gunung kembar yang memiliki puncak yang menantang dan siap untuk disedot padahal sumbernya belum bisa mengeluarkan sumber kehidupan. Geva segera menutup dadanya dengan kedua tangannya dengan wajah yang memerah.


"Kenapa?" Tanya Bhumi mengenyit karena tangan Geva menghalangi pemandangan indah di depan matanya.


"Aku malu" cicit Geva membuat tawa Bhumi pecah seketika. Tidak perlu dijelaskan lagi kan jika mereka sudah banyak kali bercinta, kenapa malu?


Bhumi menyingkirkan tangan Geva hingga ke atas kepalanya, dan..


Dengan rakusnya Bhumi mencari minuman di sumur yang memang belum memiliki mata air. Bhumi layaknya seorang musafir dari Padang pasir tanpa membawa minum, sangat-sangat kehausan. Sang pemilik sumur hanya bisa mendesah menikmati dan menjerit kala gigitan-gigitan kecil di ujung sumur itu dia rasakan.


Bhumi mendongakkan wajahnya menatap sang istri,


"Apa hanya perasaanku aja jika dada kamu sedikit lebih besar dari sebelumnya sayang?" Tanya Bhumi. Geva tidak memberi jawaban, dia sudah diliputi nafsu, dia tidak ingin Bhumi menghentikan permainannya, dia mau lebih.


Geva yang tidak sabaran langsung memplorotkan boxer yang Bhumi kenakan.


"Ge.." Geram Bhumi karena ingin menikmati permainan secara perlahan.


"Eh Gohan udah bangun ya sayang. Aku kangen banget sama Gohan, Gohan kuat berapa ronde?" Kata Geva tersenyum jahil.


Bhumi geleng-geleng melihat tingkah absurd istrinya, tadinya saat gunung kembar nampak malu, sekarang tidak tahu malunya mengajak Gohan ngobrol.


"Oke. kamu yang ambil kendali saja." Kata Bhumi yang kesal tingkah absurd Geva, padahal Bhumi masih ingin meminum air sumur yang tidak akan keluar saat ini.


"No.. kakak yang memimpin dulu.. karena aku mau tahu, berapa ronde yang Gohan kuat lakukan.. aku gak yakin dia bisa melakukan lebih dari 3 ronde." Kata Geva.


"Oke.. jangan salahkan aku jika aku benar-benar membuatmu tidak bisa berjalan besok Gevania, karena kamu sudah berani menghina Gohan." Bhumi tidak terima kemampuan Gohan dilecehkan begitu saja. Bhumi hanya ingin menanggapi istrinya yang sepertinya sengaja membuatnya tertantang.


"Gohan Kok makin besar dan panjang ya.. mamvus gue!" Batin Geva bergidik ngeri.


"Aku terima tantangan kamu abang sayang." jawab Geva sambil mengedipkan matanya nakal.


Oh shitt, umpat Bhumi dalam hati yang langsung menyingkirkan pengaman terkahir yang berupa segitiga. Bukan segitiga Bermuda melainkan segitiga berenda.


"Kakak!" Pekik Geva.


"Apa?" Tanya Bhumi.


"Kenapa disobek segitiga berendaku!" Pekik Geva kesal.


"Kenapa? gak suka?"


"Iyalah, aku milih ini kemarin sampai rebutan sama wanita dan perang di mall loh.. kita hampir jambak-jambakkan. kok disobek sih."


"Kamu gak sedang takut Gohan memasukimu kan? sampel-sampel kamu ngajak ngobrol hal yang nggak penting?" Tanya Bhumi licik.


"Nggak ya! enak aja aku takut.. cepat masukkan Gohan!" Perintah Geva.


"Pemanasan dulu sayang.. jangan buru-buru.x Kata Bhumi.


"Gak usah! udah basah kok! cepat masukkan!"


Perintah Geva.


"Dasar anak ABG dipancing dikit langsung saja ngikut." Batin Bhumi.


"Nanti sakit sayang.." Kata Bhumi.


"Gohan gak berani?" Tantang Geva.


Tidak menjawab, Bhumi langsung membimbing Gohan memasuki area yang tadi ditutupi segitiga berenda hitam.

__ADS_1


Geva mendadak memekik,


"Aaauuu.."


"Tahan sayang.. ini mau kamu.. dan aku udah gak bisa mundur lagi." Kata Bhumi yang kesusahan memasukkan Gohan.


"Sakit kak!"


"Ini kenapa malah semakin sempit sih.. kayak baru pertama... perasaan kemarin juga masih sangat sempit kok ini tambah sempit!" Gerutu Bhumi yang gagal untuk kedua kali memasukkan Gohan.


"Cepetan!" Kata Geva gak sabaran. Sumpah Bhumi bingung, ini model bercinta apaan.. antara nafsu dan keabsurdan menjadi satu.


Bhumi kembali menyambar Bibir Geva, Bhumi terpaksa mengulang foreplay dari awal lagi. Kondisi keduanya sudah sama-sama naaked.


Geva hendak protes, namun dia tidak kuasa menahan perlakuan Bhumi yang begitu nikmat.


Hingga..


"Aww... pelan-pelan kak sakit." Kata Geva. Bhumi tidak peduli dan dalam sekali hentakan,


Jleb,


Gohan masuk dengan sempurna bersamaan dengan air mata Geva yang menetes, meskipun tidak sesakit saat malam pertama, namun sensasi yang Geva rasakan sungguh luar biasa.


Bhumi berhenti sejenak dengan nafas terengah-engah.


"Kenapa bisa?" Tanya Bhumi yang menyadari jika tempat favoritnya itu semakin sempit.


"Kejutan buat kamu sayang.." Kata Geva lirih. Bhumi memejamkan matanya merasakan Gohan serasa digigit tapi gigitan yang nikmat.


"Aku merasa membobol gawang dua kali, hanya saja ini bedanya tidak mengeluarkan darah." Kata Bhumi.


"Apa .."


"Cepat bergerak, apa Gohan mendadak mati suri saat sudah masuk sempurna!" Pekik Geva kesal memotong ucapan sang suami.


"Ayo kita bersenang-senang sayang.." Ucap Bhumi.


BERSAMBUNG...


EH..


GIMANA NAOMI SAMA DEON?


NEXT EPISODE BERIKUTNYA YA..


MAKANYA BANYAKIN KOMENTAR DAN LIKE BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS. DAN KADANG INSPIRASI ITU DATANGNYA DARI KOMENTAR READERS LOH ..


KOK GAK LANGSUNG NAOMI DAN DEON AJA DI EPISODE INI?


KEBANYAKAN! UDAH 1600+ KATA!


SO,


SABAR DULU YA.. SOALNYA KALAU GAK ADA BHUMGEP, NANTI ADA YANG KOMPLEN LAGI BILANG ALURNYA GAK JELAS KARENA GAK ADA CERITA PEMERAN UTAMANYA.


PAHAM?


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2