Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Melakukan dengan Perasaan~


__ADS_3

"emmppp.." Sekuat tenaga Geva menahan desahannya, air matanya menetes.


Geva menangis pilu.. hingga Bhumi tersadar dan menghentikan aktivitasnya menatap Geva.


"Ge.."


"Lakukan kak.. lakukan! kenapa berhenti? bukankah aku hanya sebagai alat pemuas nafsu kamu saja!" Ucap Geva yang di kepalanya di penuhi oleh kalimat cinta Bhumi pada Flower tadi.


Kepalanya Bhumi rasanya seperti dihantam bongkahan batu yang sangat besar hingga rasanya ingin pecah. Bhumi menatap Geva dengan sendu, Air mata Geva terus mengalir.


"Sakit kak... hati aku sakit... aku hanya wanita biasa.. suami aku yang baru saja berhubungan badan denganku, mengatakan cintanya pada sang mantan, sakit kak.. hati aku capek terus pura-pura." Lirih Geva sudah tidak tahan lagi dengan sesuatu yang menghujam dadanya.


Bukankah setiap manusia memiliki ego, dan inilah Ego Geva.


"Maafkan aku Ge.." Lirih Bhumi. Bhumi menghapus air mata Geva lalu dikecupnya kening Geva dengan lembut. Bhumi tidak tahu harus berucap kata apalagi selain maaf.


"Hiks.. hiks.. hiks.."


"Jangan menangis lagi.. maafkan aku Ge.. maaf.." lagi-lagi Bhumi menghapus pipi Geva yang basah dengan posisinya yang sangat intim ini.


"Istirahatlah." Ucap Bhumi langsung bangkit dari atas badan sang istri dan membenarkan handuknya sendiri untuk menutupi si Gohan.. tongkat baseball nya.


Bhumi memiliki keluar dari kamar dengan membanting pintu hingga membuat Geva terperanjat karena jika masih berada di kamar yang sama dengan Geva yang tidak mengenakan apapun, Bhumi takut dia akan khilaf hingga nekat memaksa Geva yang tertidur dengan sangat lelap.


Bhumi butuh waktu sendiri, dan malam ini Bhumi memutuskan untuk tidur di sofa depan TV yang sebagai saksi sejarah dimana dia merasakan tembak dalam untuk pertama kalinya bersama anak ABG yang memiliki body goals.


"Maafkan aku kak.. aku sebenarnya gak ingin menolak kamu.. bukan juga aku gak mau menjalankan kewajiban ku,, tapi hatiku tidak bisa kak.. hatiku tidak bisa melakukan ini, aku gak mau sampai hamil dengan hati kamu yang masih untuk wanita lain." Gumam Geva menghapus air matanya.


"Pantas saja kak Bhumi susah move on.. kak Flower selain cantik, dia juga dewasa dan baik banget.." Gumam Geva yang merasa insecure sama dirinya sendiri. Hingga akhirnya Geva terlelap karena kelelahan.


Di ruang bawah, Bhumi sudah menghubungi Satria untuk datang dan membawakan minuman beralkohol. Pengalamannya kemarin setelah meminum Alkohol setidaknya bisa membuatnya melupakan rasa bersalahnya sedikit saja. Toh dia saat ini tidak kemana-mana jadi tidak ada jenis-jenis Renata di luar sana.


Tak butuh waktu lama, Satria membawakan apa yang Bhumi pesan dan dengan cepat Bhumi mengusir Satria supaya segera pergi.


Bhumi butuh waktu sejenak untuk sendiri tanpa di kerecokin siapa-siapa.


Umpatan demi umpatan terus keluar dari mulut Bhumi untuk mengumpat dirinya bukan orang lain. Bhumi begitu menyesali perbuatannya, karena kebodohannya semua kekacauan ini terjadi.

__ADS_1


Bhumi menyesal, kini Geva sedih dan menangis. Melihat Geva yang menangis tadi, rasanya hati Bhumi sakit.


Bhumi juga menyesal karena otaknya yang tidak bisa berpikir panjang lagi saat bertemu Flower hingga membuat Bhima emosi sehingga berakibat pada Flower pendarahan yang hampir merenggut nyawa calon keponakannya.


Duh Bhim.. kalau masalah bisnis aja otak kamu selalu canggih dan kenapa soal wanita kamu lemah...


30 menit berlalu, Bhumi masih cukup sadar. Dia kembali ke kamarnya. Niatannya tidur di sofa dia urungkan. Dia mau melihat wajah Geva sepanjang malam ini...


Dengan masih berbalut handuk yang melingkar di pinggang kokohnya dari tadi Bhumi memasuki kamarnya yang hanya pencahayaan redup.


Bhumi tidak niat membuka walk in closet yang kuncinya dia sembunyikan itu. Sehingga kini Geva yang sudah memejamkan matanya di balik selimut tebal itupun tanpa mengenakan baju apapun. Pundak putihnya terekspose begitu saja. Geva tertidur dengan sangat lelap.


Bhumi mendekat ke arah Geva, menatap lekat wajah yang terlihat sangat damai saat terpejam, sungguh manis dan jauh dari kata menyebalkan. Bhumi membelai rambut Geva dengan lembut, menyingkirkan anak-anak rambut yang mengganggu pemandangannya.


"Cantik.." Senyum terukir di wajah Bhumi. Bhumi lalu mencium kening dan pipi Geva dengan cukup lama hingga aroma wangi tubuh Geva menyeruak di hidungnya dan membangunkan sesuatu di dalam sana, lagi.


"Maafkan aku yang sudah menyeret kamu dalam hidupku dan membuat kamu merasakan semua ini.. Maafkan aku jika kamu memang merasa aku hanya menjadikan kamu pemuas nafsuku... tapi aku tidak bisa munafik Ge.. aku memang sangat memuja setiap jengkal tubuh kamu Ge.. kamu cantik dan sempurna. Aku ingin memilikimu.." Gumam Bhumi.


"Asal kamu tahu Ge.. aku gak mungkin melakukan hubungan badan jika aku tidak memakai perasaan Ge.. meskipun belum sampai tahap mencintai, tapi aku nyaman sama kamu Ge...


Kemarin saat kamu masuk rumah sakit karena keju Pizza yang aku beli.. aku menyesal Ge.. tapi hal itu membuatku mengingat suatu hal...


kamu tahu apa yang aku ingat?


aku ingat dulu waktu kamu masih kecil kamu merengek minta aku nikahi hingga di tertawai semua orang-orang dewasa... dan kamu bilang jika kelak aku sudah dewasa, kamu memintaku untuk menjadi lelaki yang kaya raya lalu menikahi kamu.. katanya kamu suka lelaki tampan dan kaya biar bisa belikan coklat sebanyak mungkin dan ketampanan aku tidak akan membuat kamu bosan memandangku saat memakan cokelat..." Bhumi tersenyum mengingat masa kecilnya bersama Geva sebelum Geva dibawa ke Jerman oleh orang tuanya.


"Masih ingusan aja kamu udah pandai merayuku Ge.. dan sekarang kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.. karena ingatan itulah yang meyakinkanku untuk tidak ragu menyentuhmu Ge.. tapi lagi-lagi aku bodoh udah membuat kesalahan padamu dan membuatmu menangis." Bhumi benar-benar menyesali perbuatannya tadi.


Ucapan Bhumi terhenti, gairah Bhumi sudah naik berlipat-lipat kala melihat sebagain dada Geva... Bhumi mencoba menahan tapi tidak bisa karena mata Bhumi gagal fokus pada dada Geva yang terekspose karena Geva yang sedikit menggeliat sebab tidurnya terusik akibat kecupan Bhumi di bibirnya.


Halah Bhumi modus..


Astaga itu dada gak ada akhlaq banget ya.. hanya tertutup puncaknya saja.


"Gue bener-bener gak bisa nahan Ge.. astaga.." Ucap Bhumi perlahan menyibak selimut Geva hingga bagian atas Geva terlihat dengan sempurna.


Dua bongkahan besar berada di depan matanya dan sang empunya sama sekali tidak merasa terusik.

__ADS_1


Otak Bhumi benar-benar mesum.. kayak otak readers.. eh author Ding...


Jantung Bhumi berdegup kencang. Bimbang antara melanjutkan aksinya atau berhenti. Tapi Bhumi hanya ingin kado Tembak dalam pada Gevania. Tidak lebih.


Setan di hati Bhumi terus berbisik untuk Bhumi segera melancarkan aksinya apalagi juga terpengaruh dengan alkohol yang membuat tubuh Bhumi memanas dari dalam ..


toh Geva adalah istri sahnya. Tidak ada larangan kan memaksa istri sendiri untuk melayani suami.


"Emmppp.." Desah Geva lirih kala Bhumi membelai setiap jengkal tubuhnya. Anak SMA ini benar-benar membuat Bhumi hilang kesadarannya.


Bhumi benar-benar menikmati tubuh yang memabukkan ini, bibirnya terus memberikan banyak Kissmark hingga Geva menggeliat penuh gelisah dengan desahan-desahan lirih karena mata Geva masih terpejam.


"Emmmppstt..." Desah Geva kala Bhumi mengecupi gua yang berwarna muda itu.


Bhumi tidak mau membuang-buang waktu, diarahkannya si tongkat baseball itu ketempat yang memang seharusnya yang bisa membuatnya dan Geva melayang.


Bhumi yang juga tingkat kesadarannya menurun itu memaksakan tongkat baseball itu masuk dengan sedikit kasar hingga membuat sang empunya memekik tajam.


"Aaaaaaaaw .." Geva membuka matanya.


Oh betapa terkejutnya Geva melihat Bhumi yang sudah membuka kedua pahanya.


"Kak.." Lirih Geva.


"Sedikit lagi Ge.." Ucap Bhumi dan jleeepp~


si tongkat baseball itu menemukan tempat yang sangat nyaman dan sempit. Geva hanya bisa mencekram seprai putih yang sebagai lapisan alasnya itu.


"Aku gak mau kak.." Lirih Geva menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku gak peduli!" Ucap Bhumi langsung memompa tubuhnya sendiri dengan ritme yang langsung cepat.


"Kak... ah.. sakitt..." Lirih Geva.


Bhumi tidak peduli, dia langsung mencium dan meluumaat bibir Geva.


Deg..

__ADS_1


Geva merasakan ada yang berbeda dari Bhmi~


BERSAMBUNG...


__ADS_2