
Eh ternyata kalau update sehari sekali, jumlah like dan komentarnya lebih banyak loh..
btw, author update sehari sekali boleh gak? 🤭
🍂
Bhumi melajukan motor milik sang istri dengan kecepatan penuh. Wajar Bhumi merasa tarikan motor Geva sangatlah nyaman karena motor tersebut adalah hasil modifikasi Theo dan digunakan balapan oleh Theo.
Rasanya Bhumi sangat penasaran dengan Geva, bagaimana bisa anak perempuan naik motor seperti ini? memiliki motor seperti ini?
Namun Bhumi menepis lagi pemikirannya itu, fokusnya sekarang segera menuju kantor.
Goyang kanan, goyang kiri. Rasanya Bhumi sangat menikmati perjalanannya, mencari celah untuk menyalip mobil-mobil dan pengendara lain.
Tidak butuh waktu lama, 15 menit Bhumi sudah sampai di parkiran perusahaannya. Motornya berhenti tepat di depan lobby dan dia membuka helm full face milik Keenan yang memang ada di apartemen Bianca yang sekarang ditempati oleh Bhumi dan Gevania.
Karyawan yang melihat Bhumi pertama kali turun dari motor pun seolah terhipnotis. Dibukanya jaket kulit, lalu menaruhnya diatas motor.
"Tolong parkiran dengan benar, saya buru-buru." Ucap Bhumi memberikan kunci motor Geva. Memang kalimat Bhumi sopan, namun jangan salah wajah Bhumi tetap datar tanpa senyum sedikitpun.
Bhumi berjalan memasuki lobby dengan menggulung kemeja putihnya yang tanpa jas. Sapaan para karyawan wanita pun tidak dia gubris sedikitpun.
Memasuki lift menuju ruangan 33 dimana ruangan para direktur berada, Bhumi melangkahkan kakinya dengan lebar supaya segera sampai ke tujuannya.
Bhumi sangat penasaran dengan tamu yang dimaksud oleh Satria.
Belum juga masuk ruangannya, wajah Bhumi sudah bertemu dengan wajah sekertaris yang sudah dia pecat secara spontan kemarin.
"Ngapain kamu masih disini?" Bentak Bhumi.
"Maaf Tuan.." Kata Renata dengan mata berkaca-kaca. Renata bukan sedang akting, namun hatinya begitu nyeri dengan sikap Bhumi padanya yang sekarang. Jika dia bisa mengulang waktu, dia pasti tidak akan melakukan hal konyol itu, dia akan mencari cara yang lebih masuk akal dari itu.
"Urusan kita belum selesai Renata!" Ucap Bhumi melenggang masuk ke ruangannya.
Sebenarnya Bhumi juga berat memecat Renata karena kinerja Renata memang tidak perlu dipertanyakan lagi, semua berjalan sesuai dengan apa Bhumi inginkan.
Ceklek.
Bhumi membuka pintu ruangannya,
Wajah penasaran Bhumi seketika hilang melihat siapa tahu yang ada di ruangannya. Bahkan tamunya itu berani duduk di kursi kebesarannya.
"Ada apa?" tanya Bhumi pada tamunya.
Tamunya hanya terkekeh melihat wajah kesal Bhumi.
__ADS_1
"Elu kenapa telat? semalam lembur sampai pagi mau nyusul Bhima ngasih cucu buat Papi dan Mami?" Tanya tamunya tersebut yang tidak lain adalah Keenan.
Bhumi malas menjawab.
Boro-boro lembur, rasanya tembak di dalam gimana aja Bhumi gak tahu.
Sudah ketemu jawabannya, kenapa Satria berani berkata seperti itu. Ya pasti suruhan Keenan.
Bhumi malas berdebat dengan Keenan yang duduk di kursi kebesarannya.
Bhumi menghempaskan tubuhnya di sofa ruangannya dan memejamkan matanya.
"Kenapa lu?" Tanya Keenan beranjak dari kursi kebesaran Bhumi dan duduk di sofa sebrang Bhumi.
"Gak apa-apa." Jawabnya masih dengan mata terpejam.
"Kalau ada masalah itu ngomong de." Kata Keenan dengan nada yang lembut seperti seorang kakak pada adik kesayangannya.
Dan Bhumi sudah tahu jika saat ini kakaknya pun menginginkan dirinya berbagi.
"Aku pusing kak ngadepin itu Alien!" Adu Bhumi pada Keenan, seperti bocah Lima tahun yang sebel karena mainannya di ambil temannya.
"Geva?" Tanya Keenan.
"Gimana bisa? gue yakin deh lihat bentuk tubuh Geva, elu pasti puas diatas ranjang sama dia. terus masalahnya dimana?" Tanya Keenan.
"Kakak pikir, orang berumah tangga itu hanya urusan ranjang?" Bhumi balik nanya namun kali ini dengan mata melotot ke arah Kakak sepupunya itu.
"Lalu apa masalah kamu?" Tanya Keenan menunggu jawaban adiknya.
Bhumi sempat berpikir sejenak apakah dia harus cerita sama Keenan atau tidak. Namun Keenan adalah tipe orang yang bisa dipercaya dan setia, kecuali sama Alona ya.. Keenan tidak ada setia-setianya.
Akhirnya Bhumi memutuskan bercerita tentang hubungannya dengan Geva tanpa ada yang ditutup tutupi. Dari Geva yang mengajaknya making love hingga kejadian pagi ini.
"Serius anaknya Om Arsa begitu? tau gitu mending gue aja yang nikahin dia!" Ucap Keenan sontak membuat Bhumi yang sedang minum jadi tersedak.
"Enak aja! kakak udah barang bekas banyak orang dan dia masih orisinil ya! itu gak adil."
"Setidaknya barang bekas ini sudah bisa merasakan tembak di dalam, ya meskipun sama Alona dan untung gak hamil juga. Dari pada elu?" Ledek Keenan.
"Gue? kenapa Gue?" Tanya Bhumi.
"Elu udah nikah, punya istri cantik dan sexynya bikin merem melek, tapi elu gak bisa ajak dia buat praktekkan jurus Kamehame Papi. Ck!"
"Kak.. otak gue masih waras, gue gak mungkin melakukan itu tanpa cinta. "
__ADS_1
"Munafik lu!" Kata Keenan.
"Maksud kakak?"
"Cepat lakukan itu padanya, kalau elu gak mau melakukannya tanpa cinta, pertanyaan gue.. emang kapan elu cinta sama dia Bhum?" Pertanyaan Keenan membuat Bhumi termenung.
"Gini ya adik gue yang keras kepalanya melebihi batako, elu punya kesempatan nikah cuma sekali dan itu sama Geva. Di keluarga kita tidak ada istilah perceraian lagi setelah dulu Oma Intan bercerai dengan Kakek kandung gue yang doyan tidur sama banyak wanita sampe sekarang."
"Ck. Sekarang gue tahu elu keturunan siapa!" Kata Bhumi meledek Keenan.
"Jaga mulut elu ya.. kita itu dari pabrik spermaa yang sama.. spermaa si tua peyot Rudi itu.. inget ya.. Papa Genta dan Papi Gema adalah kakak adik beda ibu!" Keenan tidak terima.
"Iya.. iya.. lalu?"
"Ya karena di keluarga Bramantya tidak ada perceraian lagi, terus elu mau sampai kapan gak tembak dalam. Elu menyiksa diri elu sendiri dengan mandi berkali-kali Bhumi Bramantya. Sumpah ya elu ogeb banget!"
"Tapi kan.."
"Dengan elu berhubungan intim dengan Geva, kalian bisa saling menerima dan mencintai Bhumi..
Lagi pula gadis seperti Geva jangan kamu galakin Mulu, turutin apa yang dia mau.. pasti dia akan nurut sama elu." Nasehat Keenan.
"Gue harus gimana?" Tanya Keenan lagi.
"Weekend gue pesanin tiket ke raja Ampat buat bulan madu kalian, gak perlu jauh-jauh luar negeri, yang penting.. bisa tembak di dalam. Selama nunggu weekend elu baik-baikin deh dia. Setelah elu dapat sebuah keperawanan gue yakin elu baiknya lama-lama bakal tulus sama dia."
"Ck. kayak motivator. Padahal nyatanya elu aja masih.. celap celup.. celap celup kayak teh celup."
"Karena gue belum dapat yang perawan. Coba dapat, langsung gue nikahin!"
"Yakin bakal setia udah dapat yang perawan?" Tanya Bhumi.
"Yakinlah."
"Yaudah nikah sama asistennya Alona aja, si jeni.. gue yakin dia masih perawan!" Jeni adalah asisten Alona yang memiliki hobby bernyanyi keras namun suaranya sangat-sangatlah cempreng ditambah dengan gigi depannya bagian atas yang bolong dua akibat jatuh.
"OGAAH!" teriak Keenan.
...BERSAMBUNG.....
LIKE!
LIKE!
KOMENTAR!
__ADS_1