Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ke Rumah Sakit~


__ADS_3

"Ada apa mi?" Tanya Bhumi melihat wajah Mami Naya nampak panik.


"Tolong cari Bhima Bhum.. Flo... Flo.. dia.. dia mau dibawa ke rumah sakit sama Keenan dan Papi."


"Ada apa mi?" Tanya Geva.


"Flo.. Gev.. Flo..." Mami Naya kesusahan berbicara karena shock dan Geva langsung memeluk sang mertua.


"Mami tenang dulu ya.. kak Flo kenapa.. mami ceritanya pelan-pelan.." Geva mengajak duduk sang mertua di ranjang kamarnya.


"Flo pendarahan... mami takut Ge.. mami takut cucu dan menantu mami kenapa-kenapa. Mami gak mau kehilangan cucu mami.. hiks.. hiks.."


Mendengar Maminya berucap seperti itu, Bhumi diam mematung. Otaknya berpikir keras tentang apa yang terjadi antara Bhima dan Flower.


Geva menatap tajam sang suami seolah berkata, ini semua pasti gara-gara elu! Bhumi yang mendapatkan tatapan itu hanya menunduk.


"Mami tenang ya.. mami doakan kak Flo dari rumah.. aku dan kak Bhumi akan menyusul ke rumah sakit, aku panggil kak Caca buat nemenin mami ya... kalau mami hanya nangis itu tidak akan merubah apapun.. mami percaya kan sama kekuatan doa.. maka doakan kak Flo dengan cucu mami semoga mereka tidak apa-apa." Ucap Geva dengan tenang membuat Bhumi melongo pada sosok gadis menyebalkan itu kini terlihat sangat dewasa.


"Makasih sayang.." Ucap Mami Naya.


🍂


Pikiran Bhumi sangat kalut memikirkan apa yang terjadi sama Flower dan bagaimana bisa Flower bisa pendarahan.


Dalam diamnya Bhumi mencoba mengetahui isi hati kecilnya, dan dia juga tidak ingin terjadi apa-apa sama calon keponakannya itu. Hati kecilnya rasanya tidak rela jika Bhima akan terpuruk akibat kejadian ini. Rasa bersalah terus menghantam hati Bhumi.


"Bhim.. maafin gue.. emang benar apa yang dikatakan Flo.. bahwa gue gak akan sanggup menyakiti elu.. maafin gue yang egois Bhim..


Dan gue juga udah lihat bagaimana tatapan Flower saat menyebut nama elu.. gue menyerah Bhim, gue kalah dari elu..


Gue sangat mengenal Flower, dan gue bisa merasakan hatinya udah bukan untuk gue lagi." Batin Bhumi.


"Kakak diam aja pasti kakak lagi doakan kak Flo keguguran kan setelah itu kakak akan mengejar cinta kak Flo kembali." Ucap Geva memecah keheningan dalam mobil mewah Bhumi.


"Jaga mulut kamu Ge!" Ucap Bhumi terdengar sangat tegas.


Bhumi dan Geva sudah meninggalkan kediaman Bramantya dan menuju rumah sakit untuk mengetahui kondisi Flower.


Tentunya mereka pamit setelah Bianca mau membuka pintu kamarnya dan melihat maminya menangis. Beruntung Bianca dapat menenangkan mami Naya yang sudah berpikir macam-macam sebab papi Gema tidak mengizinkan Mami Naya untuk ke rumah sakit.


Bianca sebenarnya sedang protes dan ngambek pada seluruh keluarga sebab hubungannya dengan Reno tidak mendapatkan restu dari siapa pun.


Papi Gema dan Kak Keenan memaksa Bianca untuk memutuskan Reno sebab Reno adalah serigala berbulu domba yang merupakan anak Sisil. Tapi karena teriakan-teriakan Geva di luar kamarnya tadi membuat acara ngambeknya gagal total.


"Apa mau kamu Gevania?" Tanya Bhumi.


"Mau aku adalah lepas dari kamu kak karena sifat kamu yang sangat egois.. eh tapi itu tidak akan aku lakukan. aku juga berpikir realistis, kamu tampan.. kamu sexy.. kamu kaya raya.. yah meskipun aku belum cinta.. tapi kalau sama kamu seperti nya anak-anakku kelak akan cantik-cantik dan tampan-tampan.. lumayan semakin memperbaiki keturunan kan.. secara mommy Daddy nya kualitas unggul. Eh apa sih yang gue bayangin.. astaga... kenapa gue keinget tongkat Baseball !" Gumam Geva memukul-mukul jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Gevania.." Panggi Bhumi. Tidak mendapatkan jawaban, Geva masih terus berimajinasi.


"Aihh.. otak gue jadi kotor karena jurus Kamehame..So, keinginan aku hanya satu, aku akan membuatmu terperangkap dalam hatiku dan tidak akan bisa keluar.. toh aku udah memberikan segalanya untukmu.. sudah sewajarnya kamu tanggung jawab." batin Geva.


"Jawab aku Gevania!"


"Keinginan aku?" Tanya Geva mengulangi pertanyaan Bhumi.


"Iya.."


"Buktikan jika kamu bisa melupakan kak Flower. Ini aku katakan bukan karena aku cinta sama kamu ya kak.. kamu jangan kepedean akan hal itu. Hanya saja aku gak mau lelaki yang berstatus sebagai suami aku di cap orang sebagai pebinor di keluarganya sendiri."


"Pebinor?" Bhumi mengernyit.


"Perebut Bini Orang!" Jawab Geva.


"aku udah gak ada niat buat merebut Flower setelah aku tahu Bhima sangat mencintai Flower."


"Amnesia om sama yang terjadi di bioskop tadi!" Suara Geva mulai nyolot.


"Itu tadi...".


"Udah deh.. aku gak mau banyak alasan dari kakak.. intinya kakak berhenti mengganggu kak Flower! jangan recokin hubungan kak Bhima dan kak Flower.. mereka berdua orang-prang baik!"


"Apa kakak gak tahu malu.. sudah jelas-jelas kak Flower itu nolak kakak . eh kakak dengan gak tahu malunya ungkapin cinta pakai acara mewek segala. Ck." Ejek Geva lagi.


Bhumi mengeraskan rahangnya dengan tangan yang mengepal kuat pada setir mobil.


"Aku gak butuh janji.. tadi pagi aja ada yang janji sama aku buat belajar melupakan mantan sebelum menyerang aku.. tapi sorenya.. Ck. Bilang cinta sama mantan." Ejek Geva lagi dengan sinis.


"Aku akan buktikan Ge.."


"Selama belum terbukti, kakak gak berhak mengatur dan ikut campur pada hidupku. Aku udah gede jadi aku tahu mana yang baik dan buruk untukku dan jangan larang aku dekat dengan siapapun!"


"Tapi aku gak mau kamu balikan sama Theo atau sampai kamu berbuat aneh-aneh dengannya Ge.. ingat status kamu masih istriku!" Ucap Bhumi tegas.


"Sorry kak .. aku bukan orang yang murahan seperti kakak dulu saat pacaran." Ucapan Geva langsung membuat Bhumi kicep.


"Ge.. itu masa lalu, dan aku tidak pernah melakukan itu lagi dengan wanita lain. Hanya Flower dan setelah putus pun kita gak pernah bertemu." Ucap Bhumi.


"Karena sering making out jadi kakak susah lupain kak Flower.. wkwk semacam anak perawan yang sudah menyerahkan keperawanannya pada kekasihnya, jadi di putusin gak mau.. move on gak bisa.. Ck."


Kata-kata Geva selalu saja tajam pada Bhumi dan Bhumi memilih mengalah karena memang ini semua salahnya. Wajar Geva berbuat seperti itu.


"Ge.."


"Apalagi?" Geva menatap tajam suaminya.

__ADS_1


"Nggak jadi." Ucap Bhumi ragu. Keduanya kembali sama-sama diam hingga mobil Bhumi memasuki area rumah sakit.


Geva keluar lebih dulu tanpa menunggu Bhumi. Dia bertanya pada seorang suster dimana keberadaan pasien bernama Flower yang merupakan anggota keluarga Bramantya.


Tanpa menunggu lama Geva langsung menuju ke bagian tindakan yang diberitahu suster.


"Geva..." Panggil seseorang saat berada di lorong rumah sakit.


"Theo..."


"Kamu kenapa kesini Ge? kamu sakit apa? astaga malam itu kan kamu pucat banget Ge.." Ucap Theo menangkup kedua pipi Geva dengan kedua telapak tangannya.


"Aku hanya mau jenguk kerabat keluarga aku Yo .. aku gak apa-apa.." Ucap Geva tersenyum manis.


"Kamu ngapain disini?" Geva bertanya pada Theo.


"Aku hanya mengecek kondisi kaki aku Ge.. dan untungnya perkembangannya udah bagus.." Ucap Theo.


"Syukurlah.. aku ikut seneng Yo.."


"Ck. ternyata Geva datang sama lelaki itu, gara-gara lelaki itu aku kemarin malam kepedean.. aku pikir Geva meminta jemput untuk keluar bersamaku, tapi ternyata untuk lelaki itu.. aku bales kamu..." Batin Theo melihat Bhumi berjalan dari jauh dan semakin mendekat.


"Aku kangen sama kamu Gev.." Theo tiba-tiba langsung menarik Geva dalam pelukannya.


"Eh ... eh... Yo.." Geva hendak menghindar tapi telat. dan Theo sudah mendekapnya dengan sangat erat.


"Lepas Yo.. gak enak dilihat orang." Ucap Geva.


"Gila.. gunung Geva emang bener-bener gede banget,, rasanya padat banget.. padahal terhalang baju." Batin Theo dengan pikiran nakalnya.


Emang para lelaki gitu ya? mudah banget berpikiran liar.


"Lepaskan Gevania!" Teriak Bhumi dengan sorot mata yang penuh amarah seperti api yang membara.


BERSAMBUNG....


SELAMAT PAGI.. SELAMAT HARI SENIN.. SEMANGAT BERAKTIVITAS.. SEMOGA REJEKINYA KALIAN LANCAR GAES...


APAPUN PEKERJAAN KALIAN TETAP JAGA KESEHATAN YA.. SEMOGA TUHAN MELINDUNGI KALIAN SEMUA..


TERIMA KASIH VOTENYA YANG MAU MERELAKAN SATU-SATUNYA VOTE UNTUK KARYA GAK JELAS INI.


TERIMA KASIH HADIAHNYA BAIK KOPI, BUNGA.. MAUPUN JODOH. eh...


TERIMA KASIH YANG UDAH BERBAIK HATI MAU PENCET ICON JEMPOL DI BAWAH INI ATAU LIKE..


MAKASIH JUGA KOMENTAR KALIAN..

__ADS_1


TANPA KALIAN AKU TIDAK BERARTI APA-APA...


HAPPY WEEKDAY!


__ADS_2