
KARENA TEMBUS 100 KOMENTAR NYA UDAH TERLALU MALAM...
JADI EPISODE INI AUTHOR UPDATE PAGI-PAGI AJA YA...
OH YA YANG BELUM KASIH RATE.. MINTA TOLONG YA.. KASIH RATE BINTANG 5 HEHE...
ATAU SEIKHLASNYA AJA DEH KASIH BINTANGNYA HEHE... ⭐⭐⭐⭐⭐
MAKASIH YA SEBELUMNYA..
MAKASIH YANG UDAH LIKE, KOMENTAR KASIH HADIAH BERUPA BUNGA ATAU KOPI.
MAKASIH JUGA YANG TIAP SENIN MEMBERIKAN VOTE SATU-SATUNYA PADA NOVEL ABSURD INI...
...🍁🍁🍁🍁...
Bhumi melajukan kendaraannya menuju Bramantya Corp. setelah mengantar sang istri ke sekolahan dengan berbagai aturan ini itu yang Bhumi berikan demi menjaga sang istri supaya tidak sakit lagi.
Pekerjaan Bhumi sangatlah menumpuk, karena bulan depan dia sudah diangkat sebagai Presdir Bramantya Corp. sesuai hasil musyawarah antara Papi Gema, Papi Genta, Keenan, Bhima, Bhumi juga Kaisar. Mereka adalah pemilik-pemilik saham Bramantya Corp.
Sebenarnya Bianca juga memiliki saham, namun saham Bianca masih dipegang oleh papi Gema selama Bianca belum mau terjun di dunia bisnis atau belum menikah.
Tidak ada rebut-rebutan jabatan atau rebut-rebutan warisan di keluarga Bramantya karena memang di didik dari kecil bahwa keluarga adalah nomor satu. Soal harta dan warisan semuanya bisa hilang dalam sekejap saja jika Tuhan mau mengambil.
Mobil berwarna hitam metalik itu pun berhenti tepat di lobby perusahaan. Bhumi yang biasanya bersikap dingin dan tidak ramah ini pun berubah 180°. Senyum terus mengembang di wajah tampannya. Bahkan meminta tolong pada security untuk memarkir kan mobilnya saja Bhumi berkata tolong dan makasih disertai dengan senyum.
Semua heran akan sikap Bhumi selama beberapa pekan terakhir. Tepatnya setelah Bhumi pulang dari Jepang lalu. Bhumi tidak pernah marah atau mengomeli karyawan nya yang berbuat salah. Mendadak Bhumi menjadi pribadi yang pemaaf dan selalu memaklumi kesalahan karyawan tanpa memberikan sanksi.
"Bhum.. kenapa baru datang?" Tanya Keenan.
"Tadi ngaterin Geva dulu kak di sekolah, hari ini dia ujian praktek."
"Syukurlah.. semoga semuanya lancar. Biar dia cepet lulus dan kalian ngadain resepsi pernikahan jadi gak perlu sembunyi-sembunyi lagi menjalin hubungan." Kata Keenan.
"HM.. kakak kapan kewong?" Tanya Bhumi memasuki lift bersama Keenan.
"Belum tahu.. gue gak mau cepet-cepet. Gue mau menikmati masa lajang gue sampai puas." Jawab Keenan santai.
"Nikmati masa lajang sampe puas.. entar belum puas udah impoten ck." Ledek Bhumi.
"Sialan elu.. udah sono elu buruan ke ruangan.. Satria sama Ayumi udah nunggu elu dari tadi." Kata Keenan.
"Oke.. duluan ya kak." Pamit Bhumi tersenyum.
...🍁🍁🍁...
Bhumi memasuki ruangannya. Ruangan yang di desain dengan nuansa maskulin itu sangat luas. Buku-buku bisnis juga buku-buku mengenai perusahaan Bramantya Corp berjajar rapi di rak berwarna hitam.
"Sialan kalian!" Kata Bhumi menatap dua orang yang tengah duduk di sofa dengan setumpuk berkas di hadapannya.
"Ada apa bos?" Tanya Satria. Bhumi langsung melempar dompet Satria ke arah sang empu. Dompet yang semalam Bhumi dapat dari pelayan restoran bakso gila.
"Syukurlah ketemu... oh.. syukurlah.. gak kebayang bagaimana ribetnya mengurus semua kartu-kartu ini jika sampai ilang." Kata Satria bersyukur.
"Iya.. Gara-gara itu Geva ngamuk sama gue.. dia nungguin gue sampai ketiduran dan belum makan.. Kasian banget bini gue.. terus dia ngajakin ke bakso gila. eh si mbak pelayannya bilang kita habis karaokean. Auto ngambek banget lah dia." Cerita Bhumi. Lelaki pendiam itu mendadak menjadi lelaki yang banyak omong.
"Terus kalian berantem?" Tanya Ayumi.
"Nggaklah.. semua selesai meskipun hanya satu ronde." Kata Bhumi tersenyum.
__ADS_1
"Tembak dalam apa luar?" Tanya Satria memasang wajah polos.
"Dalam lah.. doain ya.. semoga Geva cepet hamil.. gue gak sabar melihat karya Tuhan dengan mengunakan perpaduan Gen dari Gue bercampur Gen dari Geva." Kata Bhumi.
"Aamiin " Jawab Satria dan Ayumi bersamaan.
"Jodoh kayaknya kalian." Ucap Bhumi asal.
"Nggak!" Ucap Satria
"Ogah! Cinta gue hanya untuk Deon.. makanya mumpung papa gue tugasin gue ngurus proyek disini dan di negara sebelah, sekarang gue mau perjuangin Deon." Jawab Ayumi.
"Telat yum.. karena semalam Deon udah kencan sama Naomi sahabatnya Geva." Kata Bhumi tanpa filter.
Deg.
"Gue udah tahu kok.. bahkan sampai Deon pasang di story sosial media nya." Kata Ayumi lirih.
"Yaudah yuk.. bahas ini kerjaan numpuk nih.. jam 10 ada meeting Boss." Kata Satria.
"Oke.."
"Sat.. Bhum.. nanti malam kita ke Club yuk." Ajak Ayumi.
"Nggak!" Jawab Keduanya.
"Kenapa?" Tanya Ayumi.
"Gue gak mau buat Geva nunggu lagi seperti semalam. Gue udah janji sama dia."
"Elu sat?"
"Katanya kalau mau dapat jodoh wanita baik-baik, gue harus jadi lelaki baik-baik juga, jadi gue gak mau ke Club kecuali ada urusan mendesak. Karena gue gak mau nanti jodoh gue juga suka main di club." Jawab Satria.
"Biarin!"
"Bhumi.. ayolah Bhum nanti malam ke Club milik Alex. gue kangen banget sama Alex tahu, gue pengen lupain Deon.. gue lagi patah hati Bhumi.."
"Nggak bisa Ayumi." Kata Bhumi.
"Please ." Ayumi memohon. Bhumi rasanya tidak tega menolak sebuah permintaan, tapi dia tidak mau menyakiti Gevania lagi. Dia sudah janji, dan dia akan menepati janjinya.
"Bhum Please.." Ayumi sudah berkaca-kaca.
Bhumi menghela nafasnya, imannya harus kuat.
"Elu ajak Satria aja yum.. gue gak bisa.. dari pada gue ke Club mending gue main panas-panasan sama Geva sampai pagi." Ucap Bhumi.
"Sat.. berkas yang kemarin sama PT Berlian mana?" Tanya Bhumi mengalihkan pembicaraanya sebelum Ayumi terus memohon padanya dan dia akhirnya luluh
"Wait.. wait wait.. ini bos." Kata Satria. Ayumi hanya mengerucut kan bibirnya.
...🍁🍁🍁...
Waktu menunjukkan pukul 09.50 WIB,
Bhumi segera keluar dari ruangannya diikuti oleh Satria dan Ayumi untuk meeting bersama beberapa perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan Bramantya Corp. Meeting pagi ini masih soal tentang kerjasama Bramantya Corp dengan perusahaan Ayumi, sehingga Ayumi memang harus mengikuti meeting.
Satria membukakan pintu untuk Bhumi,
__ADS_1
disana sudah duduk Keenan beserta asistennya bernama Dery, juga ada beberapa orang perwakilan dari 4 perusahaan yang tengah berkembang dan mengajukan kerjasama.
"Silahkan duduk tuan." Ucap Satria sopan pada Bhumi. Bhumi cukup tahu tempat, saat ini dia memasang wajah dingin karena dia tidak mau imagenya buruk pada pertemuan pertama dengan para pengusaha-pengusaha yang mengajukan kerjasama.
"Bisa kita mulai?" Tanya Dery sopan.
Drt... Drt.. Drt..
Ponsel Bhumi berdering...
"Tolong matikan sat." Kata Bhumi karena meeting akan segera dimulai.
"Boss.. dari nona Gevania... " Bisik Bhumi.
Bhumi berpikir sejenak, mendadak perasannya tidak enak.
"Mohon maaf, sebentar.. saya izin angkat telfon penting dulu." Kata Bhumi.
"Baik.. Ucap semuanya serempak.
Keenan mengernyit, tidak biasanya adiknya itu mau menerima telfon saat sudah memasuki ruang meeting.
📱 "Hallo?" Sapa Bhumi yang sudah berdiri di pinggir kaca ruang meeting menghadap ke luar melihat padatnya ibu kota dari lantai 5.
📲 "Kak.. ini aku Naomi kak.. kak Bhumi."
📱"Ada apa Nom?" Tanya Bhumi mendadak ikut panik karena mendengar suara Naomi seperti ketakutan bercampurnya khawatir juga tangis.
📲 "Ge.. Geva dibawa ke rumah sakit kak." Kata Naomi.
Jedar!
Jantung Bhumi rasanya berdegup sangat kencang.. tanpa pamit dia langsung pari keluar ruang meeting membuat semua orang kebingungan juga terkejut.
"Ada apa ini?" Tanya Naomi.
"Mohon maaf.. sepertinya ada hal yang sangat penting sehingga meeting kita undur.. saya permisi." Kata Keenan menyusul adik sepupunya karena Keenan tahu, pasti terjadi sesuatu yang tidak beres juga urgent.
Bersambung...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
__ADS_1
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA
MAKASIH 🥰