Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Mendalami Rasa~


__ADS_3

Cinta adalah satu kata yang sangat menakutkan dan menyeramkan untuk seorang Bhumi Bramantya. Sebisa mungkin Bhumi menolak untuk mengenal yang namanya cinta lagi. Sebisa mungkin Bhumi tidak ingin merasakan bagaimana cinta itu tertanam begitu dalam di hatinya hingga meninggalkan bekas yang sangat-sangat dalam juga menyakitkan yang mungkin tidak akan dia lupakan sepanjang hidupnya.


Iya Bhumi sudah bertekad pada hatinya sendiri dan pada dirinya sendiri untuk tidak mau mengenal cinta setelah melihat Flower resmi menjadi kakak iparnya. Wanita yang dia anggap sebagai cinta pertama dan wanita satu-satunya yang mengisi relung hatinya selama bertahun-tahun itu sudah resmi menjadi kakak iparnya. Saat itulah Bhumi sengaja membekukan hatinya sendiri.


Bhumi memejamkan matanya sejenak.. merasakan udara sore yang berhembus menerpa tubuhnya di roof top kediaman mewah mertuanya karena Geva mengunci pintu kamarnya dari dalam dan tidak ingin membukanya meskipun Bhumi sudah berusaha mengetuk pintu kamar berkali-kali setelah Papi Gema pamit pulang.


Bhumi menimbang-nimbang perasaannya.


Dia memang tidak peka, tapi dia juga tidak bodoh jika rasa khawatirnya melihat bagaimana Deon mendorong Geva, rasa tidak sukanya mengingat Fabian juga Theo itu adalah cemburu. Kalutnya dia kala Geva memblokir nomornya. Namun Bhumi menepis itu. Iya, dia tidak mau jatuh cinta. Dia menolak untuk jatuh cinta.


Bhumi hanya mau meyakini jika semua ini dia lakukan demi sebuah tanggung jawab sebagai suami pada istrinya. Bhumi memang munafik, dia tidak mau melibatkan perasaan dalam hubungan rumah tangganya. Bagaimana bisa? rumah tangga ada tanpa adanya cinta.


Namun entah Bhumi sadari atau tidak, hatinya sudah benar-benar mengkhianati dirinya.


Bhumi menghembuskan nafasnya pelan, mendalami perasaannya sendiri mencari tahu tentang hatinya...


"Sampai kapan kamu mau terus seperti ini Bhum?" Suara seorang lelaki yang dia tahu betul itu siapa. Iya lelaki yang menjabat sebagai mertuanya itu kini sudah duduk disampingnya dengan posisi yang sama menatap lurus ke depan dan menghirup udara dalam-dalam.


"Sekarang anggaplah papa sebagai teman kamu.. bukan mertua kamu, mari kita ngobrol sebagai dua lelaki dewasa." Kata Lelaki itu dengan santainya. Lelaki itu yang tidak lain adalah Papa Arsa. Ucapan Papa Arsa seketika membuat Bhumi menengok tidak mengerti.


Mertua rasa teman gitu?


"Papa dulu juga sama.. masih fokus sama mantan hingga mengabaikan istri papa yang tengah hamil. Dan Gara-gara mantan papa pula istri papa keguguran. Papa hampir saja kehilangan keduanya. Itu adalah dosa terbesar papa. " Kata Papa Arsa lagi menatap daun-daun yang tertiup angin menjadi pemandangan roof top.


"Pa aku.."


"Papa tahu kamu Bhumi.. bahkan sebelum kamu mengenal diri kamu sendiri papa tahu kamu. Mau sampai kapan kamu menganggap perasaan kamu dengan Flo adalah cinta? mau sampai Geva berpaling dan meninggalkan kamu? Sampai Geva berhasil dibuat jatuh cinta oleh Fabian? atau Theo lagi?" Tanya Papa Arsa membuat Bhumi langsung melotot tak terima namun tak berani berucap.


"Pa.. tidak mudah melupakan Flower.. kita berpisah dengan cara yang jauh dari kata baik. Meninggalkan luka untuk aku dan dia yang begitu dalam. Delapan tahun aku mencarinya pa. Aku butuh waktu pa." Kata Bhumi yang kini benar-benar menganggap Papa Arsa sebagai temannya bukan ayah dari wanita yang menjadi istrinya. Jadi udah gak canggung lagi ngomongin mantan.

__ADS_1


"Ck. Delapan tahun kamu mencarinya karena cinta?" Tanya Papa Arsa. Bhumi mengangguk lemah.


"Kadang cinta dan rasa bersalah itu beda tipis Bhum.."


"Maksud Papa apa?"


"Cinta sama rasa bersalah kamu karena sudah pernah merusak gadis itu.. ya meskipun gak merusak secara langsung." Papa Arsa tersenyum mengejek pada sang menantu.


"Maksud Papa apa?" Bhumi mengulangi pertanyaannya namun kali ini jantung nya berdegup kencang. Apakah mertuanya tahu tentang masa lalunya dengan Flower?


"Papa pernah muda Bhum.. Papa sangat mengenal Papi kamu dan bagaimana Papi kamu menanamkan sebuah tanggung jawab pada diri kalian. Papi paham bagaimana gaya pacaran anak muda sekarang dan bagaimana kamu merasa bersalah selama ini hingga mengira itu cinta." Kata Papa Arsa yang sebenarnya sudah di ceritain Papi Gema tentang gaya pacaran Bhumi dan Flower.


Dan saat itu Papa Arsa menyesali perbuatannya saat muda yang pernah melakukan hal yang sama pada mantan pacarnya dulu yang bernama Sevia. Tapi kini anaknya yang menuai.. dapat suami yang tidak jauh beda dari Papa Arsa, tukang making out sama mantan.


"Pa.. aku.."


"Cerna baik-baik ucapan papa.. dan rasakan baik-baik. Selama ini kamu mencari Flower karena cinta apa rasa bersalah." Ucap Papa Arsa, Bhumi terdiam.


Bhumi masih setia dalam diamnya menunggu kalimat berikutnya yang keluar dari mulut mertuanya tersebut. Rasanya mendadak sangat horor.


"Tapi papa juga minta sama kamu.. kamu tadi kan bilang butuh waktu untuk melupakan Flower. Selama itu juga Papa minta kamu bebaskan Geva bergaul sama siapa aja... Biarkan dia bahagia karena melakukan apa-apa yang dia mau.


Papa pun tidak akan mencegah Geva untuk Geva meraih kebahagiaan nya jika ternyata Bahagianya Geva tidak denganmu... karena bagi seorang ayah.. tidak ada yang lebih berharga selain senyum putri kecilnya, setidaknya Papa udah tepati janji papa pada orang tua kamu untuk menikahkan kalian.." Ucap Papa Arsa yang menepuk pundak Bhumi lalu berdiri dan hendak meninggalkan Bhumi sendiri termenung.


"Jangan sampai menyesal, karena tidak semua orang memiliki kesempatan kedua seperti papa." Ucapnya sebelum benar-benar pergi dari roof top.


Ujungnya bukan mertua rasa teman lagi kan karena sebenarnya mertuanya itu hanya memancingnya lalu menakut-nakuti dirinya~


Tanggung Jawab?

__ADS_1


Cinta?


Rasa Bersalah?


Bhumi mengikuti kata mertuanya, Bhumi memikirkan posisi Flower dihatinya selama ini setelah hubungan mereka kandas. Sudahkan dia benar-benar melepas dan mengikhlaskan Flower?


Mengingat bagaimana Flower bersama Bhima dulu, awal-awal memang ada rasa yang menyesakkan dada. Tapi semakin kesini hatinya bahagia melihat senyum Bhima dan Flower bersamaan. Hatinya bahagia melihat betapa harmonisnya hubungan kedua nya.


Apakah itu bisa di sebut dengan move on? atau hanya sekedar rasa bahagia karena melihat orang yang kita cintai bahagia. entahlah Bhumi tidak paham dengan hatinya sendiri jika mengingat Flower~


Iya, selama delapan tahun Bhumi mencari Flower mengatasnamakan cinta serta ingin meminta penjelasan gadis itu serta sebuah rasa bersalah yang begitu besar dimana dia telah merusak gadis itu meskipun tidak secara langsung.. tetap saja Bhumi sudah merusak Flower dengan making out.


Penanaman tanggung jawab yang dibangun papi Gema sejak anak-anaknya kecil ternyata juga berdampak sangat besar untuk Bhumi. Bhumi menutup rapat hatinya alih-alih atas nama cinta, tapi ternyata hanya sebuah rasa bersalah yang begitu besar hingga menyesakkan.


Bhumi masih belum yakin dengan perasaannya. Namun membayangkan seorang Gevania berpaling darinya mendadak hatinya bergemuruh. Apalagi setelah mengingat Gevania yang merupakan pengantin kecilnya dulu. Bhumi langsung memegang dadanya yang berdegup kencang. Bhumi pun mendadak ragu dengan perasaannya sendiri terhadap Flower.


Bhumi memejamkan matanya lagi.. mencari ketenangan untuk otaknya biar bisa berpikir jernih. Namun sayup-sayup dia mendengar tawa Geva yang menggema di telinganya membuatnya dia langsung membuka mata dan mencari tahu ke arah sumber suara tersebut.


Gerbang belakang?


Mata Bhumi menajam dari roof top yang berada diatas lantai dua dengan jelas Bhumi melihat Geva ngobrol dan tertawa dengan Theo di gerbang belakang. Theo yang masih diatas motor itu pun terus melempar kan senyumnya pada sang mantan kekasih.


"Theooo." Gumam Bhumi dengan tangan yang mengepal.


Bersambung...


kalau mau ya like..


kalau gak mau ya gak maksa~

__ADS_1


bebas~


dan selamat beristirahat ❤️


__ADS_2