
Hari berjalan sangat lambat, entah sudah berapa ribu kali Geva melihat ponselnya demi mengecek sebuah pesan yang mungkin sudah Bhumi kirimkan padanya.
Namun pesan yang Geva harapkan, tidak kunjung datang.
Ini sudah lebih dari satu pekan Bhumi tidak memberi kabar padanya setelah malam itu Bhumi menelfon Geva dalam durasi cukup lama.
Melalui panggilan video call mereka mengobrol hal-hal unfaedah yang pastinya berakhir dengan perdebatan panjang hingga membuat keduanya kini justru semakin jauh.
Bhumi lelaki yang memiliki ego cukup tinggi itupun mendesak Geva untuk mengakui perasaannya jika Geva sangat mencintainya dengan tulus. Apalagi ejekan dari Satria dan Ayumi yang terus terngiang di kepalanya jika seorang Bhumi ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan dengan anak SMA. Bhumi tidak terima hal itu.
Namun, Geva tetaplah Geva, gadis menyebalkan yang sangat sangat keras kepala. Bukan tidak ingin mengakui perasaannya, Geva pun sudah sadar jika hatinya sudah tertuju pada Bhumi.
Tapi, disisi lain Geva masih ragu. Geva belum bisa mempercayakan hatinya pada Bhumi sepenuhnya.
Pikirnya, jika dia mengungkapkan perasaannya pada Bhumi sekarang maka akibatnya hubungannya dengan Bhumi akan semakin dekat. Dan justru hal itu akan membuat benteng pertahanannya runtuh. Lalu bagaimana jika ternyata dihati Bhumi masih ada nama Flower?
Geva hanya ingin Bhumi membuktikan perasaannya, bukan hanya sekedar tanggung jawab sebagai suami yang ingin membuat istrinya selalu nyaman.
Apakah Geva salah jika beranggapan demikian? tentu tidak, Geva sebenarnya cukup dewasa dalam hal-hal tertentu dibandingkan teman-teman se usianya. Terbukti kan berapa kali Geva menjaga nama baik suaminya didepan keluarga besarnya.
Kita juga harus mengingat kembali bagaimana Bhumi diawal-awal Pernikahan mereka. Bhumi yang selalu menatap dan melihat hanya ke arah Flower. Juga jangan lupa kejadian di ruang Bioskop.
Kata orang bijak, jika tidak siap patah hati maka jangan pernah jatuh cinta. Dan ternyata Geva sedang berada di fase ini saat ini. Bersikap seolah membohongi dirinya sendiri yang sebenarnya dia tahu pasti apa yang di mau hatinya.
Semua hanya demi mempertahankan benteng kokoh yang sudah dia bangun dengan kuat sejak semuanya berawal. Geva gak mau patah hati lalu bersikap bodoh seperti yang dilakukan Deon.
Dan sampai saat ini, Bhumi benar-benar membuktikan ucapannya di malam itu, dimana dia tidak akan mengganggu Geva lagi, karena Geva juga tidak mencintainya.
Ceritanya Bhumi ngambek... Bhumi sungguh kekanak-kanakan. Ck.
Namun jangan salah dulu, Bhumi pun terpaksa melakukan itu selain untuk menyadarkan perasaan Geva, Bhumi ingin fokus dulu ke pekerjaannya supaya Bhumi juga bisa segera kembali ke tanah air untuk membuktikan perasaannya pada Geva yang bukan main-main.
Meskipun dia sangat merindukan gadis yang selalu berhasil merecoki hati dan pikiran nya itu dengan sempurna.
Namun sebisa mungkin Bhumi tahan.. menahan rindu, karena sekali dia menghubungi Geva, maka Geva akan menuntut 3 kali 24 jam.
Maklum ya.. tipe tipe lelaki seperti Bhumi memang sangat susah untuk diajak LDR atau hubungan jarak jauh. Karena dengan begitu fokus Bhumi akan terbagi-bagi. Bhumi tidak suka seperti itu.
Tapi berbeda dengan Geva. Karena setahu Geva, orang kalau cinta dan sayang itu pasti perhatian dan kangen seperti yang dia rasakan yang selalu tidak sabar menunggu balasan pesan maupun telfon dari Bhumi, tapi Bhumi? lelaki itu lebih sayang dan cinta dengan kerjaannya.
Ah Bhumi curang banget karena dia selalu mendapat kabar mengenai Geva dari Naomi... Cian kan neng Gepa.
Memang masalah terbesar dan terlihat sepele dalam relationship adalah komunikasi. Dua orang yang berbeda isi kepalanya, berbeda isi hatinya, memiliki karakter yang berbeda, pengalaman dan pola didik yang berbeda pula kini dipaksa untuk menjadi satu. Dan tentunya ada prosesnya.
π
Malam semakin larut dan angin yang berhembus pun terasa semakin dingin karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sosok gadis cantik yang hanya memakai celana pendek juga kaos pendek tanpa jaket itu duduk termenung mengusap air matanya menatap langit gelap yang dipenuhi bintang dari roof top rumahnya.
Se-menyakit-kan inikah sebuah rindu?
Geva sudah benar-benar putus asa 10 hari tanpa ada satupun kabar dari Bhumi. Geva tidak mau keluarganya tahu permasalahan rumah tangganya dan membuat mama Rachel sedih.
Geva sudah berusaha menelfon Bhumi, tapi ternyata tidak aktif dari 10 hari lalu. Tidak berhenti disitu, Geva juga menghubungi Satria sang asisten pribadi Bhumi. Namun Satria selalu mengatakan bahwa dirinya tengah sibuk. Begitu pula dengan Bhumi yang katanya tidak bisa diganggu.
Ck. tidak bisa diganggu tapi bisa makan malam dengan seorang wanita bernama Ayumi. Parahnya lagi Ayumi juga bersama ayahnya dan Ayumi mengunggah foto dirinya bersama Bhumi juga ayahnya ke sosial media saat makan malam di restoran mewah yang berada di Tokyo.
Netizen langsung berasumsi jika memang Bhumi dan Ayumi ada hubungan spesial sampai-sampai Bhumi tebang ke Jepang dalam waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan Ayumi dengan alasan kerja sama bisnis.
__ADS_1
Geva sudah berusaha untuk menahan tangisnya tapi ternyata gagal. Ternyata tanpa mengucapkan cinta seseorang pun bisa patah hati.
Merasa terabaikan dan tidak dianggap itu sungguh menyesakkan dada.
Naomi yang memang diminta mama Rachel untuk menginap dari kemarin itu hanya memandang sendu sahabatnya dari belakang. Mama Rachel tidak tega melihat putrinya yang terus murung dan tidak ingin cerita permasalahan anaknya apa.
Naomi kan bisa sambil menyelam minim air, menemani Geva sekaligus PDKT dengan Deon. Namun sayang, Deon masih bersikap dingin dengan Naomi padahal sekitar 2 tahun lalu, Deon sangat hangat dan selalu menggoda Naomi. Ya Deon berubah setelah tahu Naomi memiliki perasaan lebih padanya.
Hati kecil Naomi menyesal sudah bekerja sama dengan Bhumi jika dengan dia mengirimkan laporan tentang Geva membuat Bhumi justru menghilang dari Geva. Alhasil Geva sedih dan galau seperti ini.
"Gep.. masuk.. ini dingin banget. Entar elu sakit. "Kata Naomi.
"Elu tidur aja dulu Nom. gue masih pengen disini Nom." Kata Geva.
"Tapi Gep."
"Please.. gue pengen disini." Kata Geva lirih.
"Ya sudah. Tapi satu hal yang mau gue katakan pada elu... kalau elu cinta susahnya apa bilang cinta sih Gep. jangan siksa diri elu sendiri seperti ini." Ucap Naomi hendak meninggalkan Geva. Namun sebelumnya Naomi sudah memotret Geva dari belakang untuk dia kirim pada Satria.
"Nom.." Panggil Geva.
"Eh.. iya .iya .. gimana Gep?" Tanya Naomi mengetik pesan pada Satria. dan Send!
π¨ Kamen rider
[pict]
"Bilang sama boss kamu. aku udah gak mau kerja sama dengan dia lagi kalau dia tidak hubungi Geva sekarang juga, apalagi kalau Geva sampai sakit karena jam segini masih di roof top gara-gara mikirin bos kamu!"
"Jam segini?" Geva mengangguk.
"Tapi kan?"
"Ada cabang mekdi baru yang dekat gerbang perumahan.. yuk.. kita bawa motor aja."
"Ini udah malam Ge."
"Aman kok.. Karena masih area perumahan jadi banyak security yang jaga."
"Oke baiklah.. tapi elu jangan galau lagi ya karena kak Bhumi gak ada kabar."
"Elu pikir gue selemah itu? iya sih beberapa hari ini gue bego' banget galau gak jelas sampai gak nafsu makan. Tapi kayaknya gue butuh makan banyak untuk buat Bhumi Bramantya menyesali perbuatannya dan kasih pelajaran sama orang yang udah sekongkol sama Bhumi." Ucap Geva membuat Naomi menelan salivanya.
Apakah Geva tahu?
π
Pesan singkat Naomi berhasil membuat Bhumi kalang kabut, padahal di Jepang sudah jam 1 pagi. Bhumi dengan cepat mengaktifkan ponselnya dan puluhan bahkan mungkin lebih 100 pesan masuk dari Geva yang mengkhawatirkan dirinya karena tidak ada kabar.
"Jangan suruh gue sewa jet pribadi lagi. Ogah gue diomelin sama bos besar." Kata Satria yang setengah ngantuk. Satria bergidik ngeri saat menerima telfon dari Papi Gema beberapa waktu lalu. Padahal hanya via telfon tap isuara Papi Gema berhasil membaut nyali seorang Satria menciut.
"Terus gue gimana?" Tanya Bhumi bingung. Dia tidak mengira Geva bisa sampai galau seperti itu mengingat jika Geva adalah gadis bar-bar yang katanya gak cinta dengan dirinya.
Baik Geva dan Bhumi tidak pernah memikirkan rumor yang beredar di dunia Maya.
"Tidur lah.. gimana lagi? udah mau pagi ini." Ucap Satria santai.
__ADS_1
"Terus kalau Geva sakit gimana? dia itu gak pake jaket gak pake celana. Di roof top malam-malam gini dingin banget." Kata Bhumi.
"Kok elu juga ikut-ikutan kalut kek Geva?" Ucap Satria.
"Ya gimana gue gak kalut, istri gue.. bini gue.. orang yang gue cintai sedang galau."
"Lalu yang buat galau itu siapa?" Tanya Satria lagi.
"Gue." Jawab Bhumi.
"Yaudah.. kenapa elu jadi tolol sih.. sejak kapan bos gue jadi bego begini.. bodoh ah.. mau tidur. gue... besok jadi rhomusa lagi" kata Satria meninggalkan Bhumi.
"Lah terus Geva gimana?" Tanya Bhumi.
"Urus aja sendiri. pasangan absurd!"
Bhumi terus berusaha menghubungi Geva karena Bhumi gak mau Geva sampai masuk angin.
niat hati memang menjaga jarak sama Geva biar fokus ke kerjaan nyatanya gak akan bisa fokus kan sebelum Geva membalas pesannya.
π To : Alien Cantik π€
"Ge..."
^^^(read)^^^
π To : Alien Cantik π€
"Gevania sayang.. Kamu lagi apa? tolong angkat telfon aku dong."
^^^(read)^^^
πTo : Alien Cantik π€
"Ge... aku kangen sama kamu. kamu kenapa belum tidur?"
^^^(read)^^^
"Apa-apaan semua pesanku hanya dia baca tanpa balas!" Desah Bhumi kasar. Kok sekarang posisinya berbalik dengan cepat ya dimana justru Bhumi yang kalut karena gak ada kabar dari Geva.
πTo : Alien Cantik π€
"Kalau gak kamu bales.. aku gak akan pulang loh."
^^^π From : Alien Cantik π€^^^
^^^"Terserah pulang atau gak.. bukan urusan aku.. aku lagi sibuk.. jangan hubungi aku dulu." ^^^
BERSAMBUNG...
ABSURD YA?
IYA.. OTAK AUTHOR JUGA LAGI ABSURD KARENA PUSYANG...
SABAR YAK ..
EH ADA YANG INGAT KAMEN RIDER GAK?
__ADS_1