
Bhumi benar-benar tidak berangkat ke kantor meskipun Keenan menelfon nya berkali-kali, dan Bhumi meminta Geva yang mengangkat telfon Keenan dengan alasan Bhumi sedang tidak enak badan. Padahal Bhumi sedang siapin stamina buat tempur di Korea besok. Dia gak mau dong kecebong-kecebongnya pingsan sebelum perang seperti kata Geva semalam.
Geva yang sebagai istri sholeha yang memikirkan kesejahteraan karyawan juga meminta sang suami untuk memberikan tiket liburan pada Satria, biar adil katanya. Kan selama ini Satria selalu bekerja dengan sepenuh hati pada Bhumi. Masak Bhumi liburan, Satria nya enggak.
Setelah sarapan pagi tanpa kehadiran pengantin baru di meja makan yaitu Deon dan Naomi, Geva langsung pamit kepada Papa Arsa dan Mama Rachel untuk pulang ke rumahnya bersama Bhumi guna packing-packing untuk honeymoon.
Bhumi juga sudah menghubungi Bianca untuk mengambilkan pasport miliknya dan Geva di apartemen dengan imbalan tidak memberi tahu Keenan jika dia berangkat ke Korea. Kalau Keenan tahu pasti Keenan akan membatalkan keberangkatan Bhumi, tahu sendiri kan Keenan bisa melakukan apa saja bahkan yang tidak bisa Bhumi lakukan sekalipun. Jadi, yang Bianca bilang pada Geva bahwa nanti dia yang akan meminta izin pada Keenan soal liburan Bhumi, itu hanyalah hoax. Bianca tidak berniat memberitahu Keenan.
Urusan Visa liburan Geva dan Bhumi, semua sudah diurus oleh orang kepercayaan Papi Gema yang di utus mami Naya. Karena semenjak kejadian video itu, mami Naya menjadi kurang suka dengan Alona. Mungkin karena mami Naya belum tahu bagaimana kelakuan Keenan di luar rumah kan?
"Kak, bagaimana perkembangan kasus orang gila itu kak? Dan bagaimana kondisi perusahaan saat ini?" Tanya Geva yang mendadak tidak tega dengan Keenan jika ditinggal sendiri dengan asistennya.
"Afka sudah di proses oleh hukum juga sekertaris papa Genta yang menyelundupkan surat itu sehingga Papa Genta yang di kasih obat tidur dosis rendah itu mengantuk dan langsung menandatangani berkas-berkas tersebut tanpa membacanya satu persatu." Jawab Bhumi dengan mata yang fokus pada jalanan di depannya.
"Syukurlah.." Ucap Geva lirih.
"Tapi pekerjaan kamu apa masih banyak di perusahaan?" Tanya Geva. Bhumi mengangguk sambil tersenyum,
"Cukup sangat banyak sekali.."
"Bahasa apaan itu? kalau cukup banyak ya cukup banyak, kenapa di tambah-tambahin banyak di kasih sekali pula.. boros kata-kata. Kakak pelajaran bahasa Indonesia dapat berapa sih?." Gerutu Geva.
Tangan Bhumi terulur mengusap kepala Geva,
"Pekerjaan ku sebenarnya sangat banyak bee.. karena uang yang dicairkan oleh orang-orangnya Afka dalam jumlah besar itu masih disita polisi sebagai barang bukti sampai prosesnya selesai. Sehingga aku dan kak Keen harus mencari investor untuk menutup semua itu, apalagi uang kita sendiri juga sudah keluar banyak untuk membeli saham HiTech." Jelas Bhumi. Geva hanya mengangguk-angguk saja, padahal sedari tadi tidak begitu mendengar kan penjelasannya sang suami sebab fokusnya pada Afka.
"si Afka bisa di penjara dalam waktu lama gak sih?" Tuh kan pertanyaan Geva.
"Bisa, selain tindak penipuan dan suap pada oknum pejabat bank untuk mencairkan uang perusahaan Bramantya, perusahaannya yang bernama Angkara itu juga menggelapkan uang pajak dan penyelundupan barang import hingga membuat pemerintah rugi, ditambah juga ancamannya padaku juga usahanya untuk membuatku terpuruk lagi."
Geva tersenyum dan mengusap lengan suaminya dengan lembut, Geva sadar setiap membicarakan yang berhubungan dengan kejadian masa lalu itu, raut wajah Bhumi berubah sendu.
"Setelah dari Korea, kita coba ke negara sebelah ketemu temannya dokter Andreas ya.. aku pengen kamu cepat sembuh kak..." Ucap Geva.
"Kamu malu memiliki suami lemah sepertiku yang takut sama darah?" Tanya Bhumi melirik sang istri karena jalanan cukup padat.
__ADS_1
"Bukan begitu kak, jangan salah paham.. aku gak bisa melihat kamu kayak kemarin lagi.. gak mau, hati aku sakit kak saat kamu diam termenung dengan wajah pucat.." Lirihnya dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah?" Tanya Bhumi.
"Ya, karena aku mencintaimu.." Ucap Geva.
"Aku juga mencintaimu Alien dari planet Pluto!"
"Ih kok masih inget aja sih panggilan itu!" Geva terkekeh mengingat awal-awal bertemu Bhumi setelah dia beranjak dewasa.
"Aku akan selalu berusaha mengingat apapun tentang kamu. sekecil apapun itu."
"Ih gombal, tapi pengen cium!" Kata Geva terkekeh.
"Yaudah sini cium!" Bhumi menunjuk pipinya.
"Nggak mau, pengen cium bibir!" Rengek Geva seperti anak kecil yang pengen es cream.
"Nanti bakal lama dan panjang kalau bibir Gevania.." Keduanya pun tertawa,
Perusahaan Bramantya,
Keenan terus mengumpat, bisa-bisa nya Bhumi sakit di waktu yang tidak tepat. Apa sakitnya gak bisa di tunda dulu ya? Keenan benar-benar pusing, hari ini jadwal Bhumi bertemu dengan calon investor besar dari Kanada. Investor penting yang dapat membantu perusahaan kembali seperti normal sembari menunggu dana yang ada di kepolisian itu mencair.
Dan Keenan sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sampai besok sebab dari kemarin dia lembur terus karena Keenan memiliki janji untuk mengantar Alona ke Bandung mengikuti acara fashion show baju-baju perancang ternama dari Paris.
Apalagi Satria, sekonyong-konyong nya asisten Bhumi yang minum akhlak itu mengirimkan izin dengan alasan ada kepentingan keluarga di Bali? emang sejak kapan Satria memiliki keluarga? nikah aja belum kan?
Oh shitt! Keenan memijat pelipisnya setelah membaca rentetan pesan dari Alona yang langsung marah-marah dan memaksa Keenan untuk menamainya.
Belum lagi masalah Bianca yang masih mendiamkannya dan menghindarinya, oh sungguh kepala Keenan rasanya mau pecah.
Dan perusahaan saat ini lebih membutuhkan dirinya dari pada Alona, Keenan meminta supir mengantar Alona ke Bandung. Mau bagaimana lagi, dia harus memilih dan dia siap diomeli Alona habis-habisan nantinya.
Hingga waktu sore pun tiba, Keenan selesai bertemu dengan calon investor dari Kanada. Meskipun awalnya investor tersebut sedikit kecewa karena Bhumi tidak menemuinya tapi melihat bagaimana cerdasnya Keenan menjelaskan proyek besar yang sudah ia dan Bhumi susun, akhirnya investor tersebut menyetujui menginvestasikan uangnya ke perusahaan Bramantya.
__ADS_1
Keenan bernafas lega, masalah perusahaan telah selesai, sebentar lagi perusahaan bisa berjalan dengan stabil dan dia tidak perlu kerja lembur bagai kuda lagi.
Bersandar di kursi kebesarannya itu, Keenan iseng-iseng membuka account sosial media Bianca, dia sangat rindu dengan adik perempuannya itu yang sangat manja padanya.
Memandangi foto Bianca yang dia zoom menampilkan wajah cantik itu tersenyum bahagia. Hal itu membuat bibir Keenan tertarik kesamping untuk tersenyum,
Namun, saat Keenan membuka story Bianca, oh betapa terkejutnya Keenan...
Bianca sedang di bandara,
Mau kemana adiknya itu?
Hingga di video ke tiga, Bianca merekam Geva dan Bhumi memasuki area check in Bandara,
"Have fun liburannya ya... pulang harus bawa kabar gembira, kasih gue keponakan!" Teriak Bianca sambil melambaikan tangannya.
Bhumi hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya pada layar ponsel Bianca.
"Bye kak ca.. makasih tiket liburannya... sampaikan makasih buat kak Keen yang mengizinkan kak Bhumi liburan." Teriak Geva.
"Siap!! kak Keen mah urusanku!" Ucap Bianca sambil tertawa.
Keenan langsung menutup account sosial medianya dan menghubungi seseorang,
"Ton, lacak dimana keberadaan Bianca sekarang juga!" Ucap Keenan.
BERSAMBUNG..
OH MY KEEN BELUM RILIS YA...
MASIH BENERIN MOOD JUGA YANG DIPORAKPORANDAKAN NT.
TAPI AKU KASIH DISINI YA...
LAGI PULA OH MY KEEN ALURNYA MAJU, JADI BIAR NYAMBUNG DULU DAN GAK NGULANG-NGULANG JUGA!
__ADS_1
MAKASIH DUKUNGAN KALIAN SEMUA 😍